Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Pelita Ezra


__ADS_3

Rencana Adeeva keluar dari rumah sakit menjadi bahan perdebatan. Dokter sudah ijinkan Adeeva pulang namun Ezra bersikeras Adeeva harus dirawat sampai bekas jahitan kering. Padahal dokter sudah katakan Adeeva sudah pulih bisa istirahat di rumah.


Ezra tetap teguh tak mau ambil resiko terjadi sesuatu pada anak isterinya. Orang kaya memang beda. Anggap uang adalah segalanya. Ezra tak tahu betapa bosannya Adeeva berada di rumah sakit kendatipun sanak keluarga selalu dampingi.


Adeeva malas berdebat dengan laki keras otak model Ezra. Laki itu hanya tahu pendapatnya sendiri tanpa memikirkan orang lain. Adeeva tahu Ezra berbuat begitu memang untuk kebaikan dia dan anak-anaknya. Namun Ezra tak tahu kalau itu hanya menambah beban biaya saja. Satu malam di rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi Ezra mana peduli semua itu.


Tak terasa sudah seminggu Adeeva di rumah sakit. Adeeva fit seratus persen dan bayinya bertambah sehat berkat penangan tepat dari pihak rumah sakit.


Abah dan Umi sudah persiapkan acara sambutan meriah di rumah dihadiri seluruh keluarga Abah. Sayang sekali nenek Adeeva dari negara Singa tak bisa hadir karena faktor usia. Hanya kakak Umi yang datang atas undangan Umi.


Kepulangan Adeeva dan kedua bayinya sekaligus Aqiqah kedua bayi. Ezra sembelih dua ekor kerbau serta empat ekor kambing untuk dibagikan pada anak yatim piatu sebagai syukuran atas kelahiran anaknya.


Sedikitpun Ezra tidak sayang duit asal demi kedua penerus kerajaan Dilangit yang nyaris runtuh. Untunglah ada Adeeva tampil sebagai super Hero tegakkan kembali kerajaan yang hampir punah. Pokoknya Adeeva si isteri keenam adalah anugerah buat Ezra.


Andaikata Ezra masih ingin macam-macam tak ada yang bisa bantu dia selesaikan kemelut yang dia bangun sendiri.


Mata Adeeva berkaca-kaca tatkala penyambutan dia dan anaknya luar biasa. Banyak tamu dan ibu-ibu pengajian datang semarakkan pesta mereka. Tak ketinggalan tetangga turut doakan keselamatan kedua bayi itu.


Orang yang dikenal Adeeva turut hadir semua kecuali dari pihak Ezra. Yang ada hanya Ika saja! Bu Humaira dan Bu Yuni tak bisa datang. Kalau cerita soal mantan isteri Ezra tak usah diungkit. Mereka mana mau datang ke acara anak Ezra. Mereka sudah gagal kail ikan paus ke jeratan. Segala upaya sudah ditempuh untuk jaring Ezra namun yang sukses justru anak tidak masuk hitungan. Di mana mau dipasangkan wajah cantik mereka. Di pasang jadi pamflet sudah pasti takkan laku.


Ezra undang beberapa kolega penting untuk ramaikan acara Aqiqah anaknya. Ezra sengaja buat demikian untuk umumkan secara live kalau dia adalah lelaki punya anak isteri. Mereka yang memasang mata pancing untuk memancing ikan paus sudah tidak ada kesempatan.


Abah dan Umi baru kali ini adakan acara besar walaupun bukan pesta. Ini baru aqiqah cucu. Belum lagi acara empat puluh hari sang bayi. Bisa dibayangkan betapa hebat pesta empat puluh hari anak Ezra. Sudah terbayang kemewahannya.


Kedua bayi Ezra ikuti serangkaian tradisi adat orang Jawa. Rangkaian acara diatur oleh Oma Adeeva menurut adat dari kampung asal Oma.


Ezra dan Adeeva yang tak tahu apa-apa hanya bisa manut. Disuruh apa ya apa. Penggundulan rambut kedua bayi dilaksanakan oleh Oma dibantu beberapa orang tua lain. Termasuk keluarga Farhan.


