
Ketika beberapa orang di luar gerbong kereta kuda melihat tuannya itu marah, mereka saling memandang satu sama lain, mereka semua menundukkan kepalanya dan bahkan hampir tidak berani bernafas.
"Kemarin malam membuat masalh, dengan tidak mudah akhirnya bisa membereskan grup harimau emas itu! Tapi sekarang, membuat kita ketahuan, jika kita tidak keluar gerbang pagi ini, maka mungkin kita tidak akan bisa pergi! Bukankah wanita itu pintar? Apa dia tidak tahu akan hal itu?"
Daniel sangat marah, tapi sayangnya orang di luar gerbong kereta kuda tidak ada yang berani menjawabnya. Daniel mendengus, kemudian mengangkat tirai dan turun dari kereta kuda.
Daniel langsung pergi kehalaman belakang penginapan, melihat Lexie memegang kain untuk menyeka tubuh Santo, pada saat itu Daniel sangat marah, "Sepertinya yang kamu katakan semalam benar, sama sekali tidak mempermasalahkan kontak fisik antara pria dan wanita, sepertinya memang benar-benar bukan gadis perawan."
Lexie menoleh menatapnya dengan datar, kemudian dengan acuh membersihkan kain itu dengan air panas, lalu Lexie bertanya dengan santai, "Mengapa tuan Daniel kembali, bukankah kamu bergegas untuk pergi?"
Daniel meraih pergelangan tangan Lexie, menghela nafas berkata, "Sudahlah, aku akan membawanya juga pergi bersama."
Lexie menatap Daniel sekilas dengan pandangan terkejut, kemudian menundukkan kepalanya dan berpikir untuk beberapa saat, resiko Lexie masih berada di sini memang masih sangat tinggi, jika Santo bisa di bawa, maka Lexie benar-benar tidak bisa bersikap keras kepala, Lexie tidak bisa menempatkan dirinya sendiri dalam bahaya bukan?
"Baiklah." Kata Lexie dengan lugas.
Daniel menghela nafas dengan tak berdaya, Lexie tidak pernah tahu bahwa ini adalah pertama kalinya Daniel berkompromi dengan seorang wanita dalam seumur hidupnya.
Lexie mencoba untuk melepaskan diri dari genggamannya, tapi Daniel memegangnya dengan erat kemudian menarik Lexie keluar, ketika tiba di depan pintu penginapan, Daniel memerintahkan orang untuk membawa Santo.
Beberapa orang terkejut, ada seseorang yang melangkah maju, membujuk dan berkata: "Tuan, hanya ada satu kereta kuda dan Santo sedang terluka parah, jika membawanya maka perjalanan kita akan jauh lebih lambat."
"Sejak kapan kalian bisa mempertanyakan keputusan yang kubuat?" Daniel berkata dengan dingin kemudian dengan kasar melemparkan Lexie masuk ke dalam kereta kuda.
Kemudian setelah beberapa saat, Santo juga di kirim ke kereta kuda yang awalnya gerbong kereta kuda yang luas menjadi sedikit sempit karena menampung tiga orang.
__ADS_1
Daniel duduk bersandar pada pandangan kesal, hanya menatap Lexie tidak senang dari waktu ke waktu.
Lexie tidak peduli, pandangan mata tidak bisa membunuh siapa orang, jadi Lexie menganggap tidak melihat pandangan mata Daniel yang tajam itu.
Ketika matahari baru saja terbit dari cakrawala, sekelompok orang datang ke gerbang negara, setelah keluar gerbang ini maka sudah di perbatasan negara Beiming. Tidak tahu dari mana Daniel mendapatkan dokumennya, singkatnya mereka melewati gerbang itu dengan sangat lancar, bahkan tidak ada orang yang memeriksa ke dalam kereta kuda.
Ini makin menyebabkan Lexie semakin penasaran, Daniel seharusnya adalah salah satu orang penting di negara Beiming dan di belakang Daniel seharusnya ada kekuatan orang yang berkuasa di negara Beiming.
Lexie tanpa sadar teringat situasi politik yang di dengarnya dari pembicaraan orang lain ketika Lexie berada di kota Phoenix sebelumnya, meskipun di katakan negara Beiming dan negara Nanyue di permukaan hubungannya akur satu sama lain, tapi itu hanya di aspek besar saja, sebenarnya ada pergesekan yang konstan di antara perbatasan kedua negara, jadi ke dua negara ini jelas tidak cukup akur, hingga memungkinkan satu sama lain keluar masuk dengan bebas.
Maka hanya ada satu kemungkinan yang tersisa ada kolusi di dalam dan di luar!
Namun, siapa yang penguasa negara Nanyue yang berkolusi dengan Daniel?
