Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Ke pesta


__ADS_3

Tamu-tamu Akbar sudah duduk rapi jali di ruang tamu yang sangat luas. Si Nunik duduk dekat-dekat dengan si bule lokal isyaratkan dia tertarik pada laki itu. Rencana mau cari tahu tentang Akbar malah kepincut orang lain. Herannya Akbar tidak begitu peduli tingkah Nunik sedikit over itu. Akbar adem ayem tak masalah calon bininya pecicilan sama laki lain.


Adeeva pilih tempat paling sudut tak mau menarik perhatian orang. Cewek ini tak tahu kelakuan ini justru menarik perhatian. Adeeva beri kesan menarik diri dari pergaulan.


Seorang pembantu keluar dari dapur berbisik pada ibunya Akbar. Ntah apa yang dibisikan oleh pembantu itu. Ibunya Akbar hanya mangguk-manggut memahami apa yang dikatakan oleh pembantu itu. Selesai bicara pembantu itu langsung masuk ke dalam dengan gaya khas orang Jawa yang penuh dengan kesopanan.


"Ayo kita ke ruang makan! Makanan sudah dihidangkan." ajak ibu Akbar ramah pada tamu anaknya.


Yang paling duluan jalan adalah Adeeva. Cewek ini sudah tak sabar ingin beri umpan pada komunitas pendemo aktif dalam perutnya. Dari tadi sudah bikin masalah obral abrik isi perut Adeeva. Adeeva tak perlu jaga image di depan Krisna maupun Akbar. Toh baik buruk Adeeva tak ada hubungan dengan kedua orang itu.


Adeeva duduk diapit oleh Supono dan Nunik. Samping Nunik ada Krisna. Akbar dan kedua pengawal Krisna duduk seberangan dengan Adeeva cs. Ujung kiri kanan kosong karena ibunya Akbar tidak ikutan makan siang bersama para anak muda. Wanita itu pilih masuk ke dalam ditemani oleh Art.


Hidangan di meja cukup enak. Tidak banyak mengandung daging namun sangat lezat. Adeeva suka menu di rumah Akbar. Banyak sayuran diolah dengan baik jadi lauk pas di lidah.


"Oya...di sini secara resmi kuundang kalian hadiri pesta adik saya! Semua wajib datang lho!" Krisna meletakkan sendok garpu mengedarkan mata pada semua yang berada di meja makan.


Nunik paling antusias ingat mau ke pesta orang kaya yang setara dengan kekayaan keluarga mereka. Adeeva cuek bebek tak ingin muncul di umum. Ini akan bahayakan posisinya dari incaran Ezra. Laki itu pasti punya link sesama orang tajir. Dengan mudah Ezra temukan Adeeva bila muncul di pesta Krisna. Adeeva belum gila pamer dia di mana.


Biar si paus keringatan cari dia. Jika perlu kembali ke habitatnya di laut lepas jumpa Puteri duyung siap dipoligami sampai puluhan ekor.


"Kami pasti datang. Kita bisa tukeran kontak Mas Krisna." Nunik mengeluarkan ponsel ingin simpan kontak Krisna.


Adeeva tutup kuping pada obrolan yang lain. Yang penting sekarang punya mata dan lidah untuk lihat dan rasakan makanan di meja.


Ok nona manis! Aku akan datang jemput kalian. Kalian bersiap hati Sabtu ini. Helikopter akan datang jemput kalian." ujar Krisna ntah mau pamer kekayaan atau memang baik hati jemput tamu untuk hadiri pesta adiknya.


"Ok...kami harus cari pakaian dulu! Soalnya kami datang liburan tanpa bawa gaun." Nunik makin perlihatkan semangat untuk menjadi tamu di pesta Krisna. Lain dengan Adeeva yang bungkam 1000 bahasa sudah pastikan diri tidak akan hadir.


