
"Terima kasih atas niat baik Mas Akbar. Kami berdua sudah sering tidur bersama dikontrakkan jadi tidak masalah kami membagi kamar. Izinkan kami beristirahat sebentar Mas Akbar!" ujar Nunik minta pengertian dari Akbar.
Akbar tahu diri segera mengundurkan diri turun ke lantai bawah untuk bergabung dengan Supono dan ibunya. Tidak mungkin dia lama-lama berada bersama dengan kedua gadis yang merupakan calon istrinya.
Akbar turun ke lantai bawah jumpai ibunya yang berharap banyak pada Nunik untuk melanjutkan janji yang telah ditetapkan oleh ibu Akbar dan mamanya Nunik.
Akbar dekati ibunya mendorong wanita itu menuju ke kamarnya untuk istirahat juga. Terlihat jelas Akbar sangat mencintai ibunya. Apapun adanya Akbar tetaplah seorang anak yang sangat berbakti.
"Gimana nak? Kau suka pada Nunik?" tanya ibu Akbar sepanjang jalan menuju ke kamar.
"Asal ibu suka Akbar tak masalah." sahut Akbar lebih fokus pada kursi roda ibunya. Akbar mendorong hati-hati takut terjadi sesuatu pada ibunya.
"Nak...ibu sudah tua! Ibu hanya harap kamu hidup bahagia bersama pilihanmu. Ibu lihat teman Nunik juga cukup lumayan."
"Ibu pikir apa? Itu teman dek Nunik! Datang temani dek Nunik! Dengan tampang begitu Akbar tak percaya tak ada pemiliknya. Ibu tak usah pikir macam-macam deh! Akbar mau antar Supono dulu! Nanti kita ngobrol lagi ya!" Akbar mendorong kursi roda ibunya sampai ke dalam kamar. Dengan sigap anak ini bantu ibunya naik ke ranjang. Dengan gampang Akbar membopong ibunya naik ke ranjang.
Dengan bentuk tubuhnya yang gagah perkasa mudah saja dia mengangkat ibunya.
"Cepat balik ya nak! Adik kamu mana? Kok belum tampak dari tadi?"
"Kayaknya pergi main bersama teman sekolah. Nanti aku telepon cari dia! Ibu tunggu saja! Akbar pergi dulu ya!" Akbar meraih tangan ibunya menciumi tangan keriput itu. Ibu Akbar selalu bangga pada anaknya ini. Anak Soleh patuh pada orang tua.
Akbar tinggalkan ibunya setelah yakin ibunya dalam keadaan baik-baik saja. Akbar tak mengizinkan siapapun menyakiti ibunya yang dianggap sebagai malaikat. Ibunya telah susah payah membesarkan Akbar bersama adiknya hingga dewasa. Kini saatnya Akbar yang membayar semua budi jasa ibunya yang tak habis-habisnya.
Akbar tinggalkan istana di tengah padang rumput mengantar Supono pulang ke rumahnya. Jarak rumah Supono dan Akbar tidak terlalu jauh cuma lewati satu jembatan besi. Rumah Supono juga lumayan untuk ukuran orang desa. Tampaknya keluarga Supono juga terpandang di desa ini. Cuma sayang laki itu punya kelainan jiwa. Tubuh Rambo mental hello Kitty.
Akbar menurunkan Supono persis di depan rumahnya. Supono tersenyum manis tak ubah senyum untuk kekasih tersayang. Coba kalau dilihat oleh Adeeva dan Nunik! Jamin akan tendang pantat Supono agar sadar dia itu cowok. Tak pantas bergaya bak tuan putri dari kerajaan ntah berantah.
"Kau pulanglah! Di rumah ada tamu lho!"
"Iya...besok kujemput kamu untuk lihat sapi di peternakan! Kita ajak dua cewek itu!"
"Apa mereka mau kumpul dengan sapi?"
"Mau dong! Tampak mereka bukan anak mami kok! Kau jangan pergi lagi ya! Main di rumah saja!" kata Akbar terdengar perhatian pada Supono.
