SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-156


__ADS_3

"Selamat ya, Lucc.. Atas pencapaian yang kamu dapatkan," ucap seorang siswa berparas tampan, sembari mengulutkan tangannya.


Luccy membalas dengan senyum yang setipis tissu dan menyambut uluran tangan siswa tersebut.


"Malam nanti ada rencana apa tidak? Aku ingin mengajakmu makan malam, untuk merayakan keberhasilanmu!" ucap siswa itu lagi.


Luccy melepaskan jabatan tangan mereka. Ia merasa sedikit ambigu, sebab ini pertama kalinya ada seorang lawan jenis yang mencoba mengajaknya keluar malam, dan ia tidak berani tanpa restu Ningrum.


"Mama tidak mengijikan-ku jika kekuar malam bersama seorang pria, apalagi malam hari!" jawab Luccy ragu, meskipun sebenarnya ia sangat senang dengan ajakan siswa tersebut. Sebab pria itu adalah siswa populer disekolah, karena selain tampan, ia juga terkenal sebagai anak tajir melintir.


"Aku akan coba mempermisikan kepada mamamu," siswa itu mencoba meyakinkan hati Luccy.


Gadis remaja itu mema-inkan ujung hijab segitiganya. Ia tampak ragu, takut, dan juga ingin pergi, sebab ini pertama kalinya.


"Aku tanya mama-dulu!" jawab Luccy menegaskan.


Sepasang mata memperhatikan kedua siswa yang sedang berbincang tersebut, dan ia berusaha menguping.


*****


Ningrum melirik jam didinding dapurnya, sudah menunjukkan pukul 3 sore, sebentar lagi ia akan menjemput Luccy. Maka dengan bergegas ia menyeka air matanya. Kedua sahabatnya baru saja pulang menghiburnya.


Ningrum membasuh wajahnya dengan air, ia tidak ingin Luccy melihat wajah sembabnya.


Ia bergegas menuju sekolah. Hari ini Luccy tidak membawa motor, sebab ia pergi bersama saat pagi tadi, karena ia juga harus hadir disekolah.


Setelah lima belas menit perjalanan, ia tiba didepqn pagar sekolah. Tampak dikejauhan Luccy berjalan menuju ke arahnya, namun seorang siswa laki-laki menahannya, dan mengatakan sesuatu. Namun Ningrum tak dapat mendengarnya, sebab jarak mereka yang cukup jauh dan ia berada didalam mobil.


Luccy melirik ke arah mobil Ningrum yang sudah terparkir didepan pagar sekolah. Ia tidak ingin mamanya melihat apa yang dilakukannya dengan siswa laki-laki itu, dan ia melepaskan cengkraman tangan siswa tersebut, lalu setengah berlari menuju ke arah Ningrum yang sudah menunggunya sedari tadi.


Nafasnya tersengal karena menahan rasa takut jika sampai Ningrum marah padanya dan juga karena berlari hingga dadanya bergemuruh.


Ia menyeka keringatnya. Bulir bening itu mengalir dari pelipis ke pipinya.


Ia mengatur nafasnya, lalu tangannya sedikit gemetar membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Sudah lama menunggu, Ma?" sapa Luccy dengan lirih dan gemetar.


"Lumayan..!" jawab Ningrum datar.


"Mama marah pada Luccy?" ucapnya lirih, hampir tak terdengar.


Ningrum menghela nafasnya dengan berat. Lalu menyetir mobilnya. Keduanya masih terdiam dan larut dalam fikirannya masing-masing.


"Mama marah pada, Luccy?" tanyanya dengan lirih, ia tidak tenang sebelum mendapatkan jawaban dari Ningrum.


"Mama tidak ingin kamu dewasa terlalu cepat. Kamu juga harus ingat, pergaulan anak zaman dahulu dengan zaman sekarang itu sangat berbeda jauh, apalagi terlalu banyak kasus yang menakutkan buat para orang tua, tentang pelecehan!" ujar Ningrum.


"Ada masanya nanti kamu untuk mengenal arti cinta, tetapi setidaknya kamu sudah berada di semester satu. Setelah ini, mama akan mendaftarkanmu pada perguruan bela diri," ia kembali menimpali ucapannya.


