Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Kiamat Sonya


__ADS_3

Adeeva tidak segan minta ijin pulang. Berada di satu ruang dengan manusia kotor bikin seluruh badan ikutan kotor. Adeeva ingin pergi sejauh mungkin dari Ezra.


Adeeva segera berberes tas ransel beserta laptop barang paling penting dalam hidupnya. Semua hasil kerja keras Adeeva tersimpan di dalam benda petak warna hitam itu.


"Poni...aku mulai lihat sedikit cahaya walau masih samar. Kata dokter itu kabar baik." Kata Ezra sebelum Adeeva pergi tinggalkan ruangan.


"Syukurlah! Aku permisi. Assalamualaikum." Adeeva beri tanggapan aneh tidak beri respon berlebihan. Cewek cantik ini tetap ayunkan langkah meninggalkan ruang kerja Ezra tak peduli bagaimana laki itu mau berpikir. Otak seharusnya memang digunakan untuk berpikir. Bukan digunakan cari wanita.


Adeeva tinggalkan kantor diiringi pandangan surprise pegawai kantor. Wanita ini identik dengan Ezra. Biasa ada Ezra di situ ada dia. Tadi datang sendiri dan sekarang juga pergi sendiri. Apa cewek berbuat salah dipecat oleh bos?


Adeeva cuek bebek ditatap penuh tanda tanya oleh pegawai lain. Emang Adeeva pikirin isi otak orang lain. Isi otak Adeeva hanya ingin buka kedok kebusukan Ezra dan Sonya. Adeeva bukan orang yang mudah memaafkan orang jahat. Setiap penjahat harus mendapat hukuman setimpal.


Adeeva tidak segera pulang ke rumah Ezra melainkan cari tempat nongkrong nyaman untuk mulai laksanakan misi pertama buka sadapan Ezra. Adeeva mau tahu apa yang dilakukan lelaki itu selama dia tak ada. Adeeva betulan ingin tahu sampai hubungan dua makhluk beda jenis itu.


Adeeva mendapat tempat di cafe kecil agak jauh dari kantor Ezra. Suasananya adem cocok untuk menenangkan diri ditemani secangkir kopi murni tanpa gula. Adeeva pesan kopi pahit biar kepahitan di hati tak terasa lagi. Biarlah pahitnya lari ke kopi.


Adeeva buka laptop setelah dapat tempat strategis untuk mulai buka hasil sadap.


Cafe masih sepi hanya dikunjungi beberapa orang. Dihitung-hitung mungkin cuma ada lima orang termasuk Adeeva. Di dekat jendela ada sepasang cewek cowok sedang minum teh dan cemilan roti sedangkan tak jauh dari Adeeva ada dua cowok remaja minum kopi berbau cappucino. Mereka serius membahas sesuatu. Adeeva mana boleh nguping pembicaraan orang maka fokus pada masalah sendiri.


Adeeva pasang headset di kuping agar orang tak ikut dengar hasil sadapan.


Pertama Adeeva masuk ke akun yang telah dia. setting di ponsel Ezra lalu mulai berselancar cari sesuatu yang aneh di ponsel Ezra.


Ponsel itu lagi live sedang aktif bicara dengan seseorang. Adeeva gali lebih jauh ternyata dugaan Adeeva tak meleset. Ezra sedang ngobrol dengan Sonya.


Adeeva segera gabung ikut nguping pembicaraan antara dua makhluk calon penghuni neraka itu.


"Kita tak bisa jumpa sekarang Sonya! Asisten aku masih ada di rumah. Hormati dia dong!"


"Asisten saja kau takut. Aku sudah rindu padamu. Kau tak rindu padaku?"


"Rindu pada ******* mu! Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa karena asisten aku bukan orang ramah. Kalau dia ngamuk kamu bisa patah sepuluh. Aku segan padanya. Dia anak baik dan jujur."


"Baru kali ini kau memuji seseorang setinggi langit. Ada apa Antara kamu dan dia. Kau suka padanya?"


