
Spekulasi semacam ini sama seperti pemikiran orang kebanyakan, Lexie merasa jawaban seperti itu seharusnya dapat membuat Daniel menurunkan kewaspadaannya.
"Oh ... Kedengarannya seperti itu. Tapi ... Nona Rosie, sepertinya kamu juga tertarik dengan raja Victor, kamu biasanya tidak mengatakan apa-apa, begitu mengungkit raja Victor kamu berbicara begitu banyak kata." Daniel menatapnya dengan curiga.
Lexie tercengang, bergegas menolehkan kepalanya, berkata dengan kurang berminat: "Tuan Daniel, kamu benar-benar sulit untuk diajak berbicara, berbicara lebih banyak, kamu memiliki pendapat, berbicara lebih sedikit, kamu juga memiliki pendapat, kalau begitu tidak usah berbicara."
Wajahnya jelas tidak menunjukkan, tapi hati Lexie jelas terkejut, orang-orang berpangkat tinggi ini ternyata memang licik, mengapa setiap orangnya begitu pintar? Benar juga, jika merupakan orang biasa, bagaimana mungkin bisa memiliki kemampuan ini?
Lexie semakin berharap untuk menjauh dari orang-orang ini, dan menjalani hari yang tenang.
Di dalam kereta kuda kembali sunyi, kereta kuda ini juga tidak tertunda di karenakan insiden ini. Namun, di sepanjang jalan, kembali beberapa mata-mata mengikuti, tapi mereka sudah di usir oleh orang-orang Daniel. Melihat orang-orang ini datang silih berganti, jantung Lexie sebenarnya sudah merasa sedikit bersalah, takut orang-orang itu akan menemukan petunjuk.
Untungnya, Daniel jauh lebih hebat dari yang Lexie bayangkan, dia bisa menyelesaikannya satu per satu. Lexie sekali lagi bersyukur kali ini dengan rasional memilih menumpang di kereta kuda .
Pada hari sudah mulai gelap, ketika senja, kereta kuda akhirnya tiba di kota perbatasan Nanyue yang paling dekat dengan negara Beiming, selama melewati kota ini maka sudah merupakan batas negara Beiming.
Sebagai kita perbatasan, sudah wajar orang baik dan jahat berkumpul menjadi satu, bagaimana pun sudah tempat ini sudah jauh, mereka yang melakukan kejahatan pasti akan bersembunyi di daerah-daerah terpencil seperti ini, jadi meskipun dekat dengan perbatasan, popularitas di sini juga sangat tinggi, ketika senja ada banyak orang juga yang berlalu lalang.
Orang-orang Daniel menemukan penginapan terbesar di kota, meminta sebuah rumah kecil pribadi sebagi tempat peristirahatan malam ini.
__ADS_1
Perjalanan panjang selama beberapa hari ini membuat orang-orang ini kelelahan, tetapi meskipun begitu, orang-orang bawahan Daniel sama sekali tidak menunjukkan raut wajah lelah, setiap orang melakukan apa yang menjadi tanggung jawab mereka.
"Cari pelayan untuk membawakan ku beberapa emper air panas untukku, aku ingin mandi." Hal yang paling sulit di terima Daniel adalah bau yang muncul dari tubuhnya di karenakan tidak mandi selama beberapa hari.
"Ya tuan." Orang itu menerima perintah, berbalik badan dan pergi.
Daniel kembali memanggilnya, menunjuk Lexie dan berkata: "Suruh orang juga memasakkan air panas untuknya."
Pria itu menoleh dan menatap sekilas pada Lexie yang sekujur tubuhnya terlihat menyedihkan, mengangguk kemudian pergi.
Kamar Lexie berada di sebelah kamar Daniel, dia memasuki kamar, menutup pintu kemudian baru menghela nafas lega, dia mengangkat lengan bajunya dan mengendusnya, dia hampir pingsan di karenakan aroma itu. Pakaian ini masih merupakan pakaian yang di kenakannya ketika merawat luka Daniel, ketika merawat luka itu, tubuh Lexie tercemar dengan tidak sedikit darah, tidak ada tempat untuk mandi dan berganti pakaian dalam beberapa hari ini, pakaian ini telah berfermentasi selama beberap hari, aromanya memang sangat bau.
Melihat cermin perunggu yang di letakkan di atas meja kecil dekat jendela, Lexie mengambilnya dan bercermin, ketika dia melihat wajah hitam gelap di depan cermin perunggu itu, sudut bibirnya berkedut. Sepertinya ketika berurusan dengan luka hari itu, wajahnya juga terkena darah, debu selama beberapa hari menutupi jejak darah itu, tapi juga seperti membuat sebuah lapisan debu, singkatnya wajahnya ini juga sangat mengerikan.
