
Pandangan mata Lexie dengan dingin menatap kondisi kacau di depannya, tersenyum dingin, kemudian menyelinap keluar tanpa mengubah raut wajahnya ketika kondisi sedang kacau.
Tidak ada yang memperhatikan kepergian Lexie, perhatian orang-orang keluarga Nangong adalah untuk melindungi Nando dan perhatian orang-orang itu juga tertuju pada tuan muda Wu, jadi kepergian Lexie dari situ lebih mudah dari yang di pikirkannya.
"Bukankah ini hanya seseorang yang menjijikan saja? Memangnya begitu bernilai untuk di bunuh?" Nando menginjak punggung tuan muda Wu, kemudian dengan kejam menginjak-injaknya, tuan muda dari keluarga Wu itu segera menyemburkan darah.
Tuan muda Wu itu sudah terengah-engah, asupan udara yang masuk sangat sedikit, dia tidak memiliki kekuatan untuk berbicara, orang yang bertanggung jawab di situ, malah pingsan, "Tuan muda, tolong hentikan, dia adalah satu-satunya penerus keluarga Wu, jika terjadi sesuatu padanya, maka akan mencari orang yang ada di istana itu, kamu tidak bisa meregang nyawa seperti itu!"
"Siapa orang istana itu?" Donny sebagai putra tertua di keluarga Nangong itu terkejut, alisnya mengerut, meraih kerah orang itu kemudian bertanya: "Apa yang kamu katakan? Cepat katakan dengan jelas!"
Keluarga Nangong memang merupakan keluarga yang terkaya, tapi sekaya apapun, jika di bandingkan dengan kekuatan istana, mereka juga tidak cukup untuk di bandingkan, jika benar-benar terkait dengan keluarga kerajaan, maka keluarga Nangong tidak akan melepaskan diri dengan mudah.
"Bukankah ada seorang selir dari keluarga Wu yang mendapatkan kasih sayang Kaisar? Selir Susan! Tuan muda Wu ini adalah adik kandung selir Susan, keluarga Wi adalah keluarga yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan! Jadi, tuan muda, mohon kalian memberi ampun, jika tidak maka aku benar-benar akan mati." Orang itu dengan terhuyung memeluk kaki Nando.
Ketika Nando mendengar kata-katanya, dia langsung menendangnya dengan kakinya, "Minggir! Karena identitasnya begitu istimewa, mengapa kamu tidak mengatakannya tadi, kenapa, ingin mencelakakan keluarga Nangong?"
Ketika orang itu terjatuh di tanah, dia juga memuntahkan darah, dia juga kesulitan, dia juga tidak memiliki kesempatan untuk mengatakannya, mereka beberapa orang langsung menerjang dan berkelahi, tidak memberinya waktu untuk menjelaskan.
Donny membujuk Nando dan Kenzo, keduanya akhirnya berhenti, kemudian memandang tuan muda keluarga Wu yang ada di lantai, wajahnya sudah amat pucat.
"Cepat cari tabib!" Pada saat genting, yang paling memiliki ide adalah Donny, memerintahkan orang untuk mencari tabib, kemudian memerintahkan dua penjaga untuk mengangkat tuan muda keluarga Wu itu.
__ADS_1
Kedua penjaga segera membungkuk untuk mengangkat orang, tapi ketika kedua orang ingin mengangkatnya, mereka menyadari bahwa tubuh tuan muda Wu sudah sangat lemas, sepertinya tidak ada kesadaran sama sekali.
Hati Donny tertegun, wajahnya memucat, mengulurkan tangan dan memeriksa nafas tuan muda Wu itu segera melangkah mundur dengan ngeri, "Su, sudah mati."
Jika itu adalah orang lain, orang ini terbunuh ya sudah, mereka juga bukannya tidak pernah membunuh orang, paling-paling mereka akan mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah, selama mereka cukup dermawan, tidak akan ada yang bisa mengatakan apa-apa, tapi ini adalah penerus satu-satunya keluarga Wu ...
"Kak, bagaimana ini, jika benar merupakan orang dari keluarga Wu, bukankah kita ini sudah membuat masalah?" Saat ini Nando tidak berani tidak hati-hati, memaki dengan suara rendah, "Semua ini di karenakan bocah busuk sialan itu! Hei ngomong-ngomong kemana perginya bocah busuk itu?"
Beberapa orang baru menyadari bahwa sudah tidak ada jejak Lexie di sana, masalah sudah sampai seperti ini, orang bodoh pun bisa melihat ada sesuatu di balik semua ini, mereka takutnya di manfaatkan oleh orang lain untuk menjadi pisau, meminjam pisau di tangan mereka untuk membunuh orang lain!