"Iya...aku juga ada sedikit kerja! Hati-hati di jalan!"
Akbar tertawa dengar nasehat Supono. Bawa mobil dari tempat Supono ke tempat Akbar tak butuh waktu lima menit. Kalau malas bawa mobil jalan kaki juga sudah sampai.
Akbar hanya melambai meninggalkan Supono termangu melihat mobil Akbar pergi meninggalkan bau asap kenderaan. Supono tahu waktu Akbar akan terbagi pada kedua cewek yang baru datang dari kota. Teman baik Supono akan berkurang satu untuk sementara ini.
Kembali ke kota di mana Ezra sedang uring-uringan kehilangan kuda poni sangat berarti baginya. Sampai sekarang Adeeva tak ada kabar. Mata-mata Ezra sudah tersebar di kota tapi belum temukan jejak cewek bengal itu. Ezra tak sangka hanya satu skandal bikin Adeeva kabur seribu langkah.
Ezra sudah terbiasa main perempuan dan selama ini aman-aman saja maka seenaknya dia melakukan hal yang sama lagi. Para selir di istana mana mau tahu dengan siapa Ezra berhubungan yang penting setoran tidak kurang. Jumpa selir urakan tak beri kesempatan Ezra berdalih kontan kabur.
__ADS_1
Ruben kaget karena di medsos muncul berita menyudutkan Ezra abaikan Sonya bahkan hujat Ezra sebagai penjahat wanita. Sonya klarifikasi hubungannya dengan Ezra nyatakan bahwa dia adalah salah satu isteri simpanan Ezra. Hubungannya dengan Ezra sah tidak melanggar etika. Satu pembelaan yang jempolan. Kalau Sonya isteri Ezra maka video mesum mereka tidak melanggar hukum cuma melanggar IT posting video tak senonoh.
Ruben segera beritahu Ezra sebelum cerita ini berlanjut buat nama Ezra makin busuk di masyarakat. Caci maki telah bermunculan menghujat Ezra yang dianggap terlalu bejat. Tidak cukup dengan 6 istri bahkan menyimpan seorang wanita yang merupakan bintang idola seluruh masyarakat.
Ezra tersentak mendapatkan kabar dari Ruben. Mimpi 1000 kali Ezra tidak menyangka Sonya berani mengeluarkan pernyataan yang menyesatkan semua orang. Publik pasti ber opini bahwa Ezra adalah seorang lelaki paling bejat di sedunia.
"Gila..." rutuk Ezra di tempat persembunyian di villa.
Sonya sedang gali lubang kuburan sendiri hendak bunuh diri sebar berita bohong ini. Ezra mana tinggal diam dituduh telah menikahi wanita itu. Sonya tak pantas dinikahi, hanya pantas jadi pelampiasan nafsu.
Ezra segera minta Ruben redam berita ini dan klarifikasi kalau hubungan dengan Sonya hanyalah pemakai jasa seorang wanita penjaja cinta. Ezra siap hancur untuk ungkap kebenaran. Dia lelaki dan punya power. Paling dikatain sebulan lalu berita akan hilang sedang Sonya seumur hidup tak bisa tampil ke publik lagi.
Adeeva dan Nunik tak kalah kaget pernyataan Sonya di publik ngaku isteri Ezra. Sungguh wanita yang sangat menyedihkan. Sonya sudah terlalu lama berada di puncak sehingga lupa akan bumi diinjak. Adeeva akan membantunya kembali terbanting sampai ke dalam perut bumi.
Adeeva terpaksa bongkar kebusukan Sonya dengan posting wanita itu bersama sejumlah lelaki termasuk foto vulgar Sonya bersama beberapa pengusaha dan produser film. Foto bersama Ezra juga di situ. Dihitung-hitung ada sepuluh lelaki tajir gunakan jasa Sonya di ranjang sebagai pemuas nafsu. Di situ Adeeva tambahkan caption isteri semua pengusaha kaya. Semua foto ini muncul dari akun Sonya sendiri.
