Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Jelas Terlalu Menyiksa Orang


__ADS_3

Cahaya api yang membuat langit menjadi cerah, di kerumunan api ada kerumunan orang yang bergegas lari kesana kemari, satu-satunya yang tidak kacau adalah orang-orang Victor, mereka melindungi kepergian Victor dengan tertib.


Zacky membantu memapah Lexie mengikuti di belakang Victor, segerombol orang melewati, penghalang alami dan jebakan yang ada, saat matahari terbit, akhirnya mereka meninggalkan ruang lingkup pavilliun Heaven.


Di pintu masuk sudah ada pasukan yang begitu padat sedang menunggu, sangat jelas Victor telah membuat beberapa persiapan, jika terjadi sesuatu pada mereka di dalam pavilliun Heaven, pasukan ini sudah jelas akan bergegas masuk dan berjuang keras.


Yang memimpin pasukan adalah Morgan, dari kejauhan melihat Victor dan yang lainnya kemudian segera bergegas menyambutnya, "Yang Mulia, apa bendanya sudah di dapatkan?"


"Ya." Victor menjawab sekilas, kemudian menginjak kursi lalu menaiki kereta kudanya yang mewah itu.


Morgan juga melihat Lexie dan Zacky yang berjalan menghampiri, raut wajahnya berubah seketika langsung memerintahkan orang untuk menyiapkan kereta kuda.


Namun hanya Lexie yang boleh naik ke kereta kuda, Zacky hanya bisa mengikuti pasukan lainnya menaiki kuda, pada akhirnya Lexie adalah wanita Victor, label itu sudah tertulis di kepalanya, tidak di perbolehkan memiliki kontak dekat dengan pria lainnya.


Meskipun tidak bisa menaiki kereta kuda, tapi zacky terus menaiki kuda dan berjalan di sisi kereta Lexie, mengeluarkan postur melindunginya.


Lexie mengangkat tirai dan melihat sekilas, Zacky memperhatikan tatapannya kemudian segera menoleh dan tersenyum padanya, perasaan kecewa itu kemudian sedikit menghilang dari dalam senyum yang di berikan Zacky.


Lexie dengan tidak mudah mendapatkan waktu setengah tahun dari Victor, tapi karena perubahan mendadak ini, semuanya terhenti, tapi sekarang, dia bukannya sedih karena kebebasannya kembali terikat, dia sedih karena kematian guru Damian, di bandingkan dengan kematian guru Damian yang lainnya tampaknya tidak ada apa-apanya.

__ADS_1


Untungnya, untungnya, Lexie masih memiliki dua kakak seperguruan, jadi Lexie tidak merasakan penyesalan dalam perjalanan ini.


Jarak dari pavilliun Heaven ke kota Phoenix tidak dekat, para tentara mundur setelah mengawal Victor tiga hari kemudian, Lexie berpikir seharusnya pasukan itu di pindahkan dari kota-kota terdekat, jadi mereka mundur kembali ketika tempat tujuan sudah tercapai.


Begitu tentara pergi, hanya ada puluhan pengawal dari kediaman Victor yang mengawal , meskipun orang tidak bisa di bilang banyak, tapi pengawal kediaman Victor sedingin majikannya, jadi seluruh tim tampak begitu hening dan sunyi.


Mereka tampaknya terburu-buru, sepanjang jalan mereka tidak menunda kecuali ketika mengganti kuda dan juga ketika membutuhkan istirahat yang di perlukan.


Perjalanan yang begitu terburu-buru, membuat Zacky tidak mampu mengikutinya, dia tidak bisa seni bela diri, setelah mengendarai kuda selama beberapa hari, wajahnya menjadi pucat dan lelah, hari ini dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya pada Lexie, "Yang Mulia mengapa begitu terburu-buru, pavilliun Heaven sudah tidak terlihat sekarang, menurut logika, bahkan jika ada yang melakukan pengejaran, tentara dari Yang Mulia juga dapat menyelesaikannya."


Saat itu Lexie sedang mengangkat tirai untuk melihat matahari terbenam di kejauhan, setelah Zacky mengajukan pertanyaan ini, Lexie menarik kembali pandangan matanya yang melihat langit, sudut bibirnya secara tidak sadar mengulas senyum sinis, "Mereka begitu terburu-buru, itu karena tiga hari lagi adalah hari pernikahan Raja Victor. Calon istri raja Victor yang di tentukan oleh Kaisar 3 hari kemudian akan memasuki kediaman raja Victor."


Lexie menghela nafas ketika hendak menurunkan tirai, dia mendengar Zacky bertanya dengan tercekat: "Lexie, lalu bagaimana denganmu?"