Ketika sekelompok orang itu keluar dari gerbang, Lexie tidak sabar dan menyibak tirai melihat sekilas, bangunan kota yang megah perlahan-lahan muncul di penglihatan Lexie, akhirnya Lexie bisa pergi, meninggalkan ruang lingkup pengaruh Victor! Kepergian Lexie kali ini tidak tahu akan ada kesempatan kembali lagi, tapi Lexie tahu, ketika semuanya stabil dan Lexie cukup kuat, dia pasti akan kembali karena masih ada kak Alvaro yang sedang menunggu mereka untuk menyelamatkannya.
"Kak Alvaro, kamu harus bertahan sampai kami kembali!" Suara Lexie menghilang terbawa angin.
Hanya saja perubahan sering terjadi dalam sekejab, ketika Lexie bersiap untuk menurunkan tirai kereta kuda, ada derap tapak kuda terdengar dari arah kejauhan ke gerbang kota, kemudian ada ratusan pasukan kuda yang menerjang ke arah mereka, pasukan kuda itu datang dengan sangat cepat, sebelum Lexie beraksi orang yang memimpin pasukan kuda itu muncul di hadapannya.
Lexie kaget dan hampir berteriak, yang jadi pemimpin itu ternyata adalah Victor!
Lexie sangat terkejut, hingga wajahnya seketika pucat, bahkan tangan dan kaki Lexie sedikit gemetar dan mati rasa, Daniel yang berada di samping Lexie memperhatikan keanehannya, kemudian memegang tangan Lexie yang gemetar.
Daniel kemudian melihat ke dekat jendela, ketika Daniel melihat orang-orang yang perlahan-lahan mendekat dari kejauhan, wajahnya juga sangat terkejut dan mengucapkan sebuah nama, "Raja Victor?"
__ADS_1
Ketika Lexie mendengar nama itu, Lexie bergegas tersadar, pandangan matanya ketika menatap Daniel menjadi lebih bingung, Daniel sudah pernah bertemu dengan Victor? Kalau begitu identitas Daniel mungkin lebih tinggi dari yang Lexie bayangkan!
"Kamu takut padanya?" Daniel menggenggam tangan Lexie, pandangan matanya menjadi lebih tajam, "Apa hubunganmu dengannya!"
"Aku ..." Ketika Lexie bersuara, suaranya sudah menjadi lebih serak karena ketakutan, Lexie ingin berkata tapi tidak tahu harus memulai dari mana.
"Katakan yang sejujurnya, kalau tidak aku akan segera menurunkanmu dari kereta! Demi dirimu seorang membuat kami memprovokasi seseorang yang begitu berkuasa, kamu harus memberiku penjelasan yang memuaskan!" Daniel tidak melepaskan angan Lexie malah semakin menggenggamnya dengan erat.
Mungkin karena terlalu kencang membuat pergelangan tangan Lexie langsung memerah dan bengkak, Lexie menggigit bibir bawahnya kemudian tanpa sadar menunjukkan raut menyedihkan dan berkata memohon, "Aku adalah pelayan penghangat ranjangnya."
Daniel terkejut dan melepaskan tangan Lexie, "Jadi ternyata benar, ketika kamu bilang bahwa kamu bukan perawan! Haha, kamu ternyata adalah wanita raja Victor, ini benar-benar konyol!"
Ya, Lexie adalah wanita raja Victor, Lexie tidak akan bisa lepas dari Victor seumur hidupnya! Di mata Victor, Lexie adalah alat untuk melampiaskan hasratnya, tidak, Victor berkata dia sedikit menyukai Lexie, tapi rasa sukanya itu hanya bisa memberi Lexie status sebagai selir pelayan di sisinya, memberi Lexie posisi agar bisa melayani Victor!
Tapi Lexie adalah manusia, manusia yang hidup dengan memiliki darah, daging dan juga emosi! Lexie bukan budak, dan tidak ingin menjadi budak Victor! Lexie ingin hidup dengan ... Bebas!
Mendengarkan tapak kuda yang semakin lama semakin keras, wajah Lexie menjadi semakin pucat, suara-suara tapak kuda itu seakan menghantam jantungnya setiap waktu, membuat jantungnya terasa sakit bahkan jiwanya juga hancur.
Tidak, Lexie tidak ingin di tangkap kembali oleh Victor dan kembali menjadi budaknya!
Bahkan jika hanya ada secercah harapan, Lexie tidak akan menyerah!
"Daniel, kumohon padamu, selamatkan aku!" Jika mengemis itu berguna maka Lexie rela melepaskan harga dirinya itu.
"Menyelamatkanmu? Atas dasar apa?" Daniel tertawa dingin dan ada kemarahan di matanya.
__ADS_1