Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
26


__ADS_3

"Siapa kau?"


Wajah Lucas sama sekali tidak menunjukan keterkejutan atau pun rasa takut saat sebuah pedang panjang telah mengarah dihadapan wajahnya.


"Apakah Anda ketua pasukan disini?" tanya Lucas dengan tenang.


"Ada urusan apa kau dengan ketua pasukan?" tanyanya.


"Ini... Aku ke sini ingin memberikan surat ini pada ketua pasukan," ucap Lucas memperlihatkan amplop pemberian Elsa.


Disaat pria itu ingin mengambil amplop tersebut, Lucas secara cepat langsung menaikkan tinggi lengannya agar pria itu tidak bisa mengambil amplop yang ada ditangannya.


"Apa-apaan ini?" pekiknya tak terima.


"Maaf sesuai dengan perintah majikan saya, saya harus memastikan bahwa anda benar-benar ketua pasukan disini."


Tangan pria itu langsung terkepal kuat, "Aku memang ketua pasukan disini! Apa kau masih tidak mau percaya hah! Berikan amplop itu sekarang!" tekannya pada Lucas.


Melihat orang itu tidak ada tanda-tanda kebohongan, membuat Lucas secara pelan memberikan amplop surat itu pada pria yang mengaku ketua pasukan kelurga Pervis.


Sert


Dengan cepat pria itu, mengambil amplop surat dari tangan Lucas untuk dia baca, wajahnya yang terlihat sangar membuat Lucas sama sekali tidak memiliki rasa takut, saat pria itu merobek amplop surat dengan cara yang kasar.


Tuan Sam ini Aku Elsa, jika kau menerima surat ini maka kau sudah tau maksud dari tujuan ku mengirim surat ini, pria yang ada dihadapan mu ini adalah seorang prajurit yang memiliki nilai kemampuan luar biasa.


Jangan tanya aku mendapatkan dia dimana semuanya akan aku jelaskan jika urusan ku disini telah selesai, untuk itu, Tuan Sam tolong rekrut dia kedalam pasukan Pervis, hanya butuh 6 bulan sampai urusan ku disini selesai, selama 6 bulan itu tolong ajari dia semua yang ada di kediaman Pervis, termasuk denah rumah.


Lalu aku juga meminta pada anda untuk Bersikap bahwa kau tidak pernah menerima surat ini, dan teruslah bersikap bahwa kau tidak tau keberadaan ku, tulis laporan apa saja yang telah terjadi selama aku tidak ada dirumah, setelah aku pulang nanti, aku akan minta laporan harian mu.


Hanya itu yang ingin aku sampaikan,


Elsa Pervis.


Tangan Sam langsung terkepal kuat setelah dirinya selesai membaca isi surat itu, matanya langsung menatap tajam wajah Lucas yang masih menunjukan ketenangan.


"Ada dimana Nona sekarang?" tanya Sam.

__ADS_1


"Beliau berada ditempat yang aman, bersama dengan orang-orang yang kuat," Jawab Lucas santai.


"Apa?" tanya Sam kesal.


"Maaf ini pesan dari nona, yang mengatakan untuk tidak memberitahu dimana dia sekarang," jawab Lucas dengan wajah datar.


"Sial."


Setelah kejadian itu Lucas langsung dimasukan ke pasukan prajurit Pervis oleh Sam, banyak yang tidak terima Lucas masuk begitu saja ke pasukan Pervis tanpa tes, sedangkan mereka ingin masuk ke pasukan khusus saja harus melakukan ujian yang begitu panjang dan sangat lama.


"Master yang dikatakan mereka ada benarnya juga, tolong uji saya seperti mereka juga, agar semua merasa adil dengan kehadiran saya disini," jawab Lucas pada Sam.


Master? Dia menyebutku Master.


Sedikit jantung Sam bergetar saat Lucas menyebut dirinya Master, entah ada rasa bangga pada dirinya saat dirinya disebut Master oleh Lucas.


"Ehm... Baiklah aku terima keputusan kalian, Leon! majulah," perintah Sam.


"Baik ketua."


Prajurit yang bernama Leon itu maju kehadapan Lucas, Sam menepuk pundak Leon dengan pelan sebelum dirinya menjelaskan bagaimana sistem ujian Lucas dimulai.


