Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Ketahuan


__ADS_3

Adeeva tersenyum manis pada sahabatnya. Adeeva bukan tak sayang pada Nunik tak mau temani gadis itu ikut berpesta. Mood Adeeva sedang buruk karena Sonya asyik pamer dia isteri Ezra. Adeeva kasihan pada isteri Ezra yang lain. Nyata-nyata isteri Ezra tapi tak diekspos, sedang yang jadi piaraan klaim tak henti dia isteri Ezra.


"Aku mau tenang di sini. Kalian pergi bersenang-senang saja. Cepat pulang!" hanya itu yang bisa dikatakan Adeeva.


Krisna sangat kecewa Adeeva tak mau ikut. Laki ini sudah tak sabar mau kenal sifat Adeeva lebih jauh. Adeeva dingin menyentuh perhatian Krisna.


"Ya ampun nona Adeeva! Kau tega biarkan aku sendirian di pesta? Malam ini kami pasti tidak bisa balik sini. Kau senang bila aku nginap sendirian di hotel?" Nunik tak henti merengek agar Adeeva ikut ke pesta.


Adeeva agak goyah dengar Nunik akan sendirian di hotel. Tergerak hati Adeeva untuk lindungi sahabatnya. Adeeva tak bisa bayangkan bila terjadi sesuatu pada sahabat dekatnya itu. Bisa dipenjarakan oleh Satria.


"Baiklah! Aku ikut tapi janji aku tak mau dilibatkan dalam acara apapun. Cukup sebagai tamu sebagaimana yang lain." pinta Adeeva sebelum Krisna dan Nunik tarik dalam lumpur. Adeeva takut menjadi pusat perhatian bila ikutan berada di samping Krisna. Krisna orang top pasti akan terekspos ke media orang di sampingnya. Ini sama saja kasih tahu Ezra di mana dia berada.


"Baik..aku janji! Asal kau mau datang aku sudah senang. Ayok kita siap-siap berangkat! Bawa barang yang perlu saja. Kalian akan nginap di hotel malam ini. Besok baru balik sini. Ok?"


Adeeva mengangguk meninggalkan ruang tamu rumah Akbar. Adeeva masuk ke dalam kamar yang telah disediakan untuk dia dan Nunik mengambil barang yang diperlukan untuk berangkat ke pesta Krisna.


Sejujurnya Akbar lebih senang kalau Adeeva mau tinggal di rumah. Entah mengapa perasaan Akbar mengatakan akan ada sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi bila Adeeva berangkat ikut berpesta.


Tetapi Akbar tidak berhak melarang Adeeva ikut berpesta. tidak butuh waktu lama Adeeva telah bersiap untuk ikut Krisna ke tempat pestanya. Di luar sudah menunggu Supono yang tidak ingin ditinggal menikmati pesta mewah orang-orang tajir.


Maka berangkatlah mereka dengan helikopter yang telah disediakan oleh Krisna. Sepanjang perjalanan Adeeva lebih banyak berdiam diri ketimbang ikut ngobrol dengan Krisna dan Akbar. Nunik yang paling menguasai medan obrolan dengan suara khasnya yang manja. Adeeva bukannya orang bodoh tidak tahu kalau temannya itu telah kepincut sama pesona Krisna. Apa mau dikata kalau Nunik lebih suka Krisna daripada Akbar. Kalau disuruh memilih Adeeva akan memilih Akbar walaupun tidak sekaya Krisna. Akbar memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh Krisna yaitu kasih sayang.


Kehadiran mereka disambut mobil mewah keluaran tahun tinggi. Adeeva tak heran kalau Krisna memiliki semua fasilitas mewah ini. Orang kaya bisa lakukan apapun untuk kasih tahu orang dia punya yang tak dimiliki oleh kalangan sederhana.


Krisna bawa Adeeva dan Nunik ke butik ternama di kota S. Tampaknya Krisna sudah janjian sama pemilik butik. Kehadiran mereka langsung dapat sambutan luar biasa dari pemilik butik berapa seorang wanita elegan berusia kisaran 30 tahun.


