Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Kehancuran


__ADS_3

"Aku tak butuh omong kosong. Aku Adeeva tak suka orang bohong. Ingat itu!"


"Iya..." jawab Ezra dipenuhi oleh keraguan. Ezra tidak tahu dia sedang bercanda dengan maut. Malaikat pencabut nyawa sedang berada di sekeliling laki itu dan Sonya. Dalam hitungan jam segalanya akan segera berubah. Adeeva segera akan melaksanakan aksinya yang luar biasa melempar kedua makhluk tak tahu malu itu ke dalam lubang penderitaan.


"Sudah ya pak! Aku lega bapak dalam kondisi sehat. Jaga diri jangan jatuh sampai tak mampu berdiri lagi. Assalamualaikum."


Adeeva tersenyum hanya menyeringai senang akan segera melihat bom meledak.


Adeeva ikuti acara pembukaan bersama Nunik seakan takkan terjadi sesuatu. Adeeva berusaha santai berbuat seolah sedang menikmati acara perkenalan antara sesama anggota klub.


Satu jam kemudian Adeeva mengeluarkan ponsel dan memencet sesuatu. Setelah itu Adeeva menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana dan kembali bergembira dengan sesama anggota klub. Betapa leganya adeeva berhasil melaksanakan misinya dengan sukses. Kini tinggal menunggu reaksi dari seluruh masyarakat di tanah air. Satu sama untuk kemenangan Adeeva kali ini. Kini point seri dengan Ezra.


Masyarakat +62 dihebohkan munculnya video porno Sonya dan Ezra di apartemen Ezra di mana Sonya telanjang bulat di ranjang Ezra perlihatkan alat vital langsung tersorot kamera. Benda segitiga di antara paha Sonya jadi santapan gratis bagi seluruh warga tanah air. Di lanjut Sonya dan Ezra lakukan hubungan intim begitu mesra di ranjang. Video ini diunggah oleh akun milik Sonya sendiri. Sonya seakan ingin kasih tahu seluruh rakyat +62 bahwa dia dan Ezra ada hubungan intim. Sonya pamer dia piaraan si raja tambang itu.


Seluruh tanah air meledak akibat video tak senonoh Sonya dan Ezra. Dapat dibayangkan betapa malunya Ezra diekspos ada hubungan kotor dengan bintang film yang bakal segera dinobatkan jadi artis terbaik tahun ini.


Adeeva mau ketawa sepuasnya dendamnya jatuhkan Ezra dan Sonya terlaksana sudah. Adeeva punya alasan tinggalkan Ezra karena Adeeva telah duluan bilang akan pergi bila ketahuan Ezra main gila. Tujuan Adeeva telah capai ke titik akhir. Adeeva sukses. Sejauh ini Adeeva pura-pura bodoh biar Ezra duluan hubungi dia.


Adeeva mau lihat sampai di mana nyali laki itu mengaku salah. Tak ada kata maaf dari Adeeva. Semua ini sudah Adeeva rancang dari awal. Tugas akhir Adeeva hanya ambil webcam di rumah Ezra agar tidak ketangkap dia dalang semua ini.


Di apartemen Ezra mengunci mulut rapat-rapat tak tahu harus omong apa. Nama baik Sonya dan Ezra tercoreng gunakan tinta dari air tinja. Bau busuk.


Sonya menangis tersedu-sedu di rumah Ezra karena karirnya telah tamat. Piala yang dia angankan melayang jauh dari genggaman. Ezra juga sangat marah pada Sonya yang dia anggap sengaja menyebar perselingkuhan mereka ke media.


Ezra duduk di sofa dengan wajah dingin membeku. Ingin rasanya Ezra tampar wajah perempuan yang telah berapa tahun jadi wanita simpanan.


"Ezra...kau harus percaya padaku kalau ini bukan perbuatan aku!" Sonya berlutut di depan lutut Ezra mohon ampun.


