SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 46


__ADS_3

Hari menjelang petang. Ningrum membereskan ruang kerjanya dan bergegas turun dari lantai dua lalu menuju ke lantai dasar.


Ningrum memeriksa buku pendapatan dan pengeluaran hari ini. Ia menghitungnya dan meminta kepada Jenny dan juga karyawan lainnya untuk menutup salon karena malam ini malam minggu dan pastinya para karyawannya masih single akan bermalam minggu bersama pasangannya.


Ningrum memberikan uang tips kepada para pekerjanya setiap malam minggu sebagai bonus.


Setelah memberikan perintah kepada Jenny dan juga Sary, Ningrum bergegas beranjak pulang dan sebelumnya Ia terlebih dahulu singgah ke agen Brilink untuk mentransfer uangnya ke dalam rekeningnya.


Sejak Ia kehilangan dua perhiasan emasnya, Ia merasa jika dirumahnya ada pencuri yang mengincar harta bendanya.


Setelah mentransfer uangnya, Ia membeli makan malam untuknya, Ia tidak perduli apakah Bima dan kedua adiknya sudah makan atau belum, rasa tega dihatinya disebabkan oleh kesal hatinya.


Ucapan Bima saat marah pagi itu yang mengatakan dapat membantingnya masih membekas dihatinya. Ia begitu sangat sakit hato dan sengaja tidak masak dan membiarkan mereka untuk mengurus dirinya sendiri.


Ningrum makan mie tiaw goreng untuk makan malamnya, dan makan ditempat Ia membeli. setelah merasa kenyang. Ia pun pulang ke rumah dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ia memandang lemari pakaiannya dan masih mengingat jika perhiasannya telah hilang. Ia mencurigai jika pelakunya itu adalah Yudi. Sebab hanya Yudi yang selalu membuat ke onaran dan berprilaku buruk.


Sedangkan Bima, Ia selalu menyusahkan dan memorotinya, namun sepertinya Ia tidak mencuri, lebih tepat Bima type orang yang terang-terangan memorotinya.


Ningrum membersihkan dirinya dikamar mandi. Lalu terdengar adzan Maghrib berkumandang dan Ia bergegas untuk shalat Maghrib.


Setelah menunaikan shalat Maghribnya, Ningrum bersantai ditepian ranjangnya, Ia tidak berminat untuk keluar dari kamar.


Ka mendengar suara mobil Bima berada didepan pagar rumah. Ia hanya menurunkan dua orang adiknya, namun tidak dengan dirinya, Ia tampak memutar mobilnya menuju kembali keluar kompleks, tampaknya Ia akan pergi untuk keluar.


Ningrum mengerutkan keningnya, namun kali ini Ia mencoba tak perduli dan kembali bersantai sembari bermain phonsel.


Terdengar di lantai dasar Yudi bernyanyi sembari memasuki kamar dengan suara sengaunya, dan membuat Ningrum semakin merasa sebal dengan pemuda tak sadar diri tersebut.


Sementara itu, Bima menuju salon, tempat dimana Jenny menunggunya. Ternyata gadis itu sengaja tidak pulang setelah para rekan kerjanya sudah pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


Bima menghampiri gadis tersebut yang sudah menunggunya sedari tadi diruang tunggu didalam salon.


Rasa gatal karena sudah lama tak disentuh oleh Bima membuatnya harus mengorbankan harga dirinya.


Melihat Bima sudah datang menemuinya, ia tersenyum sumringah dan tak sabar melucuti sendiri pakainnya dan meminta Bima segera menjamahnya.


Pria yang menyukai banyak wanita ini tak akan menolak jika ada yang menyodorkan diri padanya.


Dengan rakus Ia melahab gadis itu hingga membuat sang gadis bergelinjangan tak menentu.


Setelah beberpa saat meberikan kepua-san pada Jenny secara cuma-cuma, kini Ia sedang menunggu janji dari janda aduhai pekerja kantin Mbak Raini.


Ia kngkn mencoba janda tersebut, lalu meninggalkan Jenny begitu saja yang saat ini masih terkapar karena habis terkena serangan rudal Bima.


Seperti barang yang dipakai kapanpun Bima mau, Ia tinggalkan begitu saja tanpa ada rasa bersalah.


