Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Tugas Dari Tugas


__ADS_3

Karena terdapat 10 tentara, jadi jendral Darwin Zhou yang merupakan pemimpin tentara Estelar itu membaginya menjadi dua tim. Lima orang yang berada di sekitar api unggun mengeluarkan makanan kering yang mereka bawa, kemudian makan bersama-sama.


Lexie melirik ke arah beberapa orang itu, melihat sepertinya mereka tidak ingin berbagi makanan dengannya, Lexie menghela nafas kemudian berdiri, dan berjalan ke hutan di sebelahnya.


"Apa yang kamu lakukan!" Jendral Darwin melihat Lexie yang ingin pergi jadi dia bergegas menghampiri dan menarik lengan Lexie.


Darwin menariknya dengan kekuatan yang kencang hingga membuat Lexie terjatuh ke tanah dengan mengenaskan.


Lexie mendongak dan menatapnya sekilas dengan kejam, lalu Lexie berdiri dan menepuk daun-daun yang ada di tubuhnya, "Majikanmu itu memintamu untuk melindungimu dan bukannya meminta kalian membuatku kelaparan. Baiklah, kalian tidak memberiku makanan jadi aku ingin ke hutan untuk memetik buah yang bisa kumakan, apa itu tidak boleh?"


Jika biasanya Lexie tidak akan memilih untuk pergi mencari makan, pada saat ini bahkan jika dia kelaparan. Tapi sekarang Lexie memiliki bayi di dalam perutnya, bayinya masih berusia dini, meskipun tidak membutuhkan banyak nutrisi tapi ada beberapa asupan nutrisi yang sangat di perlukan. Lexie tidak bisa membiarkan dikarenakan kelalaiannya dan membuat terjadi sesuatu pada tubuh bayi ini. Jika terjadi sesuatu pada bayinya di dalam rahim maka akan mempengaruhi nasib bayi itu sepanjang hidupnya.


Lexie tidak mau mengambil resiko dan dirinya juga tidak berniat untuk pergi terlalu jauh, Lexie hanya ingin menemukan sesuatu yang bisa di makannya saja. Jadi Lexie pergi tidak jauh, dan jaga-jaga terjadi kecelakaan maka Lexie bisa berteriak, mengingat kemampuan orang-orang ini seharusnya mereka juga bisa segera tiba.


Jendral Darwin itu mendengus sekilas, "Yang Mulia mengatakan bahwa kami harus melindungi keamananmu, tapi tidak mengatakan kami harus melayani sebagai majikan. Kami tidak memiliki banyak makanan dan kami tidak sanggup untuk di berikan untuk gadis sepertimu. Dan lagi, jika kamu melarikan diri kami tidak mampu menanggung tanggung jawab seperti itu. Namun, jika kamu ingin pergi ke hutan itu juga bukannya tidak boleh, lagi pula kami hanya bertanggung jawab atas keselamatanmu saja dan lainnya kami tidak akan mengurusnya."


Setelah Darwin selesai berbicara, dia menunjuk pada tentara yang sedang minum dan memerintahkannya, "Ikuti dia, jangan biarkan dia melarikan diri, dan juga jangan sampai dia terluka, mengenai hal lainnya maka kamu bisa mengabaikannya!" Itu hanyalah seorang wanita dari rumah bordil, Darwin tidak berpikir bahwa Yang Mulia akan membuang saudara-saudara dari tentara Estelar demi seorang wanita!


"Baik!" Tentara itu meletakkan botol alkoholnya, kemudian berlari ke hadapan Lexie tanpa menyembunyikan ekspresi tidak bermoral di wajahnya itu.

__ADS_1


Lexie mengelus pergelangan tangannya yang terasa sakit dan tidak lagi memandangi orang itu. Kemudian Lexie langsung berjalan menuju hutan, dan tentara itu juga segera mengikutinya.


Hutan itu sangat gelap Lexie tidak pernah menjalani pelatihan bertahan hidup di alam liar, ketika berjalan dua terus-terusan menabrak, Lexie mengalami luka goresan di karenakan cabang tanaman, hanya karena berjalan selama sepuluh meter. Kemudian Lexie melihat tentara itu, dia berjalan di antara cabang-cabang itu secara fleksibel dan tidak ada apa-apa sama sekali.


Lexie berjalan untuk beberapa saat, kakinya menginjak udara dan tersandung. Untungnya itu hanyalah lubang kecil dengan tinggi setengah kaki, kakinya terlilit dan tidak terjatuh, hanya saja rasa sakit di pergelangan kakinya membuatnya berkeringat dingin.


"Benar-benar gadis manja!" Tentara itu hanya tersenyum mengejek dan tidak bermaksud untuk membantu Lexie.


