
Asap yang begitu pekat muncul dari arah desa, Lucas dengan cepat masuk ke dalam rumah untuk mengambil pedang miliknya.
"Nona!" panggil Lucas mendatangi Elsa yang masih diam terpaku.
"Lucas... Apa yang sudah terjadi?" gumam Elsa tak percaya.
Lucas dan Elsa berdiri ditepi tebing dengan mata mereka yang sedang menatap seisi desa Barat, Desa yang telah hancur diserang oleh para musuh.
"Sepertinya perang telah dimulai!"
Mata Elsa langsung terbuka lebar saat mendengar perkataan dari Lucas, "Apa maksud mu? Perang apanya?" tanya Elsa penasaran.
"5 Hari yang lalu, Tuan ku ada mengirim pesan padaku, dia berkata bahwa desa barat dalam waktu dekat ini, tidak akan aman."
Elsa masih diam menunggu kelanjutan Lucas berbicara, "Salah satu pengikut Ratu telah melakukan pemberontakan terhadap kekaisaran, alasannya pun masih belum pasti, yang aku dengar, mereka melakukan pemberontakan karena dikhianati oleh ratu."
"Dikhianati?" tanya Elsa mengulang.
Lucas langsung menganggukkan kepalanya, "Benar apa anda tau kelurga Elbert?"
"Elbert? Ah... Apa yang kau maksud itu kelurga Count Elbert?"
"Benar dia!" jawab Lucas
Mata Lucas kembali menatap arah desa Barat, "kata Tuan ku, count Elbert melakukan pemberontakan, karena Yang Mulia Ratu tidak menempati janjinya yang akan membawa anaknya ke pusat kota, untuk berobat."
"Memang anaknya punya sakit apa?" tanya Elsa penasaran.
"Aku juga belum tau, yang pasti karena keegoisan Yang Mulia Ratu, anak Count meninggal."
Deg
"Apa?"
Mata Elsa langsung terbuka lebar menatap tidak percaya wajah Lucas, Count Elbert memanglah bangsawan baru yang, baru saja diangkat di kekaisaran, dia di angkat sebagai keluarga bangsawan karena tanda setianya yang telah berjasa dalam mengatur strategi peperangan yang terjadi 3 tahun lalu.
Tas!
"Nona!" pekik Lucas.
Sebuah busur dengan api yang menyala, menancap pada batang kayu yang dekat dengan Lucas dan Elsa.
"Astaga!" ucap Elsa terkejut.
"Nona! apa anda tidak apa-apa?" tanya Lucas.
"Iya... Aku baik-baik saja."
"Tempat ini sudah tidak aman, sebaiknya kita pergi sekarang, ayo Nona kita pergi dari sini!" ajak Lucas menarik tangan Elsa.
__ADS_1
Tanpa menolak Lucas langsung menarik tangan Elsa menjauh dari tempat mereka berdiri, busur dengan membawa api itu terus bermunculan dari arah barat, dari jauh teriakan para warga yang meminta pertolongan terus terdengar, sampai mata Elsa tak sengaja bertemu dengan dua anak laki-laki yang sedang berpelukan memberi perlindungan satu sama lain.
"Lucas tunggu!" pekik Elsa.
Lucas langsung berhenti berlari, saat Elsa menarik tangannya dengan cukup kuat.
"Ada apa Nona?"
"Ada dua anak laki-laki disana."
"Hah! Apa? Nona kita tidak ada waktu untuk memikirkan orang Lain, pikirkan nyawa kita dulu, barulah orang lain!" tekan Lucas.
"Tidak Lucas! Aku ingin menyelamatkan anak itu, maaf jika aku hanya menjadi beban untuk mu," ucap Elsa menatap tajam wajah Lucas.
"Jika aku begitu merepotkan mu, kau bisa tinggalkan aku!"
"Apa!" pekik Lucas saat mendengar perkataan Elsa yang tidak masuk akal.
"Jangan berbicara omong kosong Nona, apa Nona tidak tau saat ini saya masih berstatus menjalankan misi?"
Wajah Lucas terlihat frustasi saat melihat dari kejauhan banyak sekali api yang sudah membakar sebagian isi hutan.
"Agh! Si*l baiklah Nona, dimana anak itu sekarang?"
Wajah Elsa langsung tersenyum mendengar ucapan dari Lucas, "Ada di sana ikuti aku," ajak Elsa.
Dengan cepat Elsa menuntut Lucas menuju tempat kedua anak laki-laki itu berada.
