SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 24


__ADS_3

Saat Bima baru saja selesai makan ayam gepreknya, tampak sebuah mobil showroom datang membawa sebuah mobil baru ke dalam simpang masuk perumahan mewah milik Ningrum.


"Eeeiiits.. Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga" ucap Bima dengan girang.


Ia pun bergegas pulang dan membayar lebih untuk nasi gepreknya dan juga Adi.


"Ciiieee.. Yang dapat mobil baru" cibir Adi sembari menghabiskan suapannya, dan memilih nongkrong diwarung kakaknya.


Sedangkan Yudi tampak serius dipinggir simpang rumah mereka dengan seseorang "Hutangmu yang kemarin belum kamu bayar, ini sudah mau ambil lagi" ucap seorang pria bertubuh ceking dengan penampilan urakan..


"Iya.. Aku jual dulu barangnya, nanti kalau laku baru aku cicil" jawab Yudi meyakinkan.


Pria bertubuh ceking itu mendengus kesal dan melemparkan 10 paket barang berbungkus plastik transfaran dengan bubuk berwana putih didalamnya.


Lalu Yudi memyerahkan uang yang dimintanya dari Bima barusan.


"Sisanya aku tunggu, awas saja kalau Kau coba main-main" ucap Pria ceking itu dengan nada ancaman.


Yudi tersenyum dengan licik dan memasukkan barang tersebut kedalam saku celananya dan kembali ke warung ayam geprek milik kakaknya Lely.


"Eh, Di.. Itu tadi mobil siapa yang baru masuk?" tanya Yudi, sembari menyeruput es jeruk milik Adi.


"Mobil baru Bang Bima, baru dibeiliin Mbak Ningrum" jawab Adi santai.


Seketika Yudi mengerutkan keningnya "Enak bener ya Bang Bima, baru beberapa hari nikah sudah dibeliin mobil" ucap Yudi dengan tatapan penuh kelicikan.


"Gak tau ah.. Aku mau balik dulu, ngantuk" jawab Adi, lalu beranjak pergi meninggalkan warung kakaknya untuk pulang ke rumah.


Sementara itu, Yudi mendapat pesan dari seseorang, untuk membeli satu paket barangnya.


"Iya.. ketemu dimana?" tanya Yudi dengan cepat dengan seseorang diseberang telefon.


"Iya.. Aku segera ke sana" jawab Yudi lagi, lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju simpang.


Tampak sebuah sepeda motor melaju menuju ke arahnya dan menepi didepannya. Seorang pengemudi gadis belia tampak menatapnya.


"Ada gak barangnya?" tanya gadis itu, sembari celingukan ke sana ke mari.


"Ya adalah" jawab Yudi.


"Yang kemarin uangnya ada?" tanya Yudi.


"Naik dulu ke motor" pinta sang gadis belia yang diperkirakan masih berusia 16 tahun tersebut.

__ADS_1


Yudi menganggukkan kepalanya dan naik ke atas motor sang gadis, lalu mengemudikan motor dan tampak melaju ke sebuah tempat yang sepi.


Sesampainya disebuah tempat sepi yang sepi, gadis itu mengeluarkan alat-alat untuk menghisap barang yang dipesannya.


Lalu Yudi memberikan satu pake barang yang tak lain adalah sabu tersebut.


"Eh.. Tunggu dulu.. Enak aja main ambil.. Mana uangnya" tanya Yudi dengan cepat.


Gadis itu menyerahkan sejumlah uang kepada Yudi "Ini masih kurang, untuk yang kemarin kamu masih ngutang" ucap Yudi mengingatkan.


Gadis itu menatap sayu, berharap Yudi segera memberikan barang haram tersebut untuk segera dikonsumsinya.


"Bayar pakai ini saja bisa, gak?" ucap Gadis itu sembari menunjukkan mahkotanya.


Yudi mendenguskan nafasnya "Tapi ini hanya bayar bunganya saja, Ya.. Uang Pokoknya tetap kamu bayar, sebab Aku mau setoran" ucap Yudi dengan licik.


Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya, baginya saat ini yang penting Ia dapat mengonsumsi barang haram itu secepatnya.


"Nih.. " Yudi menyerahkan barang tersebut, lalu gadis itu dengan cepat meraihnya dan segera mengonsumsinya.


Yudi yang segera mengambil bayaran dari sang gadis yang menukar dengan tubuhnya "Tapi jangan menuntut apapun padaku, kamu yang menyerahkannya" ucap Yudi, lalu menyergap sang gadis yang sudah dalam kondisi sakau dan merusak segel mahkotanya.