"Pasukan siaga?" gumam Lucas.


Tangan Lucas langsung bertepuk saat sebuah ide terlintas dikepalanya, dengan tersenyum lebar dia mengeluarkan pendapatnya yang membuat semua orang disana membesarkan mata mereka tak percaya.


"Dasar gila, kau pikir dirimu itu hebat hah?" pekik salah satu prajurit disana.


Bahkan Sam sendiri saja masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Lucas barusan.


"Kan jika aku menang, ini kan hanya pendapat ku saja," ucap Lucas acuh.


"Tuan Leon, tolong jangan terima usul dari dirinya, lebih baik anda bermain seperti yang sudah ketua sarankan," sahut prajurit lain.


"Betul Tuan Leon."


Mendengar banyak sekali masukan dari para prajurit yang tidak terima dengan usul dari Lucas, membuat Leon yang saat itu berjabat sebagai wakil pasukan mengepalkan kedua tangannya. dikarenakan kepalanya tiba-tiba saja sakit mendengar seluruh pasukan prajurit menjadi ribut.

__ADS_1


"BERISIK!" teriak Leon pada semua pasukan disana.


Mata Leon langsung menatap tajam ke arah pasukan Pervis, lalu tatapannya kembali jatuh pada Lucas yang terlihat terkejut saat mendengar Leon yang tiba-tiba saja berteriak.


"Baiklah aku terima tawaran mu, Cih... sombong sekali dirimu ini paling kemampuan mu tidak seberapa," gumam Leon yang langsung pergi dari hadapan Lucas.


"Cepat ambil pedang mu dan lawan aku sekarang!" tekan Leon pada Lucas.


Dengan patuh Lucas menganggukkan kepalanya dia berjalan ke arah meja yang terdapat banyak sekali macam-macam pedang disana, tanpa berpikir panjang Lucas mengambil pedang yang menurutnya sangat pas untuk dia genggam.


"Lawanlah sekuat tenaga mu, semua serangan mu akan aku tahan," ucap Leon pada Lucas.


Dengan patuh Lucas langsung menganggukkan kepalanya, dia sudah mempersiapkan tubuhnya untuk mulai menyerang begitu pula dengan Leon, ditengah mereka sudah ada Sam sebagai juri penilai.


"Baik! semua sudah siap? Mulai!" teriak prajurit yang menjadi wasit.


Prang


Suara pedang yang sedang bertarung begitu terdengar ditengah-tengah lapangan, semua merasa tegang saat melihat gaya bertarungnya Lucas, yang begitu berbeda dengan gaya bertarungnya Leon.


Tanpa kenal ampun Lucas terus memberikan serangan pada Leon. tidak peduli tangan Leon terluka karena pedang dari Lucas, semua prajurit serta orang-orang yang melihat aksi Lucas hanya bisa terdiam, apa lagi disaat Lucas melompat begitu tinggi yang membuat semua mata terbuka lebar melihat aksi Lucas.


Dari jauh Sam terdiam dengan mata terbuka lebar, melihat gaya bertarungnya Lucas, membuat dia menjadi teringat akan sesuatu, gaya bertarungnya Lucas ini seperti gaya bertarung yang hanya bisa dimilik suatu negara.


Baru ku ingat, hanya orang Ashad saja yang bisa menguasai gaya bertarung seperti itu, luar biasa dari mana Nona mendapatkan orang seperti dirinya, orang ini sangat berbahaya, aku harus hati-hati berdekatan dengannya.


Prang


"CUKUP!" teriak Sam.


Mata Leon masih terbuka lebar, dengan tangannya yang masih melayang ke atas karena pedangnya yang terlempar jauh karena ulah Lucas.


Melihat pedang Leon yang sudah terlepas dari tangannya maka sudah bisa dipastikan siapa yang jadi pemenangannya dalam duel ini.


"Master! sesuai dengan Kesepakatan yang telah dibuat, karena saya yang menang maka jabatan wakil ketua diserahkan pada saya," ucap Lucas penuh percaya diri.


"Astaga... Nona, setelah kejadian ini apa lagi yang akan anda berikan?" tanya Sam tak habis pikir.

__ADS_1


TBC


__ADS_2