
Hari menjelang sore, Bima kembali dari proyek bersama kedua adiknya.
Sedangkan Ningrum sudah berada dirumah sejak beberapa menit yang lalu dan ingin membersihkan dirinya.
Sementara Bima masih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat melintasi simpang rumahnya, Bima tidak berbelok kedalam simpang, melainkan lurus dan memasuki simpang rumah Ningrum.
Ady mengerutkan keningnya "Kenapa tidak berhenti dan masuk kesimpang rumah Mbak Ningrum, Bang?" tanya Ady yang penasaran.
"Kalian tinggal sama abang saja, biar gak susah antar jemput, apalagi kalian paling susah dibangunin" omel Bima yang seharusnya Ia konfirmasi dahulu kepada Ningrum sebelum mengambil keputusan tersebut.
"Bang.. Apa Mbak Ningrum tau kalau kita akan tinggal dirumahnya, ntar gak enak, lho bang" Ady mencoba protes.
Yudi mendenguskan nafasnya "Berisik banget sih, kamu.. Dikasih tempat tinggal enak malah nolak" ucap Yudi yang kesal dengan sikap Ady yang terlalu lurus itu.
"Tapi.."
"Sudahlah.. Jangan banyak protes, ikuti saja apa keinginan abang" jawab Bima yang mulai kesal dengan sikap Ady yang terlalu banyak protes tersebut.
Ady hanya dapat menghela nafasnya dengan lemah, dan mencoba mengikuti semua apa apa yang diinginkan oleh abangnya.
Sesampainya dirumah, Bima bergegas masuk kedalam rumah dan membawa kedua adiknya untuk masuk ke kamar tamu yang ada dilantai bawah, dan Setelah itu, Bima pergi naik ke lantai atas untuk menuju kamarnya.
Sesampainya dikamar, Ia melihat Ningrum sudah berdandan dengan sangat rapi dan juga wangi "Eh, Sayang.. Sudah cantik saja ini" puji Bima dengan sikap manis dan romantisnya yang bergegas menghampiri Ningrum, lalu memberikan kecupan diujung kepala Ningrum.
"Mas mau mandi dulu ya, Sayang.. Gerah banget" ucap Bima yang melucuti pakaiannya dan menuju kamar mandi.
Ningrum memandang tubuh kekar itu, mungkin pesona Bima telah menutup mata hati Ningrum yang mana perlahan cinta buta kepada seorang Bima.
Setelah Bima memasuki kamar mandi, kini Ningrum turun ke lantai bawah untuk memasak makan malam mereka. Kali ini Ningrum akan memasak capcay brokoli dan ayam goreng cabe ijo.
Saat Ia menuju dapur, Ia dikejutkan oleh seseorang yang sedang membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin lalu meneguknya.
__ADS_1
"Siapa, Kamu.?!" ucap Ningrum dengan nada khawatir. Ia takut jika itu adalah pencuri yang menyelinap masuk.
Pria memutar tubuhnya dan memandang Ningrum dengan tatapan tak biasa, dan pandangannya menyusuri lekuk tubuh Ningrum yang baru saja selesai mandi.
Ningrum terperangah "Kamu..? Ngapain kamu disini?" tanya Ningrum dengan nada penasaran, setelah mengetahui siapa yang ada didapurnya saat ini.
"Masa iya, adik ipar sendiri tidak boleh datang kemari, Mbak?" ucap Yudi yang manan Pandangannya itu membuat Ningrum risih dan ingin rasanya mengulek cabai dan menaburkannya dimata Yudi..
Ningrum hanya mendenguskan nafas kesal dan mencoba untuk mengabaikan Yudi.
Tak berselang lama, Ady mencul kedapur dan melihat Kakak iparnya sedang mempersiapkan bumbu, sedangkan Yudi duduk dimeja makann, sembari memperhatikan Ningrum.
"Eh, Mbak.. Masih sibuk, ya.. Mau masak apa?" sapa Ady yang membuat Ningrum kaget dan menoleh ke arah Ady yang menyapanya.
"Haaah..??! Kamu disini juga?" tanya Ningrum seakan tak percaya.
Ady jadi salah tingkah dengan sikap Ningrum. Wajar saja jika kakak iparnya itu terkejut dengan kehadiran mereka, sebab Bima membawa mereka dengan tiba-tiba.
