SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-113


__ADS_3

"Gimana-Mbak? Luccy minta kamu jadi mamanya?" tanya Yamink penasaran.


Ningrum menghela nafasnya. Ia menatap ke dua sahabatnya "Ya.. Dan itu terus berulang kali Ia utarakan sehingga aku merasa bingun harus memberikan jawaban apa" ungkap Ningrum dengan nada gelisah.


Andini masih setia dengan menyeruput smoothiesnya yang isinya hampir tinggal seperempatnya saja sembari mendengarkan percakapan antara Ningrum dan Yamink.


"Mbak merasa nyaman tidak dengan gadis itu? Atau juga dengan Pak Gibran" tanya Yamink memastikan.


Ningrum menatap nanar lurus kedepan. Ia bingung dengan perasaannya saat ini. Ia tak dapat membohongi perasaannya jika Ia menyukai gadis kecil itu dan merasakan jika Luccy bagaikan moodboosternya yang setiap kali Ia melihatnya ada kedamaian dalam hatinya. Jiwanya merasakan sebuah kedamaian yang begitu sangat tenang.


"Aku menyukai gadis itu" jawab Ningrum mengungakpkan isi hatinya.


"Kehadirannya bagaikan sebuah telaga yang menyirami hatiku yang gersang saat aku merindukan kehadiran seorang buah hati tambatan jiwa dalam hidupku" jawab Ningrum dalam pandangannya yang menerawang jauh.


Bayangan wajah Luccy begitu jelas terlintas dipandangannya. Senyum gadis itu serta tatapan sendunya membuat Ia begitu ingin dekat selalu dengannya.


Yamink sudah dapat menilai apa yang menjadi isi hati sahabatnya itu. Meskipun alasannya saat ini adalah Luccy, namun Ia berharap dengan seiring waktu dapat menerima Gibran dengan hatinya.


"Apakah Mbak ingin menjadi Ibu sambungnya? Jika benar aku akan mengurusnya" jawab Yamink cepat.


Andini masih mendengarkan dengan serius percakapan keduanya. Ia ingin menimpali ucapan ke duanya, namun Ia juga tidak begitu mengenali Gibran seperti apa dan Ia takut untuk memberikan pendapatnya. Namun melihat raut wajah sahabatnya, tampaknya Ningrum begitu merindukan kehadiran seorang belahan jiwa dalam hidupnya berupa seorang anak.


"Tetapi aku malu untuk menikah lagi, Kang.. Apalagi perceraianku baru berjalan beberapa bulan" jawab Ningrum dengan hati yang nelangsa.


Ia masih trauma dengan pernikahannya dan malu terhadap keluarganya.


"Semua orang menginginkan pernikahan yang bahagia, tidak ada yang inginkan pernikahan nestapa dan membawa kehancuran, namun semua itu adalah takdir yang harus kita jalani, sebab apapun yang terjadi sudah tertulis di lauhmahfuz dengan ketetapan takdir-Nya.." ucap Yamink menegaskan.

__ADS_1


Ningrum menatap sahabatnya dengan sendu, dan mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Yamink.


"Percayalah, Mbak.. Pak Gibran itu orang baik, aku mengenalnya" ucap Yamink meyakinkan hati Ningrum.


Ningrum menyunggingkan senyum tipis "Apakah aku harus menerima lamaran Gibran?" tanya Ningrum sembari menatap kedua sahabatnya.


Yamink dan Andini menganggukkan kepalanya bersamaan. "Jika Mbak merasa nyaman, lalu apa salahnya? Cinta dan jodoh itu sudah diatur oleh Allah. Rasa cinta dan kenyamanan yang hadir didalam hati kita semuanya tidak terlepas dari peran Allah yang menitipkannya dihati kita, begitu juga rasa gusar dan kecewa, semuanya adalah cobaan yang harua kita terima" Andini akhirnya buka suara.


Ningrum mencoba mempertimbangkan apa yang menajdi saran dari kedua sahabatnya. Mungkin benar jika Ia harus menerima takdir dari apa yang telah digariskan.


"Jika memang Aku dan Gibran ada jodoh, maka Allah akan mempermudahnya, namun jika tak ada jodoh, maka akan ada jalan yang menghalanginya" jawab Ningrum memasrahkan dirinya dengan apa yang akan terjadi.


Ia akan mengikuti takdir hidupnya bagaikan air yang mengalir dan akan bertemu dimana muaranya. Jika nasibnya benar bahagia dengan pernikahan ketiganya, maka Ia akan bahagia, namun jika nasibnya tidak beruntung juga, maka itu sudah menjadi suratan takdirnya.


