
Ezra terkula lemas di samping Adeeva yang tertidur akibat pertempuran dahsyat di ranjang. Para selir di bawah tak tahu kalau di atas baru saja terjadi pertempuran super hebat menyangkut nyawa Ezra. Ezra sendiri tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi esok hari kalau Adeeva sadar telah terjadi sesuatu yang telah menutup akses dia kencan dengan cowok lain. Apa resikonya Ezra harus siap. Babak belur dihajar Adeeva terbayang di otak Ezra.
Ezra tak sempat pikir ke situ sewaktu sedang naik Apolo ke bulan. Setelah mendarat baru ingat naik bulan itu tidak gratis. Pasti diminta bayaran. Kalau diminta bayar pakai materi dengan senang hati Ezra berikan. Takutnya bayar pakai bogem Adeeva yang punya motto kiri rumah sakit kanan kantor polisi. Yang mana jadi pilihan laki ini. Apapun pilihan tetap menyakitkan. Ezra bersiap saja hadapi amukan kuda Poni miliknya.
Ezra memeluk Adeeva erat-erat menyongsong fajar. Betapa damai bisa peluk orang yang dia harapkan dari dulu. Ezra tak pernah melupakan janji di masa kecil akan nikahi bayi merah yang baru lahir. Janji itu telah terpenuhi.
Tengah malam Adeeva terbangun merasa hawa panas menyerang lagi. Adeeva tak bisa menahan hawa panas menusuk di jantung. Jantung itu bergelora memaksa Adeeva melampiaskan gairah yang menyesak dada pada Ezra. Rasa malu sudah hilang dari edaran mata Adeeva. Yang ada adalah tuntaskan gairah yang membakar tubuh.
Adeeva kembali mengusik Ezra yang tertidur akibat kelelahan. Adeeva duluan kecil bibir Ezra cari sesuatu untuk lepaskan dahaga dari panasnya gairah membara. Ezra kaget Adeeva kembali on.
Ezra dengan senang hati sirami Padang gersang Adeeva dengan siraman air cinta. Percintaan yang tertunda cukup lama terulang lagi. Ntah berapa kali mereka berlayar di lautan cinta maha luas. Ezra sendiri tak hitung karena lelah layani Poni liar kena obat perangsang.
Menjelang subuh Ezra cepat-cepat bangun mandi cuci rambut. Dia harus duluan berberes sebelum Adeeva bangun. Gadis itu tertidur nyenyak akibat terlalu forsir tenaga melayani Ikan paus lagi birahi.
Ezra lihat Adeeva tidur mirip bayi baru lahir. Wajah tanpa dosa serta telanjang bulat tanpa sehelai benangpun melekat di tubuh. Ezra menyibak selimut lihat hasil karyanya berjuang gali lubang milik Adeeva. Di atas sprei banyak bercak noda berwarna merah muda. Ezra menduga inilah yang disebut darah perawan.
"Kau bukan gadis muda lagi tapi nyonya Ezra." bisik Ezra lembut di kuping Adeeva yang tentu tak dengar.
Ezra memantau kondisi para wanita di lantai bawah. Tak satupun tampak batang hidung. Sepertinya mereka belum bangun.
Kehidupan percintaan Ezra sungguh kacau. Dia gilai seorang gadis tapi gadis itu tak suka padanya. Sementara yang tak dia sukai justru lengket seperti lintah di kulit.
Syukurlah Rani telah membantunya mendapatkan haknya sebagai suami Adeeva. Rani kelewat pintar bikin rencana sampai sukses antar Adeeva pada Ezra. Ezra harus berterima kasih pada rencana jahat Rani ingin jebak dia. Yang masuk kurungan malahan orang tak masuk hitungan Rani.
Kang Apoy pagi sekali sudah datang bersihkan rumah seorang diri. Lelaki setia ini sudah puluhan tahun jaga villa mereka. Segala peristiwa yang terjadi di villa ini bukan rahasia lagi bagi kang Apoy.