Bima melajukan mobilnya untuk menjemput sang janda dan mencoba mencicipi rasa janda yang memiliki lekuk tubuh aduhai tersebut.


Disebuah persimpangan, Bima menghentikan mobil yang dikendarainya, lalu seorang wanita berpakain sangat minim berdiri melambaikan tangan dan berjalan melenggang memasuki mobil.


Tubuh kekar Bima membuatnya begitu tergoda untuk memu-askan hasratnya yang sudah meledak- ledak.


Bima tersenyum menyeringai. Ia dapat dengan mudah mendapatkan wanita manapun yang Ia sukai dengan pesona ditubuhnya dan juga ilmu penagsih nya.


Bima membawa sang janda ke tempat sunyi biasa dimana Ia dan Jenny sering melakunnya.


Bima tidak ingin mengajak lawan bercintanya di penginapan, karena Ia tidak ingin mengeluarkan uang untuk semuanya. Sebab baginya berprinsip jika mendapatkan secara gratis, maka mengapa harus repot mengeluarkan uang.


Bima yang mendapat mangsa baru semakin bersemangat dan dengan cepat menggarap mangsanya.


Sementara itu, Ady merasakan perutnya sangat lapar, Ia menyingkap tudung saji dan tak ada apapun untuk dimakan.

__ADS_1


Ia keluar sejenak dari rumah menuju warung ayam geprek milik kakaknya Leli. Ia meminta seporsi ayam geprek "Kak, satu porsi ayam geprek, nanti gajian aku bayar" ucap Ady kepada kakanya.


"Koq makan di sini? Gak biasanya?" tanya Leli mengerutkan keningnya.


"Ia.. Lagi pengen makan aham geprek kakak saja" ucap Ady berbohong, meskipun sebenarnya Ia tahu jika Ningrum kakak iparnyA sedang marahan dengan Bima, Abangnya.


Leli menganggukkan kepalanya, dan membuatkan seporsi ayam geprek untuk Ady.


Sedangkan Yudi saat ini sendirian didalam kamarnya. Ia membuat alat penghisap sabu dan mulai menghisapnya dan merasakan dirinya bagaikan melayang di awan.


Pemuda itu meracau tak jelas, ia terkadang tertawa dan berbicara sendiri dan berhalusinasi.


Ia bahkan tak menghiraukan rasa laparnya, Ia sudah seperti orang setengah waras.


Ady menghabiskan satu porsi ayam geprek yang yang disajikan oleh Leli.


kini Ia sudah merasa kenyang dan berpamitan untuk pulang ke rumah Ningrum. Sesampainya didalam kamar, Ia melihat Yudi sudah tampak meracau.


Tanpa sengaja Ia melihat wadah bekas hisap sabu yang baru saja digunakan oleh Yudi. Ia menggelengkan kepalanya dan meraih benda itu, lalu melenyapkannya.


Ady tidak ingin jika nantinya Ningrum terbawa-bawa karena benda itu berada dirumahnya.


Ady tidak mengerti apa yang ada dibenak Yudi, yang mana seperti orang tidak memiliki tujuan hidup.


Ady mencoba beristirahat, karena esok akan kembali bekerja. Sedangkan Yudi masih terus meracau dan tak mau tidur, matanya terus terjaga sepanjang malam.


Ningrum melirik jam di phonselnya. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam, namun Bima juga tak kunjung pulang.


Ningrum menghela nafasnya, Ia merasa jika Bima sudah sangat keterlaluan. Mobil yang dibelinya untuk Bima itu karena untuk keperluan bekerja, bukan untuk dipakai keluyuran dan ajang pamer apalagi gaya-gayaan agar terlihat keren.


Ningrum mencoba melupakan tentang Bima dan memilih untuk tidur, sebab esok Ia akan mempersiapkan pekerjaannya dan memilah barang decor untuk pesanan jasanya di acara resepsi pernikahan pelanggan yang membutuhkan jasanya.

__ADS_1


Ningrum juga sudah berkomunikasi kepada Yamink agar mempersiapkan pesanannya tepat waktu sebelum hari pernikahan itu berlangsung.


Dalam sebulan ini Ningrum mendapat pesanan sebanyak lima tempat yang mana Ia harus bekerja ekstra keras untuk membuat pelanggannya pu-as.


__ADS_2