Putri Yang Terlantar

Putri Yang Terlantar
Semabuk-mabuknya


__ADS_3

Malam itu, Lexie tertidur dengan sangat lelap, mungkin karena tahu Victor tidak akan datang mencarinya lagi, tahu bahwa Victor tidak akan datang jadi dia merasa lega.


Hanya saja di pagi hari, ketika dia merasakan sesosok tubuh panas di sampingnya, Lexie amat sangat terkejut.


Victor ternyata tidur di sisinya? Sejak kapan dia datang?


Lexie bangun dengan pelan, tidak membangunkan Victor, keluar setelah beberes diri, kemudian memerintahkan Ernie pergi ke gang di jalan belakang untuk membeli sup, sip itu di jual oleh toko tua, rasa dan bahan-bahan yang di gunakan otentik dan juga harganya bersahabat, Lexie merasa itu lumayan setelah memakannya beberapa kali, kemudian Lexie sering membelinya.


Hari sudah siang, Victor yang tertidur di dalam kamar akhirnya bangun, dia baru saja bangun, para penjaga yang tidak tahu datang dari mana sudah menyiapkan pakaian ganti bersih dan mengantarkannya masuk ke dalam.


Terhadap para penjaga yang sering tiba-tiba muncul itu, Lexie sudah terbiasa, jadi pada saat Victor muncul, Lexie sudah mulai memerankan peran sebagai pelayan penghangat ranjang yang patuh dan perhatian.


Ketika Victor keluar setelah mengganti pakaiannya, Lexie sudah berdiri di depan kamar dan dengan patuh melayaninya, "Yang Mulia, aku sudah membeli sup, masih sedang di hangatkan di dapur, aku akan meminta Ernie menghidangkannya di atas meja."


Victor tidak berbicara itu artinya persetujuan.


Jadi Lexie memberi hormat kemudian memanggil Ernie, setelah menyelesaikan serangkaian gerakan ini, dirinya sendiri pun sedikit terkejut, kemampuan beradaptasinya sangat kuat, bahkan aturan yang menjengkelkan ini pun, dia benar-benar sudah mempelajarinya.


Di meja makan Victor adalah tuannya, mereka bukan, jadi Victor duduk dan makan, mereka hanya melihat, tunggu sampai Victor selesai makan baru boleh makan.


Victor meminum sesuap sup itu, alisnya berkerut untuk sesaat, dia sepertinya terpikir akan sesuatu, mendongak dan memandang sekilas pada Lexie kemudian berkata: "Duduk dan makan."

__ADS_1


Lexie tercengang, dia tidak bergerak, "Aku hanya seorang budak."


"Apa kamu pernah menganggap dirimu sebagai budak?" Meskipun Lexie berpura-pura begitu mirip, tapi dia tidak pernah merasa dirinya itu budak.


Lexie tidak bisa berkata-kata, Victor kembali memanggilnya, Lexie baru berkata: "Kami sudah makan." Harga dirinya membuat Lexie sama sekali tidak bisa menerima perlakuan seperti ini, Lexie tidak akan lupa, terakhir kali Victor membuatnya tidak memiliki kualifikasi duduk bersama Victor untuk makan.


"Kalau begitu, makan lagi." Victor agak marah, meskipun wanita ini telah menyerah di permukaan, tapi di dalam tulangnya masih merupakan wanita yang pertama kali di temuinya itu, di mata Lexie, tampaknya tidak ada konsep kehormatan.


Lexie mengerucutkan bibirnya, tapi tidak berani menentang Victor, hanya bisa duduk dan mengambil sup favoritnya, Lexie tidak terlalu memiliki nafsu makan, mungkin karena sudah memakan sup itu begitu lama, sudah saatnya mengganti selera.


Ketika makan, keduanya tidak berkomunikasi, Victor tampaknya tidak keberatan akan sup itu, tapi ketika Victor sudah hampir selesai makan, dia mengangkat alisnya, "Apa tidak ada yang ingin kamu tanyakan padaku?"


Menanyakan apa? Menanyakan apa yang terjadi antara dirinya dan wanita itu kemarin, atau bertanya bagaimana teknik wanita itu, apa tekniknya tidak baik dan tidak melayani Victor dengan baik, membuatnya datang ke tempatnya untuk tidur di tengah malam?


Victor mendengus, tidak lagi melanjutkan pertanyaan ini, dia hanya meletakkan sumpit dan bangkit berdiri kemudian pergi.


