
Bima membawa semua berkas yang didapatnya dari CEO. Esok Ia juga akan melakukan pekerjaannya dan membawa kedua adik lelakinya untuk bekerja bersamanya.
Ia mengendarai mobilnya dan menuju pulang ke rumah ibunya. Sesampainya dirumah itu, Ia melihat jika kedua adiknya Yudi dan juga Adi sedang berbaring di kursi tamu dengan malas-malasan.
"Hei.. Kalian mulai besok ikut abang kerja bareng, jadi setiap pagi harus cepat bangun" titah Bima kepada kedua adik lelakinya.
Adi tampak berbinar dengan kabar yang dibawa oleh abangnya "Beneran ini bang?" tanya Adi dengan sumringah. Diantara mereka, hanya Adi yang tampak sedikit berbeda, sikapnya lebih sedikit lurus dibanding dengan yang lainnya.
Namun Yudi menanggapinya dengan biasa saja, dan menoleh kepada Bima "Iya.." jawabnya malas.
Bima mendenguskan nafasnya, lalu Ia beranjak dari tempatnya berdiri dan ingin pulang ke rumah Ningrum.
"Bang.." cegah Yudi, sembari bangkit dari tidurnya.
"Apa lagi?" tanya Bima dengan ketus.
"Bagi rokoklah.." ucap Yudi yang tampak tak merasa bersalah dengan apa yang telah dialkukannya selama ini.
Bima mendengus kesal, lalu melemparkan satu batang rokok kepada Yudi dengan kesal.
Yudi memungutnya, lalu duduk kembali dikursi tamu, dan berbaring sembari menyulutkan api pada ujung rokoknya dan menghisapnya dengan dalam.
Ia tampak begitu merencanakan sesuatu yang akan dibuatnya dengan sangat rahasia.
Bima menuju ke mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan segera pulang ke rumah Ningrum.
Sesampainya dirumah, Ia segera menuju kamar untuk merebahkan dirinya diranjang. Baru saja Ia berbaring, satu pesan masuk kedalam pesan WA-nya. Satu nama dari Jenny yang beri nama Jono agar tidak dicurigai oleh Ningrum.
Ia membuka pesan gambar tersebut, ternyata Jenny sedang berada dikamar mandi salon dan tidak menggunakan sehelai benangpun yang Ia kirimkan kepada Bima.
Tampaknya Jenny tergila-gila dengan Bima yang hanya memnafaatkan tubuhnya saja. Sebab bagi Bima yang utama adalah kekayaan Ningrum dan Ia harus mempertahankan Ningrum bagaimanapun caranya.
Kini Bima hanya membalas dengan emot jempol saja, Ia cepat menghapus jejak chatnya dengan Jenny agar tidak ketahuan oleh Ningrum.
Jikapun Ia harus memanggil Jenny kerumah dan bercinta dengan gadis itu tidaklah mungkin, sebab saat ini Ningrum masih berada disalon dan bisa sewaktu-waktu akan pulang dan itu hal yang sangat fatal.
__ADS_1
Maka Bima akan mencari cara untuk menemui Jenny setelah Ningrum pulang kerumah, dan Ia akan beralasan untuk dapat keluar rumah.
Sementara itu, Ningrum masih berjibaku dengan pekerjaannya. Ia harus menyiapkan segala pesanan parcel, buket dan lainnya.
Ia adalah wanita pekerja keras yang tak ingin berdiam diri meskipun memiliki kekayaan yang melimpah.
Setelah hampir pukul 6 sore, akhirnya Ningrum menyelesaikan pekerjaannya dan Ia pun segera pulang ke rumah.
sesampainya dirumah, Ia mendapati Bima sedang memasak makan malam, hal yang tak biasa dilakukan oleh Bima, namun Ningrum merasa tersanjung karena Bima membuatnya merasa tersanjung.
"Sudah pulang, Sayang?" sapa Bima dengan segala sikap manisnya yang sangat begitu tampak memanjakannya.
Ningrum menganggukkan kepalanya sembari tersenyum sumringah. Apalagi saat Bima menyuguhkan satu gelas teh hangat kepada Ningrum yang tentu saja saat ini merasa lelah.
Dengan cepat Ningrum meminumnya dan meneguknya hingga habis.
"Makasih, Ya Mas" ucap Ningrum dengan senyum yang masih tersimpan diraut wajahnya.
