
Jenny uring-uringan. Gadis itu sudah lama tidak bertemu dengan Bima. Ia mencoba menghubungi Bima dan saat ini Bima sedang pusing menghadapi ocehan Nora dan juga masalah pekerjaannya.
Sebuah notif pesan teks masuk ke dalam pesan WA-nya Bima yang kebetulan sedang duduk galau diteras rumah kontrakannya.
Mendapatkan pesan untuk bercinta dari Jenny, seketika otak Bima langsung fresh. Mungkin daripada melayani omelan Nora yang menambah kepalanya pusing, Ia akan mencoba untuk bersenang-senang dengan Jenny sejenak.
Jenny meminta agar Bima datang ke Kos-nya. dengan cepat Bima mengiyakan.
Biam beranjak bangkit dengan langkah terseok menuju motornya.
"Bang.. Mau kemana Kau, Ha?" tanya Nora penasaran.
"Ada urusan kerja sedikit" jawab Bima dengan terseok berjalan menuju motornya dan mengendarai motornya lalu melaju menuju kos-an Jenny.
Sesampainya di kos-an Jenny. Bima mengetuk pintu rumah itu dan terdengar langkah Jenny membuka pintu.
Bima menerobos masuk dan dengan kaki yang terseok, lalu duduk di sofa.
"Kamu kenapa, Pak?" tanya Jenny dengan penuh penasaran.
Bima mendenguskan nafasnya dengan berat. "Kemarin terjatuh dari lantai 4 dan terkilir" jawab Bima dengan lirih.
Jenny beranjak mengambil minyak urut, lalu menghampirinya dan mencoba mengurut pergelangan kaki Bima yang tampak membengkak.
Bima meringis kesakitan dan wajahnya memerah karena menahan rasa sakit yang luar biasa.
Setelah selesai mengurut kaki Bima. Kini Jenny yang meminta diurut balik.
"Sudah, Bapak berbaring saja, biar saya bekerja" ucap Jenny sembari melucuti pakaiannya dan juga pakaian Bima, Lalu menaiki tubuh Bima dan mulai bekerja untuk memberikan percintaan yang membuat Bima melayang.
Nora kembali ke kamarnya dan kembali membuka layar phonselnya untuk berselancar di dunia maya
Ia kembali mengunggah postingan 'Emak sosialita itu ya harus menjadi ibu bos.. Memiliki pekerja, dan bisa menggaji orang, itu baru namanya berkelas' tulis caption di unggahannya.
Nora akan merasa menjadi ibu bos dari pemborong proyek yang hebat dan merasa sudah paling keren, seolah Ia adalah orang paling sukses.
__ADS_1
Nora teringat akan uangnya yang sisa 15 juta dari Bima. Kemudian Ia memesan pakaian baru via online, dan setelah itu beranjak untuk pergi ke toko Mas dan membeli perhiasan agar dapat Ia pamerkan ke akun media sosialnya.
Sementara itu, Bima dan Jenny sedang asyik bercinta bermandikan peluh dan menghilangkan sejenak masalahnya dengan segala omelan Nora dan juga pekerjaannya.
Jenny yang saat ini menjadi penunggang kuda, tak perduli jika Ia hanya sebatas pelampiasan bagi Bima dan bahkan menyerahkan tubuhnya secara gratis, yang penting baginya dapat menuntaskan hasratnya dengan pesona ranjang yang dimiliki oleh Bima.
Nora telah sampai ditoko perhiasan. Ia membeli beberapa perhiasan dan menghabiskan 10 juta untuk membeli perhiasannya.
Selusin gelang tangan menjadi pilihannya dan Ia kembali pulang karena tak sabar untuk mengunggahnya diakun media sosialnya dan untuk mencari perhatian dan komentar dari para pengikutnya.
Dengan tak sabar Ia mengemudikan motornya menuju rumah. Sesampainya di rumah, Ia memasuki kamar dan segera memakai gelangnya lalu surat pembelian perhiasan dengan nominal yang tertera tersebut tak luput dari cameranya.
Lalu Nora menggunakan gelang tangannya sembari berselfie ria dengan berbagai Fose yang memperlihatkan perhiasannya.