Sementara itu, Bima tak henti-hentinya tersenyum dengan sumringah. Setelah showroom itu pergi, Ia langsung menaiki mobil barunya dengan perasaan kemaruk.


Dengan cepat Bima mengiyakan dan membawa mobil baru tersebut untuk menjemput Ningrum.


Setelah sampai didepan rumah Andini, Bima menghubungi Ningrum, jika Ia sudah sampai didepan rumah Andini.


"Sayang.. Mas sudah berada didepan Nih.. "


"Iya... Bentar" jawab Ningrum dari seberang telefon.


"Ndin.. Mbak pulang dulu, ya.. Besok kemari lagi buat pasang inai kamu" ucap Ningrum sembari mengemasi peralatannya.


"Ningrum menganggukkan kepalanya "Iya, Mbak.. Makasih, ya" ucap Andini yang hanya dapat mengantar sampai depan pintu saja.


Ningrum tersenyum, lalu beranjak pergi.


Sesampainya didepan pagar rumah Ningrum, Wanita itu melihat sebuah mobil baru terparkir didepannya. Lalu tampak seorang pengemudi menurunkan kaca mobil dan Bima tersenyum kepadanya.


"Masuk, Cantikku.." ucap Bima dengan seromantis mungkin.


Ningrum rersenyum, ternyata mobil yang siang tadi mereka beli baru saja sampai dan kini Bima menggunakannya.

__ADS_1


"Baru datang mobilnya, Mas?" tanya Ningrum sembari menutup pintu.


"Iya, Cantik... Makanya langsung dipakai buat jemput kamu" jawab Bima, seolah menspecialkan sang wanita.


Ningrum merasa tersanjung "Semoga kerjanya makin rajin dan semangat ya, Mas" ucap Ningrum memberikan semangat.


"Tentu dong, Sayang.. Kamu memang istri idaman" ucap Bima yang semakin membuat Ningrum terpedaya oleh segala bualan dari Bima.


Sesampainya di rumah, Bima memasukkan mobilnya ke garasi. Lalu dengan tubuh kekarnya Ia menggendong Ningrum masuk kedalam rumah dan menapaki lantai dua kamarnya.


"Turunin, Mas.." pinta Ningrum yang merasa sungkan karena Bima terlalu berlebihan.


"Kamu sudah capek kerja, Cantik.. Jadi Mas akan pijat kamu biar relaks" jawab Bima yang seakan memperlihatkan betapa Ia sangat perhatian Ningrum.


Pria itu memang ahli dalam membuat wanita terpedaya dengan segala rayuan dan cumbuannya.


Mendapatkan perhatian yang sangat berlebihan dari Bima, membuat Ningrum semakin merasa cinta.


Pijatan-pijatan tersebut kini berubah menjadi sentuhan yang memabukkan. Dan kali ini Bima akan membuat wanita itu semakin melayang dan akan menuruti segala keinginannya.


"Mas.. Kamu pinter banget, Ya buat Aku lemas" ungkap Ningrum dengan nada yang tersengal saat Bima berhasil membuatnya melayang hingga mencapai puncak surgawinya berulangkali.


Mendapatkan pengakuan itu dari Ningrum, membuat Bima merasa bangga. Ia melihat Ningrum tertidur pulas, setelah Ia melakukan servicenya dengan sempurnah.


Sesaat sebuah pesan masuk ke dalam pbonselnya. Bima membuka pesan masuk tersebut, lalu tersenyum sumringah dan mengahapus pesan tersebut.


Lalu Ia mengendap- endap keluar dari kamar, dan mengeluarkan kembali mobilnya dari garasari menuju lokasi tempat dimana seseorang akan menunggunya.


Sebuah trotoar dipinggir jalan, seorang gadis sudah menunggunya "Pak Bima.." sapanya dengan senyum sumringah.


Bima membukakan pintu mobil barunya "Masuk" jawabnya dengan senyum licik.


Lalu gadis yang tak lain adalah Jenny masuk ke dalam mobil dengan senyuman yang tampak begitu bahagia.


"Waah..sudah dapat mobil baru saja, nih.. Pak?" ucap Jenny dengan takjub.


"Iya dong.. Bima diawan" Ucap Bima dengan bangga.


"Sekarang Kita kemana, Pak?" tanya Jenny.


Bima terus menyetir "Ketempat sunyi biasa saja, kita bercinta dimobil baru ini pasti berasa seru" jawabnya tanpa menoleh ke arah sang gadis.


"Terserah Bapak saja, Deh.. Yang penting puas" Jawab Jenny.

__ADS_1


"Pasti.." balas Bima, lalu mengemudikan mobil tersebut menuju lokasi sepi yang mereka inginkan.


__ADS_2