
Ketika keduanya sedang berdiskusi, Lexie sudah membaca gambar-gambar itu, ternyata Alvaro dan Zacky sedang membuat sebuah ketapel tempur, merupakan serangan putaran pertama yang di gunakan dalam perang kota.
Dan apa yang Ingin mereka buat adalah ketapel tempur, yang di gunakan oleh pihak pertahanan, ketapel yang di gunakan oleh pihak pertahanan dan penyerangan itu berbeda, ketapel tempur pertahanan berfokus pada kekuatan serangan yang mematikan, sedangan kekuatan ketapel pihak penyerang berfokus pada kelincahan dan kecermatan.
Tapi melihat gambar-gambar itu, mereka menemui masalah sulit, Lexie dengan hati-hati memikirkan gambar-gambar itu, tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Lexie, apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu mengerti membaca gambarnya?" Zacky melihat Lexie yang duduk untuk sekian lama dan tidak bergerak, dengan perhatian menghampirinya.
Lexie tiba-tiba tersadar di karenakan di panggil olehnya, tapi ada beberapa benda yang muncul seperti kilatan cahaya di benaknya, Lexie tiba-tiba berdiri, tidak berbicara, tapi berjalan ke depan ketapel tempur, mencari di sekitar bagian-bagiannya, kemudian menemukan sepotong besi kecil berbentuk tapal kuda, kemudian di letakkan di atas sendi bagian itu.
"Kak, kalian lihatlah, apa seperti ini bisa?" Lexie menoleh sambil bertanya.
Baik Alvaro dan Zacky masih belum beraksi, apa yang sebenarnya terjadi, mendengar Lexie memanggil mereka baru kemudian mereka mendekat, keduanya mencondongkan tubuh dan memandangi sekilas pada ketapel tempur, tiba-tiba membelalakkan matanya dengan ngeri.
"Itu, itu, adik seperguruan, kamu ini memikirkannya dengan kebetulan bukan?" Sudut bibir Alvaro berkedut, seakan tidak berani mempercayai matanya sendiri.
Bahkan Zacky pun sulit untuk mempercayainya, dan membuka lebar mulutnya, "Mana mungkin ini hanya kebetulan? Ini adalah pembuatan senjata dan bukannya taruhan. Adik Lexie dari siapa kamu mempelajari pembuatan senjata?"
"Ya, itu tidak mungkin, kami bertiga sudah memikirkan masalah ini selama beberapa hari dan masih belum paham, dan kamu sudah bisa memikirkannya dalam waktu sebentar saja? Tidak bisa, tidak bisa, kekuatanku ini tertantang!" Alvaro tidak dapat menerima kenyataan ini, dengan raut wajah pahit terduduk lemas di atas kursi.
Lexie tersenyum dengan canggung, "Sebenarnya bukan karena aku hebat, hanya saja orang yang bersangkutan akan bingung, dan orang luar akan melihat lebih jelas. Sejujurnya benar-benar mustahil bagiku seorang diri untuk membuat ketapel tempur ini, kalian telah membuat segalanya sesuai dengan komposisi gambar, tapi dari awal kalian sudah memiliki cara dan pemikiran sendiri, pemikiran seseorang berpotensi menjadi suatu kebiasaan, sehingga kalian memiliki titik buta ketika membuat sesuatu. Dan aku, pertama kalinya melihat gambar, tidak akan di sesatkan oleh gambar, jadi baru bisa memikirkan persendiannya saja."
__ADS_1
Ini bukan pujian Lexie, tapi pemikirannya yang sebenarnya, gambar seperti itu layak di pelajari, jadi dia memasuki pavilliun Heaven bukan pilihan yang salah.
Setelah penjelasan Lexie, hati Alvaro akhirnya sedikit lebih baik, "Kupikir kamu yang baru datang sudah lebih hebat di bandingkan kami, jika seperti itu kami tidak memiliki muka untuk menjadi kakak seperguruanmu di kemudian hari, untung saja, untunglah ..."
Perkataannya membuat Lexie tertawa, "Jika bisa membuat ketapel tempur seperti ini, takutnya bukan hal yang sulit untuk menyerang kota. Kak, ketapel tempur yang kamu buat benar-benar sempurna, aku tidak bisa di bandingkan denganmu."
"Baiklah, melihat dirimu yang begitu pandai berbicara, aku akan memaafkanmu." Alvaro tampaknya penuh dengan semangat, berdiri dan mengelus rambut Lexie.
Zacky menggelengkan kepalanya, terhadap cara Alvaro yang tak tahu malu itu hanya bisa bersikap tidak berdaya dan memaklumi, tapi pandangannya terhadap Lexie menjadi berbeda: "Ternyata guru, tidak salah lihat, yang bisa bergabung bersama kami bukanlah orang yang tidak memiliki kemampuan."
