
Santo melihat tato beberapa orang itu, langsung menarik Lexie ke belakangnya, kemudian dia mengeluarkan setumpuk tiket perak dari balik pakaiannya, "Kakak-kakak dari grup harimau emas, adikku ini kondisi tubuhnya tidak baik, takutnya tidak bisa melayani kakak-kakak sekalian, kuharap kakak-kakak sekalian maklum, uang ini silahkan kakak-kakak ambil, anggap aku membayari kakak-kakak sekalian untuk bermain di jalan sebelah."
Di jalan sebelah merupakan sepanjang jalan yang penuh dengan rumah bordil, wanita seperti apa saja ada di dalam sana. Santo berkata sambil menyerahkan uang itu, ke tangan orang yang memimpin.
Pria berotot itu tidak senang, kemudian ingin membuang uang itu, siapa tahu mereka melihat nominal di atasnya, dia segera mengambil dan menarik kembali tangannya dan wajahnya sedikit mereda: "Kamu cukup mengerti, tapi kami tidak bisa memutuskan, kamu tunggu sebentar, aku akan menanyakan pada kakak tertua."
Pria itu naik ke atas dengan bawa uang, meninggalkan beberapa orang mengelilingi Lexie.
Lexie tahu sangat mudah bagi Santo untuk mengalahkan beberapa orang ini dengan seni bela dirinya, memberi uang hanya karena tidak ingin menarik perhatian saja. Namun, sekali mengeluarkan begitu banyak uang, Lexie benar-benar sangat kagum, Daniel ini sebenarnya memiliki uang seberapa banyak, bahkan bisa memberi dengan begitu murah hati, Lexie tadi melihatnya sekilas, jumlah setiap tiket perak itu adalah seribu, tumpukan itu setidaknya memiliki puluhan ribu.
Seribu perak saja sudah cukup untuk pengeluaran beberapa tahun sebuah keluarga, ini benar-benar mengejutkan.
Orang yang naik tadi dengan cepat tutun, datang ke depan dua orang itu dan mengulas senyum jahat, "Haiya, benar-benar maaf, kakakku berkata uang masih bisa di hasilkan, tapi orang yang begitu cantik tidak bisa di temui setiap hari, gadis di rumah bordil apa bisa yang secantik nona ini? Jadi,uangnya tetap harus di tinggalkan, nona ini juga harus di tinggal, mengenai dirimu, jika pergi sekarang juga maka kami akan melepaskanmu."
Beberapa orang ini membuat masalah, orang-orang di kedai teh juga segera mengelilingi mereka, tapi melihat grup harimau emas yang sedang membuat masalah, mereka hanya bisa diam, tidak ingin mendapatkan masalah.
"Kak Santo ..." Lexie ingin meminta maaf, tapi dia masih belum berbicara, sudah melihat Santo meraih lengannya, kemudian menendang seseorang pria kuat di depannya, menariknya berlari keluar dari celah.
Gerakan Santo sangat lincah tapi juga agak sulit karena dia menarik Lexie, keduanya berlari untuk beberapa saat, pria berotot itu masih mengejar di belakang mereka.
Ada begitu banyak orang di jalan, kejar-kejaran seperti ini, segera menarik perhatian semua orang, kepala Lexie sudah sedikit mati rasa, dia tidak takut pada orang-orang kuat di belakangnya, dia takut ada mata-mata Victor melihat, jika terlihat oleh mata-mata Victor, maka itu akan menjadi hal yang sangat sulit di selesaikan.
__ADS_1
Di antara pria yang mengejarnya, ada orang yang mengeluarkan sebuah tabung bambu sinyal, tabung kecil itu mengeluarkan kembang api kecil yang dilepaskan ke arah langit, dengan cepat sudah ada orang yang mengepung di sekeliling Lexie dan Santo.
Para pejalan kaki melihat bahwa grup harimau emas yang membuat masalah, mereka segera mundur dan menghindar, tidak beberapa lama jalan yang ramai seketika sepi.
Sekarang tidak perlu penjelasan dari Santo, Lexie juga dapat mengetahui bahwa grup harimau emas ini jelas merupakan grup gengster terbesar di kota perbatasan ini.
Di kelilingi di bagian depan dan belakang, Santo hanya bisa berhenti dengan membawa lexie, jika dilihat, grup harimau emas ini benar-benar mengumpulkan ratusan orang dalam waktu yang singkat, bahkan seberapa hebat Santo, mustahil dapat menjamin keamanan Lexie hanya dengan dirinya sendiri melawan ratusan orang ini. Dia sedikit cemas, dahinya berkeringat.
