
Ezra tertawa sinis tak sangka maling duluan beraksi lalu teriak sebagai korban kemalingan.
"Mama...apa aku harus buka kartu di depan semua orang? Aku ini lelaki punya batas kesabaran. Kalian berlima sudah cukup menyusahkan aku. Hambur uang tak anggap uang itu susah dicari."
Bu Humaira tersadar dia telah sangat keras pada Ezra. Sekarang bukan waktu sok berkuasa. Ezra telah mengalihkan seluruh kekayaan pada Adeeva tentu saja dengan tujuan tertentu. Bukan Ezra saja yang pintar. Bu Humaira juga punya kalkulasi sendiri.
"Hakim...Renata cuma minta ditemani satu malam. Itu sebagai bayaran pengabdian dia selama ini. Apa bedanya kau tiduri para perempuan lain?"
"Mama mau aku anggap Renata sebagai wanita panggilan? Betapa rendah harga diri Renata. Aku hargai dia maka tidak mau naik ke ranjang bersama Renata karena toh akhirnya berpisah."
"Siapa tahu nanti kalian bisa bersama seterusnya setelah lalui malam penuh kenangan."
"Omong kosong. Terserah kalian! Cepat atau lambat aku akan jatuhkan talak. Tak ada guna buat sejuta alasan." tegas Ezra sudah bosan ikuti permainan Bu Humaira. Semuanya harus berakhir sesuai keinginan Adeeva.
Ezra bukan ingin memanjakan Adeeva namun wanita muda itu punya plan jangka panjang memajukan perusahaan. Adeeva sudah atur yang terbaik untuk mengurangi beban perusahaan. Wanita itu memang bukan ahli berbisnis namun dia punya keahlian menata posisi para pegawai.
"Hakim...Renata hanya meminta yang sederhana tidak bisa kau penuhi. Kamu ini laki punya perasaan tidak?"
"Ma...apa aku harus terus terang kesalahan Renata biar jadi pelajaran buat yang lain? Mama pikir aku tolol mau masuk jebakan Batman?" Ezra lontarkan tatapan tajam pada Renata.
"Apa maksudmu nak? Renata itu anak baik. Sayang pada mama dan pengertian. Renata tidak akan meminta apapun kalaupun kalian berpisah. Dia hanya ingin ingatkan diri sendiri pernah jadi isteri kamu." ujar Bu Humaira mulai lembut.
Rencana Renata cukup hebat. Untuk apa uang sepuluh milyar bila bisa ikat Ezra dengan anak Pak Jul. Otomatis anak itu akan jadi pewaris Dilangit. Jangan sepuluh milyar, hitung triliunan bisa dia raup.
Ezra tertawa geli karena Bu Humaira tak tahu Ezra telah tahu kehamilan Renata. Masih ingin playing victim jebak Ezra ke lubang derita.
"Ma...aku masih punya hati tidak buka kartu Renata. Kalian tahu sendiri apa maksudku. Aku tahu segalanya tentang kalian. Jadi lupakan rencana jahat kalian." kata Ezra kalem bisa baca pikiran Bu Humaira.
Renata terhenyak takut Ezra tahu ada yang tak beres dengan dirinya. Keempat wanita lain penasaran apa yang disembunyikan oleh Renata. Renata adalah wanita yang paling berkuasa di antara mereka. Apa yang sedang terjadi membuat Ezra tampak agak gusar.
"Ada apa ini?" tanya Michelle kepo.
"Tidak ada apa-apa. Dan kau gimana Michelle? Apakah kamu akan mengikuti jejak Farah dan Dorce?" tanya Bu Humaira mencoba alihkan isu agar kehamilan Renata tidak menjadi bahan guntingan.
"Aku ikut kak Rena. Dia keluar aku juga keluar. Dia bertahan aku juga akan bertahan." sahut Michelle santai tidak berpikir akibat dari sikap kukuh dia akan jadi bumerang.
