Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Dua Kuda


__ADS_3

Sepeninggalan kedua wanita bekas papanya Ezra mulai bikin ulah merepotkan Adeeva. Ezra kangen pada kenakalan Adeeva padahal mereka baru saja jumpa. Tampaknya Ezra terserang virus Adeeva yang akut. Parah nih!


"Pooonnniii..." seru Ezra panjang panggil nama kiasan Adeeva. Sehari tidak tengkar dengan cewek itu mulut terasa hambar tak ada rasa.


Adeeva keluar dari kamar bersandar di kusen pintu lihat apa kemauan laki arogan itu.


"Ada apa pak? Mau tidur jam gini?" tanya Adeeva lesu malas berantem malam ini. Mood Adeeva sedang hancur akibat hilangnya mahkota kebanggaan. Hilang dengan cara tidak berkesan.


"Tidur? Kamu masih tidur ya? Aku belum makan malam."


"Bukankah tadi sudah makan?"


"Itu jatah makan siang! Jangan bilang kita tak punya apa-apa untuk dimakan!"


"Ada...aku masak mie instan ya! Hari ini aku malas banget! Very bad mood."


"Ke mana semangat juang kamu?"


"Terbang akibat terluka di tempat tertentu."


"Cepat atau lambat itu akan terjadi! Aku hargai kamu pandai jaga diri."


"Omong kosong! Mana ada orang rasakan malam pertama dalam kondisi setengah sadar. Aku curiga sama bapak permainkan aku." Adeeva bergerak maju cek fakta kalau Ezra tidak sedang bodohi dia.


Ezra angkat tangan berani diambil sumpah tidak berbuat curang pada Adeeva.


"Aku berani sumpah aku tidak berbuat curang. Kalau aku curang biar sakit bisulan setahun."


Adeeva berusaha menyakinkan diri sendiri kalau Ezra sedang serius bersumpah. Sumpah menyakinkan tapi isi sumpahnya menggelikan. Mana ada orang bisulan setahun. Bukan jadi bisul malah jadi tumor.


"Lalu kenapa aku bisa begitu genit kejar bapak?"


Ezra pura-pura berpikir keras cari kalimat tepat yakinkan cewek itu kalau itu murni panggilan alam.


"Kurasa udara dingin dan suasana romantis bangkitkan hasrat terpendam dari hatimu."


"Romantis?" Adeeva kilas balik dari mana romantisnya? Dia malah kecapekan gara gotong enam wanita dewasa masuk ke kamar. Badan mau rontok akibat gotong gentong nasi.


"Untuk apa diingat? Yang penting kau sudah lakukan tugas pertama sebagai isteri dengan baik. Kau lolos review dengan nilai sempurna." Ezra acung jempol puji Adeeva sukses persembahkan mahkota berharga pada Ezra.


"Enak saja! Ada duit tak bisa dibeli."


"Ok...sekarang kau mau aku gimana? Bayar kamu? Ok...ambil tubuh aku! Tak usah bayar. Gratis untukmu." Ezra membuka kancing baju satu persatu untuk persembahkan tubuhnya pada Adeeva.


Adeeva bukannya senang dibayar Ezra melainkan geli harus lihat lelaki telanjang lagi.


"Stop...aku mau ke dapur!" Adeeva lari terbirit-birit ke dapur hindari kecabulan Ezra. Laki itu mana kenal kata malu di hadapan Adeeva. Kalau bisa telanjang setiap jam untuk goda cewek itu. Mana tahu dapat jatah sarapan malam lezat. Kan rezeki nomplok.


Adeeva betul sediakan mie instan lezat karena telah dimodifikasi dengan bahan lain. Rasanya legit mirip olahan warung mie terkenal. Semula Ezra cicipi makanan yang konon katanya tak sehat. Tak sehat tapi jadi menu utama para mahasiswa di perantauan. Adeeva sendiri sering makan mie instan kalau lagi kanker alias kantong kering.


Mie Ezra kandas juga ntah karena benaran lapar atau hasil olahan Adeeva super yummy.


