SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-80


__ADS_3

Ningrum bangun dengan sangat cepat. Ia membawa semua perlengkapan decornya dan satu orang karyawannya untuk membantunya.


Tak lupa Ia membawa cake yang dibuatnya untuk syarat utama perayaan ulang tahun puteri Gibran.


Sesampainya dirumah Gibran, Ia mulai mendekor untuk acara ulang tahun tersebut agar terlihat sempurnah.


Luccy putery Gibran baru saja melihat hasil decor yang belum sempurnah itu. Ia tercenngang melihat hasil decor yang begitu indah dan sangat sesuai keinginannya.


"Waaah.. Keren sekali, Tante.. Ini impianku, pasti teman-temanku akan terpesona melihat ulang tahunku ini" ucapnya dengan mata yang terus memandangi hasil decor tersebut.


"Oh, Ya.. terimakasih, Sayang.. Jika kamu menyukainya" jawab Ningrum.


Hal yang paling indah itu adalah ketika tuan rumah menyukai dan merasa pu-as dengan hasil karyanya.


"Ini indah banget, tante.. Aku menyukainya, makasih, Tante" ucap Luccy yang dengan tanpa sadar memeluk erat pinggang ramping Ningrum.


Ningrum tersentak kaget. Untuk pertama kalinya Ia merasakan dipeluk seorang bocah setelah 10 tahun pernikahan tanpa diberikan keturunan.


Ningrum membalas dekapan Luccy, Ia membelai lembut ujung kepala Luccy dan entah dorongan dari mana Ia mengecup ujung kepala Luccy. Rasanya begitu tenang, dan Ia merasakan sebuah kedamaian.


"Ya, Rabb.. Berikan satu anak dalam hidupku.. Agar aku tak kesepian" Guman Ningrum dalam hatinya. Hatinya begitu nelangsa, dilimpahi kekayaan, namun tak satupun keturunan yang singgah dirahimnya.


Luccy mendapatkan kecupan hangat diujung kelalanya menengadahkan kepalanya menatap Ningrum dengan sendu.


"Tante, Aku ingin dirias secantik putri salju hari ini, apakah tante bisa melakukannya untukku?" tanya Luccy dengan tatapan memohon.


Ningrum menganggukkan kepalanya dan meyakinkan Luccy jika hari ini Ia akan menjadi puteri salju dalam acara ulang tahunnya.


"Ayo.. Biar tante rias" ucap Ningrum kepada Luccy .


Lalu gadis itu membawa Ningrum ke kamar Gibran, sebab kamarnya masih berantakan karena Ia belum merapikannya.


Sementara itu, decor ulang tahun itu Ia serahkan kepada pekerjanya.


Keduanya memasuki kamar Gibran yang terbilang cukup luas.


"Ayo, Tante" ajak Luccy yang duduk ditepian ranjang yang berukuran super king. Ningrum tidak mengetahui jika ini adalah kamar Gibran, Ia mengira jika ini kamar Luccy, sebab Gibran juga tidak terlihat sedari tadi.


Ningrum membuka peralatan tempur make upnya. Ia memilih peralatan make up yang sesuai dengan jenis kulit untuk usia para pelanggan yang akan diriasnya.


"Tante.. Ini gaun ulang tahun yang dibeli papa buat ulang tahun Luccy" ucap Gadis kecil itu yang memperlihatkan gaun tersebut.

__ADS_1


"Cantik.. Ayo Tante bantu pakaikan" ucap Ningrum.


Lalu Luccy menganggukkan kepalanya dan mematuhi ucapan Ningrum.


Tak biasanya Luccy cepat akrab dengan seseorang apalagi baru dikenalnya, dan Ningrum membuatnya begitu sangat cepat akrab dan Ia merasa lebih cocok.


Ningrum membantu mengenakan gaun ulang tahun tersebut.


"Waah..!! Kamu sangat cantik dengan gaun ini"puji Ningrum dengan tulus, dan tentu hal itu membuat Luccy menyunggingkan senyum sumringah.


"Ayo, sini tante rias" ucap Ningrum kepada gadis kecil itu.


Luccy menganngukkan kepalanya dan menghampiri Ningrum duduk ditepian ranjang.


Ningrum mulai merias wajah gadis kecil yang sudah tampak bibit kecantikannya sedari kecil.


Tak butuh waktu lama, Ningrum telah selesai meriasnya, dan Ia meminta Luccy untuk melihat dirinya dicermin.


Luccy terperang melihat perubahan wajahnyanyang drastis dan Ia benar-benar terlihat seperti puteri dari tokoh kartun animasi yang sangat digemarinya.