Tidak lama pelayan mengantarkan air panas, yang mengikuti pelayan itu masuk adalah juga bawahan Daniel, ketika dia masuk, dia juga membawa satu set pakaian wanita, di lihat dari dari modelnya seharusnya itu di pakai pelayan di penginapan ini, tapi pakaian itu sangat bersih.
Setelah Lexie mengucapkan terima kasih Lexie mengantarkan keduanya keluar, mengunci pintu, Lexie segera menanggalkan pakaiannya, dan melangkah masuk ke dalam bak mandi.
Air hangat segera membungkus tubuhnya, Lexie menghela nafas panjang, kesulitan selama beberapa hari ini seakan lepas pada saat ini.
__ADS_1
Lexie memejamkan matanya dan duduk diam selama beberapa menit, setelah itu dia mulai mengangkat tangannya untuk menggosok tubuhnya, setelah membersihkannya dia baru menyadari bahwa air di dalam bak mandi sudah menjadi keruh, jarang Lexie merasa malu, kotor hingga seperti ini, ini belum pernah terjadi sebelumnya dan ini baru pertama kalinya.
Lexie bangkit dan berpakaian, berpikir seberapa malunya jika pelayan penginapan melihat air mandi yang begitu kotor, jadi Lexie bersiap untuk membuat air mandi itu sendiri. Dia membawa air itu dan pergi ke halaman, menemukan sudut dengan selokan air kemudian menuangkannya, berbalik badan malah melihat bawahan Daniel membawa wanita yang mempesona dan berjalan masuk ke rumah kecil itu.
Meskipun sudah musim semi, tapi cuaca masih agak dingin, wanita itu hanya demi menunjukkan lekuk tubuhnya, hanya mengenakan pakaian dari kain kasa, di dalam kain kasa itu masih bisa terlihat pakaian dalam yang samar, riasan wajahnya tebal, alisnya benar-benar memikat.
Wanita seperti itu, siapa pun yang melihatnya dapat mengetahui wanita itu datang dari rumah bordil.
Bawahan Daniel juga tidak menyangka akan bertemu dengan Lexie di halaman, wajahnya canggung, tapi ketika dia melihat dengan jelas wajah Lexie, keterkejutannya tidak dapat di sembunyikan. Dia memandang wanita di sampingnya, kemudian memandang Lexie, sedikit terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa, memimpin wanita itu untuk pergi ke kamar Daniel.
"Tuan, orangnya sudah di cari." Pria itu mengetuk pintu dan berkata dengan hormat.
Dengan cepat terdengar suara malas Daniel dari dalam, "Biarkan dia masuk."
Pria itu mendorong pintu dan membiarkan wanita itu masuk, kemudian segera menutup pintu, melalui celah pintu ketika pintu di buka dan di tutup, Lexie samar-samar dapat melihat bak mandi yang mengepul di dalam.
Bohong jika mengatakan tidak canggung, dia hanya keluar untuk menuangkan air mandi, tapi malah melihat Daniel memanggil seorang wanita, ini ... Mungkinkah tidak canggung?
Tapi untungnya dia sudah bukan gadis kecil lagi, di tulangnya dia adalah wanita modern yang mengetahui banyak hal, jadi merasa canggung sebentar kemudian berlalu. Hanya saja hatinya sedikit memandang rendah para pria ini, ternyata, pria di dunia ini semuanya sama, di tempatkan di zaman modern, ketika para pria ini melakukan perjalanan bisnis, mereka selalu melakukan hal semacam ini itu sudah biasa, tidak di sangka para lelaki di jaman kuno juga tidak terkecuali, ketika keluar juga tidak melupakan, melepaskan kebutuhan tubuhnya itu.
__ADS_1
Lexie berdiri di halaman dengan membawa baskom, melihat kedua kamar itu berdekatan, kulit kepalanya serasa mati rasa, penginapan ini terbuat dari kayu, jika Lexie kembali ke kamarnya, maka dia bisa mendengar suara yang di keluarkan orang dari kamar sebelah bukan?
Lexie ragu-ragu, berpikir lebih baik jika dia tidak kembali, jadi dia meletakkan baskom dan menemukan bangku batu di halaman kemudian duduk. Namun, dia jelas meremehkan imajinasinya itu, walaupun dia tidak bisa melihat atau mendengarnya, tapi dia jelas tahu apa yang sedang terjadi di ruangan itu, Lexie juga tidak bisa menganggap tidak terjadi apa-apa.