
Ezra tidak anggap panggilan dari pengadilan agama sebagai suatu ancaman. Dia punya kuasa bisa menyulap semuanya menjadi aman. Yang penting sekarang adalah menemukan Poni dan bawa dia pulang ke sampingnya. Ezra tak mau tahu lagi harus ambil resiko kalau mau si Poni kembali ke sampingnya.
Ruben hanya bisa mengeluh di dalam hati kasihan pada si poni yang tertekan terus oleh kelakuan Ezra. Sejujurnya Ruben lebih senang Adeeva hidup bebas seperti dulu. Dunia Adeeva begitu ceria tanpa trik jahat seperti berada di lingkungan Ezra yang tak sehat.
"Baik pak! Segera laksanakan!" Ruben hanya bisa pasrah mengikuti semua perintah bosnya itu.
Akbar cs dijemput oleh mobil mewah menuju ke pesta adik Krisna di balairung yang telah dirancang demikian mewah khusus untuk pesta orang kaya. Dekorasi pelaminan di dominasi warna biru muda. Pencinta biru sejati. Seluruh ruangan di dekor nuansa biru bikin sejuk mata. Dari pelaminan hingga ke kursi meja di warnai warna biru.
Adeeva cs disambut langsung oleh Krisna yang memang sudah menanti kehadiran Adeeva. Dua gadis cantik penuh pesona melangkah anggun lewati para tamu lain mengundang kerlingan mata. Terutama Adeeva dalam balutan busana hitam. Warna yang menyolok di antara warna warni busana tamu lain.
Krisna mengulurkan tangan ingin menggandeng Adeeva namun Nunik dengan cepat menyambar uluran tangan Krisna. Nunik tak boleh kendor memberi kesempatan pada Krisna untuk mengenal Adeeva lebih jauh. Nunik tidak bisa menolak kalau Adeeva jauh lebih mempesona daripada dirinya. Semua pamor telah di rebut oleh Adeeva.
Adeeva tampil elegan tanpa make up berlebihan. Setiap orang yang melirik Adeeva pasti akan kagum pada leher jenjang putih tanpa perhiasan serta kaki yang indah. Siapa berani katakan Adeeva tidak menarik?
Krisna terpaksa menggandeng Nunik diiringi Adeeva dan Akbar berjalan berdampingan. Supono ikut dari samping melirik kiri kanan melihat-lihat suasana pesta yang sangat meriah.
Krisna membawa kelompok Nunik ke ruang tengah penuh makanan terhidang di meja. Setiap tamu berhak memilih makanan sesuai keinginan sendiri. Untuk istilah kerennya pesta ala prasmanan. Semua makanan di susun berjejer meja panjang dengan aneka menu. Terserah tamu mau pilih yang mana.
"Wah makan enak!" gurau Adeeva halau rasa canggung berada di antara orang tajir. Pergaulan Adeeva kalangan menengah ke bawah beda dengan Nunik yang memang berasal dari kalangan atas.
Banyak cowok melirik Adeeva penasaran siapa gadis cantik ini. Mengapa tak pernah tampak di pesta-pesta sebelumnya. Adeeva cuek bebek tak peduli berpuluh pasang mata menghujam ke tubuhnya. Nunik lengket dengan Krisna seakan proklamasi Krisna itu miliknya. Adeeva tak ambil pusing apa yang mau disampaikan oleh Nunik. Itu bukan urusan Adeeva.
Cewek ini memilih cari makanan sesuai selera. Di sini Adeeva ajak Supono bergerilya cari makanan sesuai selera lidahnya.
Supono dengan senang hati jadi pasangan Adeeva di pesta ini. Bisa menggandeng ratu pesta merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi Supono. Laki ini yakin lelaki lain iri padanya.
"Ssttt...ini ada udang goreng tepung enak banget!" Supono menunjuk kepala udang menyembul di antara tubuhnya terbalut tepung panir.