Sonya seakan sedang gunakan tangan sendiri tampar muka sendiri. Baru saja rilis pernyataan dia isteri Ezra kini muncul postingan tak kalah heboh. Masyarakat yang barusan hujat Ezra kini berbalik hujat Sonya wanita tak tahu malu ngaku-ngaku isteri pengusaha. Tidak tanggung-tanggung isteri dari semua pengusaha kaya.
Sonya dan timnya tak kalah kaget kenapa tiba-tiba muncul berita dari akun pribadinya berita kalau dia ngaku isteri dari para orang kaya lengkap foto kemesraan dengan para orang kaya. Orang yang fotonya bersama Sonya siap-siap digugat cerai oleh para bini. Jagat media dihebohkan oleh perbuatan Sonya permainkan emosi netizen. Caci maki auto muncul di akun Sonya. Kalimat yang muncul berupa kata kasar tak sopan sampai Sonya tutup kolom komentar.
Ruben dan Ezra juga heran mengapa tiba-tiba Sonya berubah haluan serang diri sendiri. Mungkin wanita itu stress berat sampai tak tahu sedang melakukan hal apa.
Ruben segera datang ke villa temui Ezra diskusi masalah ini. Ruben rasa sudah saatnya Ezra tampil ke muka umum jernih masalah agar orang tidak memandang rendah pada Ezra. Ini juga akan berimbas pada nama baik perusahaan. Klien dan rekanan perusahaan bisa saja batalkan semua kontrak bila nama Ezra terusan dihubungkan dengan Sonya yang sekarang betulan tamat. Ekstra part tak manis.
Ezra belum tidur sewaktu Ruben tiba di tempat Ezra. Ruben kasihan juga lihat kondisi bos yang biasa gagah perkasa kini kuyu akibat pemberitaan tak seimbang.
Kadang Ruben kesal juga pada Ezra yang tidak menghargai wanita. Anak gadis sebaik Adeeva dipermainkan bulat-bulat sebagai boneka penghias. Dan Ezra ketemu batu jumpa wanita yang tidak mau dijajah oleh materi Ezra. Dan orang itu Adeeva.
Ruben langsung temui Ezra di ruang tamu. Lelaki itu duduk termenung menyesali semua yang telah terjadi. Ezra menyesal telah mengikuti hawa nafsu umbar syahwat dengan Sonya.
"Bang..." panggil Ruben hati-hati mengingat kondisi Ezra yang tidak bagus.
"Duduklah! Apa mau Sonya?"
Ruben duduk seberangan dengan Ezra sambil teliti rona wajah Ezra yang agak pucat.
"Sudah makan bang?" Ruben tinggalkan panggilan pak karena sekarang mereka kakak adik. Tidak dalam suasana resmi di kantor.
"Tadi sudah..pihak Sonya sudah hubung kamu?"
"Belum...aku curiga ada orang di balik layar. Tak mungkin Sonya berani main api setelah mengaku isteri abang. Kini ngaku istri daripada semua pengusaha kaya. Bukankah dia sedang meloncat ke dalam jurang?"
"Pendapat kamu?"
"Kurasa ada orang dalam Sonya dendam pada Sonya maka menyebar semua ini. Tidak mungkin orang bisa mengambil data pribadi soalnya serta akunnya."
__ADS_1
"Ada satu orang bisa." jawab Ezra teringat pada Adeeva. Hanya cewek itu mampu terobos isi ponsel orang.
"Siapa?" Ruben penasaran siapa punya skill demikian mumpuni mampu terobos akun orang.
"Poni...tapi dia tidak kenal Sonya bahkan belum pernah jumpa. Tak mungkin dia terobos ponsel Sonya tanpa kenal orangnya."
"Kurasa juga bukan. Bukankah si Poni masih menghubungi Abang sewaktu dia berangkat ke kota B. Kalau dia yang lakukan semua itu tak mungkin dia masih beramah tamah. Abang kan tahu sifatnya yang sangat sulit dijinakkan. Dia hilang begitu berita Sonya merebak."