Lexie bangkit dan mengantarnya, dengan patuh mengantarnya hingga Victor naik ke atas kereta kuda dan mengawasinya pergi, benar-benar seperti istri kecil yang berbudi luhur, Lexie kadang berpikir, apa kelakuanya itu terlalu liar hingga membuat Victor memiliki keinginan untuk menaklukannya, jika demikian, maka Lexie bisa berubah, menjadi seperti wanita lainnya, sangat patuh, melakukan hal yang dia bisa untuk menyenangkannya, kemudian membuat Victor merasa bosan dan membencinya.


Pada malam Tahun baru salju turun, langit masih belum gelap tapi anak-anak di dalam gang sudah bermain kembang api.


Rendi selalu menganggap Lucas sebagai teman, jadi dia mengambil kembang api dan datang mencari Lucas, Lucas tidak ingin bermain dengan anak biasa, tapi pada akhirnya dia tidak bisa menang dengan kekeraskepalaan Rendi, jadi dia mengikuti Rendi dan bermain bersama di gang.

__ADS_1


Ernie sedang mempersiapkan hidangan tahun baru, Lexie pergi ke toko anggur di jalan untuk membeli sebotol anggur beras, bersiap untuk minum beberapa gelas dengan Ernie saat makan nanti.


Lexie teringat beberapa tahun yang lalu, setiap kali melewati Tahun baru, beberapa teman kerjanya dulu juga sering mengeluh sambil bekerja lembur, kemudian bersama-sama memakan makan tahun baru dengan memesan pesan antar, memikirkan hari-hari itubsetiap hari bekerja sangat lelah, tapi ajaibnya itu begitu nyata, seolah-olah hidup memang harus seperti ini.


Kemudian setelah datang ke dunia ini, setiap malam tahun baru dilalui dengan makan bersama semua orang di kediaman mililiter, setiap orang di luarnya tampak bahagia, tapi pada kenyataanya masing-masing memiliki pemikirannya sendiri, makan baru seperti itu lebih baik tidak memakannya.


Dengan tidak mudah akhirnya tahun ini bisa menikmati makan malam tahun baru dengan tenang, Lexie tidak bisa menyembunyikan rasa penantiannya, selain itu, mereka tidak tinggal di kediaman Victor, tidak perlu menghabiskan tahun baru dengan orang-orang di dalam kediaman


Victor, perasaan ini juga sangat menyenangkan. Mengenai Victor, dia sebagai Yang Mulia dari dinasti Tang, makan malam tahun baru di kediamannya sudah pasti meriah bukan.


Makanan di hidangkan di atas meja, Lucas juga sudah kembali dari bermain kembang api, memang merupakan anak berumur 6 tahun, dia terpana oleh pemandangan indah yang dipancarkan oleh kembang api, jadi ketika dia kembali, dia semakin menyukai Lexie. Kakak yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya ini, membawanya keluar dari kegelapan dan kembali menjalani hidup.


"Cepat duduk, ayo kita mulai makan!" Lexie mengangkat sumpit, mengeluarkan tawa yang sangat langka.


Ernie dan Lucas duduk, mengambil sumpit dan mulai memakan daging.


Lexie membuka tutup botol anggur, menuang anggur beras untuk dirinya sendiri dan juga Ernie, mengangkat mangkuk kemudian berkata: "Ayo Ernie, hari ini kita lewati Tahun baru, kita harus bersantai sesekali! Malam ini harus mabuk!"


"Ah ... Minum anggur ya, nona, aku belum pernah minum. Ayahku dulu mengatakan bahwa wanita tidak boleh minum." Ernie memegang mangkuknya masih sedikit terkejut.


Lexie menegakkan jari telunjuknya menggoyangkannya, "Tidak! Mengapa hanya pria yang boleh minum? Dalam masyarakat ini, mengapa pria boleh menikah dengan beberapa wanita, dan wanita tidak boleh. Setelah pria berselingkuh, kembali dan mengakui kesalahannya, kebanyakan dari mereka bisa mendapat pengampunan dari sang wanita, tapi bagaimana bagi wanita, begitu berselingkuh maka keluarganya hancur, terinjak-injak seumur hidup! Atas dasar apa? Apa yang di lakukan oleh para pria, mengapa kita para wanita tidak boleh melakukannya?"

__ADS_1


"He ... Nona, kamu masih belum minum, mengapa kamu mulai berbicara sembarangan?" Ernie memegang anggur beras itu, semakin tidak berani meminumnya, kesetaraan antara pria dan wanita seperti ini bagi Ernie yang merupakan orang yang hidup di jaman kuno, masih agak tidak bisa di terima.


__ADS_2