Setelah merasa cukup, Ia kemudian mengunggahnya "Waaah.. Gini ya, kalau jadi istri Bos proyek, maren beli motor cash, gak zaman beli credit.. Sekarang beli perhiasan emas 10 jeti.. Duuh.. bahagianya yang jadi istri pemborong" tulis Nora lalu mengunggahnya kembali.
Seketika banyak ragam komentar yang datang.
"Waah.. Bisa donk ajakkn kita karaokean dan traktir makan-makan yang sudah jadi ibu Bos proyek" tulis sebuah akun yang merupakan temannya yang dikenal dimedia sosial.
Lalu banyak tanggapan yang datang dan sekitar 5 0rang yang bergaya sok sosialita itu ikut bergabung untuk bersenang-senang merasakan traktiran dari Nora.
Agar dikatakan sebagai orang yang tajir, maka Nora menyanggupi pertemuan itu pada esok hari.
Hari semakin senja, dan langit mulai temaram, namun Bima belum juga kembali.
Nora bergegas mandi dan menyimpan perhiasannya didalam lemari.
Saat bersamaan, Yudi yang sudah memperhatikan semua unggahan Nora, mencoba mengintai ke rumah tersebut. Kebiasaan Nora ialah tidak mengunci pintu saat sedang asyik didalam kamar.
Yudi menyelinap masuk kedalam kamar saat Nora sedang mandi dan memeriksa seluruh ruangan dan termasuk lemari.
Yudi adalah seorang maling yang handal dan bergerak cepat.
Ia mendapatkan perhiasan yang dicarinya beserta suratnya, lalu menyelinap cepat keluar dan mengemudikan motornya menuju toko perhiasan yang berbeda dan menjualnya. Setelah itu Ia akan menggunakannya untuk membeli Sabu dan bersenang-senang.
__ADS_1
Nora baru selesai mandi, dan Ia menyalin pakaiannya, lalu berias seadanya.
Setelah itu Ia memeriksa kembali perhiasannya yang baru saja disimpannya dan alangkah terkejutnya Ia saat melihat barang tersebut tak ada lagi ditempatnya.
Nora mulai panik. Ia mengeluarkan semua pakaiannya dari lipatan dalam lemari dan mencoba mencarinya, namun tak ditemukannya.
Nora semakin gelisah dan tak juga menemukannya. Nora terduduk lemas karena gelang tersebut tak juga ditemukannya.
Nora menangis dan Ia seperti merasa mimpi seolah tak percaya perhiasannya dengan begitu mudah lenyap dalam sekejab.
Esok Ia akan menemui teman sosialitanya yang baru saja Ia kenal dan tidak mungkin Ia tidak mengenakan perhiasan yang baru diunggahnya. Nora meraung menangisi gelangnya yang hilang
Tak berselang lama, Bima pulang ke rumah. Ia baru saja selesai mendapatkan makan malam sepotong apem dari Jenny dan dengan bingung Ia melihat Nora menangis ditepian ranjang.
"Kamu kenapa menangis seperti itu?" tanya Bima penasaran.
"Aku baru saja beli gelang emas dari uang yang kamu beri.. Tapi aku tinggal mandi sekejap sudah raib entah kemana" ucap Nora sembari terisak.
Bima tersentak kagey mendengarnya.
"Berapa harga emas yang kamu beli?"
"10 juta" jawab Nora sembari sesenggukan.
"Kamu?? Pasti kamu mengunggahnya di media sosial-kan?" cecar Bima dengan kesal.
"Kenapa kamu jadi nyalahin aku, Sih? Emang apa salahnya aku unggah di media sosial?" sergah Nora semakin kesal.
Bima menggaruk kepalanya yang tak gatal "Itu sama saja kamu mengundang kejahatan" jawab Bima kesal.
"Kamu itu bukannya bantuin cariin, tetapi menyalahkan aku..!!" sergah Nora tak mau kalah.
Bima semakin frustasi, sebab Nora sudah menghilangkan uang 15 juta rupiah secara sembrono.
Namun Nora tak ingin disalahkan. Ia harus tampil cetar esok hari untuk bertemu dengan teman sosialitanya yang baru.
__ADS_1