"Aku juga menarik kembali perkataanmu, yang berkata bahwa kmu akan menambah kekacauan, adik seperguruan seperti ini benar-benar membuatku bangga menjadi kakak seperguruannya." Alvaro juga meminta maaf.
Karena sudah memperlihatkan kemampuannya, hubungan ketiga orang ini menjadi lebih baik, dalam kebimbangan Lexie bahkan menemukan ketika Lexie bekerja dulu, teman-teman rekan kerjanya bekerja sambil bercanda, jelas-jelas mereka begitu sibuk, tapi senyum di wajah semua orang sangat puas.
Sampai tengah malam Lexie sudah tidak tahan lagi, dia kembali ke kamar, dia bahkan tidak mandi, langsung melepaskan pakaiannya dan langsung naik ke atas ranjang, dia bahkan sampai tidak meragukannya, ketika tubuhnya menempel di kasur, maka bisa langsung tertidur.
Lexie memejamkan matanya dan naik ke kasur, tapi tubuhnya tidak jatuh ke atas kasur seperti yang di harapkannya, malah masuk ke sebuah pelukan hangat.
"Hmm?" Lexie menyipitkan matanya, berpegangan pada Victor yang terbaring di atas kasur, "Yang Mulia ..."
"Lelah seperti ini?" Victor mengerutkan kening, jelas tidak senang, tapi dengan lembut meletakkan Lexie di sisinya."
__ADS_1
"Ya, Yang Mulia, aku benar-benar lelah, bolehkan hari ini tidak melakukannya?" Lexie benar-benar sangat mengantuk, ketika dia berbicara kelopak matanya tidak bisa menahan ingin menutup, ketika matanya sudah akan terpejam, malah merasakan sebuah tangan besar sudah masuk ke dalam pakaiannya.
Victor mendengus sekilas, "Kamu adalah penghangat ranjangku, bagimu, yang terpenting adalah melayaniku dengan baik, tapi, kamu malah membuat dirimu begitu lelah hingga tidak bisa bergerak, menurutmu, bagaimana aku harus menghukummu?"
"Tidak mungkin bukan Yang Mulia, kamu lihatlah diriku yang seperti ini, bagaimana bisa aku melayanimu? Yang Mulia, aku benar-benar tidak bisa melakukannya, kamu adalah orang besar yang memiliki hati yang besar, lepaskanlah aku kali ini oke? Aku benar-benar mengantuk, sangat ingin tidur." Lexie sudah ingin menangis, kesakitan terbesar dalam hidup manusia adalah kamu tidak di ijinkan untuk tidur ketika kamu ingin tidur.
Lexie tiba-tiba teringat pada para tersangka yang di tangkap di pusat penahan, dia dengar ketika diintrogasi juga tidak diijinkan makan dan tidur selama beberapa hari, tidak mengherankan begitu masuk ke dalam, hanya sedikit orang yang tidak mengakuinya, dengan penyiksaan tidak diijinkan tidur saja, hanya sedikit orang yang bisa menahannya.
"Tapi aku tidak bisa tidur." Victor berbalik badan menekan tubuh Lexie tanpa menghiraukan permohonan Lexie, " Aku sudah pernah berkata, sudah terbiasa dengan tubuhmu, aku menyukai tubuhmu, jadi kamu tidak memiliki hak untuk menolak."
"Yang Mulia ..." Lexie hampir gila, hanya menangis tanpa mengeluarkan air mata.
Victor terhibur dengan ekspresi lucu Lexie, sangat jarang nada suaranya menjadi begitu lembut, setelah sekian lama Victor menghela nafas panjang, "Sudahlah aku akan melepaskanku kali ini."
Ketika Lexie mendengarnya dia begitu terharu, hingga ingin menangis, "Yang Mulia, kamu adalah orang yang begitu baik ..."
Sayangnya perkataannya belum selesai diucapkan Lexie merasa dadanya dingin, pria yang berbaring di atasnya sudah membuka pakaiannya, bukankah dia mengatakan bahwa dia akan melepaskan Lexie kali ini? Apa maksudnya ini?
"Aku hari ini mengijinkanmu untuk tidak melayaniku, hari ini, ganti aku yang melayani?" Setelah mengatakan perkataan ini, Victor menundukkan kepalanya meletakkan bibirnya yang hangat di atas kulit Lexie yang halus.
Seketika mata Lexie melebar. Sial! Jarang bagi Victor mengatakan dia yang akan mengambil inisiatif, jika ketika sedang melakukannya di tengah jalan dan Lexie tertidur, apa Victor akan mengamuk kemudian membunuhnya?
__ADS_1