"Bukan kamu apa aku? Aku mau numpang populer dari kamu? Kau betul licik Sonya! Kau cemburu pada Poni maka kau sebar video panas kita."


"Bukan aku! Kau pikir aku gila pertaruhkan nama baik aku?"


"Bukti video ada di hp kamu! Apa ada jin rekam kita?" Ezra meraih ponsel Sonya perlihatkan rekaman dan bukti akun penyebar video. Semua jelas berasal dari ponsel Sonya sendiri. Sehebat apa dia menyangkal tetap tak bisa hapus bukti.


"Ya Tuhan Ezra...aku ini calon artis terbaik! Setelah kasus ini apa masih ada tempat untukku? Aku belum gila. Sekarang bagaimana cara hapus video itu?"


"Kau tak pantas sebut Tuhan. Sekarang pergilah dari sini sebelum media datang ke sini. Mulai detik ini kuharap kau hilang dari pandangan mata aku. Jangan sekali-kali kau muncul lagi! Pergi sejauh mungkin." bentak Ezra tidak gunakan akal sehat lagi. Pikiran Ezra kacau akibat skandal besar ini. Pikiran Ezra tertuju pada Adeeva. Bagaimana reaksi cewek songong itu bila tahu kasus ini. Dia pasti akan hilang lagi. Kali ini Ezra tak bisa menahan langkah cewek itu pergi dari sisinya. Adeeva sudah ngancam pasti akan dia laksanakan.


Ezra menjambak rambut menyesal umbar syahwat. Gara nafsu tak terkontrol dia kehilangan separuh jiwa. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Waktu yang telah berlaku tak mungkin dibalik kembali.

__ADS_1


Sonya terduduk di lantai rumah Ezra tak tahu harus berbuat apa. Satu jam sebelumnya dia masih ketawa manja di bawah Ezra. Kenikmatan bawa sengsara.


Ezra memutar nomor ponsel Adeeva cari tahu bagaimana reaksi cewek itu. Nomor Ezra sudah diblokir Adeeva. Penyakit Adeeva dari dulu adalah blokir Ezra bila tak suka pada laki itu. Ini kedua kali Adeeva blokir Ezra.


Ezra banting ponselnya ke lantai hingga hancur. Sonya kaget Ezra semakin marah. Mimpi apa dia semalam harus lalui cobaan demikian dahsyat. Dia hanya ingin bercinta dengan sang kekasih gelap. Mengapa jadi berantakan begini.


"Kau sudah atur demikian rupa karena aku jatuh cinta pada gadis lain. Dia itu gadis perawan tidak seperti kamu perempuan sejuta pria."


"Iya...aku perempuan sejuta pria tapi kenapa kau mau? Aku ini sampah tapi mengapa kau justru cari sampah? Ayo katakan!" Sonya balik bentak Ezra yang dia anggap kelewatan. Sonya juga jadi korban.


"Aku lelaki beli perempuan murahan untuk bersenang. Kamu tak usah mimpi masuk jadi wanita aku! Sekarang angkat kaki dari sini. Aku akan segera keluar negeri malam ini. Aku tak mau ikut membusuk dengan kamu. Nikmati semua skenario hebat rancangan kamu."


Sonya memeluk lutut Ezra mohon pengertian laki itu. Sonya tak mungkin tetap di tanah air tunggu dihujat. Sonya akan makin ngetop jadi artis tak bermoral. Sonya tak berani buka ponsel takut kena skak mental kelas berat. Netizen itu kejam. Bisa menaikkan makin bisa menjatuhkan. Malam ini Sonya telah the end.


"Bawa aku Ezra. Aku butuh tempat sembunyi." rengek Sonya berusaha meluluhkan Ezra dengan sikap manja seperti yang sering dia lakukan. Mudah sekali taklukkan lelaki bucin ini. Yang penting berani.


Di luar dugaan Sonya lelaki malah menatap sinis pada perempuan yang dia sangka sedang bikin jebakan maha besar untuk kurung Ezra dalam liang tersebut. Ezra mana mau percaya lagi pada wanita yang tega merusak segalanya demi kejar uangnya.