"Baiklah.. Aku akan mencoba menerima lamaran dari Gibran.." ungkap Ningrum dengan yakin.


Kemudian Yamink menganggukkan kepalanya. Sebenarnya sedari dulu Ia ingin menjodohkan Ningrum dengan Gibran, namun siapa sangka jika akhirnya Ningrum menikah dengab Bima secara kilat dan tiba-tiba saja. Bahkan Ningrum tidak mendengarkan nasehatnya agar menjauhi Bima, namun semua sudah garis suratan dari yang maha kuasa hingga Ningrum berjodoh dengan Gibran meski hanya sebentar saja.


"Aku bantu doa ya, Mbak. Semoga ini yang terbaik" Andini menimpali.


Ningrum tersenyum tipis, namun ada gurat kelegaan diwajahnya yang memperlihatkan jika Ia saat ini sedang merasakan sebuah ketenangan dihatinya.


"Ya sudah, Mbak.. Ini aku bawa beberapa contoh gaun pengantin keluaran terbaru dengan warna yang lagi gandrungi. Ada saleem, terakotta, dan masih banyak lagi pilihan warnanya. Ada skincare yang lagi booming buat facial di salon, Mbak.." ucap Yamink sembari menaikkan kopernya ke atas meja dan membukanya lalu memperlihatkan isi kopernya yang penuh dengan berbagai alat kosmetik dan juga kecantikan.


sementara itu, Ada berbagai contoh gaun penagntin keluaran terbaru yang menjadi rekomendasi untuk Ningrum dengan berbagai model dan bahan yang sesuai dengan harganya.


Ningrum terpikat dengan salah satu gaun berwana saleem yang terlihat kalem namun anggun.

__ADS_1


"Kang..pesan yang ini. Berapa harganya?" tanya Ningrum.


"Yang ini 10 juta saja, Mbak.. Keluaran terbaru" jawab Yamink dengan cepat.


"Ya.. Aku pesan satu yang itu, buat nambah koleksi gaun pengantin karena minggu depan ada mengisi acara resepsi pernikahan seorang pejabat disebuah gedung pernikahan" ucap Ningrum menjelaskan.


"Waktunya seminggu ya, Mbak.. Oke, Mbak. Saya hubungi langsung penjahitnya agar orderan Mbak segera dikerjakan" jawab Yamink yang langsung meraih phonselnya dan menghubungi pihak penjahit untuk segera mengejakan orderan Ningrum dan waktu seminggu saja.


"Ok, Mbak.. Insya Allah akan selesai sebelum hari 'H' akan selesai" jawab Yamink meyakinkan.


"Dp-nya 5 juta dulu, Kang.. Selesai baru saya lunasi" ucap Ningrum yang meraih phonselnya dan mengetik M-Banking nya, lalu mentransfer nilai nominal 5 juta rupiah atas nama rekening Yamink.


"OK, Mbak.. Sudah masuk, makasih ya, Mbak.. Saya percaya koq sama, Mbak" Ucap Yamink dengan senyum sumringah.


"Sama-sama, Kang.. Semoga lancar usahanya" jawab Ningrum tulus.


"Aamiin.. Doa yang sama buat usaha Mbak juga" balas Yamink.


Kemudian Ia melirik kepada Andini yang sedari tadi tak berhenti mengkunyah bakso bakar hingga hampir habis.


"Ndin.. Kamu gak ambil skincare terbaru?" tanya Yamink dengan rayuan marketingnya.


"Ada yang aman dari mercury gak?" tanya Andini dengan mulutnya yang penuh dengan bakso bakarnya.


"Ada, Ndin.. Aman buat kamu yang lagi hamil dan bebas mercury serta halal juga BPOM" jawab Yamink dengan meyakinkan hati Andini.


Andini mengerucutkan bibirnya "Aku lagi males pakai skincare, Kang.. Mungkin karena bawaan hamil. Aku mau parfum keluaran terbaru dan lipsgloos saja" jawab Andini yang memang tidak berminat menggunakan Skincare.

__ADS_1


Yamink langsung mengeluarkan berbagai merk parfum dari koper doraemonnya yang dapat memuat berbagai jenis benda didalamnya.


"Ini, Mbak.. Wanginya kalem dan menenangkan. Aroma kasturi dan bisa dibawa untuk shalat" ucap Yamink sembari membuka tutup botolnya dan mendekatkan ke hidung Andini.


__ADS_2