
"Sudahlah, masalah ini sampai di sini saja, hanya bisa melanjutkan hal ini dengan kulit kepala yang keras." Jayden melambaikan tangannya, akhirnya menghela nafas panjang.
Ambisi, bagaimana Jayden yang seorang pria ini tidak memilikinya? Tapi karena dia memikirkan terlalu banyak jadinya tidak berani mengambil keputusan, jadi biarkan Yessika saja yang mengambil keputusan untuknya.
Di pintu masuk kediaman Victor, karena banyak rombongan yang datang jadi lebih meriah, jalan di depan pintu penuh sesak dengan orang-orang yang melihatnya, Kasim yang membawa perintah sedang di papah oleh Kasim kecil untuk turun dari kuda, gerbang kediaman Victor segera di buka dan sudah ada pengurus rumah tangga yang datang menyambut.
Kasim tua itu di tuntun sampai ke aula utama, ketika dia melihat pria berpakaian hitam sedang duduk di kursi utama dia segera memberi hormat, "Selamat Yang Mulia, aku datang untuk membawakan berita baik."
"Hmm." Victor menjawab sekilas, kemudian memerintahkan pada pengurus rumah, "Bawakan teh."
Pengurus rumah bergegas melakukannya, Kasim tua dengan gembira mengangkat perintah Kaisar di tangannya dan membacanya, seluruh orang di aula berlutut, hanya Victor saja yang masih duduk dengan malas.
Ini juga hak istimewa yang Kaisar berikan padanya, hanya Victor yang boleh tidak berlutut ketika menerima perintahnya.
Kasim tua itu membaca untuk beberapa saat, isinya itu tidak lebih adalah raja Victor adalah seorang pahlawan merupakan seorang pilar negara, dan juga sudah mencapai usia untuk menikah, di kediamannya sudah tidak boleh tidak ada istri dan semacamnya, kemudian mengatakan bahwa Yessika adalah seorang putri yang memiliki banyak bakat yang merupakan orang yang tepat untuk menjadi istrinya, jadi secara khusus merujuk mereka untuk melakukan pernikahan.
Ketika Kasim tua itu selesai membacanya, Victor menguap dengan malas, kemudian dia berdiri dan mengambil perintah Kaisar itu dan menyerahkannya pada kepala pelayan.
Kepala pelayan itu sudah bersiap memberikan beberapa perak untuk di berikan pada Kasim tua itu, Kasim tua itu mengucapkan beberapa patah kata kemudian bangkit dan mengucapkan selamat tinggal.
Ketika orang-orang di aula sudah hampir pergi semuanya, Victor melihat ke arah pintu masuk utama dan bertanya: "Morgan masih belum kembali?"
"Aku tidak tahu, aku akan meminta yang lain untuk pergi melihatnya." Pengurus rumah tangga itu bergegas menjawab dan pergi ke depan pintu, siapa yang tahu baru berjalan beberapa langkah, dia sudah melihat Morgan memimpin di depan Lexie dan Lucas berjalan masuk, "Komandan Morgan, Yang Mulia sudah menunggumu selama beberapa saat, mengapa kamu baru kembali? Jika kamu masih belum kembali, Yang Mulia akan mengirim seseorang untuk mencarimu."
__ADS_1
Apa yang di katakan pengurus rumah itu membuat Morgan mengangkat alisnya, mencarinya itu palsu, mencari Lexie lah yang sebenarnya bukan? Dia adalah seorang pria dewasa, sejak kapan Yang Mulia begitu peduli apakah dia pulang terlambat atau tidak?
"Ini bukan ..." Morgan dengan kesulitan menjernihkan tenggorokannya, tidak tahu bagaimana caranya mengatakannya, Lexie di sebalahnya kemudian mengambil alih untuk berbicara.
"Jangan menyalahkan komandan Morgan, karena aku melihat di sini sedang menerima tamu-tamu penting, jadi aku meminta morga menunggu bersama kami di luar pintu, menunggu ketika para tamu pergi kami baru masuk." Lexie menjelaskan pada kepala pelayan, tapi tidak melihat ke arah Victor.
Victor mendengarkan tapi malah mengerutkan kening, dengan tidak senang berkata: "Itu hanya seorang Kasim tua, apanya yang tamu penting."
Lexie tidak menjawabnya, tapi sebaliknya dia membungkuk ke arah Victor dan berkata: "Yang Mulia, budak telah bermain di luar selama seharian, sudah saatnya kembali dan melakukan pekerjaanku, aku tidak akan menunda lagi, semakin cepat membuat benda yang di inginkan Yang Mulia, maka akan semakin cepat juga membuat Yang Mulia senang."
