
"Jangan makan itu terlalu banyak nanti sakit perut."
"DIAM!"
Sebelum Elsa bereinkarnasi dirinya pernah dibuang oleh orang suruhan Lisa ke hutan Kelora, hutan yang jauh dari pusat kota serta, hutan yang banyak dikenal warga sebagai, tempat punuh kutukan.
"Mau?"
"Tidak!"
Walau Elsa hidup di hutan yang dikenal menyeramkan, tidak memutuskan kemukiman bahwa dia sendirian di hutan ini, mata Elsa melirik ke arah pria yang sedang tersenyum ke arahnya, ditangannya sudah ada sepotong daging pangang hasil buruannya siang ini.
"Kau tidak bosan makan tumbuhan terus? cobalah sekali-sekali makan daging, daging ini enak tau," ucapnya.
Namun Elsa tetap tidak peduli dengan pria itu, perutnya sudah 3 hari ini mengalami sakit yang luar biasa, mungkin benar kata pria itu, jika dirinya banyak memakan tumbuhan, dan tanpa diketahui itu bisa dikonsumsi atau tidak, maka hasilnya akan seperti ini.
"Perut mu baik-baik saja kan?" tanyanya sambil mulut yang terus mengunyah.
"Berisik!"
"Kau ini masih saja dingin pada ku, padahal aku sudah berusaha keras agar bisa dekat dengan mu," ucapnya dengan sedih.
Rambut hitam dengan bola mata yang bisa berubah-rubah dia adalah Daniel, Elsa menemukan Daniel saat dirinya tidak sadarkan diri di hutan, waktu itu saat Elsa sadar bahwa dia benar-benar dibuang, Elsa sangat menderita bahkan Daniel yang saat itu ingin dekat dengan Elsa pun menjadi korban dari amukan Elsa.
"Elsa, aku senang tau akhirnya ada orang yang mau datang ke hutan ini," ucapnya tersenyum.
"Jangan panggil aku Elsa!" tekan Elsa.
"Kenapa? bukankah itu nama mu, Elsa Pervis, benarkan?"
Mata Elsa langsung berubah tajam menatap wajah Daniel, dirinya sebenarnya tidak tau siapa sebenarnya Daniel ini, jujur dari awal bertemu dengan Daniel dia tidak pernah sekali pun memberitahu siapa nama aslinya, tapi kenapa Daniel ini bisa tau nama aslinya.
"Berisik! Ingat saja ya, jika aku berhasil menemukan jalan keluar dari hutan ini, aku tidak akan lagi mau bertemu dengan mu!" tekan Elsa.
"Apa? kenapa? Apa segitunya kau membenci diriku?" Tanya Daniel dengan mimik wajah yang begitu sedih.
Elsa hanya tersenyum mendengar ucapan dari Daniel, "Aku ini Calon Putri Mahkota tau, orang seperti ku ini tidak akan cocok untuk tinggal di hutan seperti ini."
"Putri Mahkota?"
Dengan cepat Elsa langsung menganggukkan kepalanya, "Iya kita tunggu saja, tidak butuh waktu lama aku yakin, pasti pasukan kekaisaran akan datang ke sini untuk mencari ku," ucap Elsa penuh percaya diri.
"Kau percaya diri sekali," balas Daniel.
"Tentu saja, itu karena sebentar lagi aku akan menikah dengan Putra Mahkota."
__ADS_1
"Menikah? Kenapa bagian itu aku kurang yakin ya."
Mata Elsa langsung terbuka lebar saat mendengar ucapan dari Daniel, "Apa maksud mu?"
"Entahlah mata ku ini ada melihat, bahwa pria yang kau bilang Putra Mahkota itu sepertinya tidak setia dengan mu."
"Apa! kau ini bicara apa?"
Mata Daniel langsung menatap ke arah Elsa yang terlihat tidak terima dengan ucapannya barusan, "Ah... Aku juga tidak tau, tapi asal kau tau saja ya, mata ku ini bisa melihat isi pikiran orang, Hm... Bisa dibilang aku ada disini karena dibuang."
"Dibuang?"
"Ya... Itu... Setiap aku bertemu dengan seseorang, mata ku ini bisa langsung bekerja, bagaimana ya menjelaskannya? Mata ku ini bisa menghipnotis orang bahkan bisa juga menilai orang itu baik atau tidak."
"Apa?"