Acara ramah tamah berakhir. Krisna akhiri kunjungan ke Peternakan Akbar kembali ke kota di mana dia berasal. Adeeva dan Nunik hanya antar sampai depan pintu sedangkan Akbar antar Krisna ke peternakan karena helikopter Krisna terparkir di sana. Akbar harus perlihatkan sikap tuan rumah yang baik. Apalagi Krisna adalah pelanggan tetap Akbar.


Adeeva dan Nunik tak tahu harus ngapain lagi sepergi Krisna. Mereka tak punya kesibukan selain main, makan dan tidur.


Nunik menghempas diri ke sofa di rumah Akbar senang jumpa cowok bernilai plus. Sudah ganteng tajir lagi. Cocok untuk dijadikan imam masa depan. Adeeva tak ada kesan apapun pada Krisna selain dia pelanggan baik mau paham kesusahan orang lain.


"Hei Poni...kau datang ke pesta Krisna?" tanya Nunik melirik temannya yang kutak Katik ponsel.


"Ngak...kau saja pergi dengan Akbar! Aku jaga di sini saja! Kasihan ibu Akbar tak ada yang temani."


"Yakin tak mau datang?"


"Emang kenapa aku tak datang? Lhu takut jumpa orang-orang kaya? Bokap lhu kan sudah sering pesta ginian. Masak anaknya kuper."


"Aku tak berani berada di antara orang asing. Suka nervous..."


"Ya jangan datang! Ingat tujuan lhu datang sini. Kejar sapi bukan ikan hiu."

__ADS_1


"Kok rasanya aneh asyik kejar binatang! Di otak lhu manusia ini sudah setara dengan hewan?"


"Mungkin...eh lihat ini! Sonya bikin cerita lagi! Dia matian katakan dia itu isteri ikan paus. Mereka sangat cocok. Duanya manusia limbah." Adeeva tertawa sinis Sonya masih berani bicara di akunnya kalau dia ini istri Ezra. Adeeva tak perlu sibuk klarifikasi bahwa ada isteri Ezra. Biarlah Adeeva bermain lebih kejam pada Sonya dan Ezra. Ini moments tepat posting rekaman pembicaraan antara Sonya dan Ezra. Di situ Sonya ejek produser filmnya sebagai lelaki loyo.


Adeeva tak sabar menunggu reaksi netizen atas rekaman pembicaraan dua insan tak bermoral itu. Ini waktu tepat posting rekaman karena di situ Sonya baru saja rilis bahwa dia memang isteri Ezra. Isteri siri.


Dengan kejam Adeeva posting semua adegan tak senonoh Sonya dengan beberapa cowok serta rekaman pembicaraan Sonya hina produsernya sebagai lelaki loyo.


Nunik tak tahu Adeeva sedang apa. Yang dia tahu Adeeva sedang main ponsel.


Tak sampai satu jam akun Sonya dibanjiri cacian akibat posting video tak senonoh lagi. Dulu video dengan Ezra kini ganti video dengan lelaki lain. Baru saja ngaku isteri Ezra kini posting video sedang ML dengan laki lain.


Sonya pasti sedang nangis darah tak sangka ada orang menyerangnya lagi. Adeeva senang bukan main bayangkan wajah kedua manusia setan itu berkerut-kerut tebak siapa hacker iseng ganggu ranah pribadi Ezra dan Sonya.


Kita ke Ezra yang seperti kebakaran jenggot Sonya rilis pengakuan sebagai isterinya kedua kali. Satu kali saja dia hilang jejak Poni, gimana yang kedua kali ini. Poni pasti sudah kabur ke lubang semut. Gimana mau cari isteri bungsunya itu.


Seperti biasa Ruben jadi sasaran amarah Ezra. Orang lain berbuat dia yang jadi papan sasaran panah amarah Ezra.


Ezra banting barang-barang di atas meja kerjanya sampai hancur berkeping. Pernah pernik di atas meja jadi korban pelampiasan amarah Ezra. Kali ini Sonya sudah keterlaluan pancing emosi Ezra. Baru ngaku isteri siri Ezra lalu posting kebejatan bersama cowok lain. Sudah gila apa ini perempuan.