Lucas terdiam saat melihat kondisi dari kedua anak itu, salah satu anak itu menangis, dan satunya lagi sudah tidak sadarkan diri dengan banyak darah keluar dari kakinya.
"Siapa kalian?" tanya salah satu anak disana.
"Kami ingin menolong mu nak, apa kau bisa berjalan? Hutan ini sudah tidak aman untuk kalian," ucap Lucas pada anak itu.
"saya tau, makanya kami disini," jawabnya.
"Apa maksud mu? Apa kalian berdua ingin mati konyol disini?" tanya Elsa.
Anak laki-laki itu hanya diam, "Kami disini karena sudah pasrah, kami tidak bisa berlari lebih jauh lagi, kaki kakak saya telah terkena panah saat kami mencoba kabur, dan sekarang kaki kakak saya mengalami pendarahan karena mencabut pasrah panah tadi," isaknya dihadapan Lucas dan Elsa.
Elsa dan Lucas menjadi saling lirik, melihat anak laki-laki itu menangis, "Siapa naman mu nak?" tanya Elsa lembut.
"Saya 09 dan ini kakak saya 04," jawabnya.
Deg
Mata Elsa dan Lucas lang terbuka lebar mendengar jawaban dari anak itu.
"Lucas... Apa mereka budak?" lirih Elsa.
__ADS_1
"Sepertinya begitu," jawab Lucas.
Kembali Mata Elsa dan Lucas dibuat kaget saat sebuah anak panah tertancap pada pohon yang dekat dengan anak itu.
"Sepertinya mereka sudah mendekat," ucap Elsa menoleh kebelakang, saat melihat begitu pekatnya asap dari kobaran api yang membakar isi hutan barat.
"Tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Nona bisakah kau urus anak itu, biar aku yang membawa anak terluka ini," ucap Lucas.
Tanpa menolak Elsa langsung menuruti apa mau Lucas, dengan sigap Lucas langsung membawa anak terluka itu dipunggungnya sedangkan yang satunya langsung Elsa bawa untuk mengikuti jejak Lucas dari belakang.
"Kita harus cepat, agar kita bisa menghindar dari mereka!"
"iya," jawab Elsa cepat, lalu matanya kembali menoleh ke arah anak laki-laki itu, "Nak, kau masih kuat kan?" tanya Elsa.
Dengan cepat anak itu menganggukkan kepalanya, "saya masih kuat!" jawabnya dengan lantang.
Lucas dan Elsa serta anak itu terus berlari menyusuri isi hutan itu, suara teriakan dari para warga yang meminta tolong masih terdengar jelas ditelinga mereka.
"Sebentar lagi kita sampai."
"Sampai? memang tujuan kita ke mana?" tanya Elsa sambil terus berjalan.
Wajah Lucas terlihat kelelahan, dengan banyak keringat didahinya, "Desa selatan, kita akan mengobati kaki anak ini dulu, sebelum kita melanjutkan perjalan ke Timur."
"Desa Selatan," gumam Elsa, "Baiklah ayo kita ke sana," putus Elsa.
Dengan penampilan yang begitu berantakan, mereka akhirnya tiba di desa Selatan, desa yang dikenal akan hasil lautnya yang berlimpah.
Saat tiba disana, mata Elsa dan Lucas langsung menoleh ke kiri dan kanan untuk mencari letak Rumah sakit, "Rumah sakit, kita harus cari rumah sakit," ucap Lucas dengan nafas yang tak beraturan.
"Aku akan tanya seseorang di_"
"Tunggu!" pekik anak itu, sambil menarik tangan Elsa, "Saya tau tempat yang cocok untuk kakak berobat," sahut anak itu menatap wajah Elsa.
"Kau tau? Baiklah dimana tempat itu!"
"Ikuti saya!" ucapnya menarik tangan Elsa.
Tanpa menolak Lucas dan Elsa berjalan mengikuti anak itu menyusuri desa Selatan, sampai akhirnya dia berhenti didepan kuil suci.
"Kuil?" tanya Lucas bingung.
"Iya Kuil! Hanya tempat ini yang paling cocok untuk mengobati Kakak."
Mata Lucas langsung menatap ke arah anak itu, kuil memang tempat yang akurat untuk dijadikan, tempat berobat ataupun berdoa, karena hanya di kuil ini segala penyakit bisa disembuhkan.
"Baiklah ayo kita masuk," ajak Elsa tanpa pikir panjang.
"Nona tunggu!" pekik Lucas menarik tangan Elsa.
__ADS_1
TBC