"Iya, Sayang.. Mending kamu mandi deh, soalnya sudah hampir maghrib" titah Bima kepada Ningrum, yang membuat wanita itu menganggukkan kepalanya.
Ningrum segera menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan segera.
Entah apa yang dirasakannya saat ini, setelah bersalin pakaian, Ia begitu merasa sangat mengantuk dan ingin segera berbaring, bahkan Ia melupakan nasi goreng buatan Bima yang tercium sangat menggoda perutnya.
Perlahan Ia tak mampu menahan rasa kantuknya dan akhirnya tertidur pulas.
Bima membawa seporsi nasi goreng ke kamar, dan melihat Ningrum sudah tertidur pulas, dan Ia meletakkan nasi goreng itu di atas meja nakas dan memastikan Ningrum telah pulas.
Ternyata obat tidur yang Ia campurkan kedalam minuman tehmya saat tadi bereaksi dengan cepat, dan Bima tersenyum dengan sangat senang.
Bima menghubungi Jenny agar segera menunggunya ditempat yang mereka janjikan, dan tanpa menunggu waktu lama,Ia segera pergi meninggalkan rumah dan mengendarai mobilnya.
Setelah sampai ditempat yang dituju, Jenny segera masuk kedalam mobil dan dengan cepat mengecup Bima yang tampaknya Ia sudah sangat gatal.
Kemudian mereka menuju lokasi sepi untuk memadu kasih didalam mobil.
__ADS_1
Disisi lain, seorang pemuda mengendap-endap masuk kedalam rumah Ningrum. Ia begitu sangat mudahnya untuk dapat masuk, karena Bima lupa mengunci pintu rumah karena terburu-buru untuk menemui Jenny.
Pemuda itu masu kedalam rumah dengan cepat, dan Ia menapaki anak tangga untuk menuju kamar Ningrum.
Sesampainya dikamar itu, Ia melihat Ningrum sedang tertidur pulas, dan dengan cepat Ia memeriksa lemari pakaian milik Ningrum.
Ia sepertinya sangat terampil dalam melakukan aksinya, dan membuat jejak tidak terlihat.
Ia membuka lembaran pakaian yang tersusun rapi dan tidak ingin membuatnya berantakan.
Setelah cukup lama memeriksa, Ia melihat sebuah kotak berwarna merah dan berlapis kain beludru yang lembut.
Lalu Ia membukanya, dan ternyata itu adalah kotak perhiasan milik Ningrum.
Pemuda itu mengambil satu perhiasan berupa cincin berlian yang jarang dipakai oleh Ningrum. Ia dengan cepat menutup kembali kotak itu dan berjalan berjingkat untuk tidak meninmbulkan suara, lalu bergegas pergi meninggalkan rumah tersebut.
Sementara itu, Ningrum yang masih dengan pengaruh obat tidurnya masih tertidur pulas dan tak menyadari apa yang sedang terjadi.
Sedangkan Bima masih dengan mobil bergoyangnya disuatu tempat yang sunyi dan tentunya Ia tak ingin menyewa pemginapan karena tidak ingin mengeluarkan biaya dan tentunya Ia mendapatkan tubuh Jenny dengan gratis karena Jenny yang selalu menyerahkan diirnya kepada Bima.
Setelah mencapai apa yang diinginkannya, Bima mengajak Jenny pulang, meskipun gadis itu tak ingin buru-buru pulang, sebab Ia masih ingin berlama dengan pria yang merupakan suami dari majikannya.
Bima tak ingin ketahuan oleh Ningrum, Ia harus segera berada dikamar sebelum Ningrum terbangun dan pengaruh obat tersebut menghilang.
Setelah memberikan pengertian kepada Jenny, akhirnya gadis terpaksa menuruti ucapan Bima, lalu memunguti pakaiannya dan mengenakannya.
Kemudian mereka pulang dan Bima mengantarkan Jenny hingga sampai dipinggir jalan saja, lalu tancap gas untuk segera sampai dirumah.
setelah sampai dirumah, Ia segera memasukkan mobilnya ke garasi dan bergegas menuju kamar untuk segera melihat Ningrum apakah masih tertidur atau sudah terlelap.
Setelah melihat Ningrum masih terlelap, akhirnya Ia bernafas lega.
****
Keesokan paginya, Bima
__ADS_1