"Kang Apoy?" Ezra pura-pura tak tahu siapa di lantai bawah sedang menyapu.
"Pak Ezra...tumben cepat bangun? Mau kubantu turun tangga?"
"Iya.."
Mendapatkan persetujuan Ezra bantu dia turun dari lantai atas kang Apoy bergerak naik jemput sang majikan.
Dengan super hati-hati kang Apoy menurunkan Ezra ke lantai bawah. Ezra sengaja berakting karena takut Bu Humaira akan interogasi kang Apoy soal kebutaan dia. Kang Apoy orang lugu mana bisa diajak berbohong. Apa yang dilihat itu yang di cerita.
Kang Apoy dudukkan Ezra di sofa tamu. Keheningan masih menggenggam seluruh ruangan. Dari luar juga belum terdengar suara kendaraan lewat. Orang datang berlibur di villa cari kesenangan mana mungkin mau cepat bangun ikut sibuk dengan pekerja kasar.
"Pak Ezra mau minum kopi?"
"Boleh... siapkan sarapan secepatnya karena aku akan segera balik ke kota. Kalau wanita-wanita itu bangun katakan saja aku sudah pulang duluan."
__ADS_1
"Neng Poni juga tinggal?" kang Apoy berharap Adeeva tinggal karena suka pada kelucuan asisten bosnya itu. Isteri nya juga suka pada Adeeva yang jauh dari kesan sombong.
"Dia asisten aku! Di mana ada aku di situ ada dia. Buat sarapan dulu. Sapunya nanti saja."
"Baik pak." Kang Apoy terbirit-birit lari ke dapur laksanakan perintah bosnya itu. Kang sedih harus pisah dari Adeeva. Baru saja kenalan sudah harus pisah.
Di atas Adeeva menggeliat manja di tempat tidur. Gadis muda ini berusaha mengingat apa yang telah terjadi semalam.
Adeeva menyibak selimut lihat ke bawah kain tebal itu. Adeeva menelan ludah kok terasa pahit. Adeeva telanjang tanpa sehelai benang. Kondisinya juga berantakan.
Adeeva menggigit bibir untuk test rasa sakit kalau semua ini bukan mimpi. Adeeva mengaduh karena terasa sakit dan pedih. Ini kenyataan dia dan Ezra bergumul semalaman. Bagian bawah perutnya juga terasa sakit. Fix Adeeva telah kehilangan gelar perawan ting-ting.
Adeeva memukul kepala teledor jaga diri. Mengapa dia lengah jatuh ke pelukan laki mesum macam Ezra. Semua ini sangat penting bagi Adeeva tapi bagi Ezra tentu hanya satu permainan biasa.
Mengapa Adeeva demikian bergairah semalam? Apa Ezra yang jebak dia masuk perangkap?
Adeeva mulai kaji dari awal rentetan cerita semalam. Hanya dia yang menyentuh cangkir wedang jahe. Yang lain hanya minum. Ezra tak mungkin melakukan tindakan tolol. Ezra tak mungkin prediksi Adeeva akan habiskan wedang jahenya. Ezra bukan ahli nujum bisa ramal kejadian ke depan.
Apapun cerita Adeeva telah benaran jadi selir Ezra. Kini dia sama saja dengan yang lain tunduk pesona Ezra. Adeeva tak ada harga lagi di mata Ezra. Ezra bisa campakkan dia kapan Ezra senang.
Adeeva tak ingin buang air mata sia-sia tangisi hal tak perlu. Sekarang coba cari tahu siapa jebak dia hingga lupa daratan.
Adeeva segera bangkit ke kamar mandi. Bawah perut Adeeva benaran perih akibat dipakai over load. Adeeva tak tahu berapa kali dia dan Ezra bergelut capai Awang kenikmatan.
Adeeva berdoa semoga Ezra diculik penghuni villa sehingga dia tak perlu jumpa laki itu lagi. Apa masih ada muka ketemu lelaki yang telah rampas mahkota tak tampak di umum itu?
