Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Perubahan Yang Pasti


__ADS_3

Semua orang menghentikan langkahnya dengan ragu.


"Yang Mulia, situasi di lembah tidak di ketahui, kita hanya memiliki puluhan tentara berkuda sekarang, atau tidak yang mulia bisa membawa beberapa orang untuk menunggu di pintu masuk lembah, aku akan membawa orang untuk masuk melihatnya." Seorang jendral muda tentara Estelar segera mendatangi Victor dan menyarankan.


Victor mengerutkan kening dan tidak berbicara, Victor menatap ke arah Lexie dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


Lexie merasakan pandangan Victor kemudian berkata: "Kamu tahu bahwa kondisi tubuhku tidak memungkinkan, jika ada bahaya di lembah maka aku berharap bisa tinggal, dan menunggu kalian di pintu masuk lembah."


Lexie mengatakan yang sebenarnya, lagi pula dirinya dan Tamia tidak dekat satu sama lain, bahkan jika terjadi masalah besar pada keluarga Tamia, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lexie dan Lexie tidak mau mengambil resiko demi Tamia.


Victor masih tidak berbicara, Tamia malah langsung meraih lengan Victor dan berkata: "Kak Victor, karena kakak ini tidak ingin pergi maka kita jangan mempersulitnya, ada begitu banyak orang jahat di lembah, kulihat kakak ini juga adalah wanita yang manja dan lemah, bahkan jika masuk ke dalam pun tidak akan membantu, untuk apa repot-repot membiarkannya mengambil resiko?"


Hanya saja perkataannya jelas tidak berguna bagi Victor. Victor menatap Lexie dengan penuh arti, kemudian berkata dengan nada dingin, "Kenapa, apa kamu berpikir aku tidak dapat melindungimu, atau tidak dapat melindungi anak di dalam perutmu?"


"Yang Mulia, kamu tidak lebih mengkhawatirkan bahwa aku akan melarikan diri bukan, tentara Estelar milikmu ini begitu hebat, aku adalah seorang wanita, apa aku bisa lari dari mereka. Aku benar-benar tidak ingin ikut dalam bahaya, bahkan jika aku tidak ingin hidup, aku juga tidak ingin anakku mati sebelum melihat dunia." Lexie tertawa dingin dan bisa membaca pemikiran Victor dalam sekilas.


Ketika Lexie menyebutkan kata anak, wajah Tamia seketika langsung memucat, tapi sayangnya perhatian Victor hanya ada pada Lexie dan dirinya tidak menyadarinya.

__ADS_1


Lexie menghela nafas dalam hatinya, sepertinya Tamia ini memanggil Victor dengan panggilan kakak ipar, tapi Tamia sendiri dengan tidak sesederhana itu menganggap Victor kakak iparnya. Tapi ini bukan jaman modern, di sini merupakan hal biasa kakak beradik memiliki suami yang sama, jadi secara moral, Tamia bisa di katakan tidak melakukan kesalahan.


"Yang Mulia, ada cahaya api di kejauhan!" Jendral muda tentara Estelar berteriak, kerumunan itu melihat ke arah lembah, mereka melihat cahaya yang samar-samar membumbung naik, sebelum itu hanya asap tebal dan sekarang cahaya api sudah terlihat di langit.


Waktu semakin sempit, kemudian Victor tidak lagi ragu-ragu kemudian membiarkan jendral tentara Estelar membawa puluhan tentara untuk melindungi Lexie di pintu masuk lembah. Victor sendiri membawa orang-orang yang tersisa untuk masuk ke dalam lembah, sebelum pergi jendral muda pasukan tentara Estelar itu tidak senang, bisa di lihat bahwa para prajurit Estelar semuanya adalah seorang pria yang berdarah panas dan tidak ada satu orang pun dari mereka yang merupakan seorang pengecut, jadi dalam menghadapi bahaya tidak ada yang bermaksud untuk berada di tempat yang aman.


Namun perintah Victor itu harus di patuhi olehnya. Ketika Victor berjalan pergi, jendral tentara Estelar itu meludahi Lexie dengan jijik.


"Sial, aku lebih suka pergi berperang dan membunuh musuh dibanding menjaga wanita murahan sepertimu!" Jendral muda itu memakinya kemudian berjalan sedikit agak jauh.


Beberapa orang yang tersisa juga hanya saling memandang dan juga tidak ada yang senang. Ada seorang prajurit muda yang maju dan membujuknya, "Jendral kamu jangan marah, minumlah untuk menenangkan amarahmu, bukankah itu hanya seorang gadis dari rumah bordil, tidak perlu marah di karenakan dirinya."


