SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-107


__ADS_3

Gibran sudah tiba dirumah sakit saat senja tiba. Luccy menyambutnya dengan hati yang sangat riang.


"Papa.." sapanya tak sabar melihat kehadiran sang papa yang membawakan ice cream kesukaannya.


"Anak Papa, sudah terlihat lebih carah.." ucap Gibran dengan penuh bahagia. Lelahnya saat bekerja kini sirna melihat wajah sang puterinya yang terlihat sudah segar.


"Besok pagi, Insya Allah Luccy sudah dapat dibawa pulang" ucap Ningrum.


Gibran menoleh ke arah wanita yang telah merawat puterinya tersebut.


"Terimakasih ya, kamu sudah merawat Luccy hingga sembuh" ucap Gibran tulus.


Ningrum tersenyum ringan dan mengerjapkan kedua matanya.


Adzan Maghrib berkumandang, lalu mereka shalat maghrib bergantian, karena harus bergantian menjaga Luccy. Setelah itu, mereka menyantab makan malamnya.


Selama menjaga Luccy, Ningrum menyerahkan salon kepada Sary untuk mengurusnya. Sary kini menjadi orang kepercayaan Ningrum dan sudah terbukti dapat menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.


Sementara itu, Nora dan juga Bima sedang berdebat tentang gelang emas yang raib dari dalam lemari. Nora masih tersedu menangis meratapi perhiasannya yang hilang.


"Bang.. Kau tanyakan dulu sama si Yudi! Adikmu itu kan pencuri, bisa saja dia yang mengambilnya" tuding Nora kepada Bima.


Bima menoleh kearah Nora, rasa kesal bercampur geram menjadi satu, namun kenyataannya memang benar jika Yudi adalah pencuri.


Namun untuk mencari adiknya itu malam ini pasti sangat sulit, sebab setelah menjual emas itu, pastinya Ia membeli sabu dan juga kongkow bersama temannya.


"Dasaar, Yudi sialaan! Gak ada habisnya dia selalu buat masalah" maki Bima dalam hatinya.


seketika Bima teringat akan dua orang tetangga yang akan direkrutnya untuk menjadi pekerja diproyeknya. Bima keluar dari kamar dan tak menghiraukan tangisan Nora yang masih meraung tidak rela jika gelang emasnya raib begitu saja.


Melihat Bima keluar dari kamar, Ia mengira Bima akan mencari Yudi untuk meminta emasnya kembali, maka Nora mengikuti Bima dari belakang, namun ternyata Bima menuju ke rumah tetangganya, dan Nora mendengus kesal.


Lalu Ia mengamnil kunci motor yang diletakkan Bima diatas meja kusri tamu. Ia menyambarnya dan mencoba mencari Yudi sendiri.

__ADS_1


Bima yang melihat Nora keluar menggunakan motor barunya tak dapat lagi mencegahnya, sebab Nora sudah melaju meninggalkan rumah kontrakan dan mencari keberadaan Yudi.


Nora mencoba menghubungi nomor Yudi, tersambung, namun segera direject-nya. Nora mencoba melacaknya menggunakan GPS pencarian lokasi titik keberadaan pemuda laknat tersebut, dan Ia menemukannya disebuah cafe remang-remang dan Ia sangat yakin jika Yudi sedang berada disana.


Lalu tanpa berfikir panjang, Nora menghampiri Cafe tersebut dan akan membuat perhitungan kepada pemuda tersebut.


Setelah memakan waktu 20 menit perjalanan. Akhirnya Nora sampai ditempat tersebut. Ia melihat sebuah cafe remang-remang yang mana banyak para wanita penghibur disana dan para pria hidung belang yang sedang saling berpangku dan berkaraoke bersama dengan para wanita penghibur.


Tampak sepeda motor ibu mertuanya terparkir disana, dan Ia yakin jika Yudi sedang berada disana.


Namun baru saja Ia hendak turun dari motornya, terdengar suara orang berteriak "Polisi datang, polisi datang, kabuuur!" teriak seseorang yang mengingatkan.


Seketika pengunjung cafe dan juga wanita penghibur berlarian menghindari polisi yang mobilnya sudah tampak dari kejauhan.


Dengan panik, Nora akhirnya memilih ikut kabur sebelum ditangkap oleh polisi itu karena salah faham nantinya.


