Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Mengubah Penampilan


__ADS_3

"Aku menjaganya?" Kemudian tuan Jason menunjuk ke hidungnya sendiri dan mengira dirinya salah dengar, "Hei, bocah apa kamu sedang bercanda, di sini orangnya sudah sedikit dan banyak pekerjaan yang harus di lakukan, mana mungkin ada waktu membantumu merawat wanita ini?"


"Tuan Jason ..." Dexter menatapnya dengan memohon.


Lexie benar-benar sulit membayangkan orang seperti Dexter bisa memohon seperti ini, ada rasa terharu di hati Lexie, kemudian Lexie memberi hormat pada tuan Jason dan berkata: "Tuan Jason jangan khawatir, jika kamu mengijinkan aku di sini, maka aku tidak akan tinggal dengan percuma. Meskipun aku tidak kompeten tapi aku masih bisa melakukan tugas-tugas normal."


Tuan Jason masih menggelengkan kepalanya, "Tempatku ini adalah tempat peracikan obat, hanya mereka yang mengerti tanaman obat yang bisa melakukan pekerjaan di sini. Jika kamu tidak mengerti ramuan obat, dengan tidak membuat masalah saja itu sudah sangat di syukuri, mana mungkin aku masih mengharapkan kamu bisa membantu? Tidak bisa, jika ada yang salah pada ramuan obat maka akan berakibat fatal."


Lexie menatap Dexter dengan kesulitan, kemudian Dexter terpaku dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan banyak orang.


"Tuan Jason, Lexie sedang hamil, jika membiarkannya berada di tempat lain, aku merasa tidak akan tenang. Dan lagi dia di kejar oleh musuh, hanya di tempatmu ini yang memiliki obat untuk mengubah penampilannya sementara waktu."


"Apa?" Tuan Jason membelalakkan matanya karena terkejut, "Kamu bilang di a hamil? Itu, itu ... Bukan milikmu kan?"


Lexie tidak bergerak, ketika mencoba menjelaskan dia malah melihat Dexter tiba-tiba mengulurkan tangan dan menggandeng tangan Lexie dan menyela percakapan, "Ya, anak itu milikku, jadi aku tidak bisa membiarkan Lexie berada di tempat lain."


Begitu tuan Jason mendengarnya, raut wajahnya berkerut karena merasa di lema. Pandangan matanya terus beralih pada Dexter dan Lexie, dia kemudian menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, "Kamu ini, bagaimana bisa seperti ini, jelas-jelas kamu tahu ... Sudahlah, apa yang bisa di lakukan? Tidak mudah bagi keluargamu untuk memiliki darah ini, tapi mengapa datang di waktu yang tidak tepat."


Ketika tuan Jason masih ragu-ragu, Dexter menuang segelas air untuk Lexie lalu melepas topi dari atas kepala Lexie, keduanya menunggu beberapa saat kemudian tuan Jason sepertinya sudah tenang.

__ADS_1


Tuan Jason kemudian baru melihat wajah Lexie, dia tidak bisa menahan keterkejutannya dan menggelengkan kepala berulang-ulang, "Tidak heran anak ini tidak terpesona olehmu, sulit untuk tidak terpana dengan paras yang seperti ini. Kamu ini benar-benar, tidak ingin hanya menempati rumahku, tapi juga menginginkan pil Yidan-ku! Apa kamu tahu betapa sulitnya membuat pil Yidan? Aku saja hanya bisa membuat tiga buah seumur hidup ini!"


Melihat pada akhirnya tuan Jason setuju, Dexter baru merasa lega dan menuangkan air segelas untuk dirinya sendiri kemudian berkata menenangkan, "Sudahlah tuan Jason, paling-paling aku berjanji padamu, untuk menemukan bahan obat untuk membuat pil yidan 10 buah."


"Sepuluh?" Tuan Jason menarik sudut bibirnya, "Kamu yang mengatakannya, tapi kamu jangan berbicara terlalu yakin, bahan obat dari pil Yidan ini telah kukumpulkan selama bertahun-tahun dan hanya bisa membuat 3 saja. Yang pasti kamu harus melakukan apa yang kamu ucapkan. Sudahlah, nak kamu tinggallah di tempatku ini untuk sementara waktu."


Lexie mendengarkan apa yang mereka sebut dengan pil Yidan, dengan bingung kemudian Lexie tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya: "Pil Yidan ini apa adalah obat untuk dapat dengan sepenuhnya mengubah penampilanku? Ada obat seperti ini di dunia?"


