
Elsa, serta yang lainnya masih terus berlari dengan kencang, nafas mereka sudah tidak karuan keluar, hingga Lucas menyuruh mereka untuk bersembunyi dibelakang rumah warga, yang dekat dengan mereka.
"Ha... Ha... Ha..."
Elsa menghembuskan nafas kasar keringat yang cukup deras keluar dari dahinya, membuat dia sedikit terkekeh akan itu.
"Kenapa anda tertawa?" tanya Lucas bingung.
Elsa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Tidak, aku hanya merasa lucu saja."
"Lucu?" tanya Lucas bingung.
"Iya... Apa kau tau? Baru kali ini aku melakukan hal gila seperti ini, astaga... tadi itu sangat menyenangkan," ucap Elsa tersenyum.
Semua yang ada disana hanya terdiam melihat Elsa yang nampak bahagia dimata mereka.
"Ehem... Tapi tidak bisa ku pungkiri bahwa kejadian tadi termasuk berbahaya juga," ucap Elsa sambil membetulkan posisi berdirinya.
Lucas kembali menarik nafas kasar, dia kembali melirik ke luar untuk memastikan apakah penjaga kuil suci masih mengejar mereka.
"Sepertinya sudah aman, kita bisa keluar sekarang," ucap Lucas menatap ke arah Elsa dan dua anak itu.
"Ikuti aku, perjalan kita akan sangat panjang malam ini," ucap Lucas membawa Elsa dan dua anak itu keluar dari persembunyian.
...~*~...
Aliran sungai yang amat deras membawa tubuh Dawis hanyut hingga masuk ke dalan hutan yang lebat dan gelap, malam yang begitu dingin membuat dia sedikit menggigil dengan kondisi cuaca saat itu.
"Ha... Ha... Ha..."
Dawis menarik nafas kasar setelah dirinya berhasil sampai ke daratan, dengan cepat Dawis langsung membuka bajunya untuk dia keringkan, dan dia juga akan membuat perapian agar tubuhnya tetap hangat.
Brak!
Suara dari daun yang kering menjadi nyanyian tersendiri bagi Dawis, Dengan bersusah payah akhirnya Dawis bisa mengumpulkan kayu bakar yang cukup bisa dia gunakan malam ini, langit pada malam itu begitu terang dengan banyak bintang yang menghiasinya.
Cahaya yang tadinya begitu gelap, berbuah menjadi terang saat api berhasil Dawis hidupkan, Dirinya dengan cepat langsung merebahkan tubuhnya dekat dengan perapian itu.
Malam ini dia akan beristirahat disini, dan besok pagi dia akan melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke ibu kota.
...~*~...
Suasana didalam hutan yang dilalui Elsa dan lainnya terlihat begitu tenang, kedua kakak beradik itu nampak kelaparan saat Lucas membawakan mereka sepotong roti untuk sarapan.
"Makannya pelan-pelan saja," ucap Elsa mengelus kepala anak itu.
Anak ini hanya menganggukkan kepalanya Dengan mulut yang terus mengunyah.
"Nona anda juga harus makan, perjalan kita masih jauh," ucap Lucas saat melihat makanan Elsa yang masih banyak.
__ADS_1
"Iya aku tau," jawabannya dengan memandang makannya.
Setelah mereka selesai makan, Lucas dan yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan mereka, Matahari sudah sangat tinggi membuat Elsa sedikit merasa panas karena paparan sinar matahari.
"Hu... Panasnya..."
Srak!
"Hmm?"
Elsa langsung membalikkan badannya saat merasa ada sesuatu yang mengamati mereka dari jarak dekat, saat ini Lucas ada di barisan terdepan sedangkan Elsa ada dibagian belakang dan kakak beradik itu ada di bagian tegah.
"Apa itu?" tanya Elsa mempertajam penglihatannya.
Sebuah semak yang sangat lebat bergerak melebihi semburan angin, semakin diperhatikan, semakin jelas semak itu bergerak sangat keras hingga membuat sesuatu yang ada dibalik semak itu keluar.
Srak!
Mata Elsa langsung terbuka lebar saat melihat sosok yang baru saja keluar dari semak itu, tanpa berpikir panjang Elsa langsung berlari sangat kencang meninggalkan Lucas serta kakak beradik disana.
"Nona! Nona! Anda mau ke mana?" teriak Lucas saat melihat Elsa yang sudah berlari sangat kencang.
"Kakak!"
Semua terdiam, kedua anak itu terlihat membeku saat seekor serigala berdiri dihadapan mereka.
