
Ningrum masih terdiam dalam keheningan, Ia tidak pernah menduga jika kehidupan rumah tangganya sangatlah membingungkan dan menjadi ambigu dalam hidupnya.
Ia menghela nafasnya dengan dalam, tanpa sengaja Ia memandang sofa yang sudah dirusak oleh Bima.
Bagaimana mungkin sisi gelap Bima yang tersembunyi dan mudah merusak barang apa saja jika sedang marah. Bahkan kalimat yang dilontarkannya akan membantingnya jika Ia mau membuat Ningrum masih mengingatnya dengan jelas.
Lalu apakah Ia akan melanjutkan pernukahannya atau berhenti ditengah jalan dengan segala keraguan yang ada.
Wanita itu masih begitu sangat pusing memikirkan kehidupan rumah tangganya yang sangat dramatis dan Ia butuh sandaran untuk saat ini.
Ia meraih phonselnya, mencari sebuah nama 'Andy' satu nama yang sudah lama tidak pernah Ia hubungi dan selalu menjadi sosok misterius dalam kehidupannya.
Panggilannya tersambung "Hallo, Comel.. ada angin apa menghubungiku?" ucap seseorang dengan nada bercanda, namun penuh kesahajaan.
Ningrum menarik nafasnya dengan berat, dan menghelanya dengan kasar.
"Kamu lagi apa?" tanya Ningrum lirih, berusaha menutupi kesedihannya. Ingin rasanya Ia menumpahkan segala kesedihannya yang begitu dalam, namun pria itu begitu jauh, tak tersentuh.
"Lagi mikirin kamu.. " jawab Andy dengan tegas.
"Gombal.." balas Ningrum.
Andy terdiam dalam sepi, namun Ia tau jika saat Ningrum sedang menghadapi sebuah masalah yang cukup besar, sehingga membuatnya harus mengjubunginya, karena wanita type wanita yang sulit ditebak.
"Apakah semua yang ku lakukan selama ini adalah gombalan belaka? Tanya Andy yang memutarkan balikkan ucapan Ningrum.
Ningrum gelagapan, Ia bingung harus menjawab apa. Selama ini Andy selalu memintanya untuk datang ke Kalimantan, dan Ia akan menjemputnya di bandara, namun langkah Ningrum yang tak tidak berani untuk melangkah ke pulau itu.
Jika masalah untuk keuangan, maka Andy akan menanggung segalanya bahkan jika Ningrum membawa keluarganya sekalipun.
"Heeei.. Lagi melamunkan apa, sih? Diam saja" tanya Andy dengan nada yang begitu lembut, membuat Ningrum tersadar dari lamunannya.
"Eh..emm lagi mikirin pekerjaan" jawab Ningrum berbohong "Ndy.." ucap Ningrum lirih, hampir tidka terdengar.
"Ya.. Adakah yang katakan? Katakanlah.. Aku akan siap untuk menjadi pendengarmu" jawab Andy dengan cepat.
"Apakah Kau sudah menikah saat ini?" tanya Ningrum ragu.
__ADS_1
Andy terdiam dalam sesaat "Emangnya kenapa? Kamu mau daftar jadi istri ke duaku?" tanya Andy dengan cepat.
"Sialan, Kamu.. Mana mungkin Aku menyakiti hati wanita lain, jika aku pernah tau rasanya disakiti saat cintaku dikhianati" jawab Ningrum dengan hati yang sangat sakit jika mengingat pernikahannya denga Riffky.
Andy menghela nafasnya dengan berat "Tapi Aku telah menjadikanmu ratu dalam hatiku, dari semenjak dahulu, sekarang dan nanti" ucap Andy yang membuat hati Ningrum merasa melayang jauh, namun itu hanya sebuah angan yang kan bisa menjadi nyata.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan dipintu yang membuat Ningrum menghentikan obrolannya.
"Ndy.. sudah dulu ya, lain kali kita sambung obrolannya" ucap Ningrum mengakhiri sambungan telefonnya.
"Ya.. " jawab Andy singkat, lalu telefon terputus.
"Masuk..." ucap Ningrum dengan cepat.
Laku tampak Jenny menyembulkan kepalanya dari balik pintu dengan membawa seorang wanita yang berpenampilan elegan.
"Bu.. Ada pelanggan yang ingin bertemu ibu untuk membahas masalah decorasi resesepsi pernikahan anaknya" ucap Jenny.
Ningrum menganggukkan kepalanya, lalu mempersilahkan pelanggannya itu masuk.
