Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Bertemu Musuh


__ADS_3

Erik segera menyiapkan benda-benda yang diinginkan Lexie, Lexie kemudian mengambil alat-alat itu, menyingsingkan lengan bajunya dan mulai menaiki kapal, kapal itu bergoyang sekilas, Lexie memakai gaun panjang dan berdiri tidak stabil, untungnya Dexter maju dan bergegas merangkul pinggang Lexie.


Setelah Lexie berdiri dengan stabil, Dexter dengan cepat kembali menarik tangannya dari pinggang Lexie, semua ini dikarenakan rasa sopan dan tidak ada maksud lainnya.


Namun, ketika adegan ini terlihat di mata orang di kejauhan, itu menjadi sebuah cibiran.


Victor yang tadinya sedang berjalan ke arah ini, melihat adegan ini, langkah kakinya seketika terhenti, raut wajahnya masih tersenyum tipis, bahkan alisnya tidak mengkerut, sepertinya adegan itu sama sekali tidak ada dampak untuknya.


Namun, Morgan masih secara insting mundur selangkah.


"Morgan, perintahkan aku hari ini ... ingin naik kapal secara pribadi!" Victor berkata dengan suara tenang, berbalik badan kemudian pergi.


Morgan masih terpaku di tempat, ketika dia kembali tersadar, dia bergegas mengejar, "Yang Mulia, bagaimana kamu secara pribadi mengikuti pertandingan?"


"Morgan, sejak kapan keputasan yan dibuat olehku harus diintrogasi olehmu lebih dulu?" Kata-katanya telah mengungkapkan rasa ketidakpuasannya.


Morgan tahu, saat ini tidak boleh melawan tuannya ini, jadi dia menggertakan giginya, menelan kembali perkataan yang ingin dia ucapkaan.


Pada saat itu Lexie sedang memegang alat dan sedang memperbaiki kapal milik Dexter, tidak lama, Lexie menyeka keringat dan melompat ke kapal.


Adegan ini secara alami di lihat oleh mereka yang ingin menyelidiki berita, ternyata wanita yang muncul di samping tuan Dexter adalah seorang pengrajin yang mencoba memperkuat kapal balap tuan Dexter, dan itu bukanlah wanitanya, mereka juga tidak pernah mendengar tuan Dexter jatuh hati pada wanita manapun.


Ada orang tua yang memberitahu bahwa tidak lama lagi pertandingan balap kapal akan segera di mulai, ingin semua kapal yang berpartisipasi dalam lomba sudah bersiap, dan juga orang-orang yang tidak berhubungan di mohon meninggalkan tempat perlombaan.

__ADS_1


Dexter kemudian membawa Lexie dan yang lainnya, ketika dia tiba di pinggir sungai dia bertemu dengan sekelompok orang yang sebelumnya membuat pertaruhan di kedai, Dexter melihatnya kemudian mengeluarkan uang, berjalan ke sana dan bertaruh untuk kemenangannya, dia memalingkan kepalanya dan berkata: "Nona Lexie, kali ini apa ingin bertaruh?"


Lexie tersenyum datar dan berkata: "Tentu saja." Lexie berkata sambil mengeluarkan uang dan bertaruh untuk kemenangan Dexter.


Beberapa orang menerima uang taruhan, bersiap berbalik ke kedai teh di lantai dua untuk menyaksikan pertandingan, tiba-tiba, mereka mendengar orang di oantai membuat teriakan yang memekakkan telingan.


Orang-orang tidak mengerti mengapa, jadi melihat ke arah itu, tapi ada terlalu banyak orang, dan juga suaranya terlalu berisik, tidak tahu apa yang terjadi.


Dengan cepat Erik sudah mendapatkan berita dan datang melapor, di katakan bahwa raja Victor secara pribadi akan berpartisipasi dalam balap kapal.


Raja Victor secara pribadi bermain, tidak mengherankan orang-orang begitu bersemangat dan menjerit, bagi mereka yang hanya bisa dilihat dalam legenda itu, ini cukup untuk di jadikan bualan seumur hidup.


"Raja Victor secara pribadi turun untuk bermain, maka kemenangan yang sudah di pastikan itu akan berkurang." Dexter mengerutkan kening, wajahnya tampak khawatir melihat ke arah Lexie, "Atau nona Lexie bertaruh sedikit pada raja Victor?"