"Sial! Aku harus membunuh bocah busuk itu!" Nando menendang penjaga di sebelahnya, penjaga itu memegangi lututnya tidak berani mengeluarkan suara.
Donny dengan kesal berjalan mondar-mandir di halaman untuk beberapa saat, akhirnya menggertakan giginya berkata: "Rencana hari ini hanya bisa menyebarkan berita tuan muda Wu ini menyukai sesama jenis, jika mati di tempat seperti ini, maka keluarga Wu demi melindungi reputasi selir Susan yang berada di istana pasti tidak akan berani berbicara."
Ketika Nando dan Kenzo mendengarnya, seketika mereka merasa bahwa ini ide yang bagus, mereka bersama-sama meminta orang untuk pergi melakukannya.
Dalam waktu kurang dari sehari, di jalan kota Phoenix tersebar berita, tuan muda Wu dari jalan timur merupakan penyuka sesama jenis dan juga sangat pandai bermain, kali ini, bahkan meninggal di atas tubuh seorang pria pemuas.
Orang yang melaporkan berita bahwa ada bukti, lalu ada pria yang memuaskan tuan muda Wu keluar untuk bersaksi bahwa dia sudah di hancurkan oleh tuan muda Wu oleh segala macam cara, tuhan memiliki mata jadi membuatnya mati dalam gairah.
Mungkin karena ada terlalu banyak bukti dan saksi, jadi berita ini sudah mendapat kepastian dari mayoritas orang di kota Phoenix, hampir semua mengatakan bahwa oang seperti ini lebih baik mati saja itu lebih bagus.
__ADS_1
Ketika berita itu di sampaikan dari mulut Leon pada Lexie, Lexie tersenyum.
Di malam hari, ketika matahari terbenam di langit, Lexie menyeduh sepoci teh dan duduk di halaman, setelah Leon mengatakan berita itu dia kemudian berlutut di depan Lexie, "Nona Lexie, sudah membantuku membalas dendam ayah, kamu adalah orang yang berbudi padaku, selama nona Lexie mengatakannya, maka Leon bersedia mati untukmu."
Lexie mendengarkan Leon berkata seperti itu, pandangannya kemudian dialihkan kembali ke cakrawala yang jauh, wajah Lexie masih tenang tanpa gelombang, hanya mengangkat tangannya dengan pelan, "Kamu mati, bagaimana dengan ibumu dan adikmu. Bangunlah aku melakukan ini bukan untuk kalian, hanya untuk membuat diriku sendiri menjadi lebih tenang saja. Tapi, kamu telah menyinggung keluarga Wu, sepertinya kamu tidak akan bisa pekerjaan sebagai tukang kayu, kamu juga harus menanggung keluargamu, jika kamu mau, bagaimana jika datang ke tempatku untuk menjadi pengawal?"
Setelah pengamatan ini, Lexie merasa bahwa Leon adalah orang yang bisa di tempa, setidaknya ketika mendapat masalah kepintarannya dapat mengurangi banyak masalah.
Leon terpaku, mendongak menatap Lexie dengan bingung.
Lexie kembali berkata: "Tentu saja, upahmu akan di berikan, kamu dan Ernie akan menerima upah yang sama, upah tiap bulannya cukup bagimu untuk menghidupi keluargamu, tunggu ketika kamu sudah memiliki wanita yang di sukai, aku juga bisa mempersiapkan hadiah untukmu dan membuatmu menikahi istri yang baik."
"Leon bersedia!" Leon memberikan hormat beberapa kali, "Hanya saja aku tidak mengenal huruf, lebih baik nona saja yang menulis kontrak jual diri ini, aku akan membubuhkan cap tanganku!"
Lexie tertawa dan menggelengkan kepalanya, "Kamu tidak perlu menjual dirimu padaku, kamu tetap adalah kamu, bukanlah budakku, kamu adalah pekerja yang kusewa."
Budak, Lexie masih tidak mau memberikan segalanya pada pria itu, bagaimana mungkin Lexie bisa meminta orang lain menjadi budaknya? Bahkan jika pandangan seluruh orang di dunia berbeda dengan Lexie, tapi Lexie masih dengan keras kepala mempertahankan pandangannya sendiri.
"Tidak menjadi budak dan masih di beri upah?" Leon adalah pria, tapi pada saat itu matanya berkabut, dia sekali lagi memberi hormat dan berkata: "Aku Leon, bersumpah pada langit, seumur hidup ini tidak akan pernah mengkhianati nona!"
Sumpah ... Lexie mendengarnya, tapi hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.
__ADS_1