"Suka dan cinta. Aku tak mau kehilangan dia"


"Wow...Ezra akhirnya jatuh cinta! Lalu aku di mana duduknya di hatimu. Aku tak mungkin selamanya jadi pemain belakang. Kapan kau mau ekspos hubungan kita?"


"Tidak akan pernah. Bukankah kau punya produser yang rela mati untukmu?"


"Dia tidak yahud kamu. Aku dekat dengannya kan demi cari popularitas. Aku sudah nominasi sebagai artis terbaik tahun ini. Kau dukung aku dong!"


"Bagaimana aku harus dukung kamu?"


"Biasa...duit! Sogok juri dan beli followers."


"Berapa kau butuhkan?


"Sepuluh."


"Sepuluh apa?"


"Sepuluh milyar. Kurasa itu nilai kecil untukmu buat kekasih tersayang model aku. Aku rela jadi budak nafsu kamu asal kau tetap bersama aku! Persetan dengan para isteri kamu. Yang penting kamu hanya untukku."


"Sonya... perusahaan sedang macet. Kurasa sekarang tak bisa kucurkan dana sebesar itu. Dan untuk sementara semua kunci di tangan asisten aku. Aku kan tak bisa melihat maka semua diserahkan padanya. Kuharap kau maklum."

__ADS_1


Adeeva menggeram dalam hati dengar obrolan Ezra dan Sonya. Memang bintang film tak tahu malu. Bagaimana mungkin seorang wanita panggilan dipuja setanah air. Adeeva tertawa sinis akan ekspos semua borok kedua setan ini agar semua tahu betapa bejat dua manusia setan ini.


Adeeva lanjut mendengar obrolan Ezra dan Sonya yang makin menarik bagi Adeeva. Adeeva akan umumkan seluruh pelosok tanah air kalau Sonya main curang untuk mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai bintang film.


"Aku mau jumpa sayang! Aku rindu pada rudal mu yang heboh. Kita booking hotel ya!"


"Jangan! Kita jumpa di apartemen aku! Asisten aku akan ke kota B untuk ikuti pertandingan taekwondo. Aku akan kabari kamu kalau dia sudah berangkat. Sekarang dia mungkin di apartemen jadi jangan datang dulu!"


"Ok...Kutunggu kabarmu sayang! Salam untuk asistenmu ya! Jangan kau ajak dia naik ke ranjang ya! Aku cemburu nanti."


"Sudah kubilang dia satu-satunya wanita kucintai. Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Dia akan jadi isteri satu-satunya dan kau cukup jadi simpanan."


"Kau tak adil...masa aku yang jadi simpanan. Harusnya dia dong! Aku lebih ngetop dari anak itu. Dasar apa aku yang jadi simpanan."


"Dasar kau ****** sedang dia anak baik. Aku tak mau anakku lahir dari rahim seorang perempuan disentuh puluhan lelaki."


"Bukankah aku sudah berhenti dari yang lain selain kamu dan pak produser. Aku mau sama dia karena butuh dukungan dia. Kalau sudah menang nanti aku akan depak dia. Laki loyo gitu sok kuat. Dua kali goyang sudah terkapar. Masih kuat sayangku Ezra."


Adeeva merasa perutnya mual dengar obrolan ini. Adeeva mematikan sadapan karena muak dengar obrolan mesum dua ekor setan baru keluar dari neraka. Adeeva akan permalukan Sonya dan Ezra sampai kedua setan itu ngumpet kembali ke neraka.


Adeeva tak jadi minum kopi memilih pergi. Adeeva hanya bayar harga kopi lalu pergi ke apartemen Ezra untuk mengerjakan sesuatu bencana untuk Sonya dan Ezra. Adeeva sudah tak pikir akibat dari perbuatannya. Yang penting nama Adeeva tetap bersih karena Adeeva sudah susun strategi hancurkan Sonya melalui tangan sendiri.


Hampir dua jam Adeeva kerjakan sesuatu di kamar Ezra dan ruang tamu. Cewek ini pasang webcam mungil sebesar biji buah kelereng di antara tempat tersembunyi dalam kamar Ezra. Adeeva pasang tiga dalam kamar serta dua dalam ruang tamu. Cewek ini pasang di tempat yang tak pernah diduga Ezra. Bukan Adeeva bila tak berhasil kelabui Ezra.