"Aku bawa kamu? Nggak usah mimpi. Aku tak mau dikaitkan dengan namamu lagi. Teleponi Ruben suruh segera ke sini!"


Sonya melengos ogah disuruh-suruh oleh Ezra tanpa ada kebaikan untuknya. Sonya harus bisa terlepas dari skandal ini mendapat kembali nama baik agar namanya tidak tercoret dari nominasi artis terbaik. Seorang bintang film belum bisa disebut artis bila belum pegang piala penghargaan. Di saat kesempatan emas muncul kena badai pula.


Skandal mereka sudah membara di mana-mana. Sebentar lagi keluar negeri bikin nama besar Ezra menjadi menciut di mata orang. Seorang pengusaha tambang ternyata seorang bajingan. Penjahat cinta.


Sonya terduduk di lantai tak berdaya Ezra lepas tangan tak mau bantu dia. Semuanya telah tamat. Siapa mau pakai jasanya lagi sebagai seorang bintang berjiwa kotor. Beri contoh buruk di masyarakat.


"Ezra..aku bilang sekali lagi itu bukan kerja aku! Kau akan menyesal telah tinggalkan aku." Sonya bangkit berbenah untuk segera tinggalkan apartemen Ezra sebelum para pemburu berita sampai di tempat Ezra. Sonya masih ada sedikit rasa malu walaupun cuma seupil.


Ezra tidak bergeming sewaktu Sonya tinggalkan apartemen dia. Tak rasa iba di hati Ezra lihat Sonya terpuruk. Seorang bintang film pintar banget berakting. Menyebar skandal lalu berusaha cuci tangan seakan dia tidak menyebar video itu.


Ezra tak mau tahu bagaimana Sonya hindari kejaran pemburu berita. Siapa berbuat dia harus tanggung sendiri.


Sepeninggalan Sonya, Ezra berjalan ke kamar ambil ponsel lain untuk teleponi Ruben datang ke tempatnya. Ruben pasti sudah lihat video mesum antara Sonya dan Ezra. Bukan hanya Ruben yang lihat tapi seluruh lapisan masyarakat yang terhubung internet. Kecuali mereka yang tak punya ponsel canggih.


Ruben segera datang tahu suasana hati bosnya sedang buruk. Siapa tidak malu percintaan liar dengan seorang wanita bukan muhrim tersebar ke mana-mana.


Ruben tiba di rumah Ezra melihat raut wajah Ezra muram durja. Kondisi rumah masih bersih cuma ada ponsel hancur di lantai rumah.


Ruben pungut ponsel itu letakkan di atas meja ruang tamu tak berani bersuara sebelum Ezra duluan bicara. Dalam kondisi begini Ezra sudah pasti sedang sensi.

__ADS_1


Ruben berdiri menautkan dua tangan di bawah perut tak ubah seperti pelayan menanti titah majikan. Ruben memang pelayan Ezra. Itu fakta.


"Siapkan pesawat kita ke Papua! Aku ingin tenangkan diri. Coba kau lacak di mana Poni? Pantau kondisinya!"


Ruben menghela nafas begitu mendengar nama Adeeva. Bagaimana reaksi anak itu setelah melihat video yang beredar di masyarakat. Adeeva orangnya sangat lurus yang berakhlak. Cewek itu mana sanggup terima skandal besar ini beredar di masyarakat.


"Teleponi dia bang! Poni adalah anak baik. Dia pasti akan terima bila abang omongkan baik-baik."


"Baik apa? Ponselnya sudah tak bisa dihubungi. Kau tak kenal sifatnya? Akan kubunuh Sonya bila dia buat Poni tinggalkan aku!"


Ruben akui keegoisan bos sekaligus abangnya. Sudah bersalah masih ancam orang lain. Sonya memang salah namun Ezra tak luput dari salah juga. Keduanya bersalah telah legalkan perzinahan.


"Bang...aku urus pesawat dulu! Apa mesti berangkat malam ini?"