Wanita pantas menjadi seorang pemilik butik karena penampilannya yang sangat elegan. wajahnya putih bersih tanpa cacat sedikitpun ditunjang oleh bentuk tubuh yang sangat cantik.


"Halo sayang...sudah ditunggu dari tadi!" sapa wanita itu manja memeluk lengan Krisna. Keduanya sangat akrab seperti teman lama tak jumpa.


Adeeva dan Nunik liarkan mata ke setiap penjuru butik wanita ini. Koleksi pakaian cukup lengkap terpajang dalam lemari kaca. Semuanya tersusun rapi sesuai bentuk dan ukuran.


Supono dan Akbar tanpa bersuara mencari tempat duduk untuk menunggu Krisna membelikan kedua wanita ini pakaian. Supono dan Akbar sama sekali tidak mengetahui apa selera kedua gadis ini. Bagi mereka yang penting hasilnya memuaskan. Adeeva dan Nunik tampil cantik.


"Tolong cari pakaian yang sesuai untuk kedua gadis aku!" pinta Krisna melirik ke arah Adeeva dan Nunik.


Wanita itu tertawa renyah dengar Krisna menyebut kedua cewek ini sebagai gadisnya. Keduanya mempunyai pesona tersendiri yang satu cantik semampai sedang yang satunya lagi manis dengan tubuh mungil. Yang mana akan menjadi tambatan hati Krisna itu adalah rahasia di hati Krisna.


"Halo nona-nona cantik! Kalian ingin pakaian apa?" Wanita itu menaksir kelebihan dan kekurangan kedua cewek ini. Pakaian mana yang cocok buat kedua cewek ini.


"Aku gaun agak pinky! Cuma yang pudar dekati putih." Nunik tidak segan utarakan seleranya. Wanita itu angguk-angguk ngerti permintaan Nunik. Cewek mungil cocok pakai pakaian lebih panjang agar tampak lebih tinggi dibantu oleh sepatu hak tinggi.


"Dan nona cantik ini?" Wanita itu menembakkan mata ke tubuh Adeeva yang terbalut celana jeans ketat dengan kemeja lengan panjang. Kaki Adeeva panjang semampai. Sesungguhnya Adeeva cocok menjadi seorang foto model. Dengan tubuh lumayan tinggi ditambah sepatu hak tinggi membuat Adeeva akan menjadi seorang foto model jempolan.


"Beri dia gaun warna hitam." ujar Krisna tiba-tiba beri pendapat. Wanita itu tertawa lagi pamer gigi putih bersih bak mutiara tersembunyi dalam rongga mulutnya.


"Aku juga ingin bilang gitu. Aku punya satu gaun baru siap jahit. Belum sempat dipamerkan. Mungkin cocok untuk nona cantik ini." selesai berkata wanita itu ajak seorang pegawai mengambil busana yang ini inginkan oleh kedua cewek ini.

__ADS_1


Nunik diberikan sehelai gaun panjang khusus untuk pesta warna pink campuri orange pudar. Warnanya soft sekali beri kesan lembut.


Sedangkan untuk Adeeva diberikan gaun warna hitam pekat dipadu hiasan warna perak untuk redam warna hitam yang beri kesan misterius.


Adeeva dan Nunik di arahkan ke ruang ganti pakaian oleh pegawai pemilik butik. Adeeva dan Nunik didampingi oleh dua pegawai untuk membantu mereka mengenakan gaun yang sedikit rumit.


Krisna dan kedua cowok dari peternakan hanya bisa menanti hasil dari karya pemilik butik.


Tak lama Nunik duluan muncul di dampingi pegawai butik. Nunik tampak makin manis dengan gaun ala Cinderella agak kembang di bawah. Wanita pemilik butik sengaja tampak porsi tubuh Nunik dibantu gaun agar tampak lebih besar. Lengan gaun itu cuma di bawah bahu pamer lengan Nunik dari atas hingga ujung jari. Yang lain tertutup beri kesan sangat sopan.


Akbar akui Nunik makin menarik dengan gaun karya wanita pemilik butik. Harus diakui tangan dingin wanita elegan itu hasilkan karya sangat bagus.


