Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Di mana Adeeva


__ADS_3

Adeeva tiba di pub Don dengan hati gundah. Adeeva memang akrab dengan suara musik di pub tapi tak pernah ikutan dugem di tempat yang bukan dunianya.


Dia pernah datang ke situ bersama Nunik sewaktu selamatkan Ezra dari kenakalan Rani. Kini Adeeva datang lagi tanpa Nunik. Nyali Adeeva menciut ingat bagaimana kerasnya kehidupan malam di pub. Bau minuman keras dan asap rokok menjadi ciri khas daerah khusus pencinta dugem. Belum lagi obat terlarang beredar secara ilegal. Klop lah kejelekan nama pub.


Lama Adeeva berdiri di depan pub Don. Kaki terasa terpasang bandul bola besi susah melangkah maju ke depan. Adeeva menoleh kiri kanan takut ada orang yang dia kenal berada di sekitar pub. Adeeva takut dikenali orang. Cewek kok main ke pub.


"Nona...silahkan masuk!" seorang cowok berbadan tegap mempersilahkan Adeeva masuk dengan sopan.


Adeeva meringis bentuk senyum jelek. Apapun cerita dia tetap harus masuk lihat keadaan Ezra. Syukur kalau mati akibat minuman keras dosis tinggi. Dia terbebas dari lelaki cabul ini.


Bau asap rokok menyambut kehadiran Adeeva. Suasana remang-remang membuat mata Adeeva tak lihat jelas di mana posisi bosnya itu.


Satu tepukan di pundak memaksa Adeeva putar kepala. Adeeva membuka mata lebih lebar lihat siapa iseng minta hadiah tinju mautnya.


"Uda Don..!"


Don menarik tangan Adeeva menerobos kerumunan orang menuju ke tempat Ezra dan pasangannya sedang terbang ke neraka. Surga terlalu bagus untuk orang bermental Dajjal seperti Ezra dan Sonya.


Adeeva melihat dua insan itu terkulai di sofa sempit saling bersandarkan kepala. Dari sini Adeeva bisa nilai sampai di mana hubungan dua orang ini. Lebih sekedar dari teman.


"Apa yang harus kulakukan?" tanya Adeeva memeluk tangan tak ada ide terhadap dia makhluk kategori setan.


"Bawa mereka pulang. Inilah Sonya! Dia adalah simpanan Ezra cukup lama. Aku tak tahu apa janji cinta mereka tapi mereka berhubungan secara diam-diam karena Sonya jaga image tak ekspos dia simpanan." cerita Don tak tahu kalau darah Adeeva mendidih dengar penuturan Don.


"Itu urusan bos! Aku ini hanya pegawai. Maunya Uda kirim mereka ke hotel agar waktu mereka tidak terbuang. Kan kasihan mesumnya tidak kesampaian." kata Adeeva sinis makin hilang respek pada Ezra. Maunya jangan cuma mata buta. Nafas juga dihentikan agar tidak menambah polusi udara.


"Nggak mungkinlah bawa mereka ke hotel. Nanti meledak berita Sonya simpanan Ezra. Dia kan masuk nominasi aktris terbaik tahun ini. Bisa hancur karir Sonya bila ketahuan dia ganggu rumah tangga orang."


Adeeva angguk-angguk dapat ide bagus untuk bikin kisah lebih hebat. Sayang kalau kisah cinta mereka hanya dinikmati mereka berdua. Maunya seisi dunia tahu betapa murahan artis pujaan mereka dan betapa bejat bos besar Dilangit. Duanya harus hancur lebur.


"Aku tak bisa bawa mereka. Uda Don saja urus mereka. Aku mau pulang."


"Tunggu Poni..kau jaga mereka sebentar. Aku akan coba lacak manager Sonya."


"Ok...jangan lama!"


"Sebentar saja." Don. bergegas pergi sebelum Adeeva berubah pikiran.


