Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir

Setengah Lusin Isteri Tuan Tajir
Tidur Bareng


__ADS_3

Adeeva tak punya energi berdebat dengan Ezra. Matanya tak bisa disogok lagi. Sudah vonis harus tidur. Lain dengan Ezra yang hidup seperti kalong. Malam keliaran sedangkan siang telat masuk kantor. Tak heran para pejabat teras sibuk bikin rencana korupsi dari semua gudang uang. Bukan salah orang sepenuhnya. Ezra yang kasih kesempatan pada orang untuk berbuat jahat.


"Aku tidur ya! Selamat malam. Jumpa besok!"


"Eits...malam ini kita harus bertarung tentukan kelanjutan hubungan kita." Ezra menahan Adeeva yang ingin meloloskan diri dari Ezra.


Adeeva menyipitkan mata menatap Ezra tanpa gairah. Mau apa laki ini. Waktu Adeeva sedang berada di puncak semangat dia buat alasan lapar. Giliran semangat Adeeva melempen Ezra menantang.


"Yakin mau bertarung?" tanya Adeeva dengan gaya lowbat.


"Yakin dong!" Ezra menantang Adeeva dengan optimis. Gadis ini berada di titik terendah tak sanggup lawan ngantuk. Ini kesempatan Ezra meraih kemenangan. Kalau semangat Adeeva telah pulih Ezra takkan memang melawannya walau Ezra lebih tinggi. Ezra bukan petarung seperti Adeeva.


Adeeva tak menjawab tapi masuk ke kamar mandi. Ezra mendengar suara guyuran air dalam kamar mandi. Apa yang sedang dilakukan gadis ini.


Ezra menanti Adeeva keluar dari kamar mandi menunggu tindakan gadis ini selanjutnya. Hidup bersama Adeeva harus punya mental kuat dan kuping setebal kulit badak. Ocehan gadis ini suka bikin ngakak dan tak masuk akal. Ezra suka tidak serius hadapi hidup yang makin berat ini.


Akhirnya Adeeva muncul dengan sekujur tubuh basah. Dari atas kepala hingga bawah basah kena air. Ternyata gadis koplak ini menyiram diri sendiri agar terbangun dari rasa ngantuk. Satu cara yang sadis tapi manjur. Kini Adeeva telah segar lagi siap bertarung dengan Ezra.


Adeeva memutar tubuh kiri kanan melemaskan badan untuk melawan suami sekaligus musuh bebuyutan. Ezra menelan air ludah kaget stamina Adeeva telah terisi full hanya karena kena siraman air.


"Kau gila ya! Bisa masuk angin! Ayok masuk kamar ganti baju!" Ezra menyeret Adeeva masuk kamar agar ganti pakaian. Basahan di malam lembab gampang kena pneumonia. Ezra belum sinting biarkan Adeeva menderita untuk satu permainan.


"Aduh pak! Ini belum seberapa bila di banding latihan kami. Ayo bertarung! Aku siap..."


Ezra percaya apa yang dikatakan Adeeva. Menjadi seorang petarung bukan hal gampang. Fisik dan stamina harus berada dalam kondisi super fit.


"Kau ganti baju dulu baru kita ke belakang. Kalau begini aku tak mau melawan kamu! Nanti dibilang aku bully orang sakit."


"Kalau baju aku kering aku gampang ngantuk! Ntar tertidur di belakang!" kata Adeeva jujur ungkap kelemahannya. Ezra jadi kasihan memaksa isteri kecilnya lakukan hal diluar kesanggupan dia. Betapa besar ego Ezra mementingkan diri sendiri melupakan kesulitan Adeeva.


"Masuklah ke kamar! Ganti pakaian dan tidur! Aku tidur di sofa." kata Ezra menurunkan rasa ego.


Adeeva sedang menimbang bagaimana Ezra bisa tidur di sofa yang ukurannya lebih kecil dari tubuh Ezra. Apa laki ini bisa tidur nyaman? Atau tubuh Ezra elastis bisa dilipat kecil.


"Bapak tidur di kamar dan aku di sofa saja! Takutnya tubuh bapak menciut gara tidur di sofa."