Setelah mengatakan perkataan ini Lexie berbalik dan berkata pada Lucas: "Lucas, kakak akan pergi melakukan pekerjaanku, dalam beberapa hari ini kamu harus menjaga sikapmu di sini, jika ada yang tidak kamu mengerti maka kamu pergi dan tanyakan pada komandan Morgan, mengerti?"
Lucas mengangguk dengan patuh, memegangi lengan baju Lexie dengan tidak rela.
"Ya!" Akhirnya Lucas melepaskan lengan baju Lexie.
Lexie menyentuh kepalanya, tidak lagi memandang ke arah Victor, berbalik badan dan menuju ke ruangannya sendiri.
Punggungnya sangat tegak, setiap langkahnya sangat stabil, tampaknya tidak ada perubahan suasana hati sama sekali seakan orang yang sebelumnya di perintah untuk melakukan pernikahan itu benar-benar orang yang tidak relevan denganya.
"Yang Mulia, nona Lexie sudah pasti cemburu, makanya dia bersikap seperti itu." Morgan takut Lexie membuat marah Victor, jadi dia membantunya membuat penjelasan pada Victor.
"Cemburu?" Victor hanya menggunakan kata ini untuk waktu yang lama, dia tidak lagi berbicara, juga tidak tahu apa yang dia pikirkan.
__ADS_1
Selanjutnya seolah-olah semuanya menjadi tenang, tidak ada yang berubah sedikit pun di kediaman Victor ini, seakan perintah Kaisar ini tidak berpengaruh di kediaman Victor.
Lexie kembali mengunci dirinya di dalam ruangan selama beberapa hari, siang dan malam bergegas untuk membuat busur silang itu, karena hanya memiliki dari sebagian gambar, jadi jika ingin membuat busur silang ini, bahkan baginya yang seorang jenius dalam hal desain senjata pun mengalami kesulitan, di dunia ini, yang dapat menggunakan sebagian gambar membuat busur silang sepertinya, hanya dia seorang.
Selain itu busur silang yang di buatnya sudah pasti berbeda dengan yang asli, tapi jika ingin mengatakan dari sisi efeknya, Lexie memiliki keyakinan bahwa ini akan lebih canggih dan memiliki daya yang mematikan dibandingkan dengan yang aslinya.
Dalam beberapa hari ini, Victor juga meminta Lexie untuk melayaninya beberapa kali, Victor masih tidak meminta orang untuk membuat sup pencegah kehamilan untuk Lexie, tapi Lexie tidak akan membuat kesalahan yang sama, setiap kali melakukannya, Lexie akan diam-diam meminta orang untuk memberitahu bibi Julia bahwa Yang Mulia bersetubuh dengannya, kemudian, tidak perlu Lexie membuka mulut, bibi Julia akan meminta orang untuk memberikan sup pencegah kehamilan dan juga meminta orang itu untuk mengawasi Lexie meminumnya.
Mengenai hal ini dia dan bibi Julia sepertinya seakan sudah mencapai kesepakatan bersama yang langka, tidak ada uang membiarkan masalah ini sampai ke telinga Victor.
Setelah beberapa hari salju turun, suasana di kota Phoenix tidak menjadi sunyi karena salju musim dingin ini, tapi malah semakin ramai, karena setelah salju musim dingin ini, maka akan segera tutup tahun, begitu tahun baru sudah di depan mata, ada begitu banyak dari mereka yang berada di tempat yang jauh menanti-nantikan malam Tahun baru ini.
Masih setengah bulan lagi sudah akhir tahun, hari ini, Lexie akhirnya membuka pintu kamar dan berjalan keluar, matahari hangat yang jarang terpapar di wajahnya membuat warna kulitnya yang pucat menjadi makin pucat.
Lexie membungkus busur silang dengan kain hitam kemudian pergi menuju aula utama, dia hanya berharap Victor dapat menepati janjinya, jika Lexie bisa membuat busur silang ini, maka dia akan membiarkan Lexie dan Lucas untuk pergi dari sini.
Hanya saja masih ada kegelisahan dalam hatinya, apakah Victor akan melepaskannya begitu saja dengan mudah?
"Nona Lexie datang untuk menemui Yang Mulia?" Morgan yang baru akan pergi melihat kedatangan Lexie, kemudian dia bertanya.
Lexie mengangguk, "Ya, bendanya sudah selesai di buat, ingin kuperlihatkan pada Yang Mulia."
"Sudah selesai di buat?" Morgan dengan tidak percaya menatap benda yang di peluk oleh Lexie, sedikit terkejut hingga tidak dapat berkata-kata, benda ini, adalah benda yang banyak di perebutkan dan tidak selesai selama di buat beberapa tahun, bahkan dengan kondisi gambar itu tidak terkumpul dengan lengkap, apakah mungkin bisa dibuat?
__ADS_1
"Ya, sudah selesai di buat, jadi aku tidak sabar ingin memperlihatkannya pada Yang Mulia." Lexie berkata sambil tersenyum.