
"Mama.." Luccy masih mengigau, ia masih belum juga sadar. Ningrum yang baru saja tiba merasa begitu sakit melihat puterinya seperti itu, sedangkan mereka para pelaku melenggang diluaran sana.
Rasa sakit itu semakin dalam, ia belum dapat menerima apa.yang terjadi, beberapa luka memar yang dialami oleh Luccy, memperlihatkan betapa biadabnya para remaja tersebut.
Ningrum menggenggam jemari tangan Luccy. Ia menatap puterinya yang masih terus memanggil kata 'Mama', meskipun ia tidak tahu, apakah sebutan itu untuk dirinya, atau untuk mamanya yang sudah tiada.
Dokter terus melakukan penanganan yang agar membuat Luccy sadar. Setelah kerja keras dokter, akhirnya Luccy mulai tersadar. Kadar alkohol didalam darahnya sudah hilang, sehingga dokter dapat memberikan obat.
Saat matanya terbuka, ia melihat Ningrum berada dihadapannya, ia langsung menangis meratapi kesalahan yang telah dibuatnya.
"M-mama.. Maafin Luccy.." ucapnya dengan lirih, penuh harapan.
Ningrum mencoba tersenyum, dan membelai ujung kepala gadisnya. Setelah dokter selesai memberikan penanganan dan Luccy dinyatakan dapat dibawa pulang, maka Ningrum akan membawanya pulang esok pagi.
****
"Ma...maafin Luccy.. Luccy janji tidak akan keluar malam lagi, dan akan menuruti semua apa yang dikatakan mama," isaknya penuh penyesalan, saat mereka berada didalam mobil, menuju pukang ke rumah.
Ningrum menganggukkan kepalanya. "Sudahlah, jadikan ini sebagai pelajaran, dan lihatlah dengan siapa kau berteman," ucap Ningrum mengingatkan.
Luccy menganggukkan kepalanya. Ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
"Dan ingat, jangan pernah dekat lagi dengan mereka," ucap Ningrum menegaskan.
"Iya, Ma..." ucapnya menyetujui.
Namun Ningrum masih tidak terima tentang pria bernama Brayin yang sudah berani menyentuh puterinya, serta empat orang remaja puteri itu. Luccy ia besarkan dengan penuh cinta, kasih sayang dan ketulusan. Namun ke lima remaja itu seenaknya menyentuh puterinya dengan perbuatan yang sangat menjijikkan, dan ia tidak terima akan hal tersebut.
Luccy masih syok dengan apa yang dialaminya. Ia tidak menduga jika mereka dapat berbuat seperti itu kepadanya.
Ke esokan harinya. Luccy ingin berangkat ke sekolah, meskipun Ningrum masih mencoba untuk menahannya, namun karena ada ulangan, akhirnya ia harus merelakan Luccy kembali ke sekolah.
Saat tiba disekolah, ia melihat ke lima remaja itu tanpa rasa bersalah dan terlihat santai mentertawakan Luccy yang tampak begitu syok saat melihat mereka.
__ADS_1
Ningrum akan memulai pembalasannya, ia tidak akan membiarkan siapapun yang sudah masuk ke dalam kehidupan mereka dan mengusiknya.
Ningrum melacak tentang siswa bernama Brayin tersebut. Ia mulai melancarkan aksinya. Ia mencoba masuk ke dalam kehidupan anak remaja laki-laki itu dengan menjadi wanita penggoda.
Ia mengetahui jika remaja itu suka dengan kemaksiatan, maka cukup mudah untuk memancing remqja tersebut.
" Hai, tampan..." tulis pesan pada sebuah akun fake.
Briyan yang sangat menyukai hal rayuan, maka dengan cepat membalasnya. "Hai, cantik.." balasnya dengan cepat. Ia begitu respon dengan akun yang menggunakan aku fake tersebut.
Lalu keduanya terlibat percakapan. Saat Brayin mencoba menelefonnya, Ningrum mengangkatnya, dan terlibat obrolan yang panas.
Saat remaja itu meminta vedeo call, maka Ningrum meminta ketemuan disebuah hotel yang sudah ditentukan oleh Ningrum.
Mendengar kata hotel, Briyan merasa sangat bahagia, remaja bejad itu sudah membayangkan apa yang akan terjadi jika dan wanita kenalannya itu bertemu di tempat tersebut.
Brayin hingga bolos sekolah demi untuk dapat bertemu dengan wanita yang bersedia membayarnya dan bersenang-senang dengannya.
Saat Brayin membuka pintu kamar hotel, ada tampak seorang wanita cantik yang sedang menunggunya ditepian rajang.