"Bagaimana mungkin aku sembarangan bicara?" Pemuda itu memutar bola matanya dan berkata, "Kakak sepupuku adalah pelayan di rumah keluarga Xiao, itu semua di katakan oleh kakak sepupuku padaku, kakak sepupuku berkata bahwa hanya demi seorang gadis dari rumah bordil, Yang Mulia Victor meninggalkan nona Yessika, ketika nona Yessika kembali ke rumahnya, dia benar-benar sangat marah dan bahkan ada pelayan bernasib sial di bunuh hidup-hidup."


"Tidak mungkin, meski Yang Mulia memang pecinta wanita tapi dia selalu tahu batasnya, tidak pernah mendengar Yang Mulia mempertahankan wanita di sisinya."


"Bukankah ini pengecualian? Lihatlah wanita yang di sana itu di pertahankan oleh Yang Mulia, kalian tidak lupa bukan kita mengejar ribuan mil kali ini dari kota Phoenix ke perbatasan negara hanya demi dirinya."

__ADS_1


"Tentu saja kami tidak lupa, hanya saja... Kami awalnya berpikir bahwa wanita ini telah mencuri rahasia dari Yang Mulia jadi Yang Mulia baru bisa begitu memandang penting, tidak di sangka setelah berhasil mengejarnya kemarin, sepertinya masalahnya tidak seperti itu. Tapi memang seorang pahlawan tidak akan bisa melewati wanita cantik, bukan masalah besar jika Yang Mulia menyayangi seorang wanita, tapi jika wanita itu berasal dari rumah bordil itu ..."


"Cih! Seorang wanita dari rumah bordil pun harus kita jaga, benar-benar sial!" Jendral tentara Estelar itu mendengarkan diskusi mereka dan semakin marah, memikirkan dirinya adalah seorang jendral muda di pasukan tentara Estelar dan harus menjaga wanita dari rumah bordil, di mana dia bisa meletakkan wajahnya jika berita ini tersebar?


"Huh, nona Yessika dari keluarga Xiao itu benar-benar menyedihkan, baru menikah dan memasuki kediaman raja Victor bahkan hanya bertemu Yang Mulia beberapa kali, tapi dia harus menyaksikan Yang Mulia pergi begitu lama untuk mengejar wanita lain."


"Benar! Tindakan Yang Mulia ini bahkan membuat hati kita tidak nyaman!"


Beberapa orang itu tidak mengecilkan suara mereka ketika berbicara, jadi Lexie bisa mendengar semua perkataan itu. Lexie duduk di sebuah batu, awalnya Lexie sedang memegang cabang pohon dan menggambar di tanah dengan asal tapi ketika mendengar perkataan jendral itu Lexie memegang cabang itu dengan kekuatan lebih keras dan kemudian cabang pohon itu patah olehnya.


Ada kekesalan di hati Lexie, Lexie juga merasa tidak nyaman, dia bukanlah wanita dari rumah bordil, tapi Lexie tidak mau menjelaskannya pada mereka yang menatapnya dengan mata penuh ejekan itu. Lexie membagi orang beberapa jenis, karena pemikiran mereka berbeda dengan Lexie, maka untuk apa Lexie berkomunikasi dengan mereka? Bagaimana jika mereka tahu bahwa Lexie bukan seorang wanita dari rumah bordil memangnya kenapa? Bukankah mereka akan mencari berbagai alasan, seperti perkataan bukankah itu hanyalah seorang wanita, bukankah itu hanyalah seorang wanita yang tidak memiliki status, dan sebagainya hanya untuk merendahkan Lexie?


Hasilnya itu tidak akan berubah dan Lexie tidak akan repot-repot menjelaskan kepada mereka.


Ketidakpeduliannya itu menjadi semacam jawaban mengiyakan di pandangan orang lain, jadi mereka memandangnya dengan tatapan jijik dan meremehkan.


Langit perlahan semakin gelap, tidak lama, matahari terbenam sepenuhnya di ujung cakrawala.

__ADS_1


Jendral tentara Estelar itu mengatur orang untuk menyalahkan api unggun, dua api unggun dinyalahkan di depan pintu masuk lembah, satu api unggun di kelilingi sekelompok tentara dan api unggun lainnya hanya terdapat Lexie seorang diri saja.


__ADS_2