Ezra tidak memaksa Michelle mesti ikut jejak ketiga temannya. Biarlah wanita ini berpikir sesuka hati mencari keuntungan ganda.
"Well...kurasa cukup sekian! Kau Renata dan Michelle akan kukirim catatan kesalahan kalian. Waktu itu aku takkan keluarkan uang satu peser pun untuk kalian. Jadi tak usah bermain di belakang layar. Aku tahu semua apa yang kalian lakukan."
__ADS_1
Renata mengangkat kepala menantang Ezra merasa harus berjuang demi mendapatkan keuntungan ganda. Harus bisa diakui oleh Ezra sebagai istri dan tempatkan anaknya sebagai pewaris tunggal di keluarga Dilangit.
"Aku tidak tahu apa salah aku tetapi kalau kamu menganggap aku bersalah maka katakan di mana salah aku. Aku bukan seperti yang lain mudah digertak oleh hanya satu kata." ujar Renata merasa perlu berjuang. Ezra tak mungkin tahu Renata hamil karena Renata belum bocorkan kehamilannya. Bahkan Renata belum cek kandungan pada dokter spesialis. Renata takut ketahuan oleh Ezra maka tak berani ke rumah sakit. Renata hanya cek kandungan pada bidan di klinik kecil.
"Kau yakin tak bersalah? Kau wanita suci menunggu aku sebagai suami?" ejek Ezra merasa punya kesempatan bongkar bobrok Renata. Wanita itu sendiri yang minta aibnya dibuka secara umum.
"Aku akui pernah bersalah khianati kamu. Tapi itu dulu."
"Baik...katakan siapa ayah dari anak yang ada dalam kandungan kamu? Apa perlu kuberi clue untuk mengatakan siapa lelaki itu?" kata Ezra dingin seperti makhluk tak berperasaan. Ezra sudah baik hati berniat lindungi nama baik Renata. Namun wanita itu yang minta keburukannya dibuka.
Semua yang ada dalam ruang tersentak tak terkecuali Renata sendiri. Renata tak menyangka Ezra betul-betul monster siap lahap dia sampai tinggal nama.
Bu Humaira bergetar rencana mereka telah dibongkar Ezra. Niat busuk mereka duluan ketahuan sebelum sempat melangkah lebih jauh.
"Hakim...dari mana kamu duga Renata hamil?" tanya Bu Humaira nyaris pingsan. Tamat sudah hari baik mereka. Ezra telah tahu semua gerak gerik mereka.
"Bukan cuma tahu Renata hamil. Aku juga tahu siapa Bapak biologis dari anak itu. Lalu kalian ingin kambing hitamkan aku sebagai bapak anak itu. Bukankah ini satu perbuatan paling keji yang pernah ada di dunia ini."
Keempat rival Renata mencibiri Renata sebagai wanita tolol binti bodoh. Berselingkuh sampai membuahkan hasil. Apa Renata lupa kalau mereka mempunyai suami seorang monster paling ditakuti.
"Hamil toh! Pandai curi makan tetapi tidak pandai membersihkan mulut sampai meninggalkan jejak." sindir Dorce paling gembira mendengar kabar ini. Keangkuhan Renata selama ini telah terpatahkan. Mereka diceraikan oleh Ezra dengan terhormat bahkan mendapat uang tunjangan sebesar 10 miliar.
"Diam kau ..apa kamu pikir kau lebih baik dari aku?" seru Renata gusar Dorce sindir dirinya. Kini semua mata memandangnya dengan sangat rendah. Sudah rendah hina pula.
"Ok...aku ikut keluar saja. Lumayan masih ada uang pesangon." akhirnya Michelle menyerah ikut jejak Dorce cs sebelum Ezra bongkar kesalahannya. Ditalak tanpa pembagian harta pasti menyakitkan.
Ezra memuji kebijakan Michelle ikut jejak Dorce. Kalau Ezra bongkar kesalahan wanita itu maka dia juga tidak akan mendapat apa-apa.