Adeeva juga tidak buang waktu ambil ponsel Ezra dan Sonya. Ntah apa yang dilakukan anak ini kutak kutik ponsel kedua makhluk tak sadar diri itu. Semua data Sonya berpindah ke ponsel Adeeva termasuk kloning nomor ponsel artis yang sedang berada di puncak kejayaan ini. Beginilah kerja anak kelewat cerdas di bidang teknologi. Tampang lugu tapi otak mafia. Sonya ketemu setan cantik malam ini.


Adeeva kembalikan ponsel Ezra dan Sonya ke tempat semula tanpa timbulkan kecurigaan Don. Don juga tak boleh tahu apa yang sudah dilakukan Adeeva. Adeeva tidak takut cctv karena cahaya tidak menunjang untuk rekam gerak gerik Adeeva yang tidak grasa grusu.


Don kembali dengan wajah lebih cerah. Mungkin laki ini telah mendapat jawaban akan dikirim kemana dua insan ini.


"Gimana Uda?" Adeeva bertanya tak sabar ingin pergi dari pub.


"Sonya akan dijemput managernya. Dan bos kamu bawa pulang saja!"


"Ini Uda salah. Aku tenang bos dalam keadaan baik saja. Dia pasti malu padaku ketahuan mabukan sama cewek lain. Jadi kurasa lebih baik Uda rawat dia sampai sadar dan jangan bilang aku pernah datang jenguk dia sedang bersama perempuan lain. Anggap saja aku tak pernah datang." Adeeva merangkap tangan memohon pada Don untuk tutupi dia ada di sekitar Ezra sewaktu dia mabuk.

__ADS_1


"Apa ini yang terbaik untuk kalian?"


"Iya...aku akan pergi setelah tugasku kelar. Aku tak tahan hidup bersama kumpulan hewan tak punya akal sehat." kata Adeeva sendu bikin Don kasihan pada cewek ini. Adeeva pasti tertekan hidup di bawah bayangan nama besar Ezra.


"Maaf kalau Uda lancang bertanya padamu! Kau ada hubungan dengan Ezra?"


Adeeva tertawa pahit mendengar pertanyaan Don. Adeeva tak ingin menambah kesan buruk pada Don tentang kehancuran hidupnya. Pangkal kehancuran dia adalah Ezra. Tanpa kehadiran Ezra mungkin dia masih nikmati kebebasan bersama teman-teman baik di kota B.


"Hubungan kami bos dan bawahan. Permisi Uda. Kumohon tutup rahasia aku pernah datang. Jangan menambah beban di pundak aku!"


Don terenyuh oleh suara Adeeva mengandung nada putus asa. Ezra sudah cerita kalau dia telah merampas milik Adeeva yang paling berharga. Ezra memang bejat tidak tertolong lagi. Punya segudang istri masih menjebak perempuan muda. Naas bagi Adeeva jumpa bos gila.


Don menatap punggung Adeeva yang perlahan menghilang di balik kerumunan orang di pub. Adeeva pergi namun pesta tetap berlanjut. Ada rasa iba bergelayut di hati Don. Dasarnya Adeeva anak baik dan periang. Semuanya telah dirampas oleh Ezra. Ezra memang kurang ajar.


Don menanti manager Sonya datang jemput artis besar itu. Kalau tak segera dijemput pasti akan masuk berita trending topik Sonya artis alim mabukan bersama suami orang.


Don terpaksa telepon Ruben untuk jemput Ezra. Adeeva sudah minta tolong tak mau dihubungkan dengan Ezra maka Don harus bantu setulus hati. Don berjanji akan tutupi kehadiran Adeeva agar anak itu tidak tampak bodoh di depan Sonya dan Ezra.


Adeeva bangkit pagi hari tanpa open apa Ezra ada pulang atau tidak. Adeeva menjadi tidak tulus merawat Ezra. Rasa iba berubah menjadi benci dan kesal. Dikira Ezra lelaki baik tidak mau sentuh barang rongsokan. Ternyata yang disentuh limbah sisa orang.


Adeeva menjadi jijik pada diri sendiri disentuh oleh lelaki brengsek. Adeeva ingin pergi jauh lupakan lelaki ini. Adeeva terlalu baik untuk Ezra. Sampah harus dengan sampah.