Adeeva beres-beres di dapur sementara Ezra menerima telepon dari seseorang di ruang tamu. Samar-samar Adeeva dengar Ezra bicara serius dengan orang itu. Tidak lama ngobrol dan putus. Adeeva tak tahu sejak kapan ponsel Ezra diaktifkan. Janji laki itu matikan ponsel selama dia sakit. Janji tinggal janji. Baru dua hari mati sudah aktif lagi.


Adeeva tidak ambil peduli dengan siapa Ezra ngobrol. Itu hak laki itu. Dia harus keraskan hati tidak jatuh cinta pada lelaki sejuta wanita itu.


Adeeva hidangkan buah segar sudah diiris tipis sebagai pencuci mulut Ezra. Ezra bisa menilai bagaimana pengabdian Adeeva padanya. Tak pernah sekalipun dia tanya soal uang kecuali hak dia sebagai karyawan walau kadang ada pemerasan di dalam bertugas. Uang yang diminta Adeeva tidak seujung kuku dibanding dengan para wanita di istana Ezra. Ezra bukan orang bodoh tak tahu Adeeva bukan orang kemaruk harta.

__ADS_1


Adeeva ikut nikmati irisan buah pir diberi sedikit garam. Rasanya segar dan lezat. Buah pir sangat cocok untuk obati panas dalam pada tubuh manusia. Dapat menyembuhkan sariawan juga.


"Poni...apa kau sudah ada rencana terhadap keamanan perusahaan?" tanya Ezra memecahkan keheningan antara mereka.


Adeeva berpikir sejenak baru berani jawab. Ini bukan jawaban asalan karena ini menyangkut hidup mati perusahaan Ezra. Adeeva tak boleh sembrono dalam laksanakan pekerjaan ini.


"Dari awal aku sudah setting harus bagaimana! Bapak bilang saja minta orang luar setting ulang sistim perusahaan. Setiap bagian pegang sandi bagian mereka. Misalkan bagian gudang khusus bagian gudang. Bagian itu tak boleh buka akses yang tak ada hubungan dengan mereka. Kalau mereka ingin cek stok tetap harus ijin bagian gudang. Khusus untuk bapak di level tinggi tak ada yang boleh tahu sandi tersebut. Misalkan pemasukkan dan pengeluaran. Sisa saldo perusahaan. Semua mau diakses harus lalui ijin bapak. Memang menyusahkan pegawai bapak tapi ini untuk beri tanggung jawab bagian masing-masing. Kalau ada kecurangan artinya dari bagian orang tersebut."


Ezra manggut-manggut paham maksud Adeeva. Saran Adeeva sangat bagus untuk cari tikus dalam perusahaan. Bertanggung jawab divisi masing-masing.


"Lalu pak Jul berjalan di mana? Dia termasuk pejabat teras bawahi banyak bagian."


"Oh dia..dia boleh tahu pengeluaran dan pemasukan tapi tak punya akses buka saldo. Itu hanya bapak yang tahu. Ku Sarankan nanti bapak kembalikan dana yang kita transfer dari perusahaan. Bapak buat seolah uang itu tidak raib melainkan kena blok sistim. Biar pak Jul mikirin duitnya yang tak kembali. Nanti dia akan pikir duitnya masih ada cuma kena blok. Biarkan mereka bermimpi duit mereka bisa kembali." ujar Adeeva tersenyum licik senang pak Jul dan konconya bermimpi indah duit akan segera kembali.


"Kau sungguh licik." Ezra puji kepintaran Adeeva dengan cara lain.


"Kan ada gurunya orang licik juga. Saking licik tipu gadis muda masuk perangkap. Itu lebih licik." rengut Adeeva ingat bagaimana Ezra paksa dia tanda tangani surat nikah.


"Kau memang isteri aku. Cuma pertegas saja. Ok. Kau kerjakan semua sistim kau rancang lalu terapkan pada perusahaan."


"Baik..aku akan lembur malam ini! Tapi janji ada uang lemburnya. Aku tak mau kerja bakti tanpa hasil duit."


"Asli mata duitan! Aku janji ada duitnya plus bonus kalau rancanganmu sukses."