Wanita itu duduk di kursi kosong didepan meja kerja Ningrum, sedangkan Jenny kembali keluar dari ruangannya dan meninggalkan aroma parfum yang selalu berfikir dimana Ia pernah mencium aroma wangi tersebut selain di ruangan salon.
Namun wanita didepannya membuyarkan fikirannya "Mbak.. Saya mau lihat daftar VVIP untuk decor resepsi pernikahan anak saya, yang mana akan saya gelar 2 minggu lagi" ucap Wanita itu membuyarkan lamunan Ningrum.
Seketika Ningrum tergagap, dan berusaha fokus menyimak ucapan wanita didepannya.
Lalu Ia mengambil buku panjang untuk mencatat nama, alamat, dan pesanan dari pelanggannya. Setelah itu tanggal acara resepsi serta pakaian apa yang diminta oleh pelanggannya, serta warna dan bentuk decornya.
"Baik, Mbak.. Apakah ada yang lainnya?" tanya Ningrum setelah wanita itun menjelaskan apa yang diinginkannya.
"Saya minta satu pakaian terbaru yang belum digunakan oleh pengantin manapun" jawab wanita itu.
Seketika Ningrum teringat akan pesanan pakaiannya kepada Yamink yang saat itu berjanji sekitar 2 minggu lagi akan selesai.
"Bentar, Mbak.. Saya ada dua koleksi yang terbaru, tetapi saya hubungi sahabat saya dulu sebagai pemasoknya" ucap Ningrum sembari meraih phonselnya, dan mencari satu nama dikontak WA-nya.
__ADS_1
panggilan tersambung "Kang.. Pesananan pakaian terbaru kemarin kapan siapnya? Soalnya mau dipakai" uvap Ningrum penuh harap.
"Seminggu lagi selesai, Mbak.. Bentar, saya kirim fotonya, sudah 70% pengerjaan" jawab Yamink, yang memutuskan sambungan telefonnya.
Tak berselang lama, masuk notif pemberitahuan pesan foto, dan Ningrum membukanya.
Tampak pakaian tersebut sudah selesai, tinggal pemasangan payyetnya saja.
Lalu Ningrum memperlihatkannya kepada wanita yang akan memakai jasanya untuk decor resepsi pernikahan anaknya.
"Ini, Mbak.. Ini belum selesai, dan foto yang sudah sesuai dengan rancangannya seperti ini" ucap Ningrum memperkihat foto rancangan yang sudah selesai.
Wanita itu menganggukkan kepalanya "Baiklah.. Saya suka dengan ranacangannya" ucap wanita itu.
Ningrum senang dengan kepua- san pelanggannya. Lalu Ia meminta DP sebagai tanda jadinya, sepertiga dari harga kesepakatan.
Wanita itu menganggukkan kepalanya, dan memberikan sejumlah uang yang diminta dan Ningrum memberikan kwitansi pembayarannya dan wanita itu berpamitan pergi.
Setelah wanita itu pergi, Ningrum mendengar notif di phonselnya. Sebuah pesan teks yang memperlihatkan notif transfer dari antar bank ke bank yang menunjukkan angaka 15 juta.
Ningrum sudah menebak siapa pengirimnya, tentu Andy dan siapa lagi jika bukan dia.
Setelah mentransfer uang kepada Ningrum, maka Andy akan menghilang untuk beberapa saat dan tidak dapat dihubungi.
Ningrum merasa bingung dengan sikap Andy yang tidak dapat ditebak apa inginnya.
Sementara itu, Bima melajukan mobil yang dikendarainya seperti tak sabar ingin menemui wanita yang sudah mengirimkan pesan kepadanya.
Ia merasa mendapatkan santapan baru untuk bercocok tanam, karena Ia adalah type pria yang tidak pernah pu-as dengan satu wanita saja.
Setelah sampai di perusahaan, Ia menuju toilet yang dijelaskan oleh wanita tersebut.
Lalu mencoba menghubungi sang wanita yang merupakan pelayan dikantin Mbak Raini.
Tampak balasan dari wanita itu jika Ia sudah kembali ke kantin karena Bima terlalu lama menemuinya, sedangkan kantin masih ramai pelanggan.
"Siaaalaan..!!" maki Bima yang merasa gagal ingin mencicipi janda aduhai tersebut.
__ADS_1
Namun kembali wanita itu mengirimi pesan, jika malam nanti Ia bersedia untuk bertemu janji.