
Ketika menunggu selalu merupakan waktu yang paling sulit, terutama ketika kamu memiliki kekhawatiran dalam hatimu.
Zacky berjalan bolak balik di pusat pengobatan medis itu, sudah tidak bisa mengingat betapa putaran yang di lakukan di luar tirai, meskipun dia tahu bahwa itu tidak berguna, tapi dia tidak bisa menghentikan dirinya.
"Kamu jangan khawatir, kupikir dia pasti akan baik-baik saja ..." Wanita berpakaian merah muda itu berkata dengan takut, matanya sudah hampir rabun di karenakan Zacky yang terus mondar mandir.
Zacky menoleh dan melotot padanya sekilas, sama sekali tidak mempedulikannya.
Gadis pakaian merah muda itu merasa teraniaya, sepasang matanya makin menatapnya berkaca-kaca, jelas-jelas dia marah, tapi tidak bisa membuatnya marah saat ini.
Sekitar setengah jam kemudian, tabib tua itu akhirnya keluar, berjalan ke sisi baskom untuk mencuci tangan, kemudian baru berkata pada Zacky, "Kali ini bisa di anggap beruntung, anak itu dapat di pertahankan, tapi harus istirahat di ranjang selama beberapa hati, tidak boleh terjadi sesuatu lagi."
"Ya, terima kasih banyak tabib." Zacky baru merasa lega, bergegas berjalan ke tirai itu, baru berjalan di samping tirai dia sudah di hentikan oleh tabib.
"Aku tadi mendengar kamu memanggilnya adik seperguruan, apa kamu suami dari wanita itu?"
"Aku ..." Raut wajah Zacky tampak kesulitan, pada akhirnya menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu kamu tidak boleh masuk, wanita ketika merupakan pendarahan adalah hal yang paling tabu, kecuali adalah suaminya sendiri dan keluarga dari pihaknya, orang lain tidak baik melihatnya. Atau biarkan dia istirahat di sini, kamu cepatlah mencari keluarganya untuk menjemputnya." Tabib itu berkata sambil menyeka tangannya.
__ADS_1
Malah gadis berpakaian merah muda di sebelah, ketika melihat kepala Zacky menggeleng, pandangan matanya tanpa sadar bersinar sesaat.
Ketika Zacky mendengar tabib berkata seperti itu, dia makin kesulitan, menggertakan giginya, dia merendahkan posturnya dan berkata memohon pada tabib, "Tabib, kita semua adalah orang kasar, tidak memperhatikan hal seperti itu, atau biarkan saja aku yang mengantarnya pulang."
"Itu tidak bisa! Kamu tidak memperhatikan, tapi aku yang memperhatikan, orang itu aku yang mengobatinya, jika aku menyerahkannya pada orang luar, bagiku adalah pamali, pusat pengobatan medisku ini masih ingin di buka sangat lama, tidak boleh mendapatkan aura buruk. Kamu cepatlah pergi dan cari keluarganya untuk datang kemari, aku akan membantumu menjaganya." Tabib itu menggelengkan kepalanya, mengulurkan tangan dan menghentikan Zacky yang ingin melintasi tirai.
Zacky melihat bahwa sikap tabib ini begitu tegas, hanya bisa menghela nafas dan mundur, "Baiklah aku akan pergi mencari orang, kalau begitu tabib, tolong jaga adik seperguruanku baik-baik."
Zacky tampaknya agak tidak tenang, kembali menoleh kembali menatap gadis berpakaian merah muda, "Untuk apa kalian masih berada di sini?"
Gadis berpakaian merah muda ketika di pelototi oleh Zacky, dia merasa sangat teraniaya, kemudian tampangnya sudah hampir akan menangis, "Aku ini juga karena khawatir, atau aku akan tinggal di sini untuk membantu menjaganya, kamu tenang saja, ada aku maka tidak akan ada orang yang berani menggertak adik seperguruanmu. Aku adalah mentari publik dari keluarga Li, aku tidak akan kabur, aku akan bertanggung jawab, tidak akan lari dari tanggung jawab."
Keluar dari pusat pengobatan medis, Zacky menanyakan di mana kediaman raja Victor, takut menunda waktu, dia secara khusus menyewa kereta kuda, ketika dia sampai di kediaman aja Victor, itu sudah setengah jam kemudian.
Kediaman raja Victor hari ini sangat ramai, mungkin karena sedang mempersiapkan hari pernikahan besok, lentera merah tergantung di kedua sisi pintu, pintu juga di tempeli dengan kertas merah, dengan kata-kata bahagia yang besar, gerbang pintu terbuka, ada pelayan yang sedang menyapu, bahkan ubin pun di lap dengan begitu mengkilap.
Zacky turun dari kereta kuda, dan melihat pemandangan ini, raut wajahnya tanpa sadar menyuram, hatinya tidak bisa menahan sedih untuk Lexie. Dia berjalan menaiki tangga, bersikap hormat pada penjaga di depan pintu, "Kakak penjaga, tolong kami laporkan pada Yang Mulia, aku bernama Zacky, adik seperguruanku bernama Lexie, sekarang adik seperguruanku mengalami musibah, ingin merepotkan Yang Mulia untuk pergi membantu."