Adeeva segera mandi besar untuk bersihkan semua kotoran di tubuh. Adeeva sebagai umat muslim wajib mandi junub setelah hubungan intim.
Niat doa mandi junub adalah "Bismillahirrahmanirrahim Nawaitul Ghusla Liraf'il Hadatsil Akbar Minal Janabati Fardlon Lillahi Ta'ala yang artinya "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk hilangkan hadas besar dari jinabah, Fardlu karena Allah Ta'ala"
Adeeva panjatkan doa niat barulah laksanakan mandi wajib untuk bersihkan semua kotoran. Jujur Adeeva merasa dirinya kotor akibat digauli lelaki yang tak dia harapkan. Adeeva bukannya tak suka pada Ezra tapi tak suka pola hidup laki itu anggap wanita hanyalah barang koleksi bisa di beli sesuka hati.
Adeeva merapikan diri. berusaha berdiri tegak tak mau tampak lemah di hadapan Ezra. Adeeva harus mampu kalahkan kesombongan Ezra telah taklukkan dia.
Gadis ini eh bukan gadis lagi tapi mantan gadis. Kegadisan Adeeva telah direnggut Ezra. Adeeva keluar dari kamar turun ke bawah seolah tak pernah terjadi sesuatu. Adeeva menahan rasa perih di bawah perut berusaha seolah dia ok saja.
Adeeva melihat Ezra duduk sendirian di ruang keluarga ditemani secangkir kopi panas. Asap masih mengepul tanda kopi baru siap di seduh. Harum kopi menebar ke seluruh ruang tanda kopi asli.
"Poni???" panggil Ezra masih jago akting.
"Iya..." terseok-seok Adeeva hampiri Ezra.
__ADS_1
Ezra ingin ngakak lihat wanitanya ini merasa tak nyaman akibat gempuran rudal balistik lama tak dipakai. Masih untung tidak macet diajak menembak. Semua aman meluncur mulus tepat sasaran. Daya rusak cukup hebat sampai Adeeva jalan ngangkang.
"Selesai sarapan kita pulang! Masih banyak kerja kita. Kau ok bawa mobil?"
"Kita pulang sekarang saja! Aku tak ada selera makan." jawab Adeeva masih jengah dekat Ezra. Selama Adeeva masih kerja di perusahaan maka tiap hari mereka ketemu. Ini tak bisa dihindari. Adeeva harus lebih tabah untuk hari mendatang.
"Kau mau kecewakan kang Apoy dan isterinya?" tanya Ezra.
Adeeva menghela nafas tak tega kecewakan orang sebaik kang Apoy. Lelaki itu setia pada majikan patut dapat du jempol.
"Iya makan..."
Ezra sendiri tak berani ungkit kejadian semalam karena Adeeva tidak ungkit hal ini. Takutnya begitu dibuka nona ini akan ngamuk hajar si orang buta.
Keduanya sarapan dengan canggung seolah ada dinding pemisah antara mereka. Adeeva segan bertanya sedang Ezra takut kena hantaman bogem Adeeva. Untuk sementara anggap kasus ini masih kabur belum jelas mau dibawa ke mana.
Seusai makan Adeeva berberes untuk balik ke kota. Misi mereka telah berjalan sukses. Semua hp para selir sudah terpasang software sadap. Apes bagi Rani ikut datang ke sarang macan. Sekalian kena ringkus dalam keusilan Adeeva. Padahal Rani tidak masuk dalam target. Naas bagi Rani cari penyakit sendiri.
Tak sampai satu jam Adeeva dan Ezra sudah meluncur di jalan raya. Adeeva tetap kendalikan stiur walau ada rasa tak nyaman. Ezra tak bisa diharapkan karena penglihatan gelap.