Saat bersamaan, Bima juga turun dari lantai dua kamar, lalu menuju ke dapur.
Ningrum tampak bingung dan tak tahu harus mengatakan apa, namun Ia juga risih jika ada lelaki lain selain suaminya dirumahnya, apalagi sampai menetap, meskipun itu iparnya sendiri.
Tanpa menjawab apapun, Ningrum melanjutkan memasaknya, lalu setelah selesai Ia menghidangkannya dan makan malam dalam keheningan.
Ningrum seolah tidak berselera melanjutkan makan malamnya, dan Ia buru-buru naik ke atas kamarnya, Ia merasa risih dengan keadaannya yang sekarang.
Ningrum duduk dkursi balkon kamarnya. Ia menatap langit kelam yang tampak begitu gelap tanpa cahaya bintang ataupun rembulan, semuanya seolah merasakan apa yang kini sedang Ia rasakan.
Bima menyusulnya, lalu menghampiri Ningrum yang duduk termenung diatas kursi balkon.
"Sayang.. Kamu marah, Ya? Karena kedua adikku tinggal disini?" tanya Bima lirih, sembari menatap dua bola mata Ningrum.
__ADS_1
Wanita itu mendenguskan nafasnya, Ia membuang pandangannya dari Bima.
"Kamu seolah tidak menghargai aku, Mas.. Ini rumahku, dan seharusnya kamu konfirmasi dulu jika ingin membawa mereka ke rumah ini. Mereka itu pria dewasa, dan tentu aku merasa risih jika ada yang bukan muhrimku harus menetap dirumah ini" ucap Ningrum yang mencoba mengungkapkan uneg-unegnya.
Bima tak ingin kehabisan akal untuk meluluhkan hati Ningrum, Ia tidak ingin jika sampai Ningrum marah apalagi ngambek, itu akan merepotkannya, sebab Ia mebutuhkan dana untuk proyeknya.
Dengan bersimpuh dihadapan Ningrum, Ia memeluk kedua betis wanita itu "Maafin Mas ya, Sayang.. Mas janji tidak akan melakukan kesalahan apapun lagi, namun Mas harap kamu dapat menerima kehadiran mereka dirumah ini.." ucap Bima, sembari membacakan doa yang ditujukan kepada Ningrum.
Perlahan hati Ningrum melemah dan mencoba menerima kehadiran kedua adik iparnya meskipun Ia merasakan kejanggalan.
Ningrum menatap Bima, lalu menganggukkan kepalanya yang menyetujui keputusan Bima yang membawa kedua adiknya.
Bima akhirnya tersenyum dengan tatapan yang tak jelas.
"Makasih, Sayangku, cantikku" ucap Bima yang mencoba mengeluarkan segala rayuannya.
Lalu Ia beranjak dari duduk bersimpuhnya dan menggendong tubuh Ningrum yang saat ini masih membutuhkan penenangan.
"Mas. turunin, malu kalau dilihatin orang" proters Ningrum, namun Bima sudah terlebih dahulu membawanya kedalam kamar dan membaringkannya diranjang.
Bima ingin Ningrum segera menerima Ady dan juga Yudi dirumah ini.
Bima memberikan cumbuan dan juga juga sesuatu yang Ningrum tak dapat menolaknya.
seperti yang diduga oleh Bima, akhirnya Ningrum tak kuasa untuk menolak segala pesona seorang Bima Anggara.
Setelah memberikan semua cumbu rayuannya dan Ningrum melayang, Bima merasa sangat bangga, hingga membuat Ningrum kelelahan dan tertidur pulas.
Setelah melihat Ningrum tertidur, Bima membuka layar phonselnya yang menuju ke aplikasi WA-nya untuk melihat pesan masuk yang tampak bertubi-tubi dari Jenny yang menyebutkan jika Ia sangat merindukan Bima.
Namun Bima tidak mungkin menemuinya ditengah malam ini.
__ADS_1
"Besok, Ya Cantim, malam ini Mas lagi sibuk" balas chat Bima yang selalu menyebutkan kata kata cantik kepada wanita korbannya.
Para wanita itu kelemahannya ialah saat Ia dipuji dan dikatakan cantik, maka itu akan membuatnya lemah.