"Wah matamu sangat awas tahu mana yang enak! Ayo kita sikat!" Adeeva menjulurkan tangan mengambil makanan rekomendasi Supono. Adeeva mengisi piringnya dengan beberapa macam makanan lain supaya tak usah bolak balik ambil makanan. Malu juga dipelototi pelayan yang berdiri tak jauh dari meja hidangan. Mereka berjaga kalau ada makanan yang berkurang harus segera di Refill.
Adeeva sibuk memilih makanan sampai tidak melihat ke sekeliling. Cewek ini tidak tahu kalau ada seseorang tinggi besar berdiri di belakangnya. Sosok itu menanti momen tepat untuk melakukan sesuatu pada Adeeva.
Adeeva masih mengira kalau yang berada di belakangnya adalah Supono yang ikutan mencari makanan lezat. Suasana pesta sangat semarak siapa peduli orang lain. Masing-masing cari kesibukan sendiri. Ada yang ngobrol sekedar menambah keakraban, ada yang caper, dan tak luput berbisnis di pesta sesama pebisnis.
Adeeva tertegun tatkala ada sepasang tangan kokoh memeluknya dari belakang. Adeeva tidak beri reaksi karena tangannya memegang piring sarat dengan makanan. Kalau bukan berada di pesta Adeeva pasti akan hajar orang itu sampai tak berbentuk.
"Kau ke mana saja selama ini nyonya Dilangit?" terdengar bisikan halus di samping kuping Adeeva.
Aliran darah Adeeva langsung berhenti. Semuanya membeku mendengar suara familiar yang telah menoreh amarah pada dadanya.
Supono menjauhi sadar ada sesuatu antara Adeeva dan laki yang baru datang. Lebih baik menghindar sebelum ikut terlibat hal bukan urusannya.
__ADS_1
Berpuluh pasang mata menonton adegan mesra ini. Bos Dilangit yang sombong memeluk seorang cewek muda di pesta. Padahal Ezra baru saja terlibat skandal dengan Sonya. Itupun belum reda dan kini Ezra buat hal lebih ekstrim memeluk cewek yang baru saja menyita puluhan pasang mata para pria.
"Lepaskan aku atau aku akan hajar kamu!" geram Adeeva berusaha melepaskan diri dari pelukan Ezra.
Ezra bukannya melepaskan malah pererat pelukan tak ijin Adeeva bergerak ke kemanapun. Ezra sudah ambil keputusan akan umumkan siapa adanya Adeeva agar seluruh dunia tahu bahwa Adeeva adalah istrinya.
"Hajar saja biar pestanya berantakan. Aku sudah siap kau hukum."
Adeeva meletakkan piring di meja lalu melawan berusaha lolos dari pelukan Ezra. Adeeva tak berani berbuat terlalu kasar karena akan merusak pesta orang. Adeeva bukan orang yang tidak beradab tak tahu ini pesta mulia sepasang insan menuju ke keluarga sakinah.
Nunik bukannya tak melihat Ezra berhasil menemukan Adeeva. Adeeva sengaja bersembunyi dari laki itu Nunik malah bantu Ezra temukan Adeeva. Coba kalau Adeeva tidak datang ke pesta maka cewek ini masih aman di peternakan Akbar.
"Gila..." desis Nunik menyesal telah memaksa adeva datang ke pesta ini.
Krisna yang berada di samping Nunik mendengar dengan jelas desisan gadis ini. Krisna sama sekali tidak tahu apa status Adeeva buat Ezra. Krisna mengenal Ezra dengan baik tapi tidak mengetahui kalau cewek yang dia kagumi itu adalah istri sah dari lelaki kayak itu.
"Ada apa Nunik? Ezra ganggu sahabatmu?" Krisna melepaskan pertanyaan karena kurang suka Ezra berbuat semena-mena pada Adeeva.
"Adeeva ingin menghindari lelaki itu. Aku tak menyangka kalau Ezra akan datang ke sini. Ezra itu tergila-gila pada Adeeva. Tapi Adeeva tidak suka kepadanya." sahut Nunik tanpa bongkar hubungan Ezra dan Adeeva sesungguhnya.