Ruben tak berani berkutik biarkan bosnya ngamuk sepuasnya. Ezra pantas marah. Poninya belum ketemu sekarang Sonya posting lagi hal pancing emosi orang. Ruben rasa Sonya punya nyawa rangkap berani cari masalah dengan Ezra.


"Buat konferensi pers! Aku harus tampil bicara ke umum kalau wanita itu numpang tenar atas namaku!"


"Aku tak mau dikaitkan dengan wanita itu lagi. Kau tahu apa pemikiran Poni? Kurasa segala macam demit ditujukan padaku. Kita tetap bikin konferensi pers nyatakan isteri sah aku cuma satu yaitu Adeeva Larasati. Yang lain hanya ngaku-ngaku saja." tegas Ezra tak mau bermain cantik terlalu lama. Dia harus tampilkan Adeeva di umum agar orang tahu yang mana isteri Ezra sesungguhnya.


Ruben meringis bayangkan bogem mentah Adeeva. Cewek itu pasti takkan maafkan Ezra berani rilis dia sebagai isteri. Ini pertaruhan hidup mati buat Ezra dan Ruben.


"Kurasa kita diam dulu pak! Kita tunggu reaksi netizen. Kalau bapak tidak dilibatkan lebih baik diam. Orang bisa nilai Sonya bohong." Ruben coba bujuk Ezra bersabar dulu. Ruben tak mau cari persoalan dengan orang macam Adeeva. Orang tak suka tampil di umum. Kalau marah suka hajar orang.


Ezra menenangkan diri berusaha mengendalikan emosi. Ezra tak sempat berpikir untuk Sonya lagi. Mau nyungsep ke selokan ataupun septic tank terserah dia.


Ponsel Ruben berbunyi ada panggilan masuk. Ruben keluarkan ponsel lihat siapa telepon.


"Halo...siapa ini?"


"Pak Ruben...aku ini manager Sonya! Minta tolong bicara pada pak Ezra."


"Maaf pak Ezra sibuk! Bilang sama Sonya jangan main api! Sejak kapan bos kamu nikahi dia? Mau diseret ke meja hijau?" bentak Ruben tak mau basa basi dengan orang tak punya etika.


"Sonya tak punya pilihan lain untuk selamatkan karirnya. Semua posting bukan Sonya yang kirim. Ada orang tak suka pada Sonya maka posting yang bukan-bukan."


"Tapi ngaku isteri pak Ezra itu postingan dia bukan? Maaf ya! Bilang sama Sonya pak Ezra tak mau ikutan gila nama macam dia! Jangan coba kaitkan bos kami dengan Sonya lagi!"


"Aduh pak Ruben! Video yang dirilis itu bukan Sonya. Kamu pikir dia gila mau buka aib sendiri?"

__ADS_1


"Itu urusan dia! Cari tenar kok korban orang lain. Pak Ezra tak mau tahu soal Sonya lagi. Sonya telah buat nama pak Ezra jadi cacat. Maaf!" Ruben tutup ponsel tak mau lanjutkan obrolan bikin naik darah saja.


Ezra menghela nafas. Nafsu memang racun yang mematikan bagi semua orang. Gara ingin cicipi tubuh molek bintang film top akhirnya dia nyungsep.


Kebahagiaan yang baru terbangun antara dia dan Adeeva raib gara ulah Ezra sendiri. Mau teriak menyesal juga tak ada guna. Semua telah terpapang jelas Ezra serong dari para isteri.


Di peternakan Akbar sibuk urus pengiriman sapi jumbo pesanan Krisna untuk pesta adiknya. Adeeva dan Nunik tak bisa bantu apa-apa melihat dua ekor sapi jumbo dinaikkan ke dalam truk tronton angkut kedua sapi untuk disembelih.


Sejujurnya Adeeva sangat bersedih melihat mata kedua sapi yang agak sayu. Kedua sapi itu seperti telah mendapat firasat bahwa mereka akan dikorbankan untuk memenuhi isi perut manusia. Ini yang dinamakan mata rantai makanan. Kedua sapi itu hidup untuk dikorbankan kepuasan manusia.