"Cocok...ini saja untuk nona Nunik! Boleh pilih betapa potong lagi kalau suka." Krisna berbaik hati belanjakan gadis manis ini. Sama saja dengan anak gadis lain suka dibelanjakan cowok. Nunik cukup kaya tapi masih pingin di belanjakan oleh cowok. Apalagi cowok itu adalah Krisna.


Kini giliran Adeeva tampil bikin semua terpukau. Gaun hitam agak ketat perlihatkan lekuk tubuh Adeeva tanpa lemak lebih. Perut rata serta tonjolan indah di dada. Lengan terbalut oleh lain warna hitam berhias pernik warna silver. Gaunnya tak banyak model tapi sangat elegan di tubuh Adeeva. Cuma sayang roknya cuma sebatas lutut pamer tungkai kaki panjang Adeeva.


Ketiga cowok itu terpana lihat ciptaan Tuhan maha sempurna. Adeeva seperti seorang bintang panggung tenggelamkan para penonton dalam pesonanya. Krisna tak berkedip lihat kecantikan Adeeva makin terpancar berkat daya tarik di hitam.


Nunik mengeluh iri pada Adeeva yang terlihat sempurna. Adeeva tak dapat disalahkan bila menyihir para cowok untuk terpanah oleh kecantikannya. Nunik harus akui Adeeva memang cantik sangat luar biasa.


Wanita pemilik butik tak bisa sembunyikan rasa kagum pada sosok cewek bisa di bawa ke catwalk.


"Wah karyaku jatuh ke tubuh pas! Ayok kita berfoto nona-nona cantik. Aku mau ada kenangan dua cewek cantik pakai karyaku."


Wanita pemilik butik menarik Nunik dan Adeeva bergaya di depan kamera ponsel. wanita itu meminta pegawainya foto khusus dia dan Adeeva untuk pamer karyanya telah berada di tubuh tepat.


Ini permintaan kedua dari pemilik butik. Adeeva ingat dulu teman Ezra pemilik butik juga bertanya apa Adeeva bersedia jadi fotomodel butiknya. Untuk sementara Adeeva tidak tertarik pada profesi yang lebih banyak pamer aurat. Adeeva belum siap ekspos tubuhnya jadi santapan puluhan pasang mata.


"Aku orang kasar tak ngerti apa-apa. Aku ini dari peternakan sapi."


Akbar merasa dadanya bergemuruh kencang Adeeva mengaku dari peternakan sapi. Apa Adeeva ingin menetap di peternakan selamanya maka membuat pengakuan ini. Tak urung hati Akbar berbunga-bunga diakui oleh Adeeva.


Kalau yang ini Nunik tak peduli pengakuan Adeeva. Malahan Nunik senang Adeeva mau gantiin posisinya jadi nyonya juragan sapi.


"Bisa belajar nanti. Aku mau minta nomor hp-mu biar bisa suatu saat bisa menghubungi kamu bila perlu foto model untuk pasarkan pakaian hasil karya aku."


Adeeva sama sekali tidak keberatan berikan nomor ponselnya. Menambah teman baru di tempat asing adalah hal yang baik. Mana tahu suatu saat adeeva memerlukan bantuan maka sudah ada kenalan baru.


"Ok...kita harus segera berbenah di salon. Bungkus semua pakaian kedua nona ini. Aku akan transfer ke rekening kamu. Sekalian sepatu mereka." kata Krisna ringan seolah tanpa beban membeli pakaian untuk Nunik dan Adeeva. Pakaian yang dibeli untuk mereka harganya pasti tidak murah. Tetapi Adeeva tidak mau memikirkan pengeluaran Krisna karena lelaki itu yang mengajaknya untuk berpesta.


Krisna mengajak tamunya tinggalkan butik mahal itu. Pakaian pesta Nunik dan Adeeva telah dipacking dengan baik oleh pegawai butik.


Adeeva tak ada ide biarkan Krisna jadi tuan rumah yang baik untuk layani mereka. Sebelum ke salon Krisna ajak Adeeva cs makan siang di restoran besar. Krisna betul-betul menunjukkan sebagai tuan rumah yang baik. melayani Adeeva cs tanpa mengeluh. Tamu-tamunya juga tidak banyak menuntut selain manut apapun yang dikatakan oleh Krisna.