Acara berjalan meriah karena gelak tawa terdengar sana sini. Ezra memeluk Adeeva erat-erat sangat tersentuh oleh ketulusan keluarga Adeeva. Ezra tidak mendapatkan kasih sayang daripada keluarganya tapi mendapat perhatian sepenuhnya dari keluarga Adeeva. Inilah surga sesungguhnya buat Ezra. Kini kehidupannya telah lengkap. Masih jauh dari kata sempurna karena di depan masih banyak kerikil bertebaran siap menjadi batu sandung Ezra. Namun Ezra tak takut asal bersama Adeeva.


"Kau mau istirahat di kamar?" tanya Ezra melihat Adeeva mulai lesu akibat ikuti serangkaian acara yang menguras tenaga. Adeeva bukan melahirkan secara normal melainkan operasi. Luka jahit sangat mengganggu aktivitas Adeeva.


"Apa tidak malu pada tamu?"


"Orang ngerti kok. Kamu dioperasi. Harus jaga luka jangan sempat terbuka! Ayo hubby kawani! Nanti hubby akan balik sini temani tamu. Kamu tidur saja."

__ADS_1


"Ada dan Ade gimana?" Adeeva kuatir pada anaknya yang di oper sana sini.


"Kan ada kakek dan neneknya. Siapa berani bawa lari anak jagoan taekwondo?"


Adeeva tersenyum. Ezra benar. Sudah banyak yang bakal jaga anaknya. Semua pasti mencintai anaknya.


"Baiklah!"


"Kau duduk sini saja! Hubby kasih tahu pada Abah dulu kau ingin istirahat. Jangan bergerak ya!" Ezra berjalan jauhi Adeeva berbisik pada Abah mengenai Adeeva.


Abah hanya angguk-angguk maklumi kondisi Adeeva belum fit seratus persen. Walaupun Adeeva jagoan namun tetap saja seorang wanita punya titik lemah.


Setelah bicara dengan Abah, Ezra kembali ke tempat Adeeva melabuhkan pantat. Ezra segera gandeng Adeeva tinggalkan ruang tamu yang masih sarat dengan tamu.


Ezra utamakan kesehatan Adeeva. Adeeva masih harus jaga anak serta dampingi dia meniti hari-hari penuh duri. Ezra butuh Adeeva sejuta persen. Tanpa Adeeva hidup Ezra tak ada nilainya.


Ezra letakkan Adeeva di tempat tidur perlahan seolah Adeeva ini tahu yang tak bisa disentuh dengan keras. Tercolek sedikit kontan hancur.


Adeeva berterima kasih pada Ezra yang sabar padanya. Ezra laksana super Hero bagi Adeeva. Suami dan bapak siaga.


"Terima kasih Hubby...aku sayang padamu." Adeeva menatap Ezra dengan mata memancarkan Kilauan penuh cinta.


Adeeva tersipu malu ditatap sedemikian rupa oleh Ezra. Lelaki itu menuntut lebih dari sekedar sayang. Bagi Adeeva cinta dan sayang tak ada bedanya. Yang penting keluar dari lubuk hati.


"Hei kenapa diam?" Ezra duduk di pinggir tempat tidur mau dengar suara hati Adeeva. Bagi Adeeva mungkin itu tak penting namun sangat penting buat Ezra.


"Isshhh kayak anak ABG saja! Kita ini sudah jadi orang tua tahu. Sudah punya anak." Adeeva ngeles malu akui perasaan sesungguhnya. Takutnya Ezra besar kepala dicintai oleh banyak wanita.


"Itu tak ada hubungan jadi orang tua dengan cintamu. Kau masih terpaksa terima aku?" Ezra curiga Adeeva belum bisa tulus mencintainya.


Adeeva tertawa kecil bikin jantung Ezra makin berdetak kencang. Satu pengakuan sederhana cuma akan menentukan isi hati Adeeva.