Adeeva bersiap berangkat kerja tanpa melihat kondisi Ezra. Mungkin saja laki masih sama Don di pub ataupun booking hotel dengan bintang film mahal itu.


Hari ini Adeeva akan siapkan sistim perusahaan Ezra untuk tunjukkan profesional dia sebagai pakar di bidang dia. Setelah itu Adeeva ingin jalani kehidupan normal seperti dulu. Kalaupun dipecat Ezra dengan mudah Adeeva cari kerja lain. Anak berbakat macam Adeeva pasti diperlukan oleh perusahaan lain.


Adeeva pergi ke kantor naik ojek online. Adeeva segan bawa mobil Ezra tanpa bawa bos. Nanti dipikir Adeeva ingin kuasai harta Ezra. Detik-detik Adeeva bersama Ezra makin tipis karena cewek ini sudah bulat tinggalkan Ezra. Tapi sebelum itu Adeeva akan beri pelajaran berharga pada Sonya dan Ezra.


Adeeva hidupkan laptop lalu catat semua akun dan kata sandi untuk setiap divisi. Semua teratur rapi sesuai bagian masing-masing. Semua terpisah tanpa campur aduk seperti dulu. Ada sembilan bagian dan satu bagian untuk pribadi Ezra. Yang ini hanya Ezra yang tahu karena tidak untuk umum.


Ezra menanti Adeeva bersuara bertanya ke mana dia semalam namun tak ada satu katapun keluar dari mulut sensual Adeeva. Anak itu bungkam sibuk mencatat buat dipelajari oleh Ezra. Bagaimana baca terserah laki itu.


Bukan Adeeva yang penasaran ke mana Ezra semalam justru Ezra heran mengapa Adeeva sangat anteng tak berkicau menyudutkan Ezra. Apa Adeeva sedang kena sariawan akut sampai tak bisa. goceh hibur Ezra dengan celoteh nakalnya.


"Poni...kau sedang apa?" tanya Ezra padahal nampak Adeeva sedang mencatat.


"Tidur..." sahut Adeeva sesuka hati. Peduli apa bos gila ini.


"Tidur masih ngomong?"


"Mimpi sambil tidur."


"Emang ada orang mimpi tidur? Apa rencana hari ini?"


"Kerja. Oya...ini sudah kucatat semua akun dan sandi baru. Bapak tinggal pindah ke bagian masing-masing. Beri pada kepala bagian masing-masing untuk dikelola."


"Kau tak bisa selesaikan?"


"Aku sudah laksanakan tugas aku. Aku tak mungkin ikut campur di setiap divisi. Aku ini hanya seorang pekerja kecil tanpa kuku runcing."

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kok sinis?" Ezra menangkap ada perubahan nada suara Adeeva seperti ingin skak Ezra dalam arti luas. Mau ejek Ezra lebih berkuasa bisa beli dunia? Hanya Adeeva ngerti tujuan dia bicara. Ezra belum ngeh Adeeva sedang omong apa.


"Oya pak...berapa hari ke depan aku mau pergi ke klub. Di sana tanding taekwondo antar klub. Aku ingin lihat teman aku bertanding."


Ezra menoleh ke arah Adeeva yakinkan diri kalau yang bicara itu Adeeva. Nadanya tak ada aura ceria seperti biasa. Setan apa rasuki cewek ini kok tiba-tiba berubah pasif.


"Kalau aku larang?"


"Aku mengundurkan diri dari pekerjaan ini. Aku ingin cuti berapa hari untuk salurkan hobby aku. Bapak punya dunia sendiri dan aku juga. Dunia aku bersih bebas polusi. Aku tak mau keluar dari dunia aku."


Ezra kembali dibuat pusing oleh sikap Adeeva yang makin aneh.


"Kau marah aku tidak pulang? Aku minum bersama Don dan teman lama. Kami mabuk maka aku tak mau merepotkan kamu." cerita Ezra tanpa diminta Adeeva.