"Bela diri? Untuk apa, Ma?" tanya Luccy penasaran sembari mengerutkan keningnya.


"Untuk membela diri, nika sewaktu-waktu ada yang mencoba melecehkanmu," jawab Ningrum cepat.


Luccy memandang wanita disampingnya dengan penuh makna. Ia tidak berani untuk sekedar membantah.


Setelah selesai menyalin pakaiannya, ia turun ke bawah, untuk mencuci piring sebagai tugasnya sehari-hari. Saat berada di ruang dapur, tampak meja makan yang terbuat dari ukiran kayu jati dan yang dipahat begitu sempurnah tampak berkilau dengan warna naturalnya.


Ia tidak melihat ke beradaan Ningrum didapur, dan piring kotor juga tidak ada satupun yang tampak di washtafel dan semua tertata rapi.


Ia mengedarkan pandangannya menelusuri setiap sudut ruangan, ada sesuatu yang berbeda, tapi itu entah apa.


Saat ia masih dalam rasa penasaran, tiba-tiba Ningrum muncul dari arah pintu dapur. "Kenapa bengong?" tanya Ningrum, lalu berjalan santai menuju ke arah meja makan.


"Duduklah.. Mama sudah menyiapkan makanan kesukaanmu," ucap Ningrum lagi.


"Tidak ada piring kotor, Ma" tanyanya dengan penuh penasaran.


"Hari ini khusus tidak, sebab mama ingin merayakan tentang prestasi yang kamu raih.." jawab Ningrum.


Lalu membuka tudung saji, dan memperlihatkan apa yang sudah dibuatnya.

__ADS_1


Puding mangga berlapis cream lembut, soup soun lengakap dengan sayuran dan aneka topping, serta juice mangga yang dipesannya dari Yamink serta salad buah yang nuga sangat segar.


Luccy menatapnya dengan penuh haru. Semua itu makanan kesukaannya, dan Ningrum sengaja membuatkan untuknya.


"Mama..." ucapnya dengan mata berbinar. Ia tidak dapat membayangkan betapa bahagianya ia memiliki Ningrum dalam hidupnya.


Ia memeluk ibu sambungnya itu, dan tangisnya pecah dalam sekejap. "Makasih, ma.. Untuk segalanya," ucapnya dengan tersedu.


Ningrum membelai punggung puterinya, dengan penuh kasih setulus jiwa dan cinta seluas samudera yang tak bertepi.


"Ya sudah.. Ayo kita makan.." ajak Ningrum, kemudian Luccy menganggukkan kepalanya, dan mereka menikmati makanan mereka dengan penuh rasa syukur.


Setelah selesai menikmati hidangannya, Luccy bergegas memberskan piring kotor dan mencucinya. Ia tidak mengeluh dengan apa yang ditugaskan Ningrum padanya, sebab Ningrum selalu mengatakan, setinggi apapun pendidikanmu, suatu saat kamu akan menikah dan memiliki mertua. Maka kamu harus tau saat membawa diri saat berada dirumah mertua. Itulah pesan yang selalu disampaikan oleh Ningrum padanya.


Dengan cepat ia membereskannya dan kembali duduk di kursi makan untuk mengeringkan tangannya yang basah.


Ningrum bangkit dari duduknya dan meraih sesuatu yang disembunyikannya didalam lemsri kitchen set yang juga terbuat dari kayu jati pilihan.


Sebuah kotak berbentuk kubus dan diatasnya dihias oleh pita berwana merah muda sebagai hiasan yang semakin mempercantik tampilannya.


Ia mmebawanya dan memberikannya kepada Luccy.


"Nah.. Ini buat kamu, sebagai hadiah untuk keberhasilan yang kamu capai," ucap Ningrum sembari menyodorkan kotak tersebut.


Luccy menatap kotak tersebut penuh rasa penasaran. Ia sangat ingin tahu apa isi didalamnya.


"Apa ini, Mah?" tanya Luccy sembari menerima kotak tersebut.


"Lihat saja sendiri, pasti kamu suka!" ucap Ningrum.


Luccy membukanya, dan tampak sebuah benda pipih yang selama ini dininginkannya.


Ia terperangah dengan apa yang dilihatnya sembari mulutnya terbuka lebar.


"Ini mahal, Ma..." ucapnya dengan tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2