Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Membalas Budi


__ADS_3

Beberapa anak melihat kapal balap dari jarak dekat, mereka sangat gembira, dari kejauhan melihatnya kapal itu hanya seukuran jempol, dari dekat melihatnya itu begitu besar dan megah, setiap kapal balap dapat menampung 20 hingga 30 orang.


Dexter memimpin orang-orang itu berjalan ke depan, sepanjang jalan melihat begitu banyak kapal balap yang beraneka ragam.


Setiap kapal di buat oleh kerja keras setiap pengrajin, tiap kali melihatnya Lexie tidak bisa tidak mengagumi kebijaksanaan umat manusia. Pada masyarakat jaman ini, ternyata dia masih bisa melihat balap kapal yang terampil secara teknis seperti ini, ini membuat Lexie sedikit bersemangat.


"Hei, kapal ini ...?" Lexie berhenti di salah satu kapal balap mewah, beberapa anak juga datang mengelilingi dan berteriak penuh semangat.


Kapal balap di depannya ini adalah yang paling mewah, diantara semua kapal balap, bahkan di ujung kapanpun masih di hiasi permata berbagai warna, masing-masing permata itu bernilai tidak murah, kapal seperti ini, sepertinya bisa mengganti beberapa rumah besar. Ini masih tidak masalah orang awam menonton keramaian, yang ahli akan melihat ke dalamnya, yang membuat Lexie kaget bukanlah batu permata ini, tapi desain kapal balap ini.


Kapal balap ini tidak hanya mewah, tapi desain garis dan ruang drainase sangat berbeda dari kapal balap lain, terutama di bagian di mana para anggota tim duduk di kedua sisi, ada juga tumpuan di pijakan kaki di depan bangku, desain pijakan kaki itu untuk membuat anggota para pemain nyaman ketika mereka sedang mengerahkan tenaga.


"Ini adalah kapal Raja Victor." Dexter dengan cepat menyelesaikan keraguan Lexie.


Lexie mengangguk, tidak heran beberapa orang di kedai teh itu mengatakan bahwa desain kapal balap raja Victor selalu mengambil posisi pertama setiap tahunnya, sepertinya bisa mengambil posisi pertama itu tidak hanya bergantung pada keuntungan saja.


Kapal para pejabat masih ada di depan, Lexie sedang bersiap untuk mengikuti Dexter berjalan maju ke depan, tapi tiba-tiba punggungnya merasa dingin, ada perasaan tertusuk duri di bagian belakang punggungnya.


Lexie menoleh kebelakang, tiba-tiba melihat sosok bayangan panjang di dekat pantai di kejauhan, bahkan di pisahkan jarak yang begitu jauh saja, Lexie masih dapat dengan sekilas melihat bahwa itu adalah Victor.


Lexie bergegas menarik kembali pandangannya, terburu-buru berjalan ke depan, dia tidak bisa berpura-pura Victor tidak melihatnya, dengan keahlian bela diri Victor, bagaimana mungkin dia tidak melihatnya? Hanya saja wajah Lexie tertutup, dapatkah Victor mengenalinya?

__ADS_1


Dexter menyadari langkah kaki Lexie menjadi tergesa-gesa, alisnya berkerut, dia menoleh sekilas ke arah pantai, di batasi jarak yang jauh, kedua mata pria itu bertemu, tidak ada percikan, hanya ada ejekan di sudut bibir Victor dan juga raut wajah Dexter yang tidak berubah.


Di tepi pantai, Morgan juga melihat orang yang menarik perhatian itu, wajahnya agak menggelap, "Bagaimana bisa nona Lexie bersama dengan tuan Dexter?"


"Kamu sedang bertanya padaku?" Victor mendengus, "Di banding bertanya padaku, mengapa kamu tidak menyelidikinya?"


Morgan tidak berani berbicara, tapi secara tidak sengaja, mengungkapkan kekhawatiran yang begitu dalam di pandangan matanya.


Di arena yang lainnya Dexter membawa Lexie dan yang lainnya datang ke kapal milik para pejabat, pikirannya sudah tidak ada lagi di sini, dia berdiri di samping Lexie dan bertanya dengan datar, "Nona Lexie ... Mengenal Raja Victor?"


Perkataan ini sudah di tahannya begitu lama, jika bisa, dia tidak ingin menanyakan pertanyaan ini, tapi sekarang dia tidak bisa menahannya.


Kenal. Jawabannya hanya satu kata ini, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.


Dexter juga terdiam, Ernie dan Rendi melihat sekeliling kapal balap, hanya Lucas yang berada di samping Lexie dari awal sampai akhir, dia yang mendengar percakapan di antara keduanya, menggertakan gigi tapi tidak berbicara, hanya kebencian di matanya bertambah sedikit lebih dalam.