"Tidak bisa gitu! Uang dulu karena nanti bapak bisa berubah pikiran. Bapak rajanya orang licik." Adeeva goyang tangan tak mau uang lembur hanya sebuah janji. Takutnya janji tinggal janji kosong.


"Asli mata duitan!"


"Mata duitan itu sehat. Terbukti matamu sehat akibat sering lihat duit. Bapak cuma sering lihat kartu maka matanya tak sehat. Mana duitnya biar dikerjakan." Adeeva tidak malu-malu minta uang lembur pada Ezra. Ini bukan pemerasan tapi hak pekerja yang rela habiskan jam istirahat untuk mengerjakan pekerjaan kantor.


"Berapa kau minta?"


"Dua juta? Apa tidak terlalu murah?"


"Itu cukup untuk beli vitamin. Sesuai standard upah minimum karyawan."


"Baik...kau ambil dari kartu!" Ezra malas berdebat maka segera iyakan permintaan Adeeva. Rancangan Adeeva sangat membantu perusahaan.


Makin cepat dikerjakan makin bagus agar bisa basmi para tikus secepat mungkin. Ezra sudah tidak sabar ingin menyingkirkan mereka yang nakal uang perusahaan.


Seperti biasa Adeeva minta bukti kalau uang di ATM Ezra akan dikuras 2 juta untuk bayar uang lembur Adeeva. Adeeva mau semua pengeluaran ada hitam putih agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari.


"Ayo katakan ATM terpotong 2 juta untuk bayar uang lembur malam ini."


Ezra tertawa tak sangka di dunia ini masih ada orang selugu ini. Orang bisa berpikiran negatif uang lembur apa kerja di malam hari. Uang lembur layani bos dalam tanda kutip atau betulan kerja tugas kantor. Kalau bekerja posisinya di rumah orang akan berpikir apa?


"Baik...dengar ya! Aku Ezra malam ini beri uang lembur pada Poni sebesar dua juta untuk kerja lembur di rumah."


Adeeva yang merekam merasa ada yang aneh dalam kalimat Ezra tapi apa ya. Ucapan Ezra sesuai fakta dia lembur di rumah Ezra tapi kok ada yang mengganjal di dada.


Adeeva menyimpan ponsel rada aneh. Pokoknya ada sesuatu tertinggal di dalam hati dengar ucapan Ezra.


"Sekarang kau kerjakan! Aku mau masuk kamar. Dan ingat. Selesai kerja kau harus tidur di kamar aku. Aku tak mau kejedot dinding lagi."


"Iya pak! Semoga malam ini aku tidak ngelindur naik ke ranjang bapak."


"Kamu ini ngelindur atau mau goda suami sendiri. Aku siap kok kau goda. Seribu kali juga mau." goda Ezra menambah rasa malu Adeeva. Kenangan semalam kembali tayang di pelupuk mata Adeeva.

__ADS_1


"Cerewet...masuk kamar Sono! Tidur panjang ya!"


"Mati dong!"


"Maunya gitu!"


"Rela jadi janda muda?"


"Rela dong! Semua rahasia bapak ada di tangan saya. Kalau bapak tidur panjang maka otomatis semua akan jatuh ke tangan saya. Bapak hati-hati saja terhadap saya!" ancam Adeeva ini membalas semua rasa kesal di dalam hati terhadap Ezra.


"Pembunuhan berencana! Penjara menantimu!"


"Kapan aku berencana bunuh bapak? Aku kan hanya berharap bapak tidur panjang. Tidak ada rencana membunuh bapak. Aku bukan takut sama penjara melainkan takut sama dosa. Bodoh amat mengotori tangan hanya untuk satu pekerjaan yang menumpuk rasa bersalah. Ayo kita ke kamar!" Adeeva menarik tangan laki ini tanpa minta persetujuan lelaki itu. Untuk saat ini Adeeva mual lihat tampang cabul Ezra.


Bagusnya cowok ini raib dari permukaan bumi agar hati Adeeva nyaman tak ingat bagaimana Ezra gumuli tubuhnya berkali-kali.