Ezra tepuk tangan puji kebaikan hati Adeeva. Ezra sudah bayangkan penderitaan tidur di sofa yang ukuran satu meter setengah sementara badannya satu sembilan puluh sentimeter. Tubuh Adeeva juga jauh lebih panjang dari sofa namun tubuh cewek lebih lentur bisa dilipat.


"Terimakasih isteri tersayang. Kamu ganti baju dulu atau mau aku yang gantiin. Aku dengan senang hati melakukannya." guyon Ezra dibalas delikan Adeeva. Gadis ini segera masuk kamar ganti baju basah dengan pakaian kering.


Ezra melempar diri ke sofa peninggalan orang tuanya. Umurnya cukup uzur tapi masih layak pakai. Semua perabotan masih utuh tanpa ada sentuhan barang baru. Rumah ini bawa kenangan manis bersama kedua orang tua sebelum papanya menggila main perempuan. Mamanya sakit hati menyimpan duka gara papanya berselingkuh dengan beberapa wanita.


Ezra sangat terluka oleh tingkah laku papanya maka itu Ezra benci yang namanya selingkuh. Menikahi wanita sampai setengah lusin bukanlah impian Ezra tapi telah dia lakoni. Ezra harus pikir cara singkirkan wanita-wanita itu sisakan satu untuk temani dia hingga akhir hayat.

__ADS_1


Adeeva muncul dengan pakaian kering. Di tangan gadis itu ada selimut tebal untuk lindungi diri dari serangan nyamuk. Rumah ini terletak jauh ke belakang lahan luas. Agak lembab penuh pepohonan rindang. Otomatis banyak serangga dan nyamuk intai waktu tepat bertamu ke rumah Adeeva. Kali aja bisa pesta darah gratis.


"Silahkan tuan ikan paus! Selamat mimpi main kuda lumping dengan para selir. Kalau aku ada tolong jadikan pawang kuda lumping!"


"Emang ada mimpi gitu? Mimpi bisa diminta?"


"Ini jaman milenium! Tak ada yang mustahil. Ayo masuk kamar sono!" Adeeva menarik Ezra pindah dari sofa karena dia sudah ngantuk lagi. Hari gini yang paling nikmat tentu saja tidur.


"Sadis amat nih anak! Aku ini suamimu lho!"


"Aiya...suami bohongan! Pergi sono!" Adeeva kembali usir Ezra agar hilang dari peredaran mata. Setiap lihat Ezra Adeeva bagai mimpi buruk. Hari-hari ceria Adeeva dirampas Ezra tanpa pakai perasaan.


Ezra turuti semua keinginan Adeeva supaya gadisnya bisa tidur nyenyak. Bisa tidur atau tidak butuh pembuktian. Adeeva terbiasa tidur nyaman di kasur apa sanggup tidur di sofa dengan udara lembab.


Adeeva menatap sofa dengan gundah. Sofa terlalu mungil untuk ukuran tubuhnya. Kakinya bakal jadi korban sofa kecil. Adeeva tak punya pilihan lebih jitu. Mau tidur nyaman harus berbagi ranjang dengan Ezra. Hal paling mustahil bagi Adeeva.


Berhubung malam makin merangkak jauh mengejar fajar pagi. Adeeva segera rebahkan diri di sofa sambil tutupi badan dengan selimut untuk hindari vampire kecil.


Udara cukup dingin malam ini. Tanpa AC sudah cukup dingin. Kalau begini terus bisa hemat uang listrik tak perlu hidupkan AC. Satu keuntungan buat pemilik rumah.


Asyik pikir udara dingin Adeeva terbuai dalam tidur. Tidak terlalu nyaman namun cukup membayar rasa penat seharian bawa mobil dari kota B. Besok banyak rencana Adeeva sebelum balik ke kota B. Adeeva harus kunjungi orang tuanya dan juga janji pada Nunik untuk bertemu.


Satu jam berlalu Ezra keluar dari kamar untuk pantau si gadis urakan ini. Gadis terbalut selimut tebal dari leher hingga kaki. Yang tampak hanya Seraut wajah cantik. Ezra tersenyum lihat si cantik telah lelap.