Lexie menggertakan giginya dan tidak mengeluarkan suara, melalui cahaya bulan yang redup, Lexie bisa melihat pohon yang melengkung tidak jauh darinya jika di lihat dengan jelas itu ternyata adalah pohon pir. Lexie menyeret kakinya yang terluka berjalan ke depan, ketika berada di bawa pohon Lexie mengulurkan tangan untuk mengambil buah pir tapi dia tidak cukup tinggi masih ada jarak setengah meter.


Jarak seperti ini tidak ada apa-apanya bagi tentara di belakangnya ini, tapi tentara itu hanya tertawa dan melihat dengan melipat tangannya di depan dada.


Ketika Lexie berbalik, dia melihat tentara itu terjatuh ke tanah, tenggorokannya sudah terpotong dan mengalirkan darah. Seorang pria bertopeng berbaju hitam berdiri di samping tentara itu, menggunakan belati di tangannya kemudian menusuknya di jantung tentara itu.


Bahkan melakukan pembunuhan dengan begitu berhati-hati, setelah tenggorokan tu terpotong, dia masih menusukkan pisau jantungnya. Pria berbaju hitam ini sudah tidak dapat di gambarkan dengan kata berdarah dingin saja.


Pria berbaju hitam itu menarik belatinya dan menatap ke arah Lexie, aura membunuh yang begitu kuat di pandangan matanya, dengan meminjam cahaya bulan, Lexie hanya melihat sepasang mata yang haus darah dan dingin itu.


"Tolong! Tolong!" Dalam sekejab Lexie berbalik dan berlari ke arah yang tempatnya datang tadi, Lexie berteriak dan berlari hingga kelelahan.

__ADS_1


Lexie hanya berjarak tidak lebih dari 100 meter jauhnya dari tempat prajurit yang sedang mengelilingi api unggun itu. Selama Lexie berteriak dengan keras maka mereka pasti akan dapat mendengarnya, tapi yang mengejutkan Lexie adalah tidak ada tentara yang datang kemari bahkan tidak ada suara apapun yang terdengar.


Lexie tidak berpikir mereka sengaja mengabaikan keselamatannya, lagipula jika terjadi sesuatu pada Lexie maka Victor tidak akan mengampuni mereka, kecuali saat ini terjadi sesuatu pada mereka.


Lexie hanya berlari beberapa langkah kemudian pria berbaju hitam itu melompat dan langsung melewati di depan Lexie.


Lexie mundur dan berkata, "Kami bukan orang-orang lembah ini, kami hanya lewat saja. Lihatlah, kami sama sekali tidak berniat memasuki gunung. Tuan mengapa kamu ingin membunuh kami?"


Ini yang membuat Lexie bertanya-tanya, jika target mereka adalah orang-orang di lembah, mengapa menyerang mereka di pintu masuk lembah? Jika pembunuh ini datang dan mengejar Victor, maka Victor sudah memasuki lembah. Beberapa tentara itu saja tidak cukup untuk membuatnya begitu menghabiskan upaya, dan Lexie? Lexie hanyalah seorang wanita tidak penting yang ada di samping Victor, Lexie tidak memiliki musuh, orang-orang ini seharusnya datang bukan untuk menargetkannya.


"Tidak peduli kamu lewat atau tidak kamu harus mati!" Perkataan pria berbaju hitam itu mengejutkan hati Lexie.


Mendengarkan nada suara pria berbaju hitam itu, tujuannya adalah Lexie?


Lexie tidak percaya pada awalnya tapi setelah berpikir dengan hati-hati, Lexie merasa bahwa apa yang pria ini katakan itu jujur, karena pria berbaju hitam ini tidak ragu-ragu membunuh tentara itu, dan ketika pria ini ingin membunuh Lexie, dia bahkan berbicara begitu banyak pada Lexie seakan sedang menunda waktu, kecuali jika Lexie adalah mangsanya yang sepadan dengan usaha kerasnya!


"Siapa kamu? Mengapa ingin membunuhku?" Tenggorokan Lexie tercekat, benar-benar tidak berpikir bagaimana kekuatan pria berbaju hitam ini. Belum lagi pelarian Lexie saat ini sangat tersembunyi, bahkan Victor saja menghabiskan begitu banyak energi untuk mengejarnya, yang lain juga bahkan jika itu adalah musuh Lexie pun tidak bisa mengejarnya dengan begitu mudahnya!


Hanya sayangnya pria berbaju hitam itu tidak menjelaskannya pada Lexie kali ini, dia hanya berjalan mendekati Lexie sambil memegang belati, "Aku punya kebiasaan ketika membunuh orang, selama itu adalah target misiku maka aku akan membiarkan orang itu memilih bagaimana metode kematiannya, katakan, kamu ingin di gorok tenggorokannya atau ditusuk di jantungmu, atau kamu masih dapat memilih untuk gantung diri."

__ADS_1


__ADS_2