Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Tidak Dapat Bersembunyi


__ADS_3

Ada beberapa orang yang tidak akan bisa menjadi teman di karenakan identitas dan pendirian mereka yang berbeda, dan lebih tidak mungkin berdiri di garis yang sama.


Lexie memahami prinsip ini, sama seperti ketika berada di dalam perusahan, bahkan seberapa dekat hubunganmu begitu terkait dengan persaingan keuntungan maka apa yang akan di sebut persahabatan itu hanya akan mejadi sebuah lelucon yang konyol. Victor dan Daniel adalah orang-orang yang seperti itu, mereka dilahirkan di lingkungan yang berbeda, kecuali seseorang memiliki niat tertentu maka sama sekali tidak ada peluang bagi mereka untuk menjadi teman.


Karena dari mereka tidak ada yang tahu entah kapan keduanya mungkin akan bertemu di Medan perang. Pada saat itu ketika mereka bertemu adalah musuh, karena merupakan calon musuh maka untuk melemahkan kekuatan musuh hanya bisa merencanakan ke depannya saja.


Pada saat itu, tiba-tiba Lexie merasa lega, setidaknya sekarang Lexie yakin hanya demi mendapatkan Zacky dan senjata yang di buatnya, Daniel akan berusaha melindunginya bagaimanapun caranya.


Benar saja, Daniel yang berada di kereta kuda, tertawa dan mengangkat kepalanya, "Memang benar-benar adalah raja Victor, tidak ada yang bisa luput dari matamu. Negara Nanyue memiliki seorang jendral sepertimu, kami dari negara Beiming benar-benar tidak bisa memprovokasi." Meski berkata demikian tapi tidak terlihat raut tidak berani di wajah Daniel.


"Tapi ..." Daniel kemudian menampilkan raut bingung, "Raja Victor harusnya pergi ke tempat lain jika ingin mencari seorang wanita, mengapa malah mendatangi kereta kudaku? Hanya seorang wanita saja, bahkan aku tidak pernah menganggapnya dan aku juga tidak mungkin melakukan kegilaan seperti yang di lakukan oleh raja Victor yang mengejar selama berhari-hari. Dan lagi jika aku tidak salah ingat, orang-orangku datang ke negara Nanyue kali ini untuk berpartisipasi dalam pernikahan raja Victor, haha, mengejar seorang wanita selama ribuan mil selama pernikahanmu, bagaimana perasaan permaisuri di dalam kediamanmu itu?"


Maksud Daniel adalah mengejek terang-terangan, mengejek Victor yang mengejar seorang wanita, dan lagi wanita ini tidak memiliki kedudukan dan identitas.


Setelah Daniel selesai mengucapkan perkataannya, raut wajah Victor sudah menggelap, "Urusanku tidak butuh campur tangan jendral Daniel, tapi kesabaranmu ini ada batasnya, lagi pula kamu sudah mengatakannya, itu hanyalah sebuah wanita, demi seorang wanita jendral Daniel benar-benar ingin berselisih denganku? Apa itu sepadan?"


"Haha ..." Daniel tertawa makin kencang, "Hanya seorang wanita saja bisa membuat raja Victor secara pribadi mengejar hingga melewati setengah negara Nanyue, wanita seperti itu aku benar-benar ingin bertemu dan melihatnya. Oh iya raja Victor, bagian mana dari wanita itu yang menarik perhatianmu? Apa karena tubuhnya yang lembut atau parasnya yang cantik? Atau dia memiliki sesuatu yang istimewa yang bisa membuatmu nyaman ketika melayani?"


Perkataan Daniel ini tidak seperti yang bisa di ucapkan oleh seorang jendral pelindung , melainkan sama seperti seorang tuan muda yang ingin menggoda wanita di rumah bordil, di dunia ini yang bisa berbicara seperti itu pada Victor benar-benar hanya sedikit orang saja. Di bawah tekanan yang berat masih bisa berbicara dan tertawa seperti itu, memiliki keberanian seperti ini tidak heran merupakan jendral pelindung negara Beiming.

__ADS_1


Victor mendengus pelan, tapi tidak ada sedikit kekesalan di hatinya, selama ini tidak ada yang berani berbicara dengannya seperti itu, jadi tidak ada juga yang berani merendahkan Lexie di depannya seperti itu. Tapi ketika Victor mendengar Daniel membicarakan Lexie dengan nada penuh ejekan seperti itu, hati Victor ternyata merasakan rasa sakit yang samar.


Apakah status begitu penting bagi seorang wanita? Hanya karena Lexie mengikutinya tanpa status jadi di mata orang luar Lexie begitu rendahnya?


Untuk sesaat pikiran Victor agak kacau hingga lupa untuk menjawab kata-kata Daniel.