Krisna meninggalkan Nunik berjalan ke tempat Adeeva dan Ezra berada. Krisna kurang suka pada cara Ezra perlakukan Adeeva. Kalau ceweknya tidak suka Ezra tidak boleh memaksa. Ini telah menyalahi aturan main mendekati cewek. Ezra boleh kaya permainkan semua cewek di dunia ini tapi tak boleh memaksa. Nunik ingin menahan Krisna namun sayang Krisna sudah duluan tiba di hadapan Adeeva dan Ezra.
Awak media yang haus berita tidak tinggal diam segera abadikan momen yang sangat langka ini. dua pria dengan nama cukup besar di kalangan pebisnis memperebutkan seorang cewek cantik berpakaian hitam.
"Terima kasih sudah datang ke undangan kami pak Ezra! Mari kita ngobrol di tempat lain. Biarkan tamu aku nikmati hidangan!" ujar Krisna masih berusaha sopan hargai Ezra sebagai tamu.
"Diundang aku pasti datang. Sekalian jemput nyonya Dilangit!" sahut Ezra kalem kini mengubah posisi merangkul pundak Adeeva.
Krisna besarkan mata tak percaya Ezra katakan jemput nyonya Dilangit artinya jemput isterinya. Siapa istrinya? Selama ini berita Ezra punya banyak simpanan wanita tapi tak satupun dia ekspos sebagai isteri sah.
"Maksud pak Ezra?"
"Tanya saja pada wanita ini siapa dia?" Ezra balik tanya dengan gaya santai seakan Adeeva memang miliknya. Krisna menatap Adeeva tak percaya kalau gadis ini punya hubungan khusus dengan lelaki yang punya lusinan simpanan.
"Adeeva?" Krisna pindah mata ke wajah Adeeva yang murung.
Tamat sudah reputasi Adeeva di muka umum. Apa kata orang bila tahu dia adalah salah satu isteri simpanan Ezra. Orang tak mau tahu di balik cerita semua ini. Orang hanya menilai dari apa yang dilihat. Yang dilihat itulah fakta.
"Jangan dengar omongan orang gila ini!" Adeeva menepis tangan Ezra dari pundaknya dengan kasar. Ezra sendiri tertegun lihat betapa kasarnya Adeeva pada dirinya. Ezra pikir setelah jumpa Adeeva akan luluh. Dugaan Ezra jauh dari angan.
Adeeva beranjak pergi tinggalkan Ezra dan Krisna di dekat meja hidangan. Adeeva pilih pergi sebelum merusak pesta orang.
__ADS_1
"Adeeva Larasati Dilangit kau mau ke mana?" seru Ezra kuat agar di dengar orang lain. Ezra tak punya pilihan lain selain berbuat ekstrim agar semua orang mengenal Adeeva.
Semua mata memandangi Adeeva yang terhenti langkah. Seluruh badan Adeeva terasa gatal akibat ulah Ezra pamer dia di muka umum. Kalau bumi bisa dibuka rasanya Adeeva ingin amblas ke dalam perut bumi biar tak muncul lagi.
Para pemburu berita heboh akhirnya Ezra akui seorang cewek sebagai isteri di muka umum. Perhatian orang tidak tertuju pada pengantin lagi melainkan pada Adeeva dan Ezra. Semua penasaran siapa sesungguhnya cewek yang bikin Ezra jungkir balik di depan umum.
Adeeva melirik Krisna sekilas meminta maaf telah buat kacau pesta. Adeeva merasa sangat bersalah telah tampil sebagai pusat perhatian kalahkan pengantin. Sejak awal dia tak boleh muncul maka tak ada kekacauan ini.
"Pak Krisna aku minta maaf ya! Aku pulang duluan." Adeeva menguasai diri tak menoleh pada Ezra. Adeeva harus tegar tak boleh goyah walau Ezra telah umumkan siapa dia.
"Aku antar kamu ya!" Krisna juga tak peduli pada Ezra yang tampak marah diabaikan Adeeva. Kini semua orang tahu siapa dia tapi Adeeva masih masa bodoh dengan statusnya saat ini.
