
Njngrum memapah tubuh Luccy untuk keluar dari tempat menjijikkan tersebut. Siapapun yang berani menyentuh puterinya dengan niat sebuah kejahatan, maka ia tidak akan tinggal diam dan akan membuat orang tersebut merasakan kepedihan yang mendalam, melebihi apa yang dirasakan oleh puterinya.
Ningrum membawa Luccy ke rumah sakit. Meminta bukti tes darah yang mengandung alkohol dan beberapa memar ditubuhnya yang dilakukan oleh para remaja itu saat Luccy mencoba melawan.
Setelah mengumpulkan berbagai alat bukti, maka Ningrum tidak lupa menyalin hasil rekamaan tersebut ke dalam akunnya agar tidak hilang.
Ia sangat marah dan tidak akan pernah memaafkan apa yang telah diperbuat mereka. Ningrum akan membuat para remaja itu merasakan dinginnya penjara, sebagai kenang-kenangan terindah, seperti komen Andini.. Hehehe..
Luccy mendapat penanganan untuk perobatan, sebab alkohol dalam darahnya tidak dapat merespon obat apapun, maka para medis mencoba melakukan pengecekan pada darahnya untuk melihat zat Metanol apakah Etinol yang terdapat didalam minuman yang dikonsumsinya melalui uji laboratorium pada sample darahnya.
Ningrum membawa semua bukti yang dimilikinya, ia ingin membuat jera para remaja tersebut.
Ia mengendarai mobilnya menuju kantor polisi. Rasa amarah bergelayut didalam dadanya. Ia tidak terima mendapati Luccy dalam kondisi mabuk berat.
__ADS_1
Sesampainya dikantor polisi. Ningrum menemui pihak delik pengaduan untuk kasus yang menimpa puterinya.
Saat baru saja ia memasuki pintu utama, ia melihat ke empat remaja beserta Brayin baru saja dijemput oleh orangtua mereka.
Ternyata orqng tuq mereka merupakan anak pejabat dan juga pengusaha, sehingga mereka dibebaskan dengan begitu mudahnya tanpa merasakan menginap dijeruji besi.
Melihat hal tersebut, Ningrum menarik langkahnya. Ia kembali keluar dari pintu masuk, lalu bersandar didinding agar tidak dilihat oleh para remaja itu.
Lalu apa gunanya ia melaporkan semua aduannya? Jika pada saatnya, mereka juga akan melenggang bebas tanpa hambatan bagaikan dijalqn tol, maka Ningrum memutuskan untuk memberikan pelajaran itu sendiri kepada para remaja itu.
Ia akan menghukum para remaja yang sudah membuat puterinya merasa syok, maka mereka akan merasakan hal yang lebih menyakitkan dari itu.
Tampak para remaja itu tertawa penuh kemenangan dengan apa yang terjadi. Namun Ningrum berjanji jika tawa mereka adalah yang terakhir dan akan berganti oleh tangisan ketakutan, sama seperti yang mereka perbuat kepada Luccy.
__ADS_1
Ningrum mere-mas ujung bajunya. Amarah didadanya telah bergejolak bagaikan kobaran api yang siap melahab apapun. Ia begitu muak dengan tawa ke lima remaja tersebut.
Setelah kelimanya pergi, Ningrum beranjak dari kantor polisi, ia membatalkan niatnya untuk memberikan aduan tentang pele-cehan yerhadap puterinya yang disertai oleh pembully-an.
Ningrum menuju mobilnya dan kembali kw rumah sakit untuk melihat Luccy yang saat ini sedang dalam masa tak sadarkan diri karena dice-koki minuman berakohol hingga terbaring dirumah sakit.
Sementara itu, Luccy terus mengigau memanggil nama Ningrum.
Pihak rumah sakit menghubungi Ningrum agar segera tiba, sebab mereka tahu jika habya Ningrum yang dapat menenangkan pasien tersebut.
Ningrum yang mendapatkan informasi tersebut, dengan menambah laju kecepatan agar segera tiba dirumah sakit.
Sesampainya didepan rumah sakit, ia memasuki koridor eumah sakit dengan setengah berlari, nafasnya tersengal menahan rasa kesal pada kenyataan yang ia terima karena pembebasan ke lima remaja tersebut dan juga ia ingin segera tiba diruangan tempat Lucxy dirawat.
__ADS_1