Daniel yang tidak melihat Victor bergerak lanjut mengatakan, "Tuan, wanita adalah mainan untuk di tiduri, kamu dan aku adalah pria, memang mengapa jika berkata seperti itu? Lagipula wanita itu juga bukan siapamu, hanyalah mainan saja, suatu hari ketika kamu sudah bosan bermain dengannya juga bisa mengirimnya untukku bermain beberapa hari. Yang Mulia Victor, kamu jangan marah, aku juga tidak mengejek permaisurimu, mengapa raut wajahmu begitu mengerikannya, itu benar-benar membuatku takut."


Wajah Victor makin menggelap, perkataan Daniel ini menyentuh sarafnya dan membuat amarahnya pada Lexie menghilang sebagian, Victor mengangkat sudut bibirnya, "Kamu mengucapkan begitu banyak, apa sedang membelanya?"


Sudut bibir Daniel berkedut, dia amat terkejut, apa dirinya tanpa sadar mengatakan begitu banyak?, "Yang Mulia benar-benar bisa bercanda, aku sama sekali tidak mengenal wanitamu, mana mungkin membelanya?"


Untuk sesaat keadaan menjadi sangat panas, para tentara Estelar sudah menarik pedang yang ada di pinggang mereka, dan para pengawal Daniel juga sudah mengambil senjata di tangan mereka, tentara di kedua belah pihak saling berpandangan dan tanpa bersuara dan sedang menunggu atasan mereka memberi perintah.


"Kenapa, apa ingin menggeledah kereta kudaku? Victor, jangan pikir karena kamu adalah raja di Nanyue, maka kamu bisa bertindak seenaknya, jangan lupa di sini bukan lagi batas negara Nanyue milikmu!" Raut wajah Daniel akhirnya berubah.


"Batas negara itu tidak lain hanyalah batas garis samar, ketika tidak ada kekuatan absolut. Sekarang, pada saat ini, apa kamu merasa kamu memenuhi syarat untuk membahas kondisi ini denganku?" Victor terkekeh mengangkat tangannya dan semua tentara di belakangnya bergegas menyerang.


Pertempuran tak terhindarkan.

__ADS_1


Hanya saja karena orang dari kedua belah pihak adalah orang-orang elit kelas satu jadi ini bukanlah pertempuran biasa, tapi pertempuran ini membawa konten teknis, setidaknya ketika di lihat di tempat telihat lebih baik, sedikit mirip dengan leryandingan dua pemain anggar dan pertandingan antara dua orang wanita, walaupun itu sama-sama bertarung tapi pertarungan pemain anggar jauh lebih baik dari pada pertarungan antar wanita.


Lexie tidak bisa melihat tapi dia bisa mendengarnya, Lexie bahkan bisa mendengar suara kecil yang muncul ketika pedang di tusuk ke dalam daging kemudia di tarik, kulit kepala Lexie sedikit mati rasa, tanpa sadar Lexie menghela nafas lagi, kali ini berapa banyak orang yang akan terluka dan bahkan mati di karenakan dirinya.


Mungkin Lexie sudah harus keluar, dengan begitu bisa menghindari pertumpahan darah Daan juga pemuda-pemuda di sekitar Daniel itu dapat terselamatkan, dan bisa pulang ke rumah mereka, mungkin orang tua, istri dan anak-anak mereka sedang menantikan kembaliny mereka ke rumah.


Untuk sesaat Lexie memiliki keinginan untuk mendorong penutup ruang tersembunyi ini, tapi Lexie tidak melakukannya. Manusia memang egois, bahkan walaupun Lexie keluar, Victor belum tentu akan berhenti begitu saja, sebaliknya mungkin Victor akan lebih menyiksa ini karena Lexie melindungi mereka.


Dalam situasi kacau balau itu, sepertinya ada orang yang menaiki kereta kuda kemudian meraba-raba kereta kuda


untuk beberapa saat, lalu ruangan tersembunyi itu terbuka.


Cahaya terpapar dari atas, Lexie mengangkat kepalanya dan melihat wajah Victor.


Saat ini sudah benar-benar tidak bisa melarikan diri.


Lexie menggigit bibir bawahnya, merangkak keluar dari ruangan tersembunyi itu kemudian melihat situasi di depannya itu. Karena banyaknya orang dari pihak Victor, Daniel di tekan dengan begitu menyedihkannya, bawahan Daniel melindungi Daniel di tengah dan mundur menjauh.


Tapi dapat di lihat seni bela diri mereka sangat tinggi, jadi walaupun mereka berada dalam situasi yang tidak menguntungkan, mereka tidak panik dan perlahan-lahan membuat jalan keluar.

__ADS_1


Daniel yang di kelilingi oleh para pengawalnya itu, melihat sekilas ke arah kereta, pandangan mata itu begitu dalam dan rumit.


__ADS_2