SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-111


__ADS_3

Luccy baru pulang dari sekolah. Ia meminta sopir mengantarkannya singgah ke salon Ningrum. Sesampainya didepan salon Ningrum, Ia beranjak keluar dari mobil dan menatap pintu kaca tersebut.


Sary yang melihatnya segera membuka pintu kaca itu. "Cari siapa, Dik?" Tanya Sari dengan ramah.


"Emmm... Cari Tante ada?" ucap Luccy dengan lirih.


"Oh. Ada. Emang ada keperluan apa, Ya?" tanya Sary.


Saat bersamaan, Ningrum turun dari lantai dua untuk mencari makan siangnya. Ia melihat Luccy sedang berdiri didepan pintu salon dan berbicara kepada Sary.


"Luccy" Sapa Ningrum, lalu menghampirinya.


Seketika wajah gadis kecil itu merona karena melihat orang yang dicarinya sedang berada dihadapannya.


Sary menoleh ke arah Ningrum "Eh, ibu.. Maaf, Bu.. Saya kira anak iseng" ucap Sary sembari berpamitan ke dalam untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Luccy ganggu apa tidak, Tan?" tanya Luccy dengan penasaran, sebab Ia tidak memberitahu terlebih dahulu jika ingin datang ke salon Ningrum.


"Tidak, Sayang.. Ayo, Masuk ke dalam" ajak Ningrum, dan membawa Luccy masuk ke ruangan tunggu.


"Kamu baru pulang dari sekolah?" Tanya Ningrum kepada Luccy. bahkan gadis kecil itu juga belum makan siang karena merasakan rindu pada Ningrum dan ingin bertemu langsung.


Luccy mengekori Ningrum masuk ke dalam salon dan duduk disofa.


Ningrum beranjak dari tunggu dan menuju lemari es tempat dimana minuman ringan Ia letakkan untuk dijual bagi pelanggan salon yang ngantri dan juga proses penyalonan yang membutuhkan waktu lama.


Ningrum mengambil 2 kotak susu cair rasa strawberry dan menyerahkannya kepada Luccy.


"Ini, minum dulu" ucap Ningrum.


Luccy menganggukkan kepalanya dan meraih kotak tersebut lalu menyeruputnya melalui sedotan.


"Makasih ya, Tan.." ucap Luccy.


"Iya, Sayang.. Kamu sudah makan apa belum? Kalau belum ayo kita keluar cari makanan sama" ucap Ningrum.


"Belum, Tan.." jawab Luccy jujur..

__ADS_1


Lalu Ningrum beranjak dari tempatnya "Ayo.. Nanti kamu masuk angin.." ajak Ningrum yang dijawab Anggukan oleh Luccy.


Lalu mereka pergi mencari makan siang untuk mengisi perut mereka yang kosong dan sudah keroncongan. Mereka pergi menggunakan mobil Gibran yang dipakai untuk antar jemput gadis itu ke sekolah.


Sebuah tempat makan pinggir jalan namun tampak higienis menjadi pilihan mereka. Sup daging menjadi pilihan Ningrum, sedangkan Luccy hanya memilih ayam goreng dan lalapan saja.


Setelah memesan pesanannya, keduanya mencari tempat duduk untuk menunggu pesanan sembari mengobrol.


Tak berselang lama, tampak sebuah sepeda motor bebek berhenti didepan warung dan ingin memesan pesanannya.


Sesaat mata keduanya beradu. Wajah lebamnya tak dapat Ia tutupi, dan hal ini membuatnya membatalkannya untuk memesan makanannya.


"Gak jadi pesanlah, Mang.. Saya biasa belinya di warung makan dan restauarant atau cafe. Bukan pinggir jalan seperti ini, takutnya gak higienis" ucap wanita itu sembari melirik sinis pada Ningrum dan menggerakkan pergeglangan tangannya yang penuh dengan emas xuping yang malam itu dibelinya saat mengejar Yudi.


Ningrum melirik ke arah suara wanita yang tampak menyindirnya dan tak lain adalah Nora. Dan Ningrum menghela nafasnya, mencoba untuk mengabaikannya.


Nora kembali ke motor bebeknya dan mengendarainya meninggalkan tempat tersebut.


Seketika si mamang yang pedagang kaki lima itu merasa terpukul hatinya mendengar ucapan dari Nora.


"Baru pakai motor butut dan juga emas palsu saja belagu..!!" guman Si Mamang kesal sembari mengantarkan pesanan Ningrum dan juga Luccy.