Ezra ingin sekali ambil alih stiur tapi terhalang oleh akting konyolnya. Kalau tiba-tiba dia bisa melihat badai topan akan putar hidup Ezra jadi manusia tulang lunak. Ezra yakin sejuta persen Adeeva akan habisin dia. Babat rudalnya sampai rata. Senjata super keren itu bakal jadi seonggok daging busuk diumpan pada ikan piranha.
Jalan paling aman adalah diam biar Adeeva tetap jadi pembimbingnya. Rasa segan dan canggung warnai kedua orang ini sampai tiba di apartemen. Adeeva langsung antar Ezra ke dalam kamar untuk istirahat. Ezra memang sangat ngantuk karena semalaman tidak tidur nyenyak.
Bagaimana bisa nyenyak bila sebentar-sebentar datang tuntutan dari Adeeva minta dilayani. Untunglah stamina Ezra masih cukup fit untuk layani cewek muda ini. Kalau Ezra yang K O betapa memalukan.
Ezra lanjutkan tidur sementara Adeeva mengerjakan monitor sadap setiap ponsel. Masing-masing harus dibuat layar pemantau untuk tahu aktifitas di ponsel para wanita itu. Adeeva juga mulai pantau satu persatu ponsel para wanita Ezra. Belum ada aktifitas saat ini.
Adeeva beralih ke ponsel Pak Jul. Adeeva kaget karena banyak percakapan di ponsel pak Jul dengan Bu Humaira. Adeeva tak ingin dengar isi percakapan antara dua orang itu karena itu hak Ezra. Adeeva hanya menyediakan sarana bukan ikut campur. Semua wewenang Ezra sebagai orang yang kena tipu daya kakak adik itu.
Adeeva telusuri galeri Pak Jul cari tahu siapa yang jadi pasangan selingkuhan pak Jul. Sepandai tupai melompat pasti akan jatuh suatu ketika. Kini Adeeva akan usaha pak Jul tak bisa lompat lagi. Jangankan lompat, jalan saja tak diijinkan.
Seperti dugaan Adeeva dari awal kalau Pak Jul ada hubungan dengan Renata. Di galeri pak Jul tersimpan foto mesra pak Jul dengan Renata. Ada satu akan akhiri pertualangan pak Jul dan Renata yakni foto mereka di dalam kolam renang di mana pak Jul merangkul Renata dari belakang dengan pakaian minim.
Adeeva tersenyum licik akan kirim foto ini kepada isteri pak Jul sebagai hadiah. Permainan akan segera dimulai. Untuk sementara cukup gerakan kecil ciptakan neraka kecil bagi pak Jul. Orang kayak pak Jul tak pantas dihargai. Sayang Adeeva belum tahu ada yang lebih jahat dari pak Jul. Wanita kuat pengaruh dalam hidup Ezra. Yang ini lebih jahat dari pak Jul. Halalkan segala cara untuk bertahan hidup dalam gemilang hiruk-pikuk kemewahan.
Coba Adeeva telusuri satu persatu pasti akan ketahuan siapa di balik kemunduran perusahaan.
Ini baru dimulai maka masih misteri belum terungkap. Nanti satu persatu akan terbuka seiring waktu.
Setelah Adeeva berhasil masuk ke dalam ponsel musuh dalam selimut Ezra. Adeeva masuk kamar ikutan tidur. Adeeva sangat menyesal kehilangan mahkotanya. Artinya baru semalam Ezra merampas mahkotanya. Yang dulu hanyalah karangan Ezra. Kini karangan Ezra berubah jadi kenyataan. Adeeva terjebak makin dalam di dalam hidup Ezra. Adeeva makin sulit tinggalkan Ezra dalam kondisi tidak suci lagi.
__ADS_1
Adeeva sedih juga kesal menyerah pada Ezra padahal Adeeva wanti-wanti pada diri sendiri jaga diri. Teringat nasehat Nunik agar Adeeva jaga diri dari Ezra. Insting Nunik sangat jitu seakan tahu akan terjadi sesuatu di villa Ezra.