"Tenanglah, kita pasti selamat," ucapannya menenangkan adiknya.
"Kalian menjauh lah! Biar aku yang menghadapi serigala ini."
Tanpa menolak kedua kakak beradik itu langsung beranjak pergi dari hadapan serigala itu, melihat kedua kakak beradik itu pergi membuat serigala itu sedikit marah, dia yang merasa mangsanya ingin melarikan diri, langsung dengan cepat menerjang tubuh kedua anak itu.
Srak!
Dengan cepat Lucas langsung berlari menghampiri serigala itu, yang ingin menyerang kakak beradik itu, tubuh dari kedua anak itu seketika menjadi kaku saat mata mereka tak sengaja melihat betapa mengerikannya Lucas membunuh serigala itu.
Srak!
Pedang Lucas yang begitu tajam itu, menusuk dengan dalam tubuh serigala itu, membuat darah segar langsung keluar dari tubuh serigala itu.
"Ha..."
Tubuh serigala itu langsung terkapar Di tanah dengan banyak darah berceceran di tanah membuat pakaian Lucas beserta wajah dari kedua anak itu menjadi kotor terkena serpihan darah.
"Ha... Ha..," Nafas Lucas tidak beraturan, matanya kembali menoleh ke arah dua anak itu.
"Apa kalian tau kemana arah Nona berlari?" tanya Lucas.
...~*~...
__ADS_1
Dawis yang saat itu baru selesai mandi langsung menggoyangkan kepalanya kekiri dan kanan untuk mengerikan rambutnya yang telah basah.
Sebuah suara langkah kaki yang begitu jelas terdengar membuat dia langsung membesarkan kedua matanya, Lucas dengan cepat langsung mengambil pakaiannya dan mulai bersembunyi.
"Tuan! Tolong!"
Buk!
Seseorang yang tidak Dawis kenal telah menabrak tubuhnya hingga mereka berdua terjatuh ke tanah, Dawis langsung merintis kesakitan saat telapak tangannya menghantam kuat berbatuan yang dekat dengan aliran sungai.
"Maaf," pekikya saat dirinya sadar telah menabrak tubuh Dawis.
Mata Dawis langsung menoleh ke arah orang itu, sosok wanita cantik yang tidak asing baginya sedang terduduk kaku dihadapnya.
Elsa?
Elsa yang baru sadar bahwa pria dihadapannya ini Dawis hanya bisa terdiam kaku, mereka berdua cukup lama saling menatap, hingga sebuah ingatan akan Lucas dan kuda kakak beradik itu Kembali teringat dalam benaknya.
"Lucas! Tuan... Tolong! Di... Disana! itu...."
Elsa berucap dengan nada terbata-bata membuat Dawis yang melihat tingkah Elsa menjadi bingung.
"Hey... Tenanglah Nona, bicaralah pelan-pelan sekarang anda aman disini," ucap Dawis menenangkan.
"Ya?"
Elsa langsung terdiam saat Dawis menenangkannya, sebuah telapak tangan yang cukup besar dan hangat begitu nyaman Elsa rasakan, Dawis dengan lembut menyentuh tangan Elsa saat dirinya mencoba untuk menenangkan.
"Te... Terima Kasih, Pangeran."
"Pangeran?" tanya Dawis mengulang.
Mata Elsa langsung terbuka lebar, saat mendengar ucapan dari Dawis.
"Dari mana kau tau aku Pangeran?" tanya Dawis dengan tatapan menusuk.
Tubuh Elsa langsung menjadi kaku, matanya terbuka lebar menatap ke arah tangannya yang masih disentuh oleh Dawis.
"Itu... Saya hanya mengira saja, wajah anda seperti tidak asing bagi saya," jawab Elsa.
"Tidak asing?" tanya Dawis menaikan satu alisnya.
Mata Elsa langsung terbuka lebar menatap ke arah Dawis, "Lupakan soal itu, anda harus cepat bergerak! teman saya sedang dalam bahaya."
"Teman?"
Dengan cepat Elsa menganggukkan kepalanya, "Benar, mereka ada di sana," tunjuk Elsa pada arah tempat dia datang, "Ada segerombolan serigala yang datang menyerang kami," ucap Elsa menjelaskan.
"Serigala?"
__ADS_1
Elsa langsung berdiri dari duduknya begitu juga dengan Dawis, "Ayo kita pergi, sebelum terlambat," pekik Elsa menarik kuat tangan Dawis.
TBC