Ezra tak pungkiri Adeeva sangat cantik walau tanpa make-up. Tuhan sangat adil pada orang tua Adeeva karuniakan gadis cantik berotak licin. Ezra ketiban rezeki orang tua Adeeva persunting gadis ini walau masih ada sejuta kendala di depan mata. Menundukkan gadis ini tidak segampang minum air madu. Manis menyehatkan badan. Adeeva tak ubah racun sianida siap racuni orang yang tidak dia sukai.


"Bagaimana aku bisa tenang biarkan kamu hidup sendiri di luar sana? Kamu terlalu lugu." bisik Ezra.


Ezra mencolek gadis ini lihat gimana reaksi. Tak ada reaksi artinya Ezra aman bopong di gadis masuk kamar. Ezra mana tega biarkan isterinya tidur bersama nyamuk. Nyamuknya pasti nyamuk jantan hidung belang.


Ezra membopong Adeeva dengan hati-hati pindah ke dalam kamar. Ezra harus hati-hati agar di gadis itu terbangun. Gadis ini pasti ngamuk bila ketahuan Ezra main curang lagi.


Ezra letakkan Adeeva di tempat tidur sebelahan dengan tempat dia rebahan tadi. Gadis itu tetap lelap dalam tidur malahan melenguh manja nyaman tidur tanpa perlu melipat kaki. Ezra ikut berbaring di samping Adeeva lantas beri hadiah kecupan di bibir sensual Adeeva.


"Selamat tidur bayiku! Cepat tumbuh besar agar kau ngerti arti cinta." bisik Ezra lembut di kuping Adeeva. Cukup bisikan lembut mengantar gadis ini tidur lebih nyenyak.


Teriakan menggelegar warnai pagi mendung ini. Dari semalam udara agak lembab tanda-tanda bakal turun hujan. Tekanan udara agak dingin menerpa seluruh penghuni rumah istana mewah Dilangit.


Ezra sangat kaget pagi-pagi suara bom atom meledak di telinga. Ezra sendiri tak tahu jam berapa dia tertidur, bangun pagi sudah disuguhi ringkikan kuda poni.


Ezra cepat-cepat menutup mulut Adeeva dengan tangan agar teriakannya tak menarik orang di luar. Kalau ketahuan habislah rencana Ezra bongkar siasat keji dari pihak lawan.


Adeeva menunjuk Ezra dengan marah. Mulutnya mau memaki tapi tertutup tangan Ezra jadilah keluar suara aneh tak jelas.

__ADS_1


"Aku lepaskan kamu tapi jangan teriak! Apa kau mau satu batalyon orang datang ke sini?" kata Ezra tidak bercanda. Suaranya dingin menggambar sedang tidak main dengan Adeeva. Adeeva mengangguk sadar dia telah salah pancing perhatian orang luar.


"Kau .." Adeeva menunjuk hidung Ezra dengan sengit. Semalam dia tidur di sofa tahu-tahu sudah satu ranjang dengan lakinya. Apa yang terjadi?


"Aku apa? Aku tidur dan kau datang-datang bikin ribut. Mau bertarung pagi ini? Ok...kita bertarung di tempat tidur! Kujamin kamu kesenangan minta dobel."


"Aku bikin ribut? Aku tidur di sofa kok ada di sini?"


"Nyonyaku...aku juga tidur! Mana tahu kamu muncul di sini. Mau goda aku ya? Tak usah digoda aku juga siap."


Otak Adeeva bekerja keras memikirkan mengapa dia pindah tidur bersama Ezra. Dia sedang ngelindur cari tempat nyaman? Nggak mungkin dia teledor menyerahkan diri pada Ezra.


"Aku bermimpi?" Adeeva bertanya pada diri sendiri mengapa dia di dalam kamar.


"Nah...ngaku kan? Kok nyalahin aku kau berada di sini! Itu tandanya hati kecilmu ada aku! Di bawah alam sadar kamu cari aku. Sekarang lanjut tidur atau mau bangun?"


Adeeva tersadar masih berada satu frame dengan Ezra di atas tempat tidur. Tempat paling berbahaya untuk keselamatan Adeeva. Tanpa diminta Adeeva segera melompat turun dengan gaya lincah. Ringan namun berbobot. Gerakan orang sudah terlatih ilmu bela diri.