"Kau bisa liat kan? Bola mata ku ini sering berbuah warna apa kau tau, arti dari setiap warna ini?" tanya Daniel menunjuk ke arah matanya.
"Tidak," jawab Elsa cepat.
"Hahaha baiklah akan aku jelaskan arti dari mata ku ini, liat saat ini mata ku berwarna biru kan?"
"Tidak, warna mata mu saat ini hitam," jawab Elsa dengan wajah datar.
"Eh... Benarkah?" tanya Daniel tak percaya.
"Sedih? memang apa yang sedang kau sedih kan?" tanya Elsa menaikan satu alisnya.
"Apa kau tidak tau? Hm... Elsa aku ini sedih saat tau kau mengatakan ingin keluar dari hutan ini."
"Apa?"
"Iya... Apa kau tidak tau? Jika kau keluar dari hutan ini bukankah itu artinya kau akan pergi dari sisi ku."
"Eh..."
"Ah... Lalu warna biru! Sebenarnya warna mata ku ini bisa berubah warna kedalam 6 Jenis, warna Hitam artinya kesedihan, warna biru keceriaan, kuning kesakitan, Merah hipnotis, Ungu Amarah, dan Hijau ke ingin tauan."
"Jadi bisa dibilang mata normal ku itu warna biru," ucap Daniel menjelaskan.
Hijau? Apa itu alasannya kenapa saat pertama kali melihatnya, warna matanya hijau.
"Jadi Elsa, kau sudah tau tentang warna mata ku kan? Hm... Jadi Bisakah kau merahasiakan ini?"
"Iya?"
__ADS_1
"Aku takut jika sifat mu berbuah," cicit Daniel.
"Apa?"
"Elsa, jika kau orang yang jahat, lebih baik kau jahat sekalian dari pada harus berpura-pura baik tapi aslinya tidak baik."
"Hah?"
"Aku tau sifat asli mu Elsa, sebenarnya kau itu orang yang baik kan? tapi karena satu kondisi saja kau seperti itu, ucapan ku benarkan?"
Tangan Elsa langsung terkepal kuat mendengar ucapan dari Daniel, memang Daniel ini orang seperti apa? kenapa dia bisa tau semua sifat asli orang hanya dalam sekali liat.
"Elsa di luar itu tempatnya tidak bagus, orang-orang yang tinggal di luar sana itu memiliki banyak kebohongan, bahkan mereka rela melakukan hal rendah agar bisa dinilai tinggi dimata orang lain."
Wajah Daniel berbuah sayu saat cahaya dari perapian mulai memudar, "Elsa kau itu... Orang baik kan?" tanya Daniel.
Elsa tidak menjawab dia sendiri tidak tau harus menjawab apa, ucapan Daniel barusan memang ada benarnya juga, karena haus akan kasih sayang dirinya rela melakukan hal rendah agar ayahnya mau memperhatikan dirinya seperti dulu.
Elsa, yang dulu sangat dimanja dan disayang oleh kedua orang tuanya, berubah menjadi gadis nakal dan arogan semenjak ibundanya meninggal dunia.
"Kau pasti pernah dengar kata ini, orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti," lirih Elsa.
Mata Elsa langsung menatap ke arah Daniel yang juga sedang menatap ke arahnya, "Aku baik jika orang itu baik, dan... Aku jahat jika orang itu jahat, apa sampai sini kau paham maksud ku?" tanya Elsa.
Daniel terdiam, matanya berbuah menjadi hitam pekat yang membuat Elsa terkejut seketika, sebuah air mata menetes begitu saja dipelopak matanya, sebuah bayangan terlihat dikepalanya, Daniel melihat satu kejadian diingatan Elsa yang tidak ingin dia liat.
"Apa ini?" gumamnya.
"Elsa? Kenapa kau ada disana?" tanya Daniel yang membuat Elsa menjadi bingung.
"Kenapa?" tanya Elsa penasaran.
"Entahlah, ini sangat mengerikan, aku melihat mu... Tunggu semua orang berteriak menyebut nama mu," ucap Daniel menggelengkan kepalanya.
Mata Daniel seketika terbuka lebar saat kejadian mengerikan itu terlihat jelas dikepalanya.
"Hey... kau baik-baik saja kan?" tanya Elsa khawatir.
"Elsa... Kepala mu..."
"Kepala ku?"
"Dipenggal."
Deg
__ADS_1
"Apa?" pekik Elsa membereskan kedua matanya.
TBC