SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 61


__ADS_3

Bima keluar dari kantin dengan dengan perasaan yang sangat kesal. "Dasar pemilik Kantin tidak sabaran, tidak aku bayar baru tahu rasa dia" gerutu Bima dengan perasaan yang sangat kesal.


Ia berjalan ke toilet umum dengan perasaan kesal. Ia merasa sesak pipis karena habis bertengkar dengan Mbak Raini barusan.


Setelah sampai di toilet umum, Ia tanpa sengaja melihat Nora juga ke toilet umum perusahaan dan hal ini membuatnya ingin melampiaskan kekesalannya kepada Nora.


Dengan mata yang mengawasi jika ada orang lain yang melihatnya, Bima merasa aman karena kondisi sepi.


Dengan cepat Ia mendorong Nora memasuki toilet kamar mandi "Siapa kamu?" ucap Nora sedikit kaget.


"Diamlah. Ini aku Bima" Jawab Bima cepat.


Sekerika Nora bernafas lega.


"Ya ampuun, Pak. Kalau pengen kenapa begini caranya? Kan bisa minta baik-baik" ucap Nora.


Bima tak menkmjawabnya, Ia menyingkap rok pendek Nora, dan mencari sesuatu yang akan menjadi pelampiasan kekesalannya hari ini.


Masih dengan posisi Nora membelakanginya, Bima menggarap janda aduhai tersebut. Nora hanya pasrah dan mencoba menik-mati apa yang diperbuat oleh Bima padanya.


Nora sengaja menghidupkan keran air agar suara kucuran air tersebut menutupi suara rintihan nakalnya.


Sementara itu, Mbak Raini merasakan gelagat tidak baik dari Bima, Ia benar-benar takut jika Bima sampai tidak membayar hutangnya, dan Ia akan mencoba sampai beberapa minggu lagi seperti yang dijanjikan oleh Bima, namun jima Bima sampai mangkir, maka Ia terpaksa kembali menghubungi Ningrum.


"Dia yang berhutang, dia yang marah. Ditagih lebih garang dari yang menghutangi" Guman Mbak Raini dengan kesal.


Mbak Raini menarik nafasnya dengan berat dan menghelanya. Ia tidak menyangka jika Bima mulutnya lebih tajam dari mulut wanita dan suka main labrak juga. Bukannya sadar akan kesalahannya, tetapi sebaliknya menyudutkan seseorang.


Didalam toilet itu, Nora digarap habis-habisan oleh Bima. Rasa kesal karena pertengkarannya dengan Ningrum pagi tadi dan juga pertengkarannya dengan Mbak Raini membuat kepalanya berdenyut sakit, sehingga menjadikan Nora sebagai pelampiasannya.


Setelah merasa lega, Ia melepaskan Nora yang sudah tampak kelelahan. Lalu Ia keluar dari kamar mandi sembari bersiul.


Sedangkan Nora harus merapikan pakaian dan rambutnya yang berantakan. Saat Nora keluar dari toilet, mandor cleaning memergokinya, dan tanpa banyak bicara Mandor cleaning itu mendorong Nora kembali masuk kedalam toilet.

__ADS_1


"Hei.. Apa yang kau lakukan?" omel Nora kepada pria bertubuh tambun dan perut membuncit itu.


"Jangan munafik kamu, aku melihat semuanya. Bima pasti menggarapmu secara gratis bukan? Tenanglah, aku akan membayarmu" ucap Mandor cleaning itu, lalu kembali Nora menjadi santapan dua pria dalam hari yang sama.


Janda itu tak dapat berkutik, dan terpaksa melayani pria bertubuh tambun dan juga perut membuncit itu.


Tak perlu waktu lama, akhirnya selesai juga. Mandor cleaning itu menyelipkan uang 50 ribu rupiah dibibir Nora lalu merapikan pakaiannya dan pergi keluar dari toilet.


Bima berjalan melintasi Plant 2 dan melihat Rendy beserta para pekerjanya sedang menikmati es cappucino cincau dengan begitu santainya.


Dan Ia melirik jika dilokasi itu banyak terdapat plat besi, besi habim dan juga besi siku. Bima menebak jika Rendy mendapat proyek baru yang tentu penawaran harganya sangat tinggi.


"Sial.. Proyek terbarunya sudah dikerjain, material juga sudah dilansir ke lokasi, bisa kalah saing aku kalau begini" geruth Bima, lalu mempercepat langkahnya menuju ke plant 4 tempat proyeknya berlangsung.