"Nona Rosie, kamu adalah penyelamat tuan, bahkan jika aku mati, aku juga tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi padamu, nanti aku akan membunuh mereka dan membukakan jalan berdarah untukmu dan kamu segera berlari! Santo mengingatkan.
"Lalu bagaimana denganmu?" Lexie mengerutkan kening, hatinya cemas.
"Tujuan mereka adalah nona, jika nona lari aku akan menemukan cara untuk melarikan diri, singkatnya, kamu tinggal di sini juga tidak bisa membantu." Perkataan yang di ucapkannya ini Lexie setuju, dia tinggal hanya akan mempersulit saja.
Di bawah pengepungan yang ketat, Santo tidak panik tapi mengambil inisiatif untuk menyerang, menarik Lexie menerjang ke depan, mengeluarkan belati dan memotong tenggorokan pria, darah memercik ke mana-mana, dia bahkan tidak berkedip, satu sayatan pisau satu orang tidak ada keraguan sedikitpun.
Santo benar-benar secara ajaib membukakan jalan berdarah di antara pengepungan semua orang, kemudian dia meraih lengan Lexie dengan cepat mendorongnya ke depan, Lexie hanya merasakan dalam satu momen, dia langsung berhenti di luar pengepungan itu.
Lexie tidak melihat ke belakang, sama sekali tidak pergi melihat adegan darah di belakangnya, hanya berlari dan berlari ke depan, berlari menuju ke penginapan, dia ingin meminta orang-orang Daniel bergegas menyelamatkan Santo! Jika Santo meninggal di tangan orang-orang ini karena melindunginya, maka hati nuraninya ini akan sulit menerimanya seumur hidup!
Jika tahu keluar akan menjadi seperti itu, Lexie lebih suka tinggal di halaman mendengarkan suara yang membuat wajahnya memerah dan detak jantungnya berdetak kencang, bukankah hanya canggung, itu lebih baik di bandingkan mengirimkan nyawa Santo!
__ADS_1
Sayangnya tidak ada obat penyesalan di dunia ini, sekarang itu semua telah terjadi, maka hanya bisa mencari cara untuk menebusnya.
Lexie berusaha keras berlari, mungkin karena terlalu cepat, kedua kakinya seperti sesudah mati rasa, dia hanya tahu dia tidak boleh berhenti!
Dengan tekad inilah Lexie kembali ke penginapan dengan satu tarikan nafas, dia mengabaikan mata orang-orang yang menatapnya aneh, dan langsung menuju ke halaman belakang, kemudian tidak mempedulikan apa Daniel sedang bergumul dengan wanita cantik itu atau tidak, dia langsung mendobrak pintu dan masuk ke dalam.
"Daniel! Pergi selamatkan Santo!" Lexie menerjang masuk dan berteriak.
Wanita cantik yang sedang membantu mengenakan pakaian untuk Daniel terkejut dan menjerit, tapi Daniel hanya dengan dingin menatap ke arah Lexie, pandangan matanya terpaku, ada keterkejutan di matanya, tapi alisnya mengkerut dan langsung maju menarik Lexie masuk ke dalam pelukannya.
Lexie masih tidak mengerti apa yang terjadi, dia melihat tangan Daniel memegang pisau dan darah memercik, Lexie kemudian baru mendongak dan seorang pria terjatuh di belakangnya. Pria berotot itu ternyata mengejarnya sampai ke sini!
"Kamu, Rosie?" Daniel jelas masih tidak percaya, bahwa wanita cantik di depannya ini adalah wanita yang wajahnya penuh darah dan debu yang tampilannya menyedihkan itu.
Lexie mana punya waktu untuk menjawab pertanyaan ini, "Sekarang bukan waktunya untuk mengatakan hal ini, Santo! Cepat kamu panggil orang untuk menyelamatkan Santo!" Lexie panik, sama sekali tidak menyadari bahwa tangan Daniel masih berada di pinggangnya.
Daniel tampaknya tidak cemas hanya merangkulnya ke depan pintu, suaranya tidak besar memanggil orang yang tidak tahu di mana mereka bersembunyi yang tiba-tiba muncul, "Kalian masih diam saja? Cepat pergi menyelamatkan orang!"
Beberapa orang itu langsung meninggalkan halaman.
Lexie melihat beberapa orang itu bergegas menyelamatkan orang, baru menghela nafas lega, tiba-tiba merasakan ada sebuah tangan besar yang panas berada di pinggangnya, Lexie terkejut dan menoleh, wajahnya tidak bahagia, "Bisakah kamu melepaskan tanganmu?"
__ADS_1
Daniel menarik kembali tangannya, "Bukankah itu demi menyelamatkanmu, makanya aku menarikmu kemari, kamu tidak tahu balas budi, kenapa, masih menyalahkanku?"