Adeeva tidak menjawab melainkan meringsut dekat suaminya lantas melingkarkan tangan ke pinggang Ezra. Adeeva melabuhkan kepalanya ke dada lakinya.


"Aku ingin dengar irama jantungmu apa bunyinya? Hubby masih teringat pada deretan selir-selir hubby apa tidak."

__ADS_1


"Tak ada dengung nama mereka lagi. Aku tak mau hidupku kacau lagi sayang. Cukup kau dan anak-anak! Tahun depan aku order kembar dua cewek pula."


Tangan Adeeva bergerak cepat bentuk jepitan kepiting capit pinggang Ezra. Ezra menjerit kecil kena jepitan sayang. Sakit sedikit tapi bahagia banyak.


"I love you hubby.." bisik Adeeva malu-malu kucing.


Ezra meletakkan dagunya di atas kepala Adeeva terasa baru saja dengar vonis terindah dalam hidupnya. Ezra rela dipenjara dalam hati Adeeva. Selamanya tak usah dibebaskan lagi. Terkurung di dalam sampai ajal menjemput.


"I love you too baby...aku tak ingin berpisah denganmu. Kau usir aku pun takkan pergi darimu." ujar Ezra tak ubah seperti anak kecil sedang minta permohonan tidak diusir.


"Aku mana tega usir ikan paus yang pernah kesasar. Takutnya kesasar lagi tak tahu jalan pulang. Tetaplah berada di kolam hatiku!"


Ezra tersenyum sudah dapat jawaban dari rasa kuatir nya. Adeeva takkan ke mana-mana lagi. Adeeva rasa ikan paus pun sudah lelah melalang buana di lautan luas.


"Aku takkan ke mana-mana lagi. Biarkan aku tenggelam dalam cintamu. Karam juga tak apa."


Adeeva tertawa geli mendengar Raja tambang sudah pandai mengeluarkan kalimat penuh gombalan. Tapi Adeeva suka gombalan sang suami.


"Dengan senang hati ku tampung ikan paus kesasar. Hubby jangan pernah lelah bimbing aku bila salah. Kita saling melengkapi sambut esok ceria bersama anak-anak dan keluarga. Poni hubby juga sudah lelah Keling dunia. Saatnya berteduh di kandang nyaman."


Ezra tidak menjawab tapi berjanji dalam hati akan jadi paus patuh buat Adeeva. Tak ada guna banyak gombal bila tak dibarengi tindakan nyata.


Baik Adeeva maupun Ezra sudah mendapat apa yang mereka idamkan. Perjalanan cinta mereka akan ditutup berhubung dua titik sudah saling ketemu bentuk ikatan takkan terlepas.


Ezra dan Adeeva melihat keluar jendela. Cahaya terang menerangi keluarga kecil mereka. Semoga kebahagiaan itu tak berhenti sampai di sini. Terus maju capai garis Finish.


Tak ada lusinan wanita dalam hidup Ezra lagi. Cuma ada Adeeva bayi tunangan dia. Bayi yang ditakdirkan jadi pelita hidup Ezra. Terangi seluruh hidup Ezra dengan sinar cintanya.


Ezra mengecup pipi Adeeva tak ingin pisah. Takkan pisah selamanya. Amin.


T A M A T


โ™ฅ๏ธ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ™ฅ๏ธ


Satu lagi cerita karanganku tamat. Semua yang ku karang hanyalah fiksi tak ada di dunia nyata. Kalau ada kata maupun kalimat tak berkenan dengan rendah hati author minta maaf. Tetap dukung author di kisah lain.

__ADS_1


Baru saja author rilis cerita JALAN MENUJU CINTA. Mohon dukungan para pembaca Budiman. Kalau ada kalimat tak pas tolong koreksi beri saran dan kritik. Pembaca adalah mata kedua bagi author. Setiap kalimat maupun kata yang salah akan disensor oleh pembaca jadi tetaplah jadi pendukung author. Ribuan terima kasih author ucapkan atas semua saran dan kritik. Love u all.


THANK YOU


__ADS_2