Puas dengan hasil kerja sendiri Adeeva mulai susun strategi selanjutnya pergi dari kota J untuk bersihkan namanya dari daftar orang dicurigai. Adeeva punya cara untuk hindari sebagai tersangka.


Adeeva segera kemasi semua barangnya pulang ke tempat dia akan mulai kisah hidup baru. Biarlah Ezra selesaikan sendiri soal pengkhianatan keluarga. Yang penting dia sudah bantu Ezra selamatkan uang Ezra.


Langkah selanjutnya adalah minta ijin berangkat ke kota B untuk hadiri pertandingan taekwondo sesama klub. Adeeva punya alibi bila terjadi sesuatu pada Sonya. Ezra pasti akan curiga pada Adeeva maka dia harus pergi duluan. Untunglah pagi tadi dia duluan minta ijin jadi kecurigaan akan jauh darinya. Sonya sedang siapkan tiang gantungan untuk bunuh diri kalau berani datang ke rumah Ezra.


Adeeva meneleponi Ruben minta pamitan agar laki itu bisa jadi saksi dia berangkat ke kota B. Adeeva mau Ruben yang antar dia ke stasiun untuk perkuat alibinya nanti. Adeeva sudah hitung semua langkah harus dia tempuh agar tak masuk penjara retas ponsel orang lain.


"Waalaikumsalam. Poni? Ada apa?"


"Begini bro! Aku ada undangan hadiri pertandingan antar klub. Aku minta kamu jaga bos selama aku pergi. Kawal dia jangan sembarangan teken surat! Aku tak lama kok! Paling dua hati juga balik. Kalau bisa kamu tidur di rumah bos rawat dia. Takutnya dia jalan kelewatan jatuh dari jendela. Bakal muncul banyak janda lho!" gurau Adeeva berusaha terdengar ceria.


"Aku sih ok saja tapi apa sudah ijin bos?"


"Tadi pagi sudah tapi belum ada jawaban. Aku akan telepon dia nanti. Kau mau antar aku ke stasiun kereta cepat?"


"Kamu pergi sendiri?"


"Iya dong! Emang mau ajak satu kampung? Kau tahu duit ku ada batasnya. Mau nggak?"


"Mau aja! Kamu ijin dulu dah! Takutnya paus kamu ngamuk telan aku hidup-hidup. Rugi mati muda."


"Ok..takut juga kamu sama ikan paus! Paus buta kok ditakuti. Kita kirim saja ke samudera Hindia biar hanyut ke laut lepas. Aman kita."


"Sadis amat kamu. Kutunggu kabar darimu saja."


"Siip... Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam..."


Adeeva menatap ponselnya dengan gundah. Apa Ezra akan ijinkan dia pergi jauh di saat dia buta. Adeeva tak punya pilihan walau ada tersisa rasa iba pada orang buta. Cuma apa Ezra lantas dikasihani? Adeeva harus keraskan hati keluar dari masalah pelik ini. Dia masih muda tak mungkin habiskan waktu dengan seorang penjahat cinta. Pengakuan cinta Ezra tidak menggugah perasaan Adeeva. Tak ada rasa bahagia dicintai lelaki pengumbar cinta. Tebar cinta sana sini.


Adeeva bulatkan hati teleponi Ezra. Apapun terjadi tetap harus Adeeva hadapi.

__ADS_1


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam... sudah di rumah?"


"Sudah...aku minta ijin berangkat hari ini karena malam ini ada acara pembukaan. Aku mau hadir." ujar Adeeva biasa saja tak luapkan emosi apapun.


Ezra terdiam tak segera beri ijin. Ada rasa tak enak di hati laki ini seakan Adeeva pergi takkan kembali.


"Berapa lama kau pergi?"


"Rencana dua hari saja! Mungkin ada teman dari sini mau ikut. Aku minta diantar Ruben karena aku tak punya kenderaan ke stasiun."