Kita tinggalkan dulu Krisna yang sedang mengurus kedua gadis cantik ini untuk ikut berpesta malam nanti.


Kita kembali kepada Ezra di kota J. Ruben tergopoh-gopoh temui Ezra untuk beri kabar baik pada bosnya ada kabar baik.

__ADS_1


Ruben sudah muak lihat Ezra senewen dari hari ke hari karena kehilangan kuda Poninya. Itulah akibat main api. Terbakar sampai gosong tak berbentuk.


Wajah Ezra yang biasa klimis kini tampak sedikit jorok karena kumis tipis dan jambang tumbuh di atas bibir dan bawah dagu. Keanggunan si raja tambang telah runtuh jadi raja senewen.


Ruben terobos masuk ke ruang kerja Ezra tanpa ketok pintu lagi.


Ezra agak terganggu oleh ulah Ruben tanpa sopan santun terobos masuk.


Lelaki ini hentikan kegiatan cek ulang semua data perusahaan menatap Ruben yang seperti dikejar anjing gila.


"Kau gila?" tegur Ezra dingin dibarengi kesal.


Ruben menunjukkan ponsel sambil mengatur nafas biar kembali stabil. Ruben bukan capek berlari tapi kaget melihat orang incaran bosnya telah muncul.


"Ini Poni..." Akhirnya Ruben sukses atur nafas menyodorkan ponsel ke muka Ezra.


Ezra tertegun lihat Adeeva berdiri di samping seorang wanita cantik bergaun hitam. Adeeva makin cantik setelah berhasil kabur darinya. Mungkin cewek itu sudah bahagia terbebas dari ancaman Ezra.


"Di mana dia?"


"Menurut info Poni bersama Krisna. Di sana dia bersama temannya si Nunik dan dua cowok berbadan tegap. Asal usul kedua cowok belum jelas. Yang jelas ada Krisna bersama mereka. Tampaknya mereka akan hadiri pesta adik Krisna." lapor Ruben detail.


"Kita diundang?"


"Diundang tapi kita kan tidak berencana pergi. Aku sudah pesan kantor cabang Kota S untuk antar kado."


"Kita ke sana. Tak perlu heboh biar si Poni tidak kabur duluan. Kita berangkat sebentar lagi. Siapkan pesawat pribadi aku! Kau juga ikut!"


"Tapi pak! Apa yang akan bapak lakukan pada Poni? Jangan lukai dia lagi! Dia sudah cukup tertekan akibat pemberitaan makin liar. Aku takut Sonya hadir."


Ezra menggeleng, "Dia mana berani muncul saat ini! Jika ada wartawan aku akan ekspos Poni. Aku mau semua tahu Poni itu punya Ezra Hakim Dilangit."


"Kurasa bukan ide bagus! Apa bapak lupa betapa songong Adeeva bila bicara? Bapak bisa ditelanjangi oleh anak itu."


Ezra merasa sudah terlanjur basah dalam hal ini. Tak ada jalan mundur selain mengaku salah pada Adeeva. Ezra tidak peduli orang akan pandang rendah dia sebagai CEO lemah bertekuk lutut pada seorang cewek muda. Ezra memang tergila pada Adeeva.


"Biar saja dia berbuat semaunya. Yang penting dia kembali ke sisi aku."


"Gimana istana? Apa mereka takkan berbuat sesuatu pada Poni?"


"Coba kalau berani! Kuhabisin mereka satu persatu. Sekarang bersiap kita berangkat. Booking hotel mewah agar aku bisa bersama Poni."


Ruben tak bisa berbuat apa-apa lihat keputusan Ezra bertindak ekstrim pada Poni. Kalau tidak Poni pasti akan kabur lebih jauh.


"Di belakangnya ada Krisna. Kau mau cari masalah dengan laki itu?"


"Sepuluh Krisna aku tak takut. Poni itu memang isteri aku. Siapa berani bantah?"

__ADS_1


"Bukankah keluarganya sudah ajukan tuntutan cerai?"


__ADS_2