
"Kembalikan sisa uang yang Kau curi..!!" pinta Bima dengan amarah yang meledak.
Namun Yudi hanya tertawa mendengar omelan Bima sebab saat ini reaksi dari barang haram tersebut sedsng bekerja.
Tak berselang lama, phonselnya berdering. Satu panggilan masuk dari Nora.
Bima mengangkatnya "Ya, Hallo, Sayang" ucap Bima.
"Mana pesanan makananku, Bang..!! Lama kalipun kau bah..!!" ucap Nora dengan logat Bataknya, sebab Ia keturuna suku Batak.
"Iya.. bentar, lagi ngantri" jawab Bima, lalu mematikan sambungan panggilannya, dan Ia memberikan tendangan kepada Yudi sebelum keluar dari kamar.
Bima mengemudikan motornya dengan sangat kesal. Lalu menuju rumah makan yang menjual nasi Padang, sebab Nora memesan dendeng daging.
Sesampainya ditempat yang dituju, Bima memesan dua porsi nasi dengan daging dendeng balado dan juga rendang daging, maklum lagi banyak duit.
Bima menunggu antrian. Sesaat sebuah mobil berhenti didepan rumah makan tersebut. Tampak seorang wanita berpenampilan anggun turun dari mobil dan menuju kedalam warung tersebut, lalu memesan satu porsi nasi padang denga menu ayam goreng cabe ijo.
Bima membolakan matanya. Ia bersembunyi dibalik antrian agar tidak terlihat oleh wanita yang tak lain adalah Ningrum.
Ia melihat Ningrum semakin cantik dan mempesona, bahkan Ia terlihat baik-baik saja setelah perceraian mereka.
Saat giliran antriannya tiba, Bima bergegas membayarnya dan melangkah terburu-buru agar tidak terlihat Ningrum, lalu menuju sepeda motornya dan melaju kencang.
Disepanjang perjalanan, hatinya merasakan deguban yang sangat kencang.
"Siaaall..!! Mengapa Ia jadi begitu sangat cantik?! Tetapikan emang dari dulu dia itu cantik! Ah, Bego banget aku!!" gumannya dengan kesal.
Kenangan bersama Ningrum kembali terngiang diingatannya. Selama hidup membina rumah tangga bersama Ningrum, Ia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya dan kini Ia setelah menikahi Nora, hidupnya berbanding terbalik, seba Ia yang selalu diperintah oleh Nora, dan herannya Ia tidak pernah bisa membantah apa yang diperintahkan istri barunya itu.
Sesampainya dirumah, Bima disambut omelan oleh Nora karena terlalu lama membelikan pesanannya. Karena tak ingin mendengar omelan Nora, Bima menyediakan air minum dan cuci tangan tanpa diperintah, lalu mereka makan bersama.
__ADS_1
Ningrum telah menapatkan pesanannya, Ia pulang kerumah dan memakan makan malamnya. Tak berselang lama, Satu panggilan masuk dari kang Yamink dan mengajak untuk bertemu.
Ningrum mengiyakan dan akhirnya mereka bertemu janji di rumah Andini.
Setelah menyelesaikan makan malamnya. Ningrum bergegas menuju rumah Andini. Ia melajukan mobilnya dan tak berselang lama tiba dihalaman rumah sahabatnya.
Ia melihat sepeda motor kang Yamink sudah terparkir didepan halaman. Lalu Ia memasuki rumah dan mengucapkan salam.
Mereka menyambutnya dan Andini memeluknya dengan penuh kerinduan, sebab Andini memutuskan resign dari pekerjaannya karena demi kandungannya.
Andini sudah menyiapkan camilan dan minuman ringan untuk kedua sahabatnya. Sedangkan Rendy hanya duduk diam melihat apa yang akan dibicarakan oleh ketiga sahabat tersebut.
"Apa kabarnya, Mbak?" tanya Kang Yamink setelah melihat Ningrum sudah lebih ceria dari sebelumnya saat pertama kali bercerai dengan Bima.
"Alhamdulillah baik, Kang.. Kang Yamink dan istri bagaimana kabarnya?" tanya Ningrum balik.
"Alhamdulillah baik, Mbak." jawab Kang Yamink.
"Mbak.. Aku memanggil Mbak kemari itu hanya ingon memberi saran jika sebaiknya Mbak itu pergi berobat ke tuan Syech. Sebab Bima memiliki ilmu pengasihan semar mesem, ini semua demi kebaikan, Mbak" ucap Yamink memyarankan.