"Apa kamu senang melihat aku dikejar-kejar sama wartawan?" bentak Ezra dengan suara tinggi.


"Lebih baik Abang pergi ke villa saja. Kalau ada berita tentang Poni cepat kita jumpa. Di Papua Abang bisa apa? Poni juga takkan muncul di sana. Rutenya paling sini dan kota B. Lain mau ke mana dia?" Ruben berusaha menenangkan yang sangat ketakutan saat ini.


Sewaktu naik bulan dengan Sonya Ezra mana teringat pada Adeeva. Sekarang setelah semua berantakan baru dia ketakutan akan kehilangan bayinya lagi. Ezra sama sekali tidak tahu siapa dalang di balik semua ini.


Adeeva telah berhasil memenuhi rangsangan dendam di dalam otak kepada kedua makhluk tak tahu malu ini. Sekarang Adeeva cuma perlu bersembunyi daripada Ezra agar lelaki itu tahu bahwa tidak semua wanita tertarik pada uangnya.


Ezra hanya dicibir sebagai lelaki cabul sedangkan Sonya mendapat pukulan lebih berat. Wanita ini dihujat satu tanah air serta dicoret dari ajang nominasi aktris terbaik tahun ini. Sonya dicaci maki sebagai wanita munafik. Tampang saja bagus ternyata di dalam belatung semua. Bau busuk. Sonya benar-benar telah usai. Karirnya tamat. Tak ada sanjungan untuk wanita yang selama ini dipuja-puja sebagai artis baik.


Sonya menghilang ntah kemana untuk redakan skandal ini sedangkan Ezra pilih mengungsi ke villa sesuai saran Ruben. Dan Adeeva tentu saja hilang ditelan bumi.


Seminggu berlalu orang masih belum puas menghujat Sonya. Semua kontrak wanita itu dibatalkan oleh pihak produser. Ini merupakan kenikmatan sendiri bagi Adeeva. Cewek ini pantau terus keadaan kedua makhluk mesum ini. Tentu saja di tempat sembunyi paling aman di rumah Nunik.


Adeeva harus masuk ke apartemen Ezra copot webcam sebelum laki itu usut lebih jauh. Adeeva sudah pantau kalau Ezra masih di villa maka waktunya bergerak datangi apartemen Ezra.


Pagi itu sekitar jam sembilan Adeeva datang ke apartemen Ezra gunakan pakaian hoodie dan masker. Jam segini orang sudah pada sibuk kerja jadi tidak perhatikan kehadiran Adeeva. Gadis ini menyelinap naik ke apartemen Ezra dan langsung beraksi copot semua webcam yang dia pasang. Setelah ini dia aman. Tinggal menunggu sensasi selanjutnya kubur Sonya dan Ezra ke dalam liang lahat. Ezra yang didik Adeeva jadi kejam. Seorang gadis baik-baik disakiti maka hasilnya jauh lebih dahsyat dari mafia top.


Tak sampai setengah jam Adeeva sudah keluar dari apartemen Ezra langsung menuju ke jalan raya agak jauh dari apartemen. Di ujung jalan sudah ada Nunik menunggu Adeeva yang prihatin pada nasib Adeeva.


Adeeva samasekali tidak buka kalau dia yang rancang skenario kematian Sonya. Adeeva cuma bilang mau ambil barang dari apartemen Ezra dan pergi jauh. Adeeva ambil sisa pakaiannya sebagai alasan kembali ke apartemen Ezra. Adeeva tak mau Nunik tahu kalau dia sangat kejam jatuhkan Sonya sampai tak bersisa.


Adeeva takkan berhenti di sini. Wanita ini berjanji akan bongkar semua tingkah bejat wanita Ezra biar dunia tahu kalau selama bos kaya yang hebat kumpulkan banyak sampah di rumah.


Ini pelajaran berharga bagi Ezra kalau ingin cari pasangan hidup setimpal. Ini juga untuk kesuksesan Ezra di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2