SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 48


__ADS_3

Ningrum melirik jam diphonselnya, waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Ia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Bima menatapnya dengan senyum penuh kelicikan . Ternyata apa yang di berikan oleh pamannya sangat mujarab dan juga ampuh, buktinya Ningrum langsung terpedaya olehnya.


Ia menarik selimutnya dan menunggu Ningrum selesai mandi. Bima seperti merasa terkuras energinya, karena Ia menggarap tiga wanita dalam satu malam, Ia ingin mencari tukang jamu untuk mengembalikan tenaganya yang habis untuk bercinta.


Ningrum sudah selesai membersihkan dirinya dengan tubuhnya yang sedikit basah dan rambut terurai, membuatnya begitu tampak segar.


Bima beranjak bangkit dan mencoba bersikap sempurnah dihadapan Ningrum dan Ia tidak ingin Ninhrum mencurigainya.


Ia mendekap Ningrum yang masih berbalutkan handuk dan sedang mencari pakaian gantinya.


Bima kembali ingin membuat wanita itu percaya padanya dengan sepenuhnya.


"Kamu cantik sekali, Sayang" bisik Bima yang memperlihatkan sikap romantisnya.


Ia menyesap leher jenjang milik Ningrum, beralih ke bibinya. "Sudah siang, Mas.. Ningrum ada pekerjaaan" kilah Wanita itu yang tak berdaya jika Bima menyentuhnya.


"Satu kali saja.. Mas kangen kamu karena beberapa hari kita tidak baikan" bohong Bima. Sebab Ia bercinta dengan wanita lain dibelakang Ningrum, dan itu hanya tipu muslihatnya saja.


Ningrum kembali tersanjung dan terbakar hasratnya dengan segala ucapan palsu dan juga sentuhan yang memabukkan.


"Mas.." bisik Ningrum yang sudah tak dapat lagi mengendalikan dirinya karena Bima begitu lihai dalam urusan ranjangnya.


Siapapun wanita akan mengakui hal yang sama saat merasakan kelihaiannya.


Setelah membuat Ningrum kembali basah, akhirnya Ia menyudahinya, karena energinya benar-benar telah habis. Namun ini semua Ia lakukan agar membuat Ningrum dapat benar-benar mempercayainya.


Ningrum kembali membersihkan dirinya dan bergegas turun ke bawah untuk membuat sarapan.


Sementara itu, Bima membersihkan dirinya dan segera mempercepat mandinya.

__ADS_1


Ningrum bihun goreng pagi ini sebagai sarapan mereka dengan toping telur ceplok dan juga suwiran ayam goreng.


Bima sudah turun dari lantai dua menuju dapur. Ia melihat kamar yang ditempati oleh kedua adiknya masih tertutup, Ia kembali mengetuk pintu itu dan membangunkan ke duanya.


Terdengar Yudi yang tampak mengoceh. Bima merasa geram, namun Ia tidak ingin marah-marah sebab baru saja Ia melukuhkan Ningrum dan tidak ingin membuat kesan buruk kepada Ningrum.


Ady membuka pintu kamar dan sudah bersiap dengan pakaian kerjanya. Sedangkan Yudi sudah bersiap juga, namun tampaknya pemuda itu tak tidur semalaman karena habis mengonsumsi sabu.


Bima menuju meja makan dan melihat Ningrum sudah menghidangkan 4 porsi sarapan paginya.


"Makasih, Sayang" ucap Bima sembari mengecup ujung kepala wanitanya, sehingga membuat Ningrum kembali merasa melayang.


Mereka akhirnya sarapan dengan keheningan dan larut dalam fikiran masing-masing. Dalam menyantab makanannya, Bima juga tak hentinya menatap Ningrum sembari terus merafalkan mantranya agar Ningrum semakin mematuhinya.


Perasaan Ningrum saat ini begitu bahagia. Ia melupakan semua uangnya yang pernah diporoti oleh Bima dan keluarga suaminya. Yang ada kini hanya rasa cinta yang mendalam untuk Bkma seorang.


Ningrum sudah menyelesaikan sarapannya, dan Ia berpamitan kepada Bima untuk pergi ke salon lebih dahulu.


Sedangkan Ady hanya melihat saja kepada kedunah. Lalu Bima mengalihkan pandangannya menatap pada Ady "Kamu satu kamarnya dengannya mengapa tidak melarangnya?!" sergah Bima dengan kesal.