Brayin tanpa menunggu lama, ia langsung mengunci pintu hotel dengan cepat. Wanita itu tersenyum padanya.
Brayin berjalan menghampiri wanita tersebut. Saat keduanya sudah sangat dekat, tiba-tiba saja wanita itu menyapa dengan suara bariton yang sangat berbeda pada saat mereka telefonan barusan.
Wanita jadi-jadian itu menarik Brayin ke atas ranjang, lalu tiba-tiba saja dua pria penyuka sesama-jenis keluar dari kamar mandi dan melihat Brayin yqng sudah terkapar ditempat tidur dan mereka menyergapnya.
Ke tiga orang itu mencumbu Brayin dan meskipun ia meronta meminta untuk dilepaskan, namun ketiganya tidak perduli. Mereka menggarap Brayin dengan sepuasnya, diiringi senyum yang sangat sumringah.
Setelah mengetahui Brayin mendapatkan balasannya, Ningrum mematahkan dan membuang kartu simnya kedalam selokan, kemudian membuat pembalasan lainnya agar mereka jera.
Ningrum mengemudikan mobilnya menuju arah pulang, tak lupa ia kembali membeli beberapa kartu SIM sebanyak 4 buah, yang mana nantinya akan ia gunakan untuk menjebak para remaja tersebut.
Ia kembali memasang kartu yang berbeda pada phknsel yang berbeda juga.
__ADS_1
Namun saat dipertengahan jalan, ia tanpa sengaja melihat Dessy, menyetir mobil dan menuju ke sebuah tempat. Sepertinya ia juga bolos sekolah.
Ningrum mengerutkan keningnya. Ia mencoba membuntuti gadis itu dengan jarak aman.
Setelah jauh membuntutinya, ia melihat gadis itu memasuki sebuah hotel melati yang tampaknya sedang bertemu janji dengan seseorang.
Ningrum bingung, sebab Dessy adalah seorang anak pejabat yang sangat disegani. Namun mengapa bertemu janji dengan seseorang disebuah hotel? Tetapi ia tidak ingin melihat orang yang telah membiarkan apa yang diperbuat mereka terhadap puterinya melenggang begitu saja.
Ningrum mulai merekam apa yang akan dilakukan oleh gadis remqja tersebut.
Benar saja, seorang pria tambun tampak keluar dari dalam sebuah mobil, dan tentunya itu bukanlah pejabat tersebut.
Ningrum melihat keduanya tampak berci-uman, dan itu sangat menjijikkan. Semua itu tak luput dari rekaman Ningrum.
Ia terus merekamnya, hingga keduanya memasuki pintu hotel dan tampak memesan sebuah kamar, kemudian menghilang dibalik koridor hotel.
Ningrum mengunggahnya disebuah laman vedeo reels pada akun fakenya. Tanpa diduga, vedeo itu mendapatkan banjir komentar pedas, dan saat sampai kepada pejabat tersebut, dilakukan penggerebekan, dan benar saja, Dessy ditemukan sedang melayani tamunya tanpa sehelai benangpun.
Pejabat itu marah, kemudian mengkasuskan prianyang sudah membawa anaknya ke dalam hotel dengan kasus fedopil, sedangkan Dessy mendapatkan tamparan yang mendarat cantik diwajahnya, sebab saat satpol PP yang ikut merazia, membuat malu pejabatbtersebut.
Tanpa diduga, pria yang menjadi tamu Dessy adalah seorang pengusaha, sehingga membuat pria itu dapat membayar lebih tinggi dari pejabat tersebut, sehingga membuatnya melenggang bebas.
Sang pejabat marah, ia tidak terima jika pria itu dapat melenggang, sedangkan Dessy sudah menjadi korbannya.
Namun pria tetap menang, sebab ia mengakui jika Dessy tidaklah lagi pera-wan dan sudah terbiasa melayani para pria hidung belang.
Kasus tersebut tersebar di dunia maya dan bahkan merambah ke televisi yang terus digoreng beritanya hingga hangus alias gosong.
Setelah peristiwa itu, Dessy tidak lagi berani menganggu Luccy, sebab kesempatannya untuk mendapatkan Arlan juga sudah pupus, karena semua orang sudah mengetahuinya.
Ningrum bernafas lega, akhirnya karma kini menimpa gadis itu, dan ia berharap jika itu menjadi pelajaran bagi Dessy agar tidak seenaknya berbuat kepada orang lain, bagaimana jika itu berada pada posisinya, apakah ia tidak merasa jika ia juga seorang wanita?
~nanti di lanjut.. Bocil rewel..🤧
__ADS_1