Tuan Jason memutar bilah matanya, "Tentu saja ada. Gadis kecil sepertimu tahu apa. Tapi meskipun dapat mengubah penampilannya tapi itu tidak permanen. 1 pil tidak bisa bertahan paling lama satu setengah tahun, dan lagi meskipun penampilan bisa berubah tapi juga masih ada hal-hal tabu yang harus di hindari, misalnya sama sekali tidak boleh meminum alkohol, jika minum setetes saja maka efeknya itu akan hilang."


"Satu setengah tahun ... Itu sudah cukup." Jika bisa mengubah penampilan maka sama saja artinya dengan Lexie menghilang dari dunia ini, tidak peduli bagaimana orang-orang Victor mencarinya, maka tidak akan mungkin menemukannya, waktu satu setengah tahun cukup untuk melahirkan bayinya dengan aman.


Tuan Jason melambaikan tangannya, berbalik kemudian pergi untuk melanjutkan membuat bahan obat, "Tidak perlu berterima kasih, aku yang berhutang pada bocah ini, jadi bisa di anggap aku membayar hutang padanya."


Melihat tuan Jason sudah tidak bermaksud untuk berbicara, Dexter juga tidak keberatan, kemudian dia membawa Lexie untuk lebih familiar terhadap lingkungan, Dexter tampaknya begitu akrab dengan tempat ini, Dexter tahu kegunaan pada setiap yang ada di ruangan yang ada di rumah ini.


Rumah ini tidak bisa di bilang besar, tapi memiliki sekitar puluhan kamar, tiga kamar diantaranya yang lainnya adalah kamar tidur, dan kamar yang lainnya di gunakan untuk menyimpan bahan obat. Ada juga sebuah kamar yang di dalamnya berisi tungku yang setinggi dua orang dewasa, keduanya masuk kedalam dan melihat ada seorang bocah laki-laki berusia belasan tahun sedang menjaga tungku.


Bocah itu melihat Dexter kemudian segera melompat dengan gembira, "Kak Dexter, kenapa kamu bisa datang kemari?"

__ADS_1


Dexter menyentuh kepala bocah laki-laik itu, "Kakak, membawa kakak ini untuk hidup di sini untuk sementara waktu, kakak ini sedang hamil, apa Nolan bisa membantu kak Dexter untuk menjaga kakak ini?"


Nolan menoleh dan menatap ke arah Lexie, senyumnya begitu murni dan cerah, "Baik aku akan menjaga kakak dengan baik. Kakak ini benar-benar sangat cantik, bahkan lebih cantik dari kak Brenda. Kak Dexter ... Kakak ini adalah orang yang kamu sukai kan?"


Lexie sedikit canggung dan benar-benar takut anak ini salah paham, "Bukan, kakak dan kak Dexter ini hanya berteman."


"Bukan ..." Nolan tampak kecewa.


Senyum di wajah Dexter masih seperti angin musim semi, dia kembali menyentuh kepala Nolan, "Sudahlah Nolan, kak Dexter mu ini adalah pria yang begitu baik, mengapa kamu malah khawatir aku tidak dapat menemukan istri?"


Nolan menggelengkan kepalanya, "Aku tidak khawatir kamu tidak bisa menemukan istri, tapi tuan Jason mengatakan ketika kamu sudah menikah baru setuju untuk menginginkanku turun gunung."


Ketika Dexter mendengarnya, raut wajahnya seketika menjadi kaku, dia menepuk-nepuk punggung Nolan untuk menghiburnya, Nolan menundukkan kepalanya dan berbalik ke tungku untuk menjaga api.


Ketika keduanya keluar dari ruangan tungku itu, Dexter memberitahu Lexie bahwa Nolan awalnya adalah seorang yatim piatu, merupakan bayi terlantar yang di temukan tuan Jason di kaki gunung. Ketika masih kecil tidak masalah ketika Nolan tidak mengerti konsep orang tua dan juga keluarga, tapi ketika dia tumbuh dewasa dia tahu bahwa dirinya berbeda dari anak-anak yang lain, dia selalu mengatakan ingin menemukan orang tuanya suatu hari nanti.


Tapi mana mungkin begitu mudah bagi bayi terlantar untuk menemukan ayah ibu kandungnya, jadi tuan Jason memberinya pemikiran dan berjanji untuk membiarkannya turun gunung untuk mencari ayah dan ibunya.


Ternyata begitu, ketika Lexie mendengarnya tanpa sadar dia menoleh ke belakang ke arah ruangan itu, hatinya sedih, ada beberapa orang, apakah sudah hidup dengan begitu tidak adil sejak mereka dilahirkan?

__ADS_1


Lexie tanpa sadar mengelus perutnya, anaknya ini tidak sama, tiba-tiba Lexie sedikit takut, jika anak ini lahir kemudian tumbuh dewasa, dan menanyakan Lexie di mana ayahnya, bagaimana Lexie harus menjawabnya.


__ADS_2