"Bagus...otakmu mulai waras. Aku Ezra Hakim Dilangit jatuhkan talak tiga pada saudari Michelle. Mulai detik ini kita tak ada hubungan apapun lagi. Kamu juga berhak mendapat fasilitas seperti yang lain. Ruben akan mengaturnya untuk kalian." Ezra mengucapkan talak yang ke-4 buat salah satu istri sirinya.
"Aku terima. Lumayan bisa dapat semua fasilitas yang ada. Aku sudah punya rumah tinggal pindahkan barang. Aku ucapkan terima kasih atas semuanya dan hari-hari penuh dengan ke glamoran selama ini." ujar Michelle sambil tersenyum. Tak ada rasa sesal karena sadar semua pasti akan berakhir. Satu persatu borok mereka dibongkar oleh Ezra. Mana mungkin mereka bisa menetap lebih lama di istana Ezra.
"Dan kau Renata. Aku juga jatuhkan talak tiga kepadamu. Mulai detik ini kita tak ada hubungan apapun. Kau hanya boleh ambil barang yang ada dalam rumah. Kamu ditalak tanpa pembagian uang. Mobil juga tak boleh kau bawa. Kamu mencari penyakit sendiri. Aku sudah baik hati menawarkan yang terbaik untuk kalian tetapi kalian masih ingin membantah." tegas Ezra tak main-main. Ezra sangat geram pada Renata yang punya niat jahat padanya. Mau gunakan anak orang lain untuk menjebak dia.
"Hakim... bagaimana kelanjutan Renata bila kamu tidak memberinya sedikit uang pegangan?" Bu Humaira membantu Renata mendapatkan haknya sebagai mantan istri Ezra.
"Bukankah pacarnya juga kaya raya dan memiliki banyak aset! Apa artinya uang 10 miliar bila dibandingkan dengan kekayaan pacarnya. Kurasa Renata tidak akan hidup susah bila tetap mengandung anak daripada lelaki itu."
"Sudahlah Hakim! Kamu tidak perlu mengejek aku lagi. Kamu lebih jelas apa yang telah terjadi sekarang ini. Aku tidak akan mengemis padamu. Aku terima semua keputusan kamu. Tapi ingat kau takkan bahagia zholimi wanita tak berdaya." lirih Renata sudah pasrah. Ezra sudah tahu semua jadi apa gunanya bicara lebih lanjut.
__ADS_1
"Apa aku tidak salah dengar? Aku zholimi kamu? Apakah bukan kamu yang zholimi aku? Gunakan anak orang lain untuk jebak aku? Kalau bicara jangan terbalik-balik Nona Renata! Sekarang semua sudah tuntas dan kuharap kalian hidup baru bahagia. Aku juga minta maaf tidak dapat memberi yang terbaik untuk kalian dan tidak menjadi suami yang baik."
Semua terdiam tak bisa menjawab. Ezra memang bukan suami yang baik tetapi dia telah berusaha memenuhi semua kebutuhan mereka. Semua ini bukan kesalahan Ezra sepenuhnya. Mereka juga bersalah telah memaksa masuk ke dalam kehidupan lelaki itu. Segala sesuatu yang dipaksakan pasti akan berakhir dengan ending menyedihkan.
"Lalu bagaimana Adeeva?" tanya Bu Humaira teringat pada istri Ezra yang paling kecil. Wanita itu tidak pernah muncul sejak mereka berkumpul di istana Dilangit.
"Kalian tidak perlu memikirkan nasib Adeeva. Dia akan menjadi wanita satu-satunya di dalam hidup aku. Selamanya sampai ajal menjemputku." Ikrar Ezra yakin takkan main serong lagi. Ezra sudah petik pelajaran dari kesalahan berbuat hal kurang baik dengan Sonya.
Jujur semuanya iri pada Adeeva. Anak itu paling akhir muncul tetapi menjadi yang pertama di dalam hati Ezra. Inilah yang dinamakan permainan nasib.