Ady hanya diam saja, sebab ia tidak mengetahui kapan Yudi memakai barang haram tersebut.


"Sudah, Ayo berngkat..!!" ucap Bima mengajak kepada kedua adiknya.


Mereka bernjak dari meja makan dan menuju ke keluar untuk pergi bekerja.


Sesampainya dilokasi kerja, lima orang yang pekerja yang sudah direkrutnya kemarin sudah tampak berada dilokasi dan kini Bima mulai mengatur para pekerjanya.


Dengan adanya tambahan orang, maka.pekerjaan akan mudah selesai dan Ia akan mendapatkan proyek baru lagi.


Setelah mengintrusikkan semuanya, Bima beranjak keluar untuk menuju kantin mbak Raini untuk mengutang rokok.

__ADS_1


Bima berjalan menuju kanyin yang saat ini tampak begitu sangat ramai. Pelanggan diwarung Mbak Raini sangat banyak dibanding 4 kantin lainnya yang saling berjejer dan tentunya juga saling bersaing.


Harga yang ditawarkan dikantin mbak Raini terbilang cukup murah dan ramah dikantong.


Melihat kehadiran Bima dikantinya, Mbak Raini sudah memasang wajah kesal lebih dulu. Hutang Bima sudah mencapi 3 juta dan belum juga dibayarnya atau bahkan didcicilnya.


Saat ini, Nora berpapasan dengan Bima, Wanita itu tersenyum sumringah kepada Bima. Ia merasa jika Bima benar-benar pria yang mampu menalukkannya. Bima hanya menanggapinya dengan senyum tipis.


Bagi Bima jika wanita itu menyodorkan diri padanya maka Ia tidak akan menolaknya, dan hubungan mereka hanya saling memu-askan satu sama lain tanpa.melibatkan hati.


Sebab bagi Bima, jika wanita yang tidak dapat diporoti hartanya, maka Ia hanya sebatas menik-mati tubuhnya saja.


"Pak Bima mau pesan apa?" tanyanya dengan nada nakal. Percintaannya dengan pria itu malam tadi tak dapat dilupakannya hingga pagi ini.


"Biasa, Cantik.. Rokok" jawab Bima yang semakin membuat Nora klepek-klepek bagaikan ikan yang kehabisan air.


"Bentar, Ya Pak.. Nora ambilin" ucapnya dengan nada yang sangat nakal. Lalu Ia memutar tubuhnya dan mengmbil rokok yang diminta oleh Bima dan menyerahkannya kepada Pria itu.


Setelah mendapatkan rokoknya, Bima meraihnya den dengan sengaja menyentuh tangan Nora menggunakan jemarinya sembari mengedipkan satu matanya kepada Nora yang membuat sang janda semakin menggila.


Bima beranjak pergii meninggalkan kantin yang mana Nora terus menatapnya dengan harapan akan mendapatkan sentuhan dari pria itu malam nanti karena Ia merasa sangat kecanduan.


Nora menghampiri Mbak Raini "Mbak.. Pak Bima tadi ngutang rokok satu bungkus" ucap Nora kepada Mbak Raini yang masih sibuk memulangkan kembalian uang kepada pelanggannya.


Seketiaka Mbak Raini membolakan matanya dan mendengus kesal. Ingin rasanya Ia meracun Bima dengan racun rumput karena sudah sangat geramnya.


Dengan terpaksa Ia mencatat juga rokok tersebut didalam buku nota bon nya.


"Huuh.. Gayanya saja yang keren, tapi hobby ngutang dan juga kereee" omel Mbak Raini dengan nada kesal.


Bima berjalan menuju lokasi proyek. Ia melintasi plant 2 tempat Rendy mengerjakan pekerjaanya, dan tanpa sengaja Ia melihat pekerjaan Rendy sudah selesai dan hanya tinggal finishing saja yang mana tentunya ini akan membuat Rendy mendapatkan proyek baru, sedangkan Ia masih dalam tahap pengerjaan yang cukup lama dan bisa jadi dalam seminggu ini Rendy sudah mendapatkan pencairan dana dari hadil pekerjaannya.

__ADS_1


Bima beranjak pergi meninggalkan plant 2 tempat dimana Rendy mendapatkan proyeknya, dan menuju plant 4 tempat proyeknya bekerja.


__ADS_2