Adeeva berdiri dari jauh tak sanggup melihat kepergian kedua sapi itu. Nyawa mereka tinggal menghitung waktu. Sesampai di tempat tujuan akan segera disembelih untuk menjamu para tamu.


"Sedih gue lihat mereka. Beberapa hari lihat mereka rasanya sudah seperti sahabat. Gue tak tega." kata Nunik melankolis mau tunjukkan simpatik pada kedua sapi itu.


"Lhu jangan makan daging kalau ke pesta Krisna. Itu daging sahabat lhu! Makan saja sayur bening." ujar Adeeva tanggapi kesedihan Nunik.


Nunik angguk-angguk patuh pada Adeeva. Perkataan Adeeva menyentuh hati Nunik. Gadis ini balik badan memeluk Adeeva dengan lebay seperti ditinggal mati pacar tercinta. Adeeva tak tahu itu hanya akting Nunik sekedar ungkap rasa iba. Di dalam lubuk hati Adeeva juga sedih melihat kedua sapi itu dibawa jauh untuk dikorbankan. Apa mereka punya daya melawan takdir yang sudah tertulis begitu.


"Beginilah hidup Nik! Tetap ada yang harus dikorbankan. Maka itu kita harus kuat agar jangan jadi mangsa mereka yang kuat." Adeeva menepuk punggung Nunik ingatkan gadis itu agar lebih kuat lagi hadapi badai kehidupan.


"Kau benar! Kita tak boleh tunduk pada kekuasaan orang lain. Aku kok tiba-tiba rindu pada nyokap. Setelah hadiri pesta Krisna kita balik ke kota ya! Kau juga tak mungkin sembunyi selamanya dari ikan paus. Kau harus tampil berani lawan dia."


"Abah sudah layangkan gugatan cerai. Semoga aku berhasil keluar dari kehidupan kacau Ezra. Dari awal tak seharusnya aku masuk ke dalam hidup laki brengsek itu."


"Kita doakan saja! Apapun terjadi aku dukung kamu."


Adeeva tersenyum manis dapat dukungan Nunik. Punya teman ikut menanggung beban hati akan lebih ringan. Nunik tak perlu turut campur cukup beri dorongan moral Adeeva sudah puas.


Meloncat ke pesta Krisna. Krisna datang sendiri jemput kedua cewek ini untuk ikut pesta. Krisna datang pagi walaupun pestanya malam.


Nunik tentu bahagia dijemput pangeran pujaan. Bayangan jadi ratu pesta sudah terbayang di pelupuk mata Nunik. Nunik puji insting Krisna ajak mereka datang lebih awal. Dengan demikian dia bisa beli pakaian dan masuk salon permak diri jadi ratu pesta.


Adeeva adem ayem tak ada niat datang ke pesta Krisna. Adeeva bukan orang tak punya wawasan pergaulan orang kaya. Ezra tentu tak mungkin muncul di tengah badai gosip menerpanya. Adeeva takut Ruben akan muncul wakili Ezra ke pesta.


Krisna mengernyit alis lihat Adeeva masih santai duduk main ponsel sementara Nunik sudah siap dengan koper siap bergabung dengan. kalangan elite.


"Nona Adeeva tidak ikut?" tanya Krisna tak sabar lihat Adeeva tidak peduli rencana Akbar dan Nunik ke pesta.


Adeeva menurunkan ponsel ke pangkuan lantas geleng kepala kiri kanan.


"Aku jaga rumah saja! Kalian pergilah bersenang-senang!"


"Tapi aku sudah pesan pakaian untuk kalian berdua. Ayoklah nona! Beri aku muka sekali saja!" pinta Krisna sedikit memaksa.


"Mas Krisna benar! Ayo ikut! Kita kan pesta di Semarang. Jauh dari ikan paus!" Nunik ikut bujuk Adeeva mau pergi.

__ADS_1


__ADS_2