Adeeva nyelonong keluar kamar dengan kepala di penuhi tanda tanya. Mengapa dia bisa masuk ke kamar Ezra tanpa dia sadari. Apa dia kedinginan atau sadar akan kehabisan darah disedot vampir kecil. Gimana mau sadar orang dia sedang tidur.


Ezra menggeleng takjub pada Adeeva. Gadis ini terlalu polos gampang dibohongi. Bagaimana dia bisa tumbuh sampai sebesar ini tanpa ada musibah. Kalau Adeeva mau berpikir logis tak mungkin dia jalan sendiri masuk kamar. Otaknya saja pendek tak pikir panjang. Pintar tapi gampang dikibuli.


Ezra harus bersiap bawa Adeeva keluar dari istana supaya tak ada yang tahu sosok Adeeva sesungguhnya. Ezra bukan tak ingin ungkap siapa Adeeva tapi takut trik jahat kelompok mamanya. Ezra butuh jasa Adeeva atur ulang semua sistim di perusahaan. Tak boleh ada Selan bagi tikus nakal curi makan di perusahaan lagi. Ezra tak tahu berapa banyak uang perusahaan mengalir keluar. Harus segera di stop.


Adeeva mengetok pintu mau masuk kamar ambil pakaian untuk mandi. Gadis ini masih segan pada Ezra walau sudah dua kali mereka tidur bareng. Tetap ada sesuatu mengganjal di hati.


"Masuk..." perintah Ezra.


Adeeva masuk lihat Ezra masih berada di atas tempat tidur belum bergeser dari posisi semula. Betah amat rebahan menjadi orang malas.


"Mau ambil handuk dan pakaian. Kita harus segera pergi dari sini. Aku akan pulang sebentar ke rumah orang tuaku."


"Aku ikut mau silahturahmi dengan mertua." sahut Ezra seraya turunkan kaki ke bumi berdiri tegak perlihatkan tubuh gagah.


Adeeva menekan ludah membayangkan semalaman dia berada dalam pelukan laki ini. Betapa konyol dia makin tenggelam dalam kolam maut milik Ezra. Rencana ingin bebas dari pernikahan paling konyol malah makin terikat dengan laki itu.


"Masih melamun? Atau minta kumandikan? Aku dengan senang hati memandikan isteri yang muda dan cantik. Kita mandi bersama." olok Ezra sengaja permainkan perasaan Adeeva yang sudah cukup galau.


"Belum pernah kulihat ada laki demikian mesum. Minggir aku mau ambil pakaian." Adeeva mendorong Ezra yang halangi jalannya ambil pakaian. Adeeva sengaja tidak keluarkan pakaian dari tas untuk memudahkan diri pergi setiap saat. Dia memang tak ada niat menjadi wanita piaraan Ezra dikurung dalam istana penuh intrik jahat.


Ezra menyampingkan badan biarkan Adeeva ambil apa yang dia mau. Ezra tak mungkin bermain lagi karena sebentar lagi semua pada bangun jalankan aktifitas. Ruang gerak mereka jadi terbatas. Perang lawan para tikus pengerat di mulai hari ini. Ezra gandeng pakar pemburu tikus yakni Adeeva yang sejuta akal.


Adeeva mendapatkan keinginan langsung keluar membersihkan tubuh dari sisa keringat semalam. Jikalau katakan Adeeva kotor tidak mungkin karena dia termasuk gadis pencinta kebersihan cuma sedikit konyol.

__ADS_1


Adeeva kenakan pakaian santai di dalam lalu pakai selapis lagi busana muslim untuk kelabui penjaga gerbang. Tak mungkin masuk dengan busana muslim keluar dengan pakaian santai. Bisa habis Adeeva disidang dalam keluarga Dilangit.


Ezra susul mandi setelah Adeeva keluar dari kamar mandi. Laki itu seenak perut telanjang dada seakan sudah biasa berhadapan dengan wanita. Mata Adeeva ternoda oleh pemandangan yang dia anggap tak pantas.


__ADS_2