"Tidak perlu pak...Aku bisa sendiri! Terima kasih..." Adeeva tegakkan badan menerobos kerumunan orang yang penasaran pada cerita lain di pesta ini. Ezra tidak tinggal diam segera merangkul Adeeva dari samping membawanya keluar dari ruang pesta.
Krisna terbengong kalah cepat dari Ezra. Beberapa pemburu berita mengikuti langkah Ezra dan Adeeva menuju ke parkiran mobil. Ezra memegang tangan Adeeva erat-erat tak beri kesempatan cewek ini kabur lagi.
Ezra memaksa Adeeva ikut masuk ke dalam mobil supaya hindari kejaran para wartawan yang ingin mengorek cerita dari kedua insan ini.
"Pak...sebentar! Kami ingin konfirmasi kalau nona ini memang isteri bapak. Bukankah nona Sonya sudah klaim dia adalah isteri bapak?" seorang wartawan cewek menahan Ezra sebelum masuk ke dalam mobil.
"Isteri aku cuma satu yakni Adeeva. Yang lain ngaku-ngaku cari sensasi. Kalau ada yang ngaku isteri aku maka aku akan tuntut dia ke hukum. Gara-gara pengakuan perempuan kurang waras hubunganku dengan isteri aku jadi kacau." tegas Ezra beratkan suara agar para wartawan berita hal benar.
"Lalu video hot bapak dengan Sonya?"
"Kuakui sebelum menikah dengan Adeeva aku punya hubungan khusus dengan bintang film itu. Tapi sejak aku menikah kami putus. Itu cuma orang mau cari sensasi dongkrak popularitas. Ingat! Isteri aku cuma satu yaitu Adeeva. Lain tidak." tegas Ezra lalu buka pintu mobil masuk ke dalam. Laki ini mengangguk pada Wartawan lalu melakukan mobil menembus kegelapan malam.
Ezra dan Adeeva berdiam diri malas buka mulut setelah lalui waktu cukup berat. Ezra lega Adeeva telah berada di sampingnya sedang Adeeva merengut tak suka pergi dengan Ezra. Kalau bukan ingin jaga muka tuan rumah mungkin Adeeva sudah berantem dengan laki ini. Adeeva ingin hajar lelaki ini sampai puas.
AC dalam mobil membantu suasana menjadi lebih mencekam. Keadaan seperti berada di kuburan membawa aura kematian.
Di istana Ezra semua terloncat lihat tayangan live dari akun tertentu. Ezra dengan gamblang akui Adeeva sebagai isteri. Lebih mengejutkan adalah asisten pribadi Ezra yang mereka kenal Poni ternyata adalah Adeeva. Mereka kecolongan oleh gadis muda ini.
Permainan apa sedang dilakoni Ezra dan Adeeva. Yang satu mengakui Adeeva sebagai istri dan satunya lagi kabur-kaburan hindari Ezra yang berstatus suaminya.
Mama Ezra paling marah Ezra menutupi siapa Poni sesungguhnya sehingga mereka ikut terjebak permainan dua manusia aneh ini. Kalaupun Adeeva terbangan ngaku sebagai isteri Ezra toh tak masalah. Mengapa harus ditutupi dari awal. Bu Humaira akan menuntut jawaban dari Ezra tentang Adeeva.
Di kota S Ezra berhasil bawa Adeeva ke hotel tempat Ezra nginap. Ternyata mereka nginap satu hotel cuma beda kamar dan lantai. Ezra tidur di kamar VVIP sedangkan Adeeva dan Nunik hanya nginap di kamar VIP.
Kedua tidak berbicara sama sekali. Ekspresi wajah Adeeva tak bersahabat buat Ezra agak segan pancing amarah Adeeva. Di sini Adeeva bisa brutal hajar Ezra. Di sini tak ada orang akan lihat bagaimana kasarnya Adeeva pada Ezra.
Ezra melepaskan jas meletakkan pakaiannya di atas tempat tidur. Adeeva buang muka tak mau menatap wajah laki bejat itu sekalipun.
__ADS_1