"Ya, ampuun.. Tante. Aku cantik sekali hari ini" ucap Luccy yang tak percaya melihat dirinya.


Rambutnya disanggul dengan indah denga mahkota dibagian atas kepalanya.


"Oh, Ya.. Tante mau pakai kamar mandi, boleh" ucap Ningrum yang sudah kebelet pengen buang air kecil.


Luccy menganggukkan kepalanya dan melepaskan dekapannya dari pinggang Ningrum.


Lalu Ningrum bergegas ke kamar mandi dan sudah tak tahan ingkn segera menyampaikan hajatnya.


Setelah Ningrum memasuki kamar mandi, phonsel Luccy berdering, dan ternyata temannya-temannya sudah ada yang datang, dan Ia bergegas turun ke lantai dasar tempat dimana ruangan untuk menyambut teman-temannya.


Ruang decor telah selesai dan cake ulang tahun tiga tingkat dengan bagian atasnya seorang puteri salju yang cantik rupawan sebabagai toppingnya.


Cathring juga sudah ditata dan hanya para asisiten rumah tangganya yang mmebantu mepersiapkannya.


Luccy bergegas kedepan pintu dan menyambut para tamu undangannya, dan saat bersamaan tampak mobil ayahnya baru tiba dan tergesah-gesah mengahampiri puterinya.


"Sayang, Maaf Papa terlambat, ada pekerjaan penting" ucap Gibran kepada Luccy, dan Luccy menganggukkan kepalanya.


Lalu asisten rumah tangga menggantikan Luccy menyambut para tamu, sedangkan Luccy membawa teman-temannya yang sudahbtiba terlebih dahulu.

__ADS_1


Gibran beregegas naik ke kamarnya, Ia ingin membersihkan dirinya dan mengganti pakainnya.


Dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya, Gibran mendorong pitu kamar mandi dan saat bersamaan Ningrum menariknya dari arah dalam kaena baru selasai buang air, dan...


Braaaaaak..


Tanpa sengaja tubuh Gibran menabrak tubuh Ningrum dan membuat keduanya terjatuh dilantai.


"Aaaaarrrgh.."


Ningrum mengerang kesakitan, apalagi tubuh kekar Gibran yang menindihnya membuatnya sesak nafas.


Keduanya sama terkejutnya, dan Ningrum mendorong tubuh Gibran agar menyingkir darinatas tubuhnya.


"Ehh.. Maaf, Aku tidak tahu ada orang didalam kamar mandi" ucap Gibran yang membenahi handuknya.


Ningrum meringis kesakitan dan merasakan pinggangnya yang sangat sakit.


Lalu Gibran membantu Ningrum untuk beranjak bangkit.


"Kamu kenapa menggunakan kamar mandi ini?" tanya Ningrum sembari memegangi pinggangnya yang sakit.


"Inikan kamarku?" jawab Gibran.


Ningrum mengerutkan keningnya "Ini bukan kamarnya Luccy?" tanya Ningrum dengan penasaran.


"Bukan, kamar Luccy dibawah!"


Ningrum tak menjawab apapun, Ia bergegas keluar, namun pakainnya basah karena terjatuh dilantai barusan.


Gibran yang melihat pakaian Ningrum basah seperti itu merasa iba. "Tunggu. !" cegah Gibran, lalu beranjak dari kamar mandi dan menuju lemari pakaian.


Gibran mengambil salah satu dress milik almarhum istrinya dan memberikannya kepada Ningrum.


"Pakailah, lihatlah dirimu, sangat berantakan, dan pakaianmu basah begitu" ucap Gibran sembari menyodorkan dress berwana peach tersebut kepada Ningrum. Dengan terpaksa Ningrum menerimanya, lalu kembali masuk ke kamar mandi dan menyalinnya disana.


Tak berselang lama, Ningrum keluar dari kamar mandi, dan sudah terlihat lebih rapi.


Gibran terperangah melihatnya. Ia mengakui jika Ningrum benar-benar cantik, dan itu sudah sedari lama Ia akui.


"Kamu terlihat cantik sekali" ucap Gibran meluncur begitu saja.

__ADS_1


Ningrum merasa kikuk saat Gibran mengatakan hal tersebut. Sebab bagaiamanapun saat ini statusnya masih istri orang dan Ia merasa canggung saat seorang pria memujinya, meskipun Gibran adalah sahabatnya.


Ningrum tersenyum datar dan bergegas turun ke lantai dasar untuk menemui Luccy yang saat ini sedang berulang tahun.


__ADS_2