Ezra nggak tahu Adeeva sedang gali lubang kematian untuk dia dan Sonya. Adeeva harus maju selangkah agar tidak diberi stempel aktor di balik layar kehancuran Sonya. Jadi perempuan murahan kok bangga. Adeeva akan jadikan kebanggaan Sonya jadi bumerang bagi artis papan atas. Saking di atas akan terjun bebas nyungsep ke dasar jurang.


"Baiklah! Berjanjilah balik secepatnya! Aku tak bisa ngapa-ngapain tanpa kamu!"


"Bapak kan masih banyak stok. Dari yang putih belang-belang sampai barang rongsokan."


"Kok tak ada yang bagus?"


"Emang bapak merasa wanita bapak tak ada yang bagus? Iya dong! Maka itu aku tak mau jadi wanita bapak karena semuanya sampah tepatnya limbah masyarakat. Dari luar tampak bagus isinya belatung. Aku sudah minta ijin jadi aku segera cabut dari kota ini. Dan bapak jaga diri ya! Kalau mau teken sesuatu minta Ruben dampingi."


"Kau kuatir padaku?"


"Tidak...aku cuma kuatir nasib ratusan karyawan perusahaan. Bapak sudah banyak yang kuatir jadi tak perlu aku ikutan. Aku mohon pamit pak!"


"Tunggu...kau bicara seakan tak ingin balik ke sini."


"Balik dong! Kan belum gajian. Rugi kerja gratis." kilah Adeeva sedikit culas. Tak ada keinginan balik kepada laki ini. Bikin Adeeva tumpuk dosa jahatin orang saja.


"Ingat kembali! Bonus sedang menantimu bila kita sukses tendang para pengerat keluar dari perusahaan."


"Kita? Bapak dan piaraan bapak kali. Aku tidak ikutan. Sudah ach..aku mau bereskan pakaian segera berangkat. Ntar telat pula sampai sana. Assalamualaikum."


Adeeva matikan ponsel tak beri kesempatan pada Ezra untuk jawab. Ditanggapi takkan kelar-kelar. Mending hubungi Ruben minta dijemput.


Sebelum telepon Ruben Adeeva hubungi Nunik tanya apa mau ikut tidak? Gadis itu kan tergila-gila pada taekwondo. Berantem sama keluarga demi dalami seni bela diri ini. Adeeva pasti disalahkan bila pergi tanpa pemberitahuan pada Nunik. Bendera perang pasti akan langsung berkibar cetuskan perang besar.


Adeeva ringankan tangan pencet nomor Nunik. Tak langsung diangkat. Jam segini mungkin masih tidur. Anak itu kan sebangsa kalong. Siang tidur dan malam melek. Kalau Adeeva ibu mertua langsung pecat mantu model gitu. Siapa mau menantu pemalas.


"Halo...haloooo.. assalamualaikum..." olok Adeeva dengar suara bantal dari seberang.


"Waalaikumsalam...ini masih malam BESTie! Senang banget ganggu mimpi gue!" semprot Nunik tak tahu matahari sudah capek bersinar. Kamarnya pasti ditutup rapat maka matahari tak diijinkan curi pandang ke dalam kamar gadis itu.


"Ini sudah senja kalong! Mentari mau tenggelam."


"Yang bener? Kayaknya gue baru tidur. Barusan ketemu sama oppa Korea yang gantengnya Masyaallah. Dasar lhu songong usir oppa gue!"


"Oppa juragan sapi?"


"Jangan sebut juragan sapi lagi ya! Makanan Minggu lalu keluar dari perut gue akibat mual tingkat dewa."


Adeeva tertawa ngakak merasa lucu makanan Minggu lalu dibawa dalam obrolan. Apa bukan sudah terserap jadi buangan terakhir masuk ke septik tank.


"Kronis amat sis! Lhu sudah jumpa?"


"Belom cuma ada chatting. Lhu tahu nggak profilnya? Gambar hello Kitty. Mati aku!"

__ADS_1


Tawa Adeeva lengkapi derita Nunik mau dijodohkan sama cowok pencinta animasi hello Kitty. Lelaki jadi-jadian jaman now.


"Jumpa dulu dong! Kali cuma profil. Aslinya badak bercula satu. Gagah dan keren."


__ADS_2