Zacky sejak kecil tinggal di pavilliun Heaven, meskipun dia kuat biasa jenius tapi terhadap masyarakat sosial dia masih terlalu naif, dia berpikir selama dia bersikap sopan dan cukup baik, maka orang lain akan memperlakukan dirinya seperti itu juga.
__ADS_1
Tapi ketika penjaga itu mendengar dia berkata seperti itu,segera mendorongnya menuruni tangga, "Dari mana datangnya kamu, kamu yang seperti ini, masih berpikir ingin mencari bantuan pada Yang Mulia? Apa kamu tidak bercermin, jika semua orang mencari Yang Mulia dan Yang Mulia datang untuk membantu semua orang, apa Yang Mulia bisa melakukannya? Pergi! Pergi! Pergi! Cepat pergi, jika masih datang membuat masalah, berhati-hatilah aku akan mematahkan kakimu."
Zacky tercengang, tidak menyangka begitu datang sudah di perlakukan seperti ini, tapi Lexie masih menunggui dirinya di pusat pengobatan medis itu, dia tidak bisa pergi begitu saja, Zacky sekali lagi berjalan menaiki tangga sikapnya lebih rendah hati, "Kakak penjaga, kami benar-benar mengenal Yang Mulia, tolong kamu laporkan, dan lagi adik seperguruanku adalah wanita Yang Mulia, jika karena hal ini tertunda, maka jika terjadi sesuatu pada adik seperguruanku, pada saat itu kita tidak bisa melepaskan diri."
"Wanita Yang Mulia?" Penjaga itu mendengus dingin, mendongak dan tertawa, "Ternyata itu adalah wanita yang di mainkan Yang Mulia sebelumnya, kenapa, melihat Yang Mulia sudah akan menikah dan memiliki istri sah, tidak senang dan ingin membuat masalah? Kukatakan padamu jangan harap! Hati ini saja sudah ada beberapa wanita yang datang ke sini dan menangis mengadu, kamu adalah yang keempat dan sudah pasti bukan yang terakhir, cepat pergi! Apa-apaan wanita yang di mainkan oleh Yang Mulia itu sangat banyak..."
Zacky tidak menyangka ternyata mendapatkan perlakuan seperti ini, dia terhuyung-huyung menuruni tangga, untuk sementara waktu tidak tahu apa yang harus dia lakukan, hanya saja hatinya berdenyut sakit, ia melototkan matanya menatap kertas merah yang bertuliskan bahagia itu, tiba-tiba dia tertawa mencibir.
Dalam hatinya, dia malah membuat keputusan, bagaimanapun, dia tidak akan membiarkan adik seperguruannya mendapatkan perlakuan rendah dari semua orang, tunggu ketika masalah ini berlalu, dia pasti akan menikahinya.
Lama Zacky sedang bingung tidak tahu harus berbuat apa, dari arah pintu depan kediaman Victor ternyata ada sekelompok orang yang keluar, dan orang yang memimpin di depan adalah raja Victor, di belakangnya di ikuti oleh sekelompok orang, sepertinya itu bukan orang dari kediaman Victor.
"Yang Mulia kamu tidak perlu mengantar lagi, setelah melewati besok, kita adalah satu keluarga, sesama keluarga tidak harus begitu sopan. Kami telah memeriksa proses dan jumlah hadiah, pasti tidak akan ada masalah, untuk pernikahan besar besok, kamu pasti akan sibuk harus mengurus sesuatu, aku tidak akan mengganggumu." Orang yang berdiri disebelah Victor adalah seorang pemuda berusia dua puluhan, memakai jubah merah bersulam emas, ketika berbicara wajahnya penuh tawa. Orang ini adalah Evan Xiao, tuan muda tertua dari keluarga Xiao, dia juga adalah seorang asisten mentri, merupakan asisten menteri termuda di antara 6 asisten menteri.
"Kamu begitu segan, kalau begitu aku tidak akan mengantar lagi. Morgan, tolong kamu gantikan aku untuk mengantar asisten menteri." Wajah Victor hanya mengulas senyum tipis, bahkan basa-basi seperti ini juga ketika mengatakannya begitu fokus.
"Baik!" Morgan menerima perintah, segera memimpin jalan untuk asisten menteri.
Zacky melihat Victor bergegas berjalan maju, "Yang Mulia, adik seperguruanku di tabrak hingga terluka, sekarang ada di pusat pengobatan medis, meskipun tabib telah merawatnya tapi mengalami pendarahan, walaupun anak itu bisa di pertahankan, tapi tidak boleh bergerak sembarangan. Tabib mengatakan terhadap hal ini memiliki hal tabu, harus suaminya sendiri yang menjemputnya, atau menunggu pihak keluarga dari wanitanya untuk datang menjemput, jadi aku berpikir ingin memintamu ..."
__ADS_1