
Di Cina, ada cerita mitos mengatakan bahwa tinggal di gunung satu hati bagai tinggal di luar sepanjang tahun, meskipun itu hanya mitos, tapi ada beberapa kebenaran di dalamnya. Dalam lingkungan yang nyaman, manusia sangat mengabaikan konsep mengenai ruang waktu.
Bagi Lexie hari-hati di pegunungan begitu dan tanpa beban, setiap pagi Lexie bisa tidur sampai dia terbangun secara alami kemudian pergi ke sungai yang jauh di dalam hutan dengan Nolan untuk menangkap ikan. Meskipun tidak nyaman bagi Lexie untuk masuk ke dalam air, tapi merupakan hal yang menyenangkan untuk duduk di tepi sambil melihat Nolan yang begitu lincah menangkap ikan-ikan kecil di air.
Siang hatinya Lexi juga akan memasak dengan bibi indah di dapur, meskipun Lexie tidak seterampil seperti bibi indah tapi dirinya membuat beberapa hidangan rasa modern yang membuat orang lainnya begitu puas memakannya. Terutama mafo tofu yang merupakan favorit Nolan, meskipun sering kali memeletkan lidah karena kepedasan, tapi Nolan tetap saja lanjut memakannya.
Lexie juga tidak menyangka dirinya akan terbiasa hidup di pegunungan, di sini begitu bebas tidak ada konsep hierarki, bahkan ketika makan pun mereka berada di satu meja tanpa memisahkan meja. Dan disaat ini Lexie baru menyadari bahwa di mata mereka hanya Dexter yang merupakan seorang tuan, jadi ketika Dexter pergi mereka tidak perlu lagi makan dengan memisahkan meja.
Perut Lexie juga tumbuh besar dari hari ke hari, dalam sekejab musim semi telah berlalu dan musim panas datang, melihat musim gugur yang sudah akan mendekat, perut Lexie sedang dalam ke adaan sangat bulat.
Dalam beberapa bulan terakhir Dexter sudah datang beberapa kali dan membawa kue serta pakaian dari kota, tapi Dexter tidak tinggal lama, biasanya dia akan pergi keesokan paginya setiap kali dia berkunjung. Mengenai berita di kota Phoenix dan juga berita tentang Victor, Dexter juga sama sekali tidak mengungkitnya.
Terkadang Lexie ingin bertanya, tapi setiap kali Lexie ingin berbicara pada akhirnya dia kembali menelannya.
Terhadap Victor bahkan Lexie sendiri tidak mengerti apa yang sedang dirasakannya, jelas-jelas keberadaan Victor bagai iblis untuknya, tapi semakin besar perutnya Lexie semakin memikirkannya. Lexie berkata pada dirinya sendiri, mungkin itu karena Victor adalah ayah dari anak di dalam perutnya ini.
Ya, mengingat para wanita berperut besar yang sering muncul di acara serial TV, pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dengan suami mereka, wajah mereka penuh dengan senyum bahagia, dan Lexie tidak berani memikirkan hal seperti itu sedikitpun walaupun dia sedang hamil bahkan walaupun dia akan melahirkan sekalipun.
__ADS_1
Lexie selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa itu tidak masalah, semuanya tidak masalah selama bayinya bisa dilahirkan dengan selamat, itu sudah cukup!
Pada saat pertengahan festival musim gugur, bulan sangat bulat, cahaya bulan melewati cabang-cabang pepohonan yang lebat dan memantulkan sedikit cahaya bulan yang jernih.
Di rumah kecil di dalam gunung, Lexie membuat kue bulan dan menikmatinya bersama tuan Jason serta orang lainnya. Nolan suka dengan kue bulan yang di buat Lexie, memegang kue bulan di tangan kiri dan kanannya, seperti tupai kecil yang rakus, begitu kecil dan polos. Bibi indah juga menunjukkan senyuman yang sangat jarang itu.
Tuan Jason tidak bisa dirinya tidak menghela nafas, setelah meminum beberapa gelas anggur dirinya berkata: "Waktu itu aku adalah orang yang begitu di kenal, bagaimana bisa aku pergi ke gunung tua ini untuk bersembunyi demi anak itu, masa mudaku, tunggu saat dia sudah menyelesaikan pekerjaannya, aku sudah benar-benar tua ... Benar-benar sudah tua..."