"Tidak, ada hal-hal yang tidak terduga dari langit, jika kalah maka akan tetap kalah." Lexie tampak acuh, tapi di raut wajahnya secara tidak sengaja mengungkapkan ketidakberdayaan, sejak terlibat dengan pria itu, kehidupannya tidak pernah berjalan sesuai dengan yang dia rencanakan.


"Tuan, kamu ..."


Erik masih tidak bereaksi, Dexter sudah melangkah ke area pertandingan, "Aku tidak peduli jika kalah, tapi bagaimana aku bisa membiarkan nona Lexie juga ikut kehilangan uang denganku, raja Victor boleh ikut bermain, apa aku juga tidak boleh?"


Dalam sekejab mata, kerumunan melihat seorang lelaki jangkung dan tegap muncul di kapal milik pejabat, ada orang yang berteriak, itu adalah Dexter, kemudian, raungan teriakan yang sama terdengar dari pinggir sungai.


Di kejauhan, Dexter berdiri di antara para pemain dan melambaikan tangan pada kerumunan, Lexie terpaku memandang pria yang tersenyum cerah itu, jelas-jelas dia merasa terharu, tapi tidak tahu mengapa untuk sesaat, dia merasakan jantungnya sakit.

__ADS_1


"Nona Lexie, lebih baik kita pergi ke kedai teh untuk menonton pertandingan?" Erik yang ada di samping kemudian bertanya.


Lexie mengalihkan pandangannya pada Dexter dan menjawab: "Tidak perlu, di sini dapat melihat dengan lebih jelas, kita lihat di sini saja."


"Baiklah, tapi nona Lexie kamu harus lebih mengikutiku, di sini berbahaya, jika airnya meluap maka itu bukan lelucon." Erik mengingatkan beberapa kata kemudian memimpin beberapa orang itu untuk berdiri di tepi pantai, dia juga dengan hati-hati berdiri di sisi beberapa orang itu untuk memisahkan dari kerumunan.


Suara drum terdengar, dalam sekejab, pertandingan resmi di mulai, semua kapal melaju dengan kecepatan tercepat, di temani dengan sorakan dari orang-orang.


Mengemudi di garis depan, benar-benar seperti spekulasi orang-orang, itu adalah kapal milik jendral Wesly, Dexter, dan juga raja Victor, tapi karena raja Victor dan Dexter secara pribadi turun untuk mengikuti pertandingan, jadi suara-suara yang mendukung tim ini jauh melebihi tim lainnya.


"Oh, kebetulan sekali nona Lexie."


Di antara sotak-sorai yang bising, ada segelintir wanita yang tiba-tiba muncul di belakang Lexie. Ketika Lexie berbalik, dia melihat orang yang paling tidak ingin di temuinya, Yessika.


Yessika datang ke pantai dengan membawa beberapa pengikutnya, ada rombongannya yang membuka jalan untuknya, dengan lancar dia berdiri di sisi Lexie.


"Kebetulan sekali." Lexie menatapnya sekilas tanpa sadar ketika sedang berbicara, merasa lebih lega ketika melihat Erik yang berdiri di sampingnya, sebenarnya dia bukan pendendam, tapi dia benar-benar memiliki kesan buruk pada nona Yessika ini, "Di sini adalah tempat biasa untuk orang menonton pertandingan kapal balap, bagaimana nona besar Yessika bisa datang kemari?"


"Bukankah karena aku melihat nona Lexie di sini jadi aku sengaja datang kemari?" Di hadapan orang-orang, Yessika selalu bersikap bermartabat dan elegan.


Lexie tidak punya pikiran untuk menghadapinya, dia kemudian menoleh kembali untuk melanjutkan menonton pertandingan kapal, saat ini pertandingannya telah mencapai setengah jalan, tim Dexter dan tim raja Victor sudah jauh melampaui tim jendral Wesly, selama tidak ada kecelakaan yang akan terjadi pemenang akhir harusnya di antara mereka berdua.


Dan pantai di mana Lexie dan beberapa orang berada itu ada di posisi tengah pertandingan, saat ini kedua kapal itu berada paling dekat dengan mereka.

__ADS_1


Ernie dan Rendi berteriak memberi dukungan pada Dexter, Dexter tampaknya mendengar suara itu, dia melihat sekilas ke arah itu, ketika dia sedang sibuk bertanding.


Dan raja Victor di kapal lainnya, ternyata juga melihat ke arah itu.


__ADS_2