
Ningrum kembali kerumahnya setelah hampir pukul 10 malam. Tubuhnya sangat lelah, dan Ia menghidupkan air pemanas dalam kamar mandinya dan mencampurnya dalam air dingin dibuthtub hingga panas-panas suam.
Ningrum menaburkan garam dan bubuk susu kambing khusus kecantikan kedalam buthtub.
Kemudian berendam didalamnya dan merasakan otot-otot tubuhnya yang kaku mulai meregang dan rileks.
Ningrum memejamkan kedua matanya. Terlintas bayangan wajah Luccy dibenaknya, dan tampak senyum manis dibibir gadis kecil itu.
Wajah polos penuh ketulusan dan sinar mata penuh cinta menembus hatinya yang haus akan kehadiran seorang anak. Ningrum tersenyim sendiri membayangkan wajah ayu gadis itu. Entah perasaan apa yang membuatnya begitu merasa dekat sang gadis kecil, seolah hatinya terpaut begitu dekat.
Hampir 30 menit Ningrum berendam dan hari semakin larut. Ia menyudahinya dan membersihkannya dengan air hangat, lau bernjak dari kamar mandi dan mengganti piyamanya.
Ningrum merasakan tubuhnya lebih rileks dan kini Ia berbaring ditepian ranjang untuk tiduk.
Ningrum mengaktifkan phonselnya dan ingin melihat pesan apa saja yang masuk sebab Ia sengaja menonajtifkannya karena sedsng sangat sibuk.
Berjubel notif dari berbagai aplikasi dan ada 3 pesan dari aplikasi WA-nya atas nama Luccy. Ia segera membukanya dan ternyata sebuah pesan ucapan selamat tidur.
"Good night, Tante.. Have nice dream.." tulisnya dengan emot cinta.
Ningrum membalasnya kembali, meskipun Ia tahu jika gadis itu sudah tidur karena malam sudah larut, dan Ia akan membacanya esok pagi.
Seketika Ningrum merasakan hatinya sangat begitu bahagia, rasa lelah dan penat seharian bekerja terasa sirna begitu saja dan saat seorang malaikat kecil memberikan perhatian kepadanya.
Ningrum menarik selimutnya, lalu memejamkan matanya dan menjemput mimpi indahnya.
Gibran masih berkutat dengan layar laptopnya. Ia lembur dirumah sembari menjaga puterinya yang masih dalam peroses penyembuhan.
Setelah menyelesaikan beberapa berkasnya, Ia menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya dan memejamkan matanya. Rasa lelah menghampirinya. Ia membayangkan andai ada seorang pendamping hidupnya, mungkin rasa lelah itu akan sirna saat ada seseorang yang memijat pundaknya atai setidaknya membuatkan secangkir kopi untuknya ataupun mengajaknya bercerita.
Wajah Ningrum kembali melintas dibenaknya, rasa ingin memiliki wanita itu begitu kuat, namun Ia masih ragu dan tidak ingin terlalu memaksa. Gibran dapat memahami kondisi Ningrum yang masih merasakan sakitnya menjalani biduk rumah tangga yang gagal untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Ia akan menunggu sampai Ningrum dapat mekupakan tentang semua penderitaannya yang dialami selama menjadi istri Bima.
Gibran beranjak dari duduknya dan menuju ke tepian ranjang untuk tidur bersama puterinya. Ia menatap wajah sang puteri yang selalu meninta untuk segera membawa Ningrum ke dalam kehidupannya.
Ia membelai lembut rambut Luccy, berharap suatu saat dapat mewujudkan impian sang puteri memiliki seorang mama impiannya.
*****
Adzan subuh berkumandang, Luccy terbangun dari tidurnya dan menggeliatkan tubuhnya.
Ia melihat sang papa masih tertidur pulas dengan wajah lelahnya. Ia mencoba membangunkan papanya dan mengguncang tubuh kekar itu dengan lembut.
"Pa.. Bangun, pa" ucap Luccy membangunkan Papanya.
Gibran menggeliatkan tubuhnya, lalu mengerjapkan kedua matanya dan memandang pada Luccy dalam kondisi ngantuk berat.
"Pa, ayo shalat" ucapnya dengan lembut sembari beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi lalu berwudhu.