Lexie hanya mendengarnya dalam diam sambil mengelus perutnya, Lexie mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah langit, cahaya bulan bersinar dan terpapar di wajahnya, sayangnya, wajahnya itu sudah bukan seperti dulu lagi.
"Yang Mulia, bahkan daerah pinggiran pun sudah di cari kemana-mana, tapi masih belum menemukan jejak nona Lexie." Morgan berdiri di belakang Victor dan menundukkan kepalanya dengan sangat rendah saat berbicara, dia bahkan tidak berani bernafas.
Victor mendengus pelan, "Wanita sialan! Beraninya menghilang begitu saja!"
Sudah lebih dari setengah tahun dengan kekuasaan Victor, dia bahkan sudah membalikan seluruh benua berulang kali untuk mencarinya tapi tidak bisa menemukannya, bagaimana mungkin ini tidak membuatnya marah? Dari negara Nanyue sampai negara Beiming bahkan hingga ke daerah pedalaman, bawahannya telah melakukan perjalan hampir di setiap sudut dunia, tapi masih tidak ada berita sama sekali.
Morgan sebenarnya sangat ingin mengatakan bahwa seseorang bisa hilang begitu saja seperti itu, apa mungkin sudah meninggal? Tapi nyalinya tidak sebesar itu untuk berani berbicara seperti itu.
__ADS_1
"Morgan, bagaimana menurutmu mengapa dia bisa begitu berbeda dari wanita lain? Kenapa dia memiliki pemikiran hanya menginginkan satu pasangan seumur hidup? Seorang wanita bahkan ingin seorang pria hanya memiliki dirinya saja seumur hidup? Itu benar-benar konyol! Sangat konyol!" Victor mengambil botol dan menyesap anggur, mungkin karena terburu-buru jadi dirinya tersedak dan merasa dirinya tidak nyaman.
"Memang sangat konyol." Morgan setuju dengan kalimat ini, kemudian dia terpaku lalu berkata: "Tapi karena dia berbeda dari wanita yang lain, jadi Yang Mulia baru bersikap spesial padanya bukan?"
Gerakan Victor yang memegang botol anggur itu terpaku, wajahnya suram, ya, karena wanita ini sangat berbeda dari wanita lain, wanita yang lainnya ketika naik ke ranjangnya bukankah hanya ingin menempel dan mendapatkan keuntungan darinya? Tapi Lexie malah sangat ingin pergi dari sisinya, jika Victor tidak memaksanya tinggal di sisinya, maka sepertinya Lexie tidak akan rela muncul di hadapan Victor sepanjang hidupnya.
Victor selalu tahu walaupun Lexie terlihat lembut dan taat di permukaan, tapi Lexie tidak pernah memperlakukannya dengan tulus! Seorang wanita yang tidak benar-benar memperlakukannya dengan tulus mengapa sulit bagi Victor untuk melepaskannya! Bukankah itu sungguh konyol?
Victor mengira itu hanyalah seorang wanita, jadi jika dia pergi maka pergilah, Victor tidak kekurangan wanita di sekitarnya, tapi siapa yang percaya bahwa sejak Lexie pergi, Victor bahkan tidak pernah menyentuh wanita lain! Bahkan walaupun ketika racun di tubuhnya kambuh, Victor secara paksa menggunakan darah kirin untuk menekan efeknya.
"Yang Mulia, aku membua beberapa kue ini sendiri, kudengar Yang Mulia sedang menikmati bulan di taman jadi aku secara pribadi membawanya kemari." Di koridor, Yessika mengenakan pakaian sutra berwarna terang sambil memegang keranjang bambu di tangannya.
Yessika juga merupakan orang yang cantik, dan sekarang dia juga mengenakan pakaian sutra yang begitu tipis hingga harus besar tubuhnya yang menonjol itu bisa terlihat.
Morgan melirik sekilas, dengan cepat mengalihkan pandangannya, bergegas memberi hormat pada Victor kemudian melarikan diri keluar dari taman.
Hanya tersisa Victor dan Yessika yang tetep berada di taman, tapi Victor masih tidak memandangnya sedikitpun dan hanya berkata dengan dingin: "Untuk apa kamu datang?"
__ADS_1