Ningrum mengerutkan keningnya "Masa sih, Kang.? Kang Yamink tau dari mana Bima memiliki ajian seperti itu?" tanya Ningrum penasaran.
"Sudah tau lama, Mbak.. tapi Aku lupa kasih tau, Mbak. Seba itu Mbak selama ini selalu menuruti apa yang diinginkanya. Asal Mbak tahu saja, Ya. Dia itu pernah pakai uang saya 10 juta buta modal usaha, dan dengan begonya saya beri begitu saja. Saat ditagih selalu mengelak hingga sampai 3 tahun lamanya. Dan saat saya tagih lagi, Dia jawab itu hutang lama dan gak perlu dibayar lagi, sudah hangus" ucap Yamink menuturkan.
Ningrum mengerutkan keningnya "Sampai segitunya kah Dia?" ucap Ningrum tak menyangka dengan apa yang diucapkan oleh Yamink.
"Makanya waktu Mbak dekat dengannya saya sudah wanti-wanti jangan sampai terjerat oleh Bima, tetapi Mbaknya sudah terjerat duluan, saya bisa apa" ucap Yamink dengan nada pasrah.
Ningrum menghela nafasnya dengan berat. Jika difikir-fikir benar juga sih. Karena ia mengenal Bima hanya satu bulan dan bodohnya Ia pernah bercinta dengan Bima saat pertemuan pertama mereka tanpa penolakan apapun.
"Parah banget tu orang ya, Kang.. Sudah tukang ngutang gak berbayar tukang selingkuh pula" Andini menimpali.
__ADS_1
Seketika Ningrum menoleh kearah Andini "Jadi selama kamu tahu, Ndin? Kalau Bima suka selingkuh dibelakangku?" tanya Ningrum dengan penasaran.
Andini menganggukkan kepalanya "Maaf, Mbak.. Bukannya aku menutupinya dari Mbak.. Tapk aku takut Mbak salah faham denganku, sebab Aku lihat Mbak terlihat percaya dengan Bima, buktinya sampai beliin mobil buat Bima" jawab Andini dengan merundukkan kepalanya.
"Sudahlah, toh, semuanya telah berlalu dan Allah maha mengetahui segalanya dan mempercepat perceraian kami berdua, itu tandanya Allah masih sayang dengan saya" jawab Ningrum, dan ia tidak ingin membuat Andini merasa bersalah dalam hal rumah tangganya yang sudah berakhir.
Ningrum melirk kepada kang Yamink yang saat ini sedang menatapnya.
"Kira-kira kang Yamink ada kenal Tuan Syech yang bisa mengobati saya?" tanya Ningrum penasaran.
"kalau Mbak ingin tau alamatnya, akan saya berikan dan jika perlu saya antar, maka akan saya antarkan" Kang Yamink menawarkan.
"Oke, Lah, Kang.. Kapan Kang Yamink ada waktu luang, bawakan saja saya, karena saya juga sudah sangat bosan untuk mendengar atau melihat orang yang bernama Bima" jawab Ningrum dengan tegas.
"Baik, Mbak.. Mungkin minggu ini saya libur, dan saya bisa temani Mbak untuk ke tuan Syech tersebut" jawab Kang yamink.
Ningrum menganggukan kepalanya pertanda setuju.
"Oh, Ya, Ndin.. Kamu resign ya dari Bank itu?" tanya Ningrum.
Andini menganggukkan kepalanya "Iya, Mbak.. Kandunganku lemah, makanya aku memilih resign dan Mas Rendy yang memintanya" jawab Andini.
"Ya sudahlah, mana yang terbaim, meskipun saya merasakan kesepian karena tidak dapat bertemu kamu setiap hari lagi" ucap Ningrum berkata jujur.
"Saya juga kangen sama, Mbak.. Tapi insya Allah kalau dedeknya sudah lahir, saya ada niatan mau buka counter phonsel didepan seberang salon, Mbak.. Biar kita bisa ketemuan setiap saat" Jawab Andini mengutarakan keinginannya.
"Waaah.. Bagus donk.. Jadi gak sabar" jawab Ningrum penuh bahagia.
"Kenapa counter, Ndin.. Type seperti kamu ini cocoknya buka dagangan cimol dan bakso bakar" ledek Yamink.
"Yang ada dagangannya habis dimakan sendiri, jangankan untung balik modal juga kagak!" jawab Andini menimpali..
__ADS_1
Lalu mereka tertawa terpingkal bersama.