Ezra tak berani ceritakan kalau Adeeva sedang mengandung anaknya. Ezra bukannya tak tahu sifat asli Bu Humaira. Segala akal busuk pasti dia rancang untuk singkirkan Adeeva.
"Mama mau jumpa dengan Adeeva. Mama mau yakin kalau anak itu benar-benar mencintai kamu. Kamu adalah anak mama satu-satunya makanya mama mau kamu hidup bahagia." ujar Bu Humaira seolah-olah dia adalah seorang mama yang memperhatikan nasib putranya.
"Aku akan membawanya menjumpai mama bila keadaan perusahaan telah kondusif. Sekarang kami sibuk menata ulang perusahaan kita yang telah terpuruk jauh. Dan sekarang kalian balik ke rumah untuk berbenah. Mulailah hidup baru dan jangan warnai hidup kalian dengan trik-trik kotor yang akan membuat hidup kalian makin suram!"
Serentak kelima mantan istri Ezra mengangguk. Sebenarnya Ezra kasihan kepada Renata tetapi wanita itu telah melewatkan kesempatan yang diberikan oleh Ezra. Ezra harus tegas untuk memberi pelajaran kepada Humaira bahwa dia bukan lelaki gampang dibodohin.
Keenam wanita itu beramai-ramai meninggalkan kantor Ezra. Bersamaan dengan kepergian keenam wanita itu hati Ezra benar-benar terasa lega setelah terbebas dari beban berat yang menghantuinya selama ini. Nafas Ezra terasa lebih plong keluar masuk melalui hidung dengan mulusnya. Seperti tol bebas hambatan.
Kini Ezra bisa fokus pada Adeeva si isteri bengal paling sulit diatur. Sulit diatur namun Ezra suka. Bukan cuma suka malahan jatuh Cinta setengah mati.
Ruben masuk setelah melihat keenam wanita dalam kehidupan Ezra meninggalkan kantor Ezra.
Ruben bisa rasakan hawa sejuk dalam ruangan setelah para selir Ezra pergi. Tampaknya Ezra sukses singkirkan para selir nya tanpa hambatan.
"Sudah aman?" tanya Ruben hati-hati.
"Alhamdulillah sudah. Kau atur sejumlah uang untuk mereka. Biarkan mereka ambil semua perabotan dan barang dalam tempat tinggal mereka. Termasuk mobil yang mereka pakai. Berikan surat kepemilikan mobil kepada mereka. Oya.. Renata tak perlu kau urus. Hanya dia yang tidak mendapat apa-apa karena bersikeras membenarkan diri. Dia tidak boleh membawa mobil. Dia hanya boleh membawa perabotan dan isi dalam rumah uang juga tidak perlu."
Ruben kasihan juga pada Renata. Yang lain mendapat sejumlah uang sedang dirinya tidak mendapat hak seperti yang lain.
"Kurasa itu tidak adil buat Renata. Sejahat apapun dia tetap saja pernah mengabdi kepadamu selama beberapa tahun ini."
Ezra menatap Ruben berusaha menyelami isi hati adiknya itu. Mengapa Ruben tiba-tiba berubah menjadi baik hati pada selama ini sangat membenci Renata.
"Kau mau nikahi dia? Dia cocok buat kamu dan lagi kamu akan mendapat bonus seorang bayi di dalam perut Renata."
Ruben meringis mendengar penawaran Ezra yang tak masuk akal. Siapa lagi yang tertarik pada wanita yang sedang hamil dan usianya di atas Ruben pula.
__ADS_1
"Aku cuma kasihan. Di luar masih banyak wanita lain siap lahirkan anak aku. Kalau memang Renata sudah tidak dapat ditolong ya apa boleh buat. Kita ikuti aturan. Cuma aku mau ingatkan semua surat mobil berada di tangan isterimu yang nakal. Apa gampang dapat ijin darinya keluarkan beberapa buah BPKB mobil?"
Ezra termenung membenarkan kata-kata Ruben. Adeeva orangnya pelit dan hitungan. Apa dia rela berikan semua fasilitas kepada rivalnya selama ini.