Ezra mengangguk akui perkataan Ruben mengandung kebenaran. Soalnya sebelum kejadian merebak dia duluan minta izin berangkat ke ke kota B bahkan setelah di kota B Masih menghubungi Ezra untuk menanyakan kondisi lelaki itu. Adeeva blokir Ezra begitu skandal mereka merebak seantero tanah air.
"Kau benar. Poni samasekali tidak tahu tentang Sonya. Kurasa ada orang dalam Sonya sedang balas dendam. Semua postingan langsung dari ponsel Sonya. Siapa bisa sentuh benda pribadi Sonya kalau bukan orang dalam. Untuk sementara kita diam dulu melihat reaksi dari masyarakat. Dalam hal ini aku sangat tertolong oleh postingan terakhir ini. Apa sudah dapat kabar orang tua teman Poni?"
"Sudah...produsen makanan dan susu ternama. Mereka cukup tajir dan sekarang sedang keluar negeri. Ada anaknya lelaki seorang polisi."
"Tak bisa hubungi mereka? Soal polisi kita tak usah cari susah dulu. Nanti cerita makin merebak. Kurasa Sonya akan kesandung hukum."
"Iya...Abang pasti dipanggil sebagai saksi untuk semua ini. Kali ini Sonya benaran tamat. Tak ada orang bisa bantu dia lagi kecuali Abang mau akui dia sebagai isteri!"
Ezra melempar pandangan setajam silet ke arah Ruben. Apa belum cukup dipermalukan wanita itu? Masih ingin angkat dia dari lumpur? Nama baik Ezra yang sudah tercoreng makin pudar. Lama-lama habis dimakan gosip.
"Kau gila ya? Perempuan model gitu mau diangkat jadi isteri. Dia hanya tempat buang nafsu. Tak pantas dijadikan ratu rumah. Gimana wanita di istana? Ada reaksi?"
"Farah ada hubungi aku tanya proses tunjangan perceraian. Dia minta rumah di atas milyaran plus isi serta mobil dan sejumlah uang. Aku belum beri jawaban."
"Katakan sepuluh milyar kontan. Rumah beli sendiri beserta isi dalam. Tak ada kompensasi lain. Semua sama."
"Baik...akan kuhubungi Farah jelaskan semuanya. Semoga satu persatu mundur tak bebani kamu lagi. Lalu Poni juga seharga gitu?"
"Dia? Jangan mimpi mau cerai! Sampai kiamat takkan kuceraikan." Ezra mendesah ingat bagaimana kerasnya sifat Adeeva. Sedang di mana cewek yang merampas setengah nyawa Ezra. Sedang bersenang-senang atau bersedih suami kesandung kasus perzinahan.
"Bang...ingat dia punya bukti untuk gugat abang. Pengadilan agama bisa kabulkan gugatan Poni. Dan lagi dia tidak minta harta gono gini. Dia menang banyak."
Ezra tidak terpikir sampai situ kalau Adeeva bisa gugat Ezra karena perzinahan terbuka di publik. Ezra suka atau tidak Adeeva bisa memenangkan gugatan cerai. Wanita muda itu mengantongi bukti yang sangat akurat kalau Ezra tak hormati mahligai rumah tangga.
Ezra menjambak rambut sendiri makin dikuasai rasa penyesalan mendalam. Nikmat sesaat menderita seumur hidup.
Ruben sedih tapi tak bisa membantu. Adeeva sudah cukup memberi toleransi tidak memasalahkan wanita-wanita lain di dalam istana Ezra. tetapi Ezra masih juga bermain dengan wanita lain maka menyulut amarah Adeeva.
"Cari dia sebelum dia ajukan gugatan cerai. Aku akan minta maaf secara terbuka pada Adeeva dan akui dia adalah satu-satunya wanita kucintai."
"Abang pikir dia akan percaya? Kecuali Abang bisa kembalikan ikan asin jadi ikan segar baru Poni akan balik ke Abang."
"Kau pikir lucu? Aku benar telah salah main api."
"Sekarang baru sadar salah. Di mana Abang selama bertahun simpan Sonya? Dia layani semua lelaki demi popularitas dan materi."
__ADS_1