Ternyata benar, satu mobil polisi menggunakan mobil dinas dengan sepuluh personil didalamnya.


Nora melajukan motornya menjauhi cafe tersebut dan bergegas pergi.


Nora masih memikirkan tentang kumpul dengam teman sosialitanua esok hari.


Seketika Ia teringat akan sisa uangnya, Ia berniat membeli emas imitasi berbahan xuping sebagai penggantinya emasnya yang hilang dan Ia mempercepat laju motornya mencari toko penjual xuping untuk dipakainya esok hari.


Setelah berkeliling mencari toko mas yang menjual xuping, akhirnya Ia menemukannya.


Dengan memilih bentuk yang sama seperti emasnya yang raib, Nora mengeluarkan uang 200 ribu sudah mendapatkan emas tiruan yang dimilikinya dan Ia merasa jika itu sudah cukup untuk membuatnya tampil cetar membahana.


Namun Ia masih penasaran dan belum merasa puas sebelum melabrak Yudi.


Tanpa sengaja Ia melihat Yudi mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan Nora kemudian mencoba mengekorinya dari belakang.


Ternyata Yudi menuju rumah ibu mertuanya, dan sesampainya disana, Nora tak lagi dapat menahan emosinya. Tanpa mengucapkan salam, Ia nyelonong masuk kerumah mertuanya dan menarik Yudi yang masih bau minuman keras dan mencoba masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Plaaaaaak..


Sebuah tamparan dari Nora untuk Yudi yang membuat Sumi ibu mertuanya tersentak kaget mendengar suara keributan didalam rumahnya.


"Balikin emasku yang kau curi, breengsek..!!" maki Nora yang meraih batang penyapu dan memukulkannya kepada Yudi.


Sumi yang melihat adegan tersebut berteriak dan memcoba melerai perkelahian antara anak dan menantunya.


"Hentikan!! Ada apaini?!" tanya Sumi dengan nada tinggi.


"Ini, anak ibu yang pencuri ini sudah mencuri gelang emasku, dan pastiinya sudah dijualnya dan dibelikan sabu!!" tuding Nora dengan sengit.


Yudi mencoba menepis tudingan Nora terhadapnya, mamun Nora memaksa menggeledah Yudi dan Ia menemukan 20 paket sabu dengan berat setengah gram dan sisa uang penjualan emas yang masih terisisa 1 juta rupiah.


"Breeengsek, Kau!! Dasar maling!!" maki Nora kesal lalu menjambak rambut Yudi, dan Yudi yang dalam kondisi mabuk berat, dengan cepat melayangkan tinjunya kepelipis Nora hingga membiru.


Sumi berteriak dan meminta keduanya segera berhenti berkelahi dan karena tidak dapat dilerai, akhirnya Sumi berteriak meminta pertolongan warga.


Saat itu kebetulan Andini dan juga Rendy sedang berkunjung ke rumah ibunya, mendengar suara teriakan Sumi meminta tolong, akhirnya mereka mencoba untuk melihat apa yang terjadi.


Rendy menghampiri Sumi yang tampak panik. Lalu Sumi meminta bantuan Rendy untuk melerai antara menantu dan anaknya yang sedang baku hantam.


Melihat Yudi yang dalam kondisi mabuk parah dan saling adu jotos dengan Nora, maka Yudi mengambil satu ember air bekas cucian piring yang ada didalam kamar mandi dan menyiramkan kepada keduanya.


Byuuuuuurrr..


Keduanya basah kuyup dengan aroma yang bercampur nano-nano.


Keduanya tersentak kaget dan menghentikan adu jotosnya karena mata mereka perih akibat terkena air yang bercampur bekas cucian piring yang tentunya ada bekas sambal dan sebagainya.


Kemudian Rendy meminta Bu Sumi untuk menghubungi Bima agar mengamankan istri barunya dan juga adiknya yang sudah tampak lebam-lebam.


Selama ini Yudi mencuri dirumah Ningrum selalu aman, namun kali ini Ia bertemu dengan singa yang sama liciknya.

__ADS_1


Setelah membuat keduanya merasa kepedasan, Rendy melenggang pulang dengan membawa Andini yang masih bengong atas tindakan Rendy yang nyeleneh agar menjauh dari rumah tersebut dan menuju rumah mertuanya.


__ADS_2