Tangan Lexie yang memegang tirai itu mengepal, tirai yang berada di tangannya itu di remas hingga kusut, Lexie memaksakan diri untuk mengeluarkan senyum tipis, "Tidak bagaimana-bagaimana, aku hanyalah pelayan penghangat ranjang, lagi pula istana Victor juga tidak kekurangan jika memberimu makan. Dan lagi ... Aku memiliki rumah di luar istana, aku tinggal di luar istana jadi tidak akan begitu terpengaruh."


"Apa yang tidak begitu terpengaruh, apa kamu ingin menjadi pelayan penghangat ranjang seumur hidup yang tidak memiliki status? Hal terpenting bagi seorang wanita adalah memiliki status yang baik, jika kamu tidak memiliki status yang baik, setidaknya kamu harus memiliki nama baik, tapi kamu ... Ini benar-benat sangat menindasmu!" Zacky sangat marah, seketika wajahnya sangat memerah.


Lexie melihat kemaraunya, tapi Lexie juga tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menenangkan dan berkata: "Pria itu adalah Raja Victor, apa yang bisa aku lakukan? Tapi, tinggal di luar istana juga baik, aku tidak harus melihat kelakuannya yang memanjakan wanita lain setiap harinya, aku dapat melakukan apa yang ingin aku lakukan. Benar juga, kak, tunggu ketika kita sampai di kota Phoenix, mari kita buka toko pandai besi, kita bisa membuat senjata, kurasa tidak butuh waktu yang lama kita akan memiliki posisi di industri ini. Apa pun yang kita buat, kita tidak boleh kehilangan uang dan koneksi."

__ADS_1


Lexie jelas-jelas mengubah topik pembicaraan, Zacky bukannya tidak mengerti, tapi dia juga mengerti, bawa memang, karena orang itu adalah raja Victor, mereka sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk melawannya, karena tidak dapat melawan mereka hanya bisa bersabar. Jadi dia tidak mengekspos Lexie yang mengubah topik pembicaraan, tapi malah mengikutinya dan berkata: "Baik! Kita pasti akan membuat reputasi yang membuat semua orang terkejut, kemudian menggantikannya kekuatan untuk menyelamatkan kak Alvaro!"


Lexie menjawab sekilas kemudian dia menurunkan tirai, tapi tidak tahu apakah cahaya di kereta kuda terlalu gelap, pandangan matanya secara perlahan meredup.


Dua hari kemudian rombongan itu akhinya tiba di kota Phoenix.


Victor membawa orangnya bergegas kembali ke kediamannya, Morgan mengantar Lexie dan Zacky ke rumahnya kemudian pergi.


Karena kali ini meninggalkan pavilliun Heaven begitu terburu-buru, Lexie mengikuti rombongan Victor di sepanjang jalan, tidak punya waktu menjemput Ernie di kota dekat dengan pavilliun Heaven, tapi dia sudah meminta orang untuk mengirim surat pada Ernie memintanya untuk kembali seorang ini, jika menghitung berdasarkan waktu Ernie akan kembali dalam waktu dua hari lagi.


Ketika berada di jalan Morgan juga membicarakan tentang kondisi Lucas saat ini, setelah Lexie meninggalkan kota Phoenix, saudara seperguruan Morgan datang untuk menjemput Lucas, sekarang juga tidak tahu Lucas mengikuti gurunya itu pergi ke mana?


Namun, Lexie tidak khawatir, ada Morgan yang menjamin, dan lagi Lucas juga adalah anak yang pintar, jadi sejarusnya juga tidak ada masalah.


Hanya saja rumah ini sudah beberapa hari tidak di tinggali dan penuh dengan debu, untungnya istri leman dan Leon tahu bahwa Lexie sudah pulang, mereka bergegas datang untuk membantu Lexie membersihkan rumah, pada akhirnya rumah itu selesai di bersihkan sebelum matahari terbenam.


Istri leman juga memotong ayam tua yang di besarkan olehnya sendiri, kemudian memasaknya menjadi sepanci besar sup ayam, mereka makan di halaman, setelah selesai makan istri leman baru membawa Leon pulang.


Langit sudah gelap, tapi langit penuh bintang dan bulan, tidak berada di sini beberapa hari saja, tunas pohon di halaman rumah ini telah bertumbuh, sepertinya dalam beberapa hari akan menjadi hamparan hijau.

__ADS_1


Lexie menyeduh teh dan duduk di halaman bersama Zacky, mereka hanya duduk di sana dan tidak ada yang berbicara, lagipula emosi yang tertekan telah terakumulasi selama beberapa hati, sekarang begitu mereka menganggur, emosi yang tertekan itu tiba-tiba melonjak keluar dari dalam lubuk hati.


__ADS_2