Sayang harapan itu tidak pernah terwujud karena lelaki ini masih utuh di depan mata.


Ezra bahagia sekali lihat tampang kusut Adeeva. Adeeva pelipur para yang halal. Ezra berjanji akan hentikan kebiasaan berpetualangan dari wanita ke wanita lain. Dia sudah temukan dermaga sandarkan bahtera yang cukup lama terombang ambing di lautan.


Ezra sudah lelah. Saatnya bersandar di tempat aman. Ezra telah temukan sandaran baru teduh bikin bahteranya awet muda.


Adeeva membantu Ezra naik ke tempat tidur. Tubuh Ezra yang tinggi memaksa Adeeva keluarkan tenaga ekstra naikkan lelaki itu. Seharusnya Ezra bisa kerjakan sendiri namun karena ingin dimanja oleh cewek ini maka Ezra serahkan diri pada Adeeva.


"Ambil baju tidur letakkan di pinggir ranjang. Aku akan tukar sendiri bila mulai ngantuk!" pinta Ezra sebelum Adeeva pergi kerjakan tugas.


Adeeva kerjakan permintaan yang sederhana ini. Permintaan Ezra sangat wajar cuma minta disediakan baju tidur.


Adeeva tinggalkan Ezra sendirian di kamarnya. Adeeva ingin cepat selesaikan tugas yang hampir rampung. Tinggal periksa jangan ada kesilapan yang bisa akibatkan kejadian fatal di perusahaan Ezra.


Ezra meneleponi Don minta tolong agar besok kawani dia ke dokter akhiri sandiwara di depan Adeeva. Dia sudah berhasil dapatkan apa yang dia inginkan. Bersandiwara terus juga tak ada guna lagi. Sekarang tinggal berdoa semoga di perut Adeeva tumbuh kecebong Ezra. Penerus Dilangit.


"Halo bro!" ujar Ezra begitu ponsel tersambung.


"Halo orang buta...apa yang kau lihat dalam kegelapan?"


"Lebih banyak ketimbang mata sehat. Di situ aku melihat lebih jelas siapa saudara siapa musuh."


"Syukurlah! Gimana nona Poni kamu? Aku kok rindu padanya?"


"Buang jauh-jauh rasa rindumu! Dia itu sah milik aku!" kata Ezra keras supaya Don sadar arti kata Ezra.


Dari sana Don tertawa paham makna kalimat Ezra. Ezra mau sombong pamer dia telah miliki Adeeva.


"Perawan?"


"Sejuta persen. Kali ini berkat Rani. Dia mau jebak aku yang kena jerat malah Adeeva. Kasihan juga sih! Tapi apa mau dikata. Takdir malam pertama tidak romantis kayak angan gadis umum."


"Aku belum ngeh!"


Ezra menceritakan kronologi Adeeva menyerah padanya. Ezra selalu jujur pada Don teman curhat dia. Don teman baik selalu bantu Ezra cari solusi menyelesaikan masalah.


"Hmm..kasihan juga tuh anak! Tapi nasib lhu mujur dapat bini masih muda dan pinter. Satu lagi untukmu bro! Kau harus tinggalkan kebiasaan kamu Naoki kuda-kuda liar di luar sana. Poni kamu itu bukan wanita peramah bisa terima kau main gila. Semalam Sonya cari kamu. Dia heran kenapa ponsel kamu tak aktif."


"Tadi sudah telepon. Aku akan ingat nasehat kamu bro! Cuma kurasa Poni tidak akan kejar dengan siapa aku hubungan. Dia itu cuek. Malah sering dorong aku bercinta dengan wanita di rumah sana. Soal Sonya itu gampang. Aku bisa atasi Poni."


"Semoga begitu bro! Sonya akan segera rilis film baru. Kau dukung dia?"

__ADS_1


"Pasti dong! Dia dan Poni dua wanita berbeda. Satu kuda liar bikin aku lupa daratan sedangkan Poni kuda jinak bikin aku ingat akan diri. Aku akan tinggalkan Sonya perlahan."


Ezra tak tahu ada Adeeva nguping di depan pintu kamar.


__ADS_2