Kemudian keduanya menyantab pesanannya dan menik-mati dengan penuh seksama.


"Tan... Kapan Tante penuhi janji Tante untuk jadi Mama Luccy?" tanya gadis saat disuapan terakhirnya.


Ningrum yang sedang meneguk air minumnya sampai tersedak mendengarnya. Ia menatap gadis itu dengan teduh, membuat Luccy semakin menyukainya.


"Apa alasan kamu inginkannTanten menjadi Mamamu?" tanya Ningrum penuh selidik.


"Tidak ada alasannya.. Luccy menyukai Tante saat pertama kita bertemu dan juga Luccy merasakan damai saat melihat tante" ucapnya dengan cepat.


Ningrum menghela nafasnya dengan berat. Ia tidsk memmungkiri, jika Ia nuga merasakan hal yang sama pada anak peremouan ini


rasa seorang ibu terhadap anaknya yang lama dirindukannya kini menyeruak datang memenuhi ruang kehidupannya.


"Tante masih ragu untuk menikah lagi" jawab Ningrum dengan cepat.

__ADS_1


"Tetapi Papa juga menyukai Tante. Papa seorang pria yang baik, dan hidup Tante akan bahagia Jika bersamanya" jawab Luccy meyakinkan hati Ningrum


Ningrum terdiam mendengar jawaban Luccy yang berbeda jauh dari usianya. Bagaimana mungkin Ia dapat mengungkapkan hal semacam itu.


"Tan.. Luccy, Mohon? Terimalah Luccy menjadi anakmu" ucapnya memohon sembari menggengam jemari tangan wanita itu.


Ningrum semakin serba salah dan perasaannya kian berdebar saat gadis itu mengungkapkan permohonannya.


Sementara itu, Nora mengendarrai motor bebeknya dengan perasaan kesal karena bertemu dengan Ningrum dalam kondisi wajah lebam dan motor bebeknya yang tidak seberapa, sedangkan Ningrum menggunakan mobil mewah.


"Sialaalan.!! Ngapain juga sampai ketemuan dengan mantan Bang Bima" gerutu Nora dengan kesal.


Nora kemudian mencari warung nasi pinggir jalan dan memesannya dengan harga murah meriah. Lalu menunggu pesanannya.


Sesaat ada seorang wanita yang juga memesan nasi tersebut. Wanita itu menggunakan motor matic gede dan menunggu pesananannya.


Tanpa sengaja Ia melirik ke arah Nora dan Ia memastikan jika Nora.


"Kamu Nora-kan?" Tanya wanita itu meyakinkan penglihatannya.


Nora bingung anatara senang sebagai artis dadakan yang dikenal banyak oeanga atau sebaliknya.


"Emmm... Iya.. Emangnya si Mbak siapa, Ya?" tanya Nora balik.


Wanita menghela nafasny dengan tatapan mencibir "Yaeelaah. Kirain Nora yang itu benenran sosialita. Ini mah apaan? Pakaiannya saja norak begini, pakai perhiasan xuping pula, dan motornya butut habis! Pantesan saja waktu diajak ketemuan menghilang ternyata tidak sesuai fakta yang ada!!" cibir wanita itu dengan nada yang menyamitkan.


Seketika darah Nora mendidih mendengar cbiran wanita.


"Heeei.. Kalau kamu emang kaya beneran kenapa ngarepin minta ditraktir sama saya dan tag nama saya diakun media sosialmu?" jawab Nora sengit.


Wanita itu tertawa mengejek dan keributan mereka menjadi pusat perhatian bagi orang yang sedang menunggu pesanan mereka.


"Huuuh.. Gaya elit, ekonomi syyuliit.." balas wanita itu tak perduli dengan tatapan dan ucapan para pelanggan yang melihat pertengkaran mereka. Bahkan wanita itu merasa senang dapat mempermalukan Nora didepan orang ramai.


Pesanan Nora sudah siapdan Ia membayarnya lalu menatap wanita iti penuh amarah.


"Bukan urusanmu dengan apa yang aku unggah di postinganku. Hidupku kenapa kamu yang repot?!" jawab tak mau kalah.

__ADS_1


Wanita itu tertawa mengejek dan meremehkan "Motor butut saja sok wanita sosialita!" balas wanita itu dengan nada sengit.


Nora ingin rasanya menjambak wanita dan Ia berbalik arah, namun orang-orang ditempat mencegahnya, sehingga Nora akhirnya memilih pulang mengendarai motor bebeknya dengan rasa kesal yang luar biasa.


__ADS_2