Luccy sudah menunggunya dan bersiap dengan mukena yang dipakainya duduk diatas sajadah. Keduanya shalat berjaamah dengan khusyuk.
Setelah selesai shalat, Luccy melantunkan doa agar sang Rabb memberikan kemudahan untuk menjadikan Ningrum sebagai ibu pengganti untuknya.
"Ya Rabb.. Aku menyukainya, jadikan Ia sebagai ibu pengganti didalam hidupku.. Aku menginginkannnya" Luccy menggaungkan doa tersebut dalam hatinya dengan doa yang begitu teramat tulus dan meyakini jika itu dikabulkan.
Ditempat yang berbeda, Ningrum juga memunajatkan doa yang sama dan inginkan gadis kecil itu sebagai pengisi ruang hatinya yang kosong.
****
Gibran berangkat ke kantor, sedangkan Luccy sudah dapat bersekolah dan kini Ia sudah dapat berkatifitas kembali. Balasan dari Ningrum atas pesan chatnya malam tadi membuatnya merasa begitu bersemangat. Bahkan Ia sempat berbalas chat dengan Ningrum.
Gibran sudah tiba dikantor. Dan para kontraktor sudah banyak menunggunya karena hari ini surat penawaran kerja yang mereka masukkan akan keluar hari ini.
__ADS_1
Bima juga merupakan salah satu dari mereka dan juga Rendy.
Bima sudah membawa dua pekerjanya dan Ia sudah meminta kepada dua pekerjanya untuk memyelesaikan pekerjaan yang tertunda selama Ia masih meeting diruang CEO bersama kontraktor lainnya yang dipimpin oleh Gibran secara langsung.
Bima melirik berkas penawaran kerja milik Rendy yang ternyata tidak di plant-2, namun dilokasi dekat pelabuhan yang banyak menggunakan material habim. Bima menaksir proyek Rendy sangat besar dan ini membuatnya semakin sangat panas.
"Busssyeet..!! Dapat tawaran didekat pelabuhan, sedangkan yang diplant-2 hampir selesai. Bisa saingin aku dia, Nih" guman Bima dalam hatinya.
Sesaat rasa iri hati merasuki dalam hatinya. Saat ini Rendy memang masih menaiki motor matic biasa, namun jika proyeknya terus lancar, ini dapat membuat Rendy tiba-tiba beli mobil.
Meeting telah selesai. Bima bergegas menuju plant-4 tempat proyeknya yang mangkrak waktu itu. Dan alangkah terkejutnya Bima saat melihat kedua pekerjanya tersebut belum juga melakukan apapun dan hanya planga plongo yang membuat Bima semakin pusing.
"Ini mengapa belum ada yang dikerjain? Kan tadi sudah saya ajarkan caranya" ucap Bima kesal karena dua pekerjanya yang juga merupakan tetanggannya itu belum juga melakukan apapun.
"Kami tidak tahu caranya menggunakan alat pemotong besi dan pengelasan ini, Bang" jawab keduanya dengan jujur.
"Haah, Apa?! Jadi tau kalian apa?" tanya Bima dengan kesal.
"Ya.. Abang ajari dululah, kan kami baru pertama masuk proyek, selama ini kami ojek online" jawab salah satu dari pekerjanya.
Bima menggaruk kepalanya yang tak gatal dan merasakan sangat frustasi karena jawaban yang gak nyambung.
Bisa-bisanya Ia merkrut pekerja ojek online menjadi pekerja proyek yang sama sekali gak akan pernah nyambung.
Akhirnya Bima terpaksa mengajari keduanya meskipun Ia merasa kesal dan ini sudah tudak mungkin lagi terkejar karena tenggang waktu yang diberikan hampir habis.
Bima terpaksa harus ikut turun tangan melakukan pengelasan dan sementara waktu kedua orang yang planga plongo itu menajdi mandor yang menunggui Bima bekerja.
Bima yang kakinya saat ini masih sakit mengerutu dengan sangat kesalnya, namun apa boleh buat, Ia sudah didesak dari pengawas lapangan untuk menyelesaikan pekerjaannya sebab produksi akan berjalan dua hari lagi.
Bima yang mendengar dua hari lagi masa tenggangnya berakhir memutuskan untuk lembur malam ini.
__ADS_1