"Lalu? Emang penting buat aku dengar kisah bapak? Bapak yang punya kuasa bisa lakukan apapun sesuka hati. Aku ini apa? Pegawai gila uang."


"Kau ini isteri aku. Kau berhak tanya dan tegur aku!"


"Tidak tertarik urus hidup bapak. Sudah kubilang berkali-kali aku tak mau jadi isteri bapak. Silahkan talak aku!"


"Jangan mimpi!"


"Bermimpi? Aku tak suka hidup di alam mimpi yang penuh cerita bohong. Aku suka kenyataan. Aku mau jumpa Ruben beri pengarahan tentang sistim perusahaan."


"Jangan! Biar aku saja. Aku tak mau orang curiga padamu yang rancang sistim. Hidupmu bakal penuh bahaya. Kau tinggalkan saja semua data. Aku cuma mau minta tolong kau isi bagianku di komputer aku. Ruben juga tak perlu tahu akun dan kata sandinya!"


"Baik pak!" Adeeva mencoba bersabar bersikap profesional dalam tugas. Urusan pribadi dan pekerjaan dua sisi berbeda. Adeeva tak boleh campur aduk keduanya dalam satu wadah.


Ezra bangkit dari kursi kerajaan Dilangit ganti Adeeva duduk di situ. Ezra pindah ke sofa dengan langkah perlahan masih akting gaya orang buta. Hanya ini bisa dipertahankan untuk ikat Adeeva tetap di samping. Ezra tak tahu Adeeva telah tahu sisi kelam Ezra. Adeeva tak pernah memaafkan orang yang tega khianati keluarga. Dari dulu sampai sekarang Adeeva tetap benci pengkhianat.


Ezra perhatikan keseriusan Adeeva mengurus semua sistim. Harus Ezra akui anak ini sangat berbakat di bidang teknologi canggih ini. Ezra bukan apa-apa bila dibanding Adeeva. Ezra lihat berbisnis tapi tak ngerti amat soal pembagian keamanan komputer.


Ezra belum siap kehilangan wanita pelipur lara. Siapa akan ngajak dia bertengkar lagi di kala mood kurang bagus. Ini menunjukkan sisi buruk Ezra. Kemaruk perempuan.


"Sudah selesai. Nanti bapak ganti kata sandi kalau sudah bisa lihat paha mulus. Sekarang cukup ikuti sandi aku." Adeeva tinggalkan kursi Ezra pindah kembali duduk di bangkunya.


Duduk di kursi emas bos bikin pantat sintal Adeeva panas. Panas karena kesal pada Ezra atau memang tak ada bakat jadi bos.


"Aku tak perlu sandi baru. Kan ada kamu urus aku!" rayu Ezra pikir Adeeva seperti wanita lain mati sebelah badan kena rayuan Ezra. Laki ini tak tahu Adeeva punya anti rayuan gombal. Perisai pelindung buatan abad atom.


"Aku akan balik kerja di kota B. Kuharap bapak bebaskan aku memilih jalan hidupku. Aku tak cocok untuk bapak. Percayalah satu hari nanti bapak akan berterima kasih padaku telah pilih pisah. Bapak akan menemukan cinta sejati bapak dan orang itu bukan aku."


"Aku butuh kamu." tukas Ezra cepat tanpa pikir panjang. Sekarang ini dia butuh Adeeva. Sebagai asisten maupun penghibur hati.


"Bapak tidak butuh aku. Bapak hanya memerlukan seorang pegawai setia seperti seekor anjing." ujar Adeeva sinis.


Ezra terhenyak dengar cara omong Adeeva yang jauh dari bayangan Adeeva yang asli. Biasa Adeeva suka konyol tapi tak pernah kasar ucap kalimat tak pantas. Ada apa dengan cewek ini? Sedang halangan?


"Kau kurang sehat? Kau boleh istirahat hari ini. Nanti aku pulang diantar Ruben saja."

__ADS_1


"Terima kasih pak! Aku memang kurang tidur karena kerja rancangan ini sampai pagi."


__ADS_2