"Nona Lexie, kamu lihat ini adalah kapal balap dari anggota pemerintah, setelah melihatnya apakah kamu tertarik untuk bertaruh?" Dexter adalah seorang pria terhormat, dia segera mengalihkan topik pembicaraan.


Lexie kembali fokus, kemudian dia dengan hati-hati melihat kapal di depannya, setelah selesai melihatnya dia menggelengkan kepalanya tanpa daya, "Jika bertanding dalam kondisi seperti ini, aku akan bertaruh pada kemenangan Raja Victor."


"Oh? Ini adalah orang orang yang cukup hebat yang kubawa dari selatan, keahlian mereka sudah pasti lebih baik dari pada tim raja Victor, mengapa nona Lexie begitu tidak percaya pada tim milikku?" Dexter terpaku tapi dia tidak marah, malah dia mulai mendiskusikannya pada Lexie.

__ADS_1


Terhadap orang yang sopan siapa pun bersedia untuk bersikap lebih menghormati, Lexie tersenyum dan menunjuk ke bagian tengah dari kapal balap itu, "Ketrampilan orang-orang itu harusnya sangat baik, dan lagi juga kekuatannya sangat cukup, tapi ini kapal balap harusnya kapal balap sebelumnya bukan, jika masih merupakan kelompok yang sebelumnya, tentu saja tidak ada masalah, tapi sekarang ketrampilan dan kemampuan orang ini jauh lebih baik dari pada sebelumnya, jika sepenuhnya di gunakan, maka apakaj ketangguhan kapal balap ini bisa menyelesaikan pertandingan ini ayu tidak, itu yang akan menjadi masalahnya."


"Maksudmu kapal ini tidak cukup kuat?" Jika Dexter tidak melihatnya dengan mudah membuka kunci gelang itu, mungkin Dexter akan berpikir bahwa Lexie hanya membual, lagi pula dia hanyalah seorang wanita dan mengatakan bahwa kapal balap profesional ini tidak cukup kuat.


Lexie mengangguk, "Ya, kapal ini harusnya terkena matahari di musim panas, jadi tepinya sudah kekuningan, ketika sudah di terpah sinar matahari, ketangguhannya akan sangat berkurang, kapal ini sudah bertahan sampai sekarang ini juga sudah sangat hebat, jika nanti di gunakan dengan kekuatan penuh ..."


Setelah Lexie mengatakan perkataan ini, raut wajah Dexter berubah, dia mengulurkan tangan memanggil seseorang, yang bertanggung jawab atas kapal balap untuk mengajukan pertanyaan, setelah pria itu mengatakan beberapa patah kata padanya, ketika dia menatap lagi pada Lexie, wajahnya makin bertambah terkejut.


Orang yang dapat dengan mudah membuka gelang langit itu benar-benar bukan orang biasa.


Mata Dexter berbinar, dengan hormat berkata: "Perkataan nona Lexie benar-benar tepat, tapi aku bertanya pada orang kapal, musim panas tahun ini adalah musim kemarau, bahwa ruangan di dalam kapal juga runtuh, dalam proses perbaikannya, kapal ini sudah terpapar di luar selama lebih dari 10 hari. Jika kapal ini tidak cukup kuat, maka aku akan kalah dalam pertandingan ini, atau tidak kita akan membuat taruhan raja Victor yang akan memenangkannya saja."


Dexter betkata dengan rendah hati, tidak ada sedikitpun raut kecewa di wajahnya, tapi malah ada semacam keterbukaan pikiran terhadap segalanya, karena memiliki pemikiran yang seperti inilah, patut untuk Lexie kagumi.


"Terakhir kali kakak Dexter sudah membantuku, kali ini, aku juga bersedia melakukan yang terbaik, berikan padaku beberapa alat, aku dapat membuat kapal balap ini dapat bertahan sampai melewati pertandingan hari ini." Lexie berkata sambil tersenyum.


Terhadap permintaan seperti itu, tentu saja Dexter tidak punya alasah untuk bisa menolak, dia segera meminta Erik untuk mengambil alat yang di inginkan Lexie.


Ketika Erik pergi untuk mempersiapkannya, Lucas diam-diam menarik tangan Lexie, "Kak, pria itu sudah melihat kita, jika kita membantu tuan Dexter seperti ini, dia, apa akan marah?"


Lexie mendongak dan melihat sekilas ke arah pantai, Victor tidak lagi berada di tempat sebelumnya, Lexie menarik kembali pandangannya, menghela nafas, "Karena sudah terlihat, ya sudahlah. Dan lagi aku tidak suka berhutang pada orang lain, anggap saja ini untuk membalas Budi Dexter padaku."

__ADS_1


__ADS_2