Ia memasuki lokasi proyeknya. Tampak para pekerjanya sedang duduk beristirahat dan tampak pengelasan belum juga memenuhi standar.


Praaaaaank..


Bima melemparkan sebuah tabung racun api dengan sangat kasar sehingga membuat para pekerja ketakutan dan merasa bingung.


"Begini rupanya kerja kalian kalau tidak saya awasi..!!" ucap Bima penuh amarah.


Seketika para pekerja saling pandang dan beranjak bangkit.


"Memangnya ada apa, Pak?" tanya seorang tukang kepada Bima.


"Ada apa, ada apa..? Coba lihat pekerjaan kalian..! Dari pagi tadi hasilnya hanya sebatas ini" ucap Bima kesal.


Sang Tukang menghela nafasnya "Pak, ini jam istirahat, dan wajar kami beristirahat. jika progres kerja hanya segini mau bagaimana lagi, tabung gas habis, dan pengelasan hanya dilakukan oleh Mas Ady, welder yang kemarin sudah berhenti bekerja, dan kami sisanya hanya bisa mengerjakan apa yang bisa kami kerjakan" jawab tukang tersebut menjelaskan.


Kalau begini bagaimana mau kerjaan lekas kelar, yang ada saya rugi gaji kalian karena makan gaji buta" ucap Bima yang tentunya membuat rasa sakit dihati pekerjanya.


"Ady. Bawa tabung gas kosong itu, coba pinjam kepada Rendy yang ada di plant 2, katakan padanya jika Mas pinjam tabung gasnya dulu, nanti Mas ganti.!" Titah Bima kepada Ady yang tampaknya baru selesai makan siang.

__ADS_1


Tak ingin ribut, Ady yang sebenarnya sangat lelah terpaksa membawa tabung gas berat isi 50 kg itu.


Ia membawa tabung berwarna biru itu ke plant tempat Rendy yang dikatakan oleh Bima kakaknya.


Sesampainya di plant dua, Ia melihat Rendy dan pekerjanya itu sedang memotong besi serta melakukan pengelasan untuk membuat rangka proyeknya.


Ady merasa sungkan, bagaimana mungkin Ia akan meminjam tabung gas tersebut, jika barang itu juga sedsng digunakan.


Ady diam terpaku didepan pintu plant dan tampak bingung.


Sedangkan Bima merasa kesal dengan Ady yang tak juga kembali.


Ia menyusul Ady ke plant 2, dan alangkah marahnya Ia saat melihat Ady berdiri tegak dideoan pintu plant tanpa ada upaya sedikitpun.


"Heey.. Lama banget sih..".Gerutu Bima sembari menyikut lengan Ady.


Ady menatap kakaknya dan menunjukkan dengan ekor matanya ke arah Rendy yang sedang menggunakan tabung gas berwarna biru tersebut.


Bima melirik ke arah yang ditunjuk oleh Ady, lalu Ia mendenguskan nafasnya dengan kasar. Ia menghampiri Rendy yang sedang membuat pola untuk pekerjaannya.


"Ren.." ucap Bima dengan cepat.


Rendy menoleh ke arah Bima dan menghentikan pekerjaannya yang sedang menggoreskan kapur besi pada plat yang sedang diukurnya.


"Ya.. Ada paa?" Tanya Rendy dengan nada malas.


"Pinjam tabung gasmu yang berisi, nanti aku ganti" ucap Bima tanpa merasa malu jika Ia pernah meminjam tabung oksigen yang belum dikembalikan.


"Tidak ada, Bim.. Tabungnya yang berisi masih ku gunakan, dan yang kosong masih aku pesan dan belum diatar oleh penyuplai" jawab Rendy lalu kembali mengukur plat besi tersebut.


Seketika Bima merasa kesal. Lalu Ia menendang kawat las yang ada didekatnya hingga terlempar beberapa centimeter karena tentunya kotak berisi kawat las itu sangat berat.


Semua pekerja tersebut tercengang melihat perlakuan Bima, sebab selama mereka bekerja dengan Rendy, pria itu tidak pernah marah apalagi arogan.

__ADS_1


Rendy mencoba tidak menggubrisnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Para pekerja itu merasa geram melihat Bos mereka yang tampak tenang diperlakukan seenaknya oleh Bima, rasanya mereka ingin melayangkan tinju mereka kepada Bima.


__ADS_2