Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Jalan Untuk Hidup


__ADS_3

Zacky juga terkejut, bisa membawa kepala tabib kerajaan untuk melakukan perawatan di sini, raja Victor memang begitu seenaknya sama seperti rumor yang beredar.


Tabib Gideon mulai berbicara, dia tidak bisa menahan diri untuk terus mengeluh, "Ketika Kaisar terdahulu masih hidup, aku tidak melakukan tugas kecil seperti ini, tidak disangka ketika tua malah ditindas oleh raja Victor seperti ini! hanya saja raja Victor, aku juga tidak mampu menyinggungnya, bahkan Kaisar pun bersikap hormat padanya. Tapi, aku benar-benar tidak mengerti, jika ingin mengatakan adik seperguruanmu memang sedikit cantik, tapi tidak bisa di bilang sangat cantik, dulu wanita yang di berikan untuk raja Victor jauh lebih cantik di bandingkan dirinya, mengapa tidak melihat raja Victor tertarik?"


"..." Terhadap keluhan tabib Gideon, Zacky hanya bisa tertawa canggung, mana bisa memberinya jawaban.


Tabib Gideon kemudian membicarakan hal lain, pada akhirnya dia menggelengkan kepalanya lagi, "Sepertinya kamu benar-benar baik pada adik seperguruanmu, dengarkan perkataan orang tua ini, tunggu setelah tubuhnya sedikit lebih baik, cepatlah cari sebuah tempat terpencil untuk menyembunyikan diri, kalau tidak nantinya bagaimana kehilangan nyawa pun tidak tahu. Setidaknya itu adalah nyawa yang kuselamatkan. Aku sudah bekerja keras, dan tidak ingin pada akhirnya apa yang telah kulakukan tidak ada artinya."


"Tabib Gideon, apa maksud perkataanmu ini?" Zacky bingung, perasaannya juga ikut tegang.


Ketika tabib Gideon melihatnya benar-benar tidak mengerti, hanya bisa berkata: "Mengapa kamu masih tidak mengerti, jika raja Victor sudah memiliki istri sah, maka hanya anak yang lahir dari istri sah yang akan menjadi calon raja di masa depan, jika yang dilahirkan oleh adik seperguruanmu anak perempuan itu tidak masalah, maka jika anak laki-laki mana mungkin permaisuri akan alat mentolerirnya? Sejak zaman kuno diurutkan dari yang tua ke yang muda, sang pangeran dari istri sah tidak diizinkan memiliki kakak laki-laki."


Tabib Gideon berkata dengan begitu tulus, bagi Zacky yang tidak pernah berpikir begitu teliti, ini adalah pukulan yang sangat besar, seketika tubuhnya menjadi sangat dingin.


Tabib Gideon melihat sikapnya yang seperti itu, menggelengkan kepalanya lagi, "Melihatmu yang tidak tahu apa-apa ini, kulihat kamu sepertinya tidak bisa melindunginya." Setelah selesai berbicara dia kembali menundukkan kepalanya dan memasak obat.


Zacky berdiri diam di sana, bahkan hampir melupakan bubur yang di masaknya di dalam panci, jika bukan tabib Gideon yang berteriak: "Buburnya gosong." Maka Zacky masih tidak akan tersadar untuk sekian lama.


Langit perlahan mulai gelap, tapi lentera di halaman masih belum di nyalakan, jadi seluruh halaman tampak gelap dan sepi.


Zacky memegang bubur di tangan kiri dan obat di tangan kanannya, membuka pintu kamar Lexie dengan menggunakan punggungnya, baru kemudian masuk ke dalam.

__ADS_1


Dia membantu Lexie untuk duduk dan membawakan mangkuk obatnya, Lexie juga tidak perlu di bujuk, langsung mengambil obat itu dan menghabiskannya.


Zacky mengambil mangkuk yang sudah kosong, kemudian memberikan bubur padanya, "Bubur itu sedikit gosong kamu maklumi dan makanlah, kami tahu aku pandai memasak."


"Tidak masalah." Lexie tersenyum lembut, sesuap demi sesuap memakan buburnya, tidak mempermasalahkannya sama sekali.


Zacky memandang Lexie memakan bubur, tapi raut wajahnya sangat khawatir, berpikir sekian lama, akhirnya dia tidak bisa menahannya dan berkata: "Lexie, apa kamu pernah berpikir ingin meninggalkan Victor?"


Lexie mendongak, menatapnya dengan aneh, kemudian pandangan matanya meredup, "Bagaimana mungkin tidak pernah memikirkannya, hanya saja tidak ada gunanya. Tidak usah mengatakan kita masih mengandalkannya kekuatannya untuk menemukan keberadaan kak Alvaro, dengan kekuasaan Victor yang ada di seluruh dunia, kemana aku bisa melarikan diri?"


"Tapi dia akan menikah besok, jika istrinya itu tidak bisa mentolerirmu, maka nanti ..."


Lexie mengerti maksud Zacky, hanya saja tidak ada ruang baginya untuk memilih, "Istrinya yang akan di nikahnya besok aku tahu, bahkan jika aku tidak memiliki anak, dia juga tidak akan mentolerirku, apa lagi jika aku punya anak. Sekarang, aku hanya bisa berharap Victor bisa melindungimu dan anakku juga."


"Bagaimana jika dia tidak bisa melindunginya?" Zacky berkata dengan khawatir.


Lexie terdiam, dia tidak tahu bagaimana menjawab kalimat ini.


"Lexie, lebih baik kita melarikan diri, jika kita bahkan tidak bisa menjaga nyawa kita sendiri, bagaimana kita bisa mempertahankan nyawa untuk menyelamatkan kak Alvaro." Zacky menggertakkan giginya.


"Kak ... Apa kamu ada cara?" Mata Lexie tersirat sedikit harapan.

__ADS_1


Zacky ragu-ragu sejenak, kemudian berkata: "Tidak bisa di bilang cara, hanya punya kesempatan saja. Kamu tahu bahwa senjata di pavilliun Heaven adalah yang terbaik di dunia, yang datang membuat senjata di pavilliun Heaven juga bukan hanya orang-orang di negara Nanyue saja, setengah tahun yang lalu, jendral pelindung negara Beiming datang ke pavilliun Heaven membuat senjata, sudah sepakat mengambilnya di pavilliun Heaven setengah tahun kemudian. Senjata ini di buat oleh kami bertiga, jadi aku bisa menggambar desain gambar senjatanya."


Ketika mendengar sampai sini, mata Lexie bersinar terang, dia meraih lengan Zacky, berkata dengan penuh semangat: "Aku mengerti, dalam keadaan biasa, orang seperti itu tidak akan pergi ke negara lain dengan sembarangan, tapi jika dia ingin mengambil gambar senjata ini, dia pasti akan datang ke negara Nanyue, dan saat ini alasan terbaik untuk datang ke negara Nanyue ini adalah untuk berpartisipasi dalam pernikahan raja Victor! Jadi, besok ketika raja Victor menikah, jendral pelindung negara Beiming itu pasti akan datang!"


"Adik seperguruan memang benar-benar pintar." Zacky mengangguk dan berkata sambil tersenyum, "Maksudku memang seperti itu, jika aku bisa menghubungi jendral itu besok, kemudian menggunakan gambar senjata sebagai imbalan baginya untuk membawa kita keluar dari negara Nanyue, mungkin kita bisa memiliki secercah jalan kehidupan."


Lexie berpikir, kemudian berkata mengingatkan, "Kak, kamu harus lebih berhati-hati besok, jangan sampai membiarkan Victor menyadarinya."


Zacky mengambil mangkuk kosong di tangannya, "Jangan khawatir, aku akan hati-hati. Dan lagi, besok adalah pernikahan Victor, dia takutnya mungkin tidak akan punya waktu memperhatikan masalah sekecil ini."


Setelah Zacky pergi dengan membawa mangkuk kosong, ruangan itu kembali sunyi.


Lexie sedang berbaring di ranjang menyaksikan cahaya lilin yang bergoyang, tapi pikirannya malah melayang jauh, benaknya teringat perkataan Victor, dia mengatakan bahwa dia menyukainya, tapi itu juga hanya suka saja.


Suka ... Lexie tidak dapat menahan tawa sinisnya.


Tangannya denan lembut membelai perutnya, berkata dengan sedikit tercekat, "Hanya bisa menyulitkanmu nak, kamu tidak akan punya ayah sejak lahir ... Tapi kamu jangan sedih, ini pasti akan lebih mencintaimu bahkan cinta yang ayahmu menangkan itu juga akan di berikan padamu, jadi, kamu harus baik-baik saja ..."


Pagi-pagi keesokan paginya, Zacky berganti dengan menggunakan pakaian abu-abu, meskipun Lexie tidak bisa bangun, tapi dia masih memanggil Zacky untuk datang ke ranjangnya, menggunakan riasan untuk mengubah fitur wajah Zacky baru kemudian membiarkannya keluar.


Zacky membawa gambar yang di gambarnya semalam, datang ke kediaman Victor, meminta secangkir teh di toko teh terdekat di kediaman Victor, dia mulai mengamati situasi pintu gerbang kediaman Victor.

__ADS_1


Tidak heran merupakan pernikahan raja Victor dan putri Mentri, pagi hati seperti ini saja, sudah ada berbondong-bondong orang yang pergi ke kediaman Victor dan